Unduh Aplikasi Dapodikdasmen 2019

Unduh Aplikasi Dapodikdasmen 2019

Berkas Sekolah - Akhirnya release juga Aplikasi Dapodikdasmen Terbaru tahun 2019 yang hampir sudah 1 bulan lewat dari tahun pelajaran 2018/2019. Untuk mendapatkan Aplikasinya bisa dengan mudah di Download diakhir artikel ini atau bisa langsung diakses melalui http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/unduhan.

Unduh Aplikasi Dapodikdasmen 2019

Seperti biasa untuk dapat Instal Aplikasi ini, Versi 2018 haruslah dicopot dahulu supaya nanti mudah dalam proses instalasi dan Jangan lupa lakukan proses restart.

Unduh prefil dapodik bagi yang keterbatasan koneksi internetnya di http://sync.dikmen.kemdikbud.go.id/prefill_dikdasmen_2018B/generate_prefill.php atau bisa juga langsung melakukan Registrasi secara online setelah proses instalasi Aplikasi Dapodikdasmen selesai.

Daftar Perubahan Aplikasi Dapodik versi 2019

Berikut ini merupakan daftar perubahan pada Aplikasi Dapodik 2019:
  1. [Pembaruan] Penambahan referensi Kurikulum 2013 Revisi
  2. [Pembaruan] Penamaan siswa dengan huruf kapital di awal kata
  3. [Pembaruan] Penambahan referensi Kurikulum Sekolah Perjanjian Kerjasama (SPK)
  4. [Pembaruan] Penambahan referensi Kepanitiaan Sekolah
  5. [Pembaruan] Penambahan referensi tugas tambahan Bendahara BOS
  6. [Pembaruan] Migrasi hasil integrasi PPDB ke dalam database Dapodikdasmen
  7. [Pembaruan] Proses kelulusan bersama untuk siswa tingkat akhir
  8. [Pembaruan] Penambahan peringatan dini saat penghapusan data yang berkaitan dengan tunjangan profesi guru
  9. [Pembaruan] Penambahan dan mengkadaluarsakan (meng-expired-kan) referensi tugas tambahan guru
  10. [Pembaruan] Penambahan referensi prasarana: lapangan, kantin dan lapangan parkir
  11. [Pembaruan] Penyatuan Database Dikdas dan Database Dikmen
  12. [Pembaruan] Mewajibkan sekolah memilih Kurikulum 2013 untuk rombongan belajar dengan tingkat 1, 7 dan 10 di semua jenjang
  13. [Pembaruan] Panambahan tabulasi pada Menu Validasi Lokal untuk mengecek referensi yang terikat dengan data sekolah, GTK, Peserta Didik, Sarpras dan Rombel
  14. [Pembaruan] Penambahan validasi dengan status warning untuk mengecek jumlah rombel berdasarkan rasio jumlah peserta didik
  15. [Pembaruan] Penambahan validasi dengan status warning untuk peserta didik SD yang berumur di bawah 5 tahun 6 bulan terhitung dari tanggal 01 Juli 2018
  16. [Pembaruan] Penambahan validasi dengan status invalid untuk semua TMT pada rincian GTK jika selisih tanggal lahir < 15 tahun dari TMT tersebut
  17. [Pembaruan] Penambahan fitur web service untuk digunakan oleh aplikasi selain Dapodikdasmen guna kepentingan sekolah
  18. [Perbaikan] Perubahan alur pengisian untuk KIP dan PIP pada peserta didik
  19. [Perbaikan] Penonaktifan tambah Peserta Didik Baru untuk jenjang SMP, SMA dan SMK Reguler (kecuali daerah khusus)
  20. [Perbaikan] Isian secara otomatis untuk sarana yang berada dalam prasarana sesuai standar prasarana
  21. [Perbaikan] Perbaikan pada security aplikasi
  22. [Perbaikan] Penyesuaian aplikasi dengan strukur database terbaru (versi 2.80)

Link Alternatif Download Aplikasi Dapodikdasmen 2019

Untuk menghindari Trafik yang melonjak atau Server Down, kami sediakan beberapa link alternatif yang bisa digunakan untuk Unduh Aplikasi Dapodikdasmen 2019 dibawah ini :
  1. Link alternatif via Mirrorcreator
  2. Link alternatif via Mediafire
  3. Link alternatif via Google
  4. Link alternatif via 4shared
  5. Link alternatif via Tusfiles
  6. Link alternatif via Gigapeta
  7. Link alternatif via Upstore
  8. Link alternatif via Solidfiles
  9. Link alternatif via Wayupload
  10. Link alternatif via Upload
  11. Link alternatif via Cloudy Files
  12. Link alternatif via Dosyup
  13. Link alternatif via Suprafiles
  14. Link alternatif via Up-4.net
  15. Link alternatif via Filecloud
  16. Link alternatif via Filescdn
  17. Link alternatif via K-Bagi
  18. Link alternatif via Sendspace
  19. Link alternatif via Share-online
  20. Link alternatif via Turbobit
  21. Link alternatif via Uptobox
  22. Link alternatif via Uplod
  23. Link alternatif via Userscloud
  24. Link alternatif via Wayupload
  25. Link alternatif via Zippyshare
  26. Link alternatif via Zippyshare
  27. Link alternatif via Dbr
  28. Link alternatif via Tusfiles
  29. Link alternatif via Turbobit
  30. Link alternatif via Solidfiles
  31. Link alternatif via Openload
  32. Link alternatif via Dropjiffy
Itulah kiranya yang bisa kami berikan kali ini mengenai Unduhan, pembaharuan dan link alternatif Aplikasi Dapodikdasmen 2019. Semoga bermanfaat.
Selengkapnya
Bukti Fisik Akreditasi SD MI Standar Sarana Prasarana

Bukti Fisik Akreditasi SD MI Standar Sarana Prasarana

Bukti Fisik Akreditasi SD MI Standar Sarana Prasarana

Bukti Fisik Akreditasi SD MI Standar Sarana Prasarana

Melanjutkan Pembahasan dan Penjelasan mengenai Bukti fisik yang harus dibuat untuk Akreditasi SD/MI Standar Sarana Prasarana Instrumen Nomor 50 sampai dengan 75 yang lumayan memiliki sumbangsih point untuk mendapatkan nilai Maksimal atau Akreditasi A.

Untuk yang belum mendapatkan Bukti Fisik Akreditasi SD/MI Standar lainnya  silahkan ikuti link berikut ini :
  • Bukti Fisik Akreditasi SD/MI Standar Isi KLIK DISINI
  • Bukti Fisik Akreditasi SD/MI Standar Proses KLIK DISINI
  • Bukti Fisik Akreditasi SD/MI Standar Kompetensi Lulusan KLIK DISINI
  • Bukti Fisik Akreditasi SD/MI Standar PTK KLIK DISINI
Mungkin langsung saja dibahas ke Instrumen Standar Sarana Prasarana


Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 55. Sekolah/madrasah memiliki luas lahan sesuai ketentuan luas minimum.
Ketentuan luas minimum lahan sekolah/madrasah tercantum pada Tabel berikut. Untuk sekolah yang memiliki jumlah siswa 15 sd. 28 siswa, lihat tabel berikut :

Banyak rombongan belajarLuas Minimum Lahan (m2)
Bangunan 1 lantaiBangunan 2 lantaiBangunan 3 lantai
621341176823
12373020161411
18534228222066
24692236962755
Dibuktikan dengan dokumen yang memuat luas lahan bangunan sekolah/madrasah. Bandingkan luas lahan tersebut dengan luas lahan minimum pada tabel di atas sesuai jumlah Rombel dan jumlah lantai.

Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 56. Lahan sekolah/madrasah memenuhi ketentuan: (1) terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, (2) memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat, (3) terhindar dari pencemaran air, (4) terhindar dari kebisingan, (5) terhindar dari pencemaran udara
Dibuktikan dengan : 
  1. Mengamati lingkungan sekolah/madrasah terkait dengan: 
  2. Potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa. 
  3. Ketersediaan akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. 
  4. Pencemaran air. 
  5. Kebisingan 
  6. Pencemaran udara. 
  7. Wawancara dengan berbagai pihak yang terkait dengan sarana dan prasarana.

Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 57. Sekolah/madrasah memiliki luas lantai bangunan sesuai ketentuan
Ketentuan luas minimum lantai sekolah/madrasah yang memiliki 15 sampai dengan 28 siswa per rombongan belajar, bangunan memenuhi ketentuan rasio minimum luas lantai terhadap siswa seperti tercantum pada berikut.

Banyak rombongan belajarLuas Minimum Lahan (m2)
Bangunan 1 lantaiBangunan 2 lantaiBangunan 3 lantai
6638706739
12110912101210
18161317141714
24208322182218
Untuk SD/MI yang memiliki kurang dari 15 siswa per rombongan belajar, lantai bangunan memenuhi ketentuan luas minimum seperti tercantum pada tabel berikut.

Luas Minimum Lantai Bangunan untuk SD/MI yang Memiliki Kurang dari 15 Siswa per Rombongan Belajar

Banyak rombongan belajarLuas Minimum Lahan (m2)
Bangunan 1 lantaiBangunan 2 lantaiBangunan 3 lantai
6400460490
12670730760
1895010101040
24122013101310
Dibuktikan dengan :
  1. Pengamatan langsung 
  2. Dokumen yang berisi tentang luas lantai bangunan

Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 58. Bangunan sekolah/madrasah memenuhi persyaratan keselamatan, meliputi: (1) konstruksi yang stabil, (2) konstruksi yang kukuh, (3) sistem pencegahan bahaya kebakaran, (4) penangkal petir.
Dibuktikan dengan: 
  • Mengamati kondisi bangunan sekolah/madrasah dan prasarana yang ada, meliputi: 
  • Konstruksi yang kukuh dan stabil. 
  • Perangkat pencegahan bahaya kebakaran. 
  • Fasilitas ramah anak. 
  • Penangkal petir. 
  • Assesor akan Wawancara dengan berbagai pihak yang terkait dengan sarana dan prasarana.

Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 59. Bangunan sekolah/madrasah memenuhi persyaratan kesehatan yang meliputi: (1) ventilasi udara, (2) pencahayaan, (3) sanitasi, (4) tempat sampah, (5) bahan bangunan yang aman.
Dibuktikan dengan:
  1. Mengamati kondisi bangunan sekolah/madrasah dan prasarana yang ada, meliputi: 
  2. Ventilasi 
  3. Pencahayaan 
  4. Sanitasi 
  5. Tempat sampah. 
  6. Bahan bangunan. 
  7. Wawancara dengan berbagai pihak yang terkait dengan sarana dan prasarana.

Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 60. Bangunan sekolah/madrasah memiliki instalasi listrik dengan daya yang mencukupi kebutuhan.
Sekolah/madrasah memiliki instalasi listrik dengan daya minimum 1.300 watt.

Dibuktikan dengan:
  1. Melihat ketersediaan penerangan listrik di semua ruangan. 
  2. Rekening pembayaran listrik.

Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 61. Sekolah/madrasah melakukan pemeliharaan berkala 5 tahun sekali, meliputi: pengecatan ulang, perbaikan jendela dan pintu, lantai, penutup atap, plafon, instalasi air, dan listrik.
Pemeliharaan/perbaikan berkala sekolah/madrasah meliputi: pengecatan ulang, perbaikan jendela dan pintu, lantai, penutup atap, plafon, instalasi air, dan listrik.

Dibuktikan dengan:
  1. Melihat kondisi fisik. 
  2. Dokumen pelaksanaan pemeliharaan sekolah/madrasah.

Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 62. Sekolah/madrasah memiliki prasarana yang lengkap sesuai ketentuan dengan kondisi baik.
Sebuah SD/MI sekurang-kurangnya memiliki prasarana meliputi:

Tabel Prasarana
No.
Jenis

No.
Jenis
1
Ruang kelas     
8
Tempat beribadah
2
Ruang guru
9
Jamban
3
Ruang pimpinan (dapat terintegrasi dengan ruang guru)
10
Tempat bermain/berolahraga
4
Ruang laboratorium IPA (dapat memanfaatkan ruang kelas/lainnya)
11
Gudang
5
Ruang perpustakaan
12
Kantin
6
Ruang UKS
13
Tempat parkir
7
Ruang sirkulasi



Dibuktikan dengan melihat ketersediaan dan kondisi prasarana yang dimiliki sekolah/madrasah. Khusus untuk perpustakaan dan laboratorium dibuktikan dengan adanya jadwal penggunaan dan laporan kegiatan.


Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 63. Sekolah/madrasah memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.
Ruang kelas adalah ruang untuk pembelajaran teori dan praktik yang tidak memerlukan peralatan khusus. Ketentuan ruang kelas sekolah/madrasah, meliputi:
  1. Jumlah yang sama atau lebih banyak dari jumlah rombongan belajar. 
  2. Ukuran minimum sama dengan jumlah siswa x 2 m, dengan lebar minimum 5 m dan luas minimum 30 m2. 
  3. Sarana ruang kelas sebagaimana tercantum pada tabel berikut.
Tabel Sarana Ruang Kelas
No
Jenis
Rasio

No
Jenis
Rasio
1
Kursi siswa
1 buah/siswa
7
Papan tulis
1 buah/ruang
2
Meja siswa
1 buah/siswa
8
Tempat sampah
1 buah/ruang
3
Kursi guru
1 buah/guru
9
Tempat cuci tangan
1 buah/ruang
4
Meja guru
1 buah/guru
10
Jam dinding
1 buah/ruang
5
Lemari
1 buah/ruang
11
Kotak kontak
1 buah/ruang
6
Papan pajang
1 buah/ruang



Dibuktikan dengan hasil pengamatan/observasi di lokasi dan wawancara dengan berbagai pihak (wakil sarana dan prasarana).

Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 64. Sekolah/madrasah memiliki perpustakaan dengan: (1) luas sesuai ketentuan, (2) sarana sesuai ketentuan, (3) pendayagunaan maksimal, (4) kondisi terawat dengan baik, bersih serta nyaman.
Ruang perpustakaan adalah ruang untuk menyimpan dan memperoleh informasi dari berbagai jenis bahan pustaka. Ruang perpustakaan memiliki ketentuan, meliputi :
  1. Luas minimum sama dengan luas satu ruang kelas, dan lebar minimum 5 m 
  2. Sarana ruang perpustakaan sebagaimana tercantum pada tabel di bawah. 
  3. Buku teks pelajaran, buku panduan pendidik, buku pengayaan, dan buku referensi dapat berwujud e-book.
Tabel Sarana Ruang Perpustakaan
No
Jenis
Rasio

No
Jenis
Rasio

Buku

12
Meja kerja/sirkulasi
1 buah/petugas
1
Buku teks pelajaran
1 buku/mata pelajaran/siswa, dan 2 buku/mata pelajaran/sekolah
13
Lemari katalog
1 buah/sekolah
2
Buku panduan guru
1 buku/mata pelajaran/guru ybs dan 1 buku/ mata pelajaran/sekolah
14
Lemari
1 buah/sekolah
3
Buku pengayaan
870 judul/sekolah
15
Papan pengumuman
1 buah/sekolah
4
Buku referensi
30 judul/sekolah
16
Meja multimedia
1 buah/sekolah
5
Sumber belajar lain
30 judul/sekolah

Media Pendidikan


Perabot

17
Peralatan multimedia
1 set/sekolah
6
Rak buku
1 set/sekolah

Perlengkapan Lain

7
Rak majalah
1 buah/sekolah
18
Buku inventaris
1 buah/sekolah
8
Rak surat kabar
1 buah/sekolah
19
Tempat sampah
1 buah/ruang
9
Meja baca
15 buah/sekolah
20
Kotak kontak
1 buah/ruang
10
Kursi baca
15 buah/sekolah
21
Jam dinding
1 buah/ruang
11
Kursi kerja
1 buah/petugas




Dibuktikan dengan memeriksa ruang dan pemanfaatan perpustakaan, katalog/e-katalog, perabot, media pembelajaran, dan perlengkapan lain.

Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 65. Sekolah/madrasah memiliki alat peraga pembelajaran, meliputi: (1) model kerangka manusia, (2) model tubuh manusia, (3) globe, (4) model tata surya, (5) bermacam kaca, (6) cermin, (7) lensa, (8) magnet batang, (9) berbagai macam poster dan replika
Dibuktikan dengan mengamati alat peraga yang tersedia di sekolah/madrasah.

Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 66. Sekolah/madrasah memiliki ruang pimpinan dengan luas minimum 12 m2 dengan sarana meliputi: (1) kursi pimpinan, (2) meja pimpinan, (3) kursi dan meja tamu, (4) lemari, (5) papan statistik, (6) simbol kenegaraan, (7) tempat sampah, (8) jam dinding.

Ruang pimpinan adalah ruang untuk pimpinan melakukan kegiatan pengelolaan sekolah/madrasah. Ruang pimpinan memiliki ketentuan:
  1. Luas minimum 12 m2 dan lebar minimum 3 m. 
  2. Sarana ruang pimpinan sebagaimana tercantum pada tabel berikut
Tabel Sarana Ruang Pimpinan
No
Jenis
Rasio

No
Jenis
Rasio
1
Kursi pimpinan
1 buah/ruang
5
Papan statistik
1 buah/ruang
2
Meja pimpinan
1 buah/ruang
6
Simbol kenegaraan
1 set/ruang
3
Kursi dan meja tamu
1 set/ruang
7
Tempat sampah
1 buah/ruang
4
Lemari
1 buah/ruang
8
Jam dinding
1 buah/ruang

Dibuktikan dengan memeriksa ruang pimpinan, perabot, dan perlengkapan lain.

Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 67. Sekolah/madrasah memiliki ruang guru dengan rasio minimum 4 m2/ guru dan luas minimum 32 m2, dengan sarana: (1) kursi kerja, (2) meja kerja, (3) lemari, (4) kursi tamu, (5) papan statistik, (6) papan pengumuman, (7) tempat sampah, (8) tempat cuci tangan, (9) jam dinding.
Ruang guru adalah ruang untuk guru bekerja di luar kelas, beristirahat, dan menerima tamu. Ruang guru memiliki ketentuan:
  1. Rasio minimum 4 m2/guru dan luas minimum 32 m2. 
  2. Sarana ruang guru sebagaimana tercantum pada tabel berikut:
Tabel Sarana Ruang Guru
No
Jenis
Rasio

No
Jenis
Rasio
1
Kursi kerja
1 buah/guru ditambah 1 buah/satu wakil kepala sekolah
6
Papan pengumuman
1 buah/sekolah
2
Meja kerja
1 buah/guru
7
Tempat sampah
1 buah/ruang
3
Lemari
1 buah/guru atau 1 buah yang digunakan bersama semua guru
8
Tempat cuci tangan
1 buah/ruang
4
Kursi tamu
1 set/ruang
9
Jam dinding
1 buah/ruang
5
Papan statistik
1 buah/ruang



Dibuktikan dengan memeriksa ruang guru, perabot, dan perlengkapan lain.

Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 68. Sekolah/madrasah memiliki tempat beribadah bagi warga sekolah/ madrasah dengan luas minimum 12 m2 dan sarana berupa: (1) perleng-kapan ibadah, (2) lemari, (3) jam dinding, (4) air dan tempat berwudu.
Tempat beribadah adalah ruang tempat warga sekolah/madrasah melakukan ibadah yang diwajibkan oleh agama masing-masing pada waktu sekolah. Tempat beribadah memiliki ketentuan:
  1. Luas minimum 12 m2. 
  2. Sarana: 
  3. Perlengkapan ibadah sesuai kebutuhan. 
  4. 1 buah lemari/rak. 
  5. 1 buah jam dinding. 
  6. Ketersediaan air dan tempat berwudu. 
Dibuktikan dengan memeriksa tempat ibadah, perabot, dan perlengkapan lain.

Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 69. Sekolah/madrasah memiliki ruang UKS dengan luas minimum 12 m2, dengan sarana: (1) tempat tidur, (2) lemari, (3) meja, (4) kursi, (5) catatan kesehatan siswa, (6) perlengkapan P3K, (7) tandu, (8) selimut, (9) tensimeter, (10) termometer badan, (11) timbangan badan, (12) pengukur timbangan badan, (13) tempat sampah, (14) tempat cuci tangan, (15) jam dinding.
Ruang UKS adalah ruang untuk menangani siswa yang mengalami gangguan kesehatan dini dan ringan di sekolah/madrasah.
  1. Ruang UKS memiliki ketentuan: 
  2. Luas minimum 12 m2. 
  3. Sarana ruang UKS sebagaimana tercantum pada tabel berikut.
Tabel Sarana Ruang UKS
No
Jenis
Rasio

No
Jenis
Rasio
1
Tempat tidur
1 set/ruang
9
Tensimeter
1 buah/ruang
2
Lemari
1 buah/ruang
10
Termometer badan
1 buah/ruang
3
Meja
1 buah/ruang
11
Timbangan badan
1 buah/ruang
4
Kursi
2 buah/ruang
12
Pengukur tinggi badan
1 buah/ruang
5
Catatan kesehatan siswa
1 set/ruang
13
Tempat sampah
1 buah/ruang
6
Perlengkapan P3K
1 set/ruang
14
Tempat cuci tangan
1 buah/ruang
7
Tandu
1 buah/ruang
15
Jam dinding
1 buah/ruang
8
Selimut
1 buah/ruang




Dibuktikan dengan memeriksa ruang UKS, perabot, dan perlengkapan lain.

Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 70. Sekolah/madrasah memiliki jamban dengan ketentuan: (1) jumlah minimum, (2) luas minimum per jamban, (3) tersedia air, (4) bersih, (5) sarana lengkap.
Jamban memiliki ketentuan:
  1. Minimum 3 unit dengan dinding, atap, dan dapat dikunci, 1 jamban untuk setiap 60 siswa pria, 1 jamban untuk setiap 50 siswa wanita, dan 1 jamban untuk guru/karyawan. 
  2. Luas minimum tiap unit 2 m2 
  3. Tersedia air bersih yang cukup 
  4. Kondisi jamban selalu dalam keadaan bersih. 
  5. Dengan sarana meliputi: 
  6. 1 buah kloset. 
  7. 1 buah tempat air. 
  8. 1 buah gayung. 
  9. 1 buah gantungan pakaian. 
  10. 1 buah tempat sampah. 
Dibuktikan dengan memeriksa jamban dan perlengkapan lain.

Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 71. Sekolah/madrasah memiliki gudang dengan ketentuan: (1) luas minimum 18 m2, (2) memiliki perabot, (3) dapat dikunci, (4) tertata dengan baik.
Gudang berfungsi sebagai tempat menyimpan peralatan pembelajaran di luar kelas, tempat menyimpan sementara peralatan sekolah/ madrasah yang tidak/belum difungsikan, dan tempat menyimpan arsip yang telah berusia lebih dari 5 tahun.

Sekolah/madrasah memiliki gudang dengan ketentuan:
  • Luas minimum gudang adalah 18 m2. 
  • Gudang dilengkapi sarana lemari dan rak tiap ruang. 
  • Gudang dapat dikunci. 
  • Dibuktikan dengan memeriksa ruang simpan/gudang dan perabot.

Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 72. Sekolah/madrasah memiliki tempat bermain, berolahraga, berkesenian, keterampilan, dan upacara dengan ketentuan: (1) luas minimum, (2) memiliki bendera dan tiang bendera, (3) memiliki peralatan olahraga (4), memiliki peralatan seni budaya, (5) memiliki peralatan keterampilan

Tempat bermain, berolahraga, berkesenian, keterampilan, dan upacara dengan ketentuan:
  1. Tempat bermain/berolahraga dengan rasio minimum 3 m2/siswa dan luas minimum 600 m2, memiliki permukaan datar dengan drainase yang baik dan tidak digunakan untuk tempat parkir. 
  2. Luas minimum tempat berolahraga 20 m x 15 m. 
  3. Sarana tempat bermain olah raga sebagaimana tercantum pada Tabel berikut.
Tabel Sarana Tempat Bermain/Berolahraga.
No
Jenis
Rasio
1
Bendera & Tiang bendera
1 set/sekolah
2
Peralatan Olahraga (bola voli, sepak bola, bola basket, bulu tangkis, senam, dan atletik)
1 set/sekolah
3
Peralatan seni budaya*
1 set/sekolah
4
Peralatan keterampilan*
1 set/sekolah
Dibuktikan dengan memeriksa keberadaan dan kemanfaatan tempat bermain/tempat olah raga, peralatan pendidikan, dan perlengkapan lain.

Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 73. Sekolah/madrasah memiliki ruang sirkulasi yang memenuhi ketentuan: (1) luas minimum, (2) kualitas, (3) terawat dengan baik, (4) bersih, (5) nyaman.
Ruang sirkulasi adalah ruang penghubung antar bagian bangunan sekolah/madrasah.
  • Memiliki luas minimum 30% dari luas total seluruh ruang pada bangunan, lebar minimum 1,8 m, dan tinggi minimum 2,5 m. 
  • Dapat menghubungkan ruang-ruang dengan baik, beratap, serta memperoleh cahaya dan udara yang cukup. 
  • Terawat dengan baik, bersih, dan nyaman. 
Dibuktikan dengan memeriksa ruang sirkulasi

Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 74. Sekolah/madrasah memiliki kantin yang memenuhi ketentuan: (1) area tersendiri, (2) luas minimum 12 m2, (3) ruangan bersih, (4) sanitasi yang baik, (5) menyediakan makanan yang sehat dan bergizi.
  • Kantin menempati area tersendiri. Luas kantin sesuai dengan kebutuhan siswa, dengan luas total minimum 12 m2. 
  • Kantin memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, keamanan. 
  • Kantin memiliki sanitasi yang baik. 
  • Kantin menyediakan makanan dan minuman yang sehat dan bergizi bagi guru, karyawan dan siswa. Makanan dan minuman sehat dan bergizi adalah yang memiliki kandungan gizi seimbang yang mengandung serat dan zat-zat yang diperlukan tubuh untuk proses tumbuh kembang (empat sehat, lima sempurna). 
Dibuktikan dengan memeriksa kantin.
Instumen Akreditasi Standar Sarana Prasarana Nomor 75. Sekolah/madrasah memiliki tempat parkir kendaraan yang memenuhi ketentuan: (1) area khusus parkir, (2) luas memadai, (3) memiliki sistem pengamanan, (4) memiliki rambu-rambu parkir.
Dibuktikan dengan :
  • Tempat parkir menempati area tersendiri. 
  • Tempat parkir dibuat dengan mengikuti standar yang ditetapkan dengan peraturan daerah atau peraturan nasional. 
  • Tempat parkir memiliki sistem pengamanan. 
  • Tempat parkir dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas sesuai
  • dengan keperluan.
Catatan : 
  1. Mohon untuk setiap ruangan yang ada di Sekolah termasuk yang ada dalam instrumen akreditasi standar sarana prasarana haruslah mempunyai TagName atau Nama Ruangan Supaya mudah jika Assesor melihat langsung kondisi setiap ruangan.
  2. Jika memang tidak ada ruangan sebagai contoh Ruang Ibadah bisa membuat sekat atau dinding sementara dan dilengkapi dengan perlengkapan ibadah
  3. Supaya Assesor mudah dalam menilai, Sekolah bisa membuat Site Plan Area dalam bentuk Baligo dan ditempel di dinding.
Selengkapnya
Bukti Fisik Akreditasi SD MI Standar PTK

Bukti Fisik Akreditasi SD MI Standar PTK

Bukti Fisik Akreditasi SD MI Standar PTK

Bukti Fisik Akreditasi SD MI Standar PTK


Melanjutkan Pembahasan mengenai Bukti fisik Akreditasi Sekolah SD/MI Instrumen Standar PTK nomor 39 sampai dengan 54 sesuai dengan Juknis dari BAN-SM terbaru tahun 2018.

Untuk yang belum mendapatkan Bukti Fisik Akreditasi SD/MI Standar Isi dan Proses silahkan ikuti link berikut ini :
  • Bukti Fisik Akreditasi SD/MI Standar Isi KLIK DISINI
  • Bukti Fisik Akreditasi SD/MI Standar Proses KLIK DISINI
  • Bukti Fisik Akreditasi SD/MI Standar Kompetensi Lulusan KLIK DISINI
 
Instrumen Akreditasi Standar PTK Nomor 39. Guru memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D4) dari program studi terakreditasi.
Guru SD/MI memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana (S1) PGSD/PGMI atau diploma empat (D4) program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan/diampu, diperoleh dari lembaga dan program studi terakreditasi.

Dibuktikan dengan foto kopi ijazah Semua Tenaga Pendidik dan Kependidikan (PTK)

Instrumen Akreditasi Standar PTK Nomor 40. Guru memiliki sertifikat pendidik.
Sertifikat pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah.

Dibuktikan dengan menelaah dokumen sertifikat pendidik yang dimiliki oleh guru. (Ijazah Sertifikasi Asli atau Foto Copy)

Instrumen Akreditasi Standar PTK Nomor 41. Guru mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikan dan/atau uji kelayakan dan kesetaraan Latar belakang pendidikan yang sesuai sebagai guru kelas adalah S1 PGSD/PGMI/Psikologi. 
Dibuktikan dengan mengecek foto kopi ijazah setiap guru.
Instrumen Nomor 42. Guru mata pelajaran (Pendidikan Agama, Pendidikan Jasmani, Olahraga Kesehatan, Muatan Lokal, dan lain-lain) mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikan
Guru mata pelajaran (Pendidikan Agama, Pendidikan Jasmani, Olahraga Kesehatan) mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikan. Khusus untuk guru muatan lokal memiliki keahlian di bidang yang diampu.

Dibuktikan dengan dokumen:
  • Surat Tugas Mengajar dari Kepala Sekolah 2 Tahun Kebelakang
  • Foto kopi ijazah dan sertifikat yang sesuai dengan penugasannya.

Instrumen Akreditasi Standar PTK Nomor 43. Guru memiliki kompetensi pedagogik, meliputi: (1) mengintegrasikan karakteristik siswa, (2) pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, (3) merancang kegiatan pembelajaran siswa berdasarkan kurikulum, (4) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, (5) menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, (6) mengembangkan potensi siswa, (7) berkomunikasi secara efektif, empati, dan santun, (8) melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar, (9) menggunakan hasil penilaian proses dan hasil belajar, (10) melakukan tindakan reflektif
Guru yang mempunyai kompetensi pedagogik menguasai karakteristik siswa dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual, meliputi:
  1. Mengintegrasikan karakteristik siswa dari aspek fisik, agama dan moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual dalam pembelajaran. (K1)
  2. Memilih teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. (K2)
  3. Merancang kegiatan pembelajaran siswa berdasarkan kurikulum. (K3)
  4. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. (K4)
  5. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi serta bahan ajar untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik. (K5)
  6. Mengembangkan potensi siswa untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. (K6)
  7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan siswa. (K7)
  8. Melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar. (K8)
  9. Menggunakan hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. (K9)
  10. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. (K10)
Dibuktikan dengan:
  1. Menelaah RPP sesuai kurikulum yang berlaku. 
  2. Mengamati proses pembelajaran di 1-2 kelas, yang dipilih oleh asesor dengan memerhatikan keterlaksanaan sepuluh hal di atas. 
  3. Menelaah hasil penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan oleh guru.


Instrumen Akreditasi Standar PTK Nomor 44. Guru memiliki kompetensi profesional, meliputi: (1) menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu, (2) menguasai kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu, (3) mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif, (4) mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, (5) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
Kompetensi profesional meliputi:
  • Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. (K1) 
  • Menguasai kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu. (K2) 
  • Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. (K3) 
  • Mengembangkan keprofesian berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. (K4) 
  • memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan (K5)
Dibuktikan dengan:
  1. Mengamati pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru di kelas. (Visitasi)
  2. Melihat kesesuaian antara RPP dan kesesuaian pelaksanaan pembelajaran. 
  3. Melihat Rekapitulasi hasil Uji Kompetensi Guru (UKG). 
  4. Laporan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di MGMP. 
  5. Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dibuat guru.

Instrumen Akreditasi Standar PTK Nomor 45. Guru memiliki kompetensi kepribadian, meliputi: (1) bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan, (2) menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan, (3) menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, (4) menunjukkan etos kerja, tanggung jawab, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri, (5) menjunjung tinggi kode etik profesi.
Guru mempunyai kompetensi kepribadian yang meliputi:
  • Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indon (K1) 
  • Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi siswa dan masyarakat. (K2) 
  • Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa. (K3) 
  • Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri. (K4) 
  • Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. (K5) 
Dibuktikan dengan:
  1. Dokumen pernyataan kepala sekolah/madrasah bahwa tidak ada satu pun guru yang tersangkut perkara kriminal dan tidak ada pengaduan dari masyarakat atau pakta integritas dalam satu tahun terakhir. 
  2. Wawancara dengan kepala sekolah/madrasah, komite, dan beberapa siswa. 

Instrumen Akreditasi Standar PTK Nomor 46. Guru memiliki kompetensi sosial yang ditunjukkan melalui komunikasi yang efektif dan santun dengan: (1) sesama guru,(2) tenaga kependidikan, (3) siswa, (4) orangtua siswa, (5) masyarakat
Guru mempunyai kompetensi sosial yang dibuktikan dengan:
  • Komunikasi sesama guru dibuktikan melalui pengamatan asesor selama visitasi. 
  • Komunikasi guru dengan tenaga kependidikan dibuktikan melalui pengamatan asesor selama visitasi. 
  • Komunikasi guru dengan siswa dibuktikan melalui wawancara, observasi kelas, dan melihat hasil supervisi kepala sekolah/madrasah. 
  • Komunikasi guru dengan orang tua dibuktikan melalui dokumen. pertemuan berkala guru dengan orang tua dan catatan guru BK. 
  • Komunikasi guru dengan masyarakat dibuktikan melalui dokumen pertemuan guru dengan masyarakat. 
Dibuktikan melalui wawancara dengan kepala sekolah/madrasah, guru, tenaga kependidikan, komite, dan beberapa siswa.

47. Guru melaksanakan tugas layanan konseling yang memiliki kompetensi profesional meliputi: (1) penguasaan konsep dan praksis asesmen, (2) penguasaan kerangka teoretis dan praksis, (3) perencanaan program, (4) pelaksanaan program, (5) penilaian proses dan hasil kegiatan, (6) komitmen terhadap etika profesional, (7) penguasaan konsep dan praksis penelitian
Guru yang melaksanakan tugas layanan konseling memiliki kompetensi profesional meliputi:
  • Penguasaan konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseling. 
  • Penguasaan kerangka teoretis dan praksis bimbingan dan konseling. 
  • Perencanaan program bimbingan dan konseling. 
  • Pelaksanaan program bimbingan dan konseling yang komprehensif. 
  • Penilaian proses dan hasil kegiatan bimbingan dan konseling. 
  • Komitmen terhadap etika profesional. 
  • Penguasaan konsep dan praksis penelitian dalam bimbingan dan konseling. 
Dibuktikan dengan:
  1. Dokumen program bimbingan dan konseling. 
  2. Dokumen pelaksanaan bimbingan dan konseling. 
  3. Pedoman wawancara dan assessment dengan siswa. 
  4. Dokumen hasil layanan konseling. 

Instrumen Akreditasi Standar PTK Nomor 48. Kepala sekolah/madrasah memenuhi persyaratan, meliputi: (1) memiliki kualifikasi akademik paling rendah sarjana S1 atau D4, (2) berusia maksimal 56 tahun, (3) sehat jasmani dan rohani, (4) tidak pernah dikenakan hukuman disiplin, (5) memiliki sertifikat pendidik, (6) memiliki sertifikat kepala sekolah/madrasah, (7) berpengalaman mengajar minimal 5 tahun, (8) golongan minimal III/C bagi PNS dan bagi non-PNS disetarakan, (9) nilai baik untuk penilaian kinerja dalam 2 tahun terakhir
Persyaratan kepala sekolah/madrasah meliputi:
  • Memiliki kualifikasi akademik paling rendah sarjana (S1) atau diploma empat (D4) kependidikan atau nonkependidikan perguruan tinggi yang terakreditasi. 
  • Berusia setinggi-tingginya 56 (lima puluh enam) tahun pada waktu pengangkatan pertama sebagai kepala sekolah/madrasah. 
  • Sehat jasmani dan rohani berdasarkan surat keterangan dari dokter Pemerintah. 
  • Tidak pernah dikenakan hukuman disiplin sedang dan/atau berat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 
  • Memiliki sertifikat pendidik. 
  • Memiliki sertifikat kepala sekolah/madrasah. 
  • Pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenis dan jenjang sekolah/madrasah masing-masin 
  • Memiliki golongan ruang serendah-rendahnya III/c bagi guru pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi guru bukan PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang dibuktikan dengan SK inpasing. 
  • Memperoleh nilai baik untuk penilaian kinerja sebagai guru dalam 2 (dua) tahun terakhir. 
Dibuktikan dengan :
  1. Ijazah 
  2. Sertifikat pendidik. 
  3. Sertifikat kepala sekolah/madrasah. 
  4. SK pengangkatan sebagai guru. 
  5. SK pangkat/golongan terakhir. 
  6. Penilaian kinerja oleh yang berwenang. 

Instrumen Akreditasi Standar PTK Nomor 49. Kepala sekolah/madrasah memiliki kompetensi manajerial yang meliputi: (1) menyusun perencanaan,(2) mengembangkan organisasi,(3) memimpin penyelenggaraan sekolah/madrasah, (4) mengelola perubahan dan pengembangan, (5) menciptakan budaya kondusif dan inovatif, (6) mengelola guru dan tenaga administrasi, (7) mengelola sarana dan prasarana, (8) mengelola hubungan dengan masyarakat, (9) mengelola seleksi siswa, (10) mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, (11) mengelola keuangan, (12) mengelola ketatausahaan, (13) mengelola unit layanan khusus, (14) mengelola sistem informasi, (15) memanfaatkan TIK, (16) melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan
Kompetensi manajerial kepala sekolah/madrasah meliputi:
  • Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan. 
  • Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan kebutuhan. 
  • Memimpin penyelenggaraan sekolah/madrasah dalam pendayagunaan sumber daya sekolah/madrasah secara optimal. 
  • Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajaran yang efektif. 
  • Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran siswa. 
  • Mengelola guru dan tenaga administrasi sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal. 
  • Mengelola sarana dan prasarana sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan secara optimal. 
  • Mengelola hubungan sekolah/madrasah dan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah/madrasah. 
  • Mengelola seleksi dalam rangka penerimaan peserta didik baru (PPDB) dalam proses penerimaan, penempatan, dan pengembangan kapasitas siswa. 
  • Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional. 
  • Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien. 
  • Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah. 
  • Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan siswa di sekolah/madrasah. 
  • Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan. 
  • Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah. 
  • Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya. 
Dibuktikan dengan Dokumen :
  1. Rencana Kerja Tahunan dan Rencana Kerja Jangka Menengah sekolah/madrasah. 
  2. Struktur organisasi. 
  3. Surat penugasan guru (untuk tugas utama dan untuk optimalisasi guru dan tenaga kependidikan). 
  4. Hasil Monev kepala sekolah/madrasah tentang pelaksanaan program sekolah/madrasah. 
  5. Wawancara dengan: 
  6. Kepala sekolah/madrasah tentang PPDB dan pemanfaatan TIK untuk pembelajaran. 
  7. Wakil bidang sarana tentang pengelolaan sarana dan prasarana. 
  8. Wakil bidang humas tentang hubungan dengan masyarakat. 
  9. Wakil bidang kurikulum tentang pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran. 
  10. Guru dan siswa tentang kemampuan mengelola perubahan, pengembangan, dan menciptakan budaya inovatif, serta pemanfaatan TIK untuk pembelajaran. 
  11. Bendahara sekolah/madrasah tentang pengelolaan keuangan. 
  12. Tenaga administrasi tentang pencapaian tujuan sekolah/madrasah. 
  13. Petugas unit layanan khusus tentang dukungan kegiatan pembelajaran, 
  14. Petugas TIK tentang sistem informasi sekolah/madrasah dan pemanfaatan TIK untuk pembelajaran. 

Instrumen Akreditasi Standar PTK Nomor 50. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan kewirausahaan yang meliputi: (1) melakukan inovasi, (2) bekerja keras, (3) memiliki motivasi, (4) pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik, (5) memiliki naluri kewirausahaan.
Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan kewirausahaan berikut:
  • Melakukan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah. 
  • Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajar yang efektif. 
  • Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah. 
  • Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/madrasah. 
  • Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar siswa. 
Dibuktikan dengan Mengamati :
  1. Hasil inovasi dalam bentuk program kegiatan di sekolah/madrasah. 
  2. Unit-unit usaha yang bermanfaat untuk pengembangan sekolah/madrasah. 
  3. Dokumen: 
  4. Kerja sama antara sekolah dengan lembaga lain melalui pemanfaatan jaringan IT. 
  5. Kegiatan yang melibatkan warga di lingkungan sekolah/madrasah. 
  6. Wawancara dengan siswa, guru, dan tenaga kependidikan lainnya tentang kemampuan kewirausahaan kepala sekolah/madrasah. 

Instrumen Akreditasi Standar PTK Nomor 51. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan supervisi proses pembelajaran yang meliputi: (1) merencanakan program supervisi , (2) melaksanakan supervisi, (3) mengevaluasi hasil supervisi, (4) menindaklanjuti hasil supervisi.
Kegiatan supervisi proses pembelajaran meliputi:
  • Merencanakan program supervisi proses pembelajaran dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. 
  • Melaksanakan supervisi proses pembelajaran terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang t 
  • Mengevaluasi hasil supervisi proses pembelajaran. 
  • Menindaklanjuti hasil supervisi proses pembelajaran terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. 
Dibuktikan dengan:
  1. Dokumen perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut hasil supervisi. 
  2. Wawancara dengan guru. 

Instrumen Akreditasi Standar PTK Nomor 52. Sekolah/madrasah memiliki tenaga administrasi yang berkualifikasi akademik minimal pendidikan menengah sesuai dengan bidang tugasnya
Dibuktikan dengan:
  • Ijazah Semua Tenaga Administrasi Sekolah
  • SK Semua Tenaga administrasi Sekolah

Instrumen Akreditasi Standar PTK Nomor 53. Tenaga perpustakaan memiliki kualifikasi minimal pendidikan menengah dan memiliki sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah
Setiap perpustakaan sekolah/madrasah memiliki sekurang-kurangnya satu tenaga perpustakaan sekolah/madrasah yang berkualifikasi SMA atau yang sederajat dan bersertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah.

Dibuktikan dengan dimilikinya kesesuaian antara penugasan dengan ijazah yang bersangkutan atau sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah.

Instrumen Akreditasi Standar PTK Nomor 54. Sekolah/madrasah memiliki petugas yang melaksanakan layanan khusus yang bertanggung jawab sebagai: (1) penjaga keamanan, (2) tukang kebun, (3) tenaga kebersihan, (4) pesuruh
Jenis layanan khusus meliputi:
  • Penjaga/keamanan sekolah/madrasah. 
  • Tukang kebun. 
  • Tenaga kebersihan. 
  • Pesuruh 
Dibuktikan dengan:
  1. SK/surat tugas 
  2. pelaksanaan tugas layanan khusus.
Itulah Informasi mengenai Bukti Fisik Akreditasi SD MI Standar PTK kali ini. Semoga mendapatkan penjelasan yang makimal. Untuk Bukti Fisik dalam bentuk file, silahkan dibaca dan disimpan dahulu penjelasan mengenai Bukti tiap instrumen yang diberi warna merah, karena bisa saja sudah di ada di Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, dan Standar Penilaian.
Selengkapnya