Laporan On The Job Learning Calon Kepala Sekolah Lengkap Tiap Bab

Laporan On The Job Learning Calon Kepala Sekolah Lengkap Tiap Bab

Membuat Laporan Akhir OJL (on the job learning) Calon Kepala Sekolah baik itu SD, SMP, SMA dan SMK Sederajat tidaklah mudah, dimana ini harus dilaksanakan penelitian terlebih dahulu untuk 9 aspek manajerial kepala sekolah yang nantinya akan dilaksanakan dalam keseharian jika sudah menjadi Kepala Sekolah.

Dalam artikel ini kami bagikan contoh laporan step by step yang mungkin bisa dijadikan contoh dalam menyusun laporan OJL Cakep (Calon Kepala Sekolah) yang baik dan benar. Karena memang dokumen ini sudah pernah diberikan dan akhirnya diterima assesor dengan catatan lulus dan sekarang sudah menjabat menjadi kepala sekolah.

Laporan On The Job Learning Calon Kepala Sekolah Lengkap Tiap Bab


Untuk membuat Laporan OJL ini diharuskan mencari sekolah yang sederajat dan berdekatan untuk menjadi pembanding dalam 9 Aspek manajerial. Adapun 9 Aspek tersebut meliputi :
  1. Manajerial Ketatausahaan
  2. Manajerial Keuangan Sekolah
  3. Manajerial Monev
  4. Manajerial pemanfaatn TIK
  5. Manajerial Pengelolaan Kurikulum
  6. Manajerial Peserta Didik
  7. Manajerial PTK
  8. Manajerial RKAS
  9. Manajerial Sarpras
                9 Aspek Manajerial yang menjadi subjek dalam penelitian di 2 sekolah tersebut yang nantinya akan dilaksanakan dalam keseharian menjabat kepala sekolah. Karena memang untuk saat ini seorang kepala sekolah difokuskan dalam mengelola sekolah bukannya diberikan tugas tambahan menjadi seorang guru mata pelajaran atau guru kelas.

                Mungkin itulah sekilas mengenai Laporan OJL Calon Kepala Sekolah. Lebih lengkap dan jelasnya lagi, silahkan didapatkan Bab demi BAB dalam 9 Aspek Manajerial melalui tautan link dibawah ini :
                Itulah kiranya Laporan OJL Calon Kepala Sekolah yang sudah jadi dari Bab 1 sampai Bab III secara lengkap yang mungkin bisa dijadikan contoh dalam membuat laporan OJL yang baik dan benar serta diterima dengan baik untuk lulus dalam Program ini. Selamat Bekerja KEPSEK.
                Selengkapnya
                Materi Bahasa Inggris SD Kelas 1-6 PDF

                Materi Bahasa Inggris SD Kelas 1-6 PDF

                Materi Bahasa Inggris SD Kelas 1-6 PDF - Bahasa Inggris untuk zaman sekarang ini sudah mulai diperkenalkan sejak dini, di sekolah sekolah dasar (SD). Madrasah Ibtidaiyah (MI) bahkan sampai ke jenjang PAUD sekalipun.

                Hal ini tentunya sebagai salah satu pengenalan bahasa internasional juga mengikuti perkembangan zaman yang serba modern ini. Namun untuk memberikan materi tidak semudah membalikan telapak tangan, dimana harus disesuaikan dengan perkembangan otak usia peserta didik atau anaknya.

                Sehingga nantinya bisa dengan mudah melakukan pembelajaran dengan baik. Dibawah ini kami uraikan saja beberapa materi bahasa inggris untuk anak SD/MI kelas 1-6 dalam format PDF yang bisa dipilih dahulu materi-materinnya.


                Materi Bahasa Inggris SD Kelas 1-6 PDF


                Adapun Beberapa Materi yang ada dalam buku ini diantaranya :

                Materi Bahasa Inggris Kelas 1 SD/MI
                1. Chapter 1 (Lets Sing ABC)
                2. Chapter 2  (Lets Sing Hello, how are you? Hello, how are you?)
                3. Chapter 3 (A.Let’s count 1 to 1.000.000)
                4. Chapter 4 (Part Of Body)
                5. Chapter 5 (Kata Kerja)
                6. Chapter 6 (Fruits)
                7. Chapter 7 (Animals)
                8. Chapter 8 (Favorites)
                9. Chapter 9 (Perlengkapan Sekolah)
                Materi Bahasa Inggris Kelas 2 SD/MI
                1. Feelings
                2. My Daily Activity
                3. Time Of Day
                4. Things in My House
                5. Rooms in the house
                6. Preposition of Place
                7. Meet My Family...
                8. The family SOng
                9. Sing "Twinkle Twinkle  Little Stars"
                Materi Bahasa Inggris Kelas 3 SD/MI
                1. My Day
                2. What time is it?
                3. Animal Crossword
                4. Jobs
                5. Animals
                6. Personal Information Form
                7. Simple Present Tense
                Materi Bahasa Inggris Kelas 4 SD/MI
                • WH-Question (Where,When,)
                • Reading Comprehension
                • Shape
                • Action - What is she doing?, What are they doing?
                • Telling Time
                • Asking Personal Information
                Materi Bahasa Inggris Kelas 5 SD/MI
                • Reading Comprehension
                • Easy Vocabulary
                • Modals: Must & Must Not
                • Don’t & Don’t Be
                • Adjectives
                • Body Part
                • Occupation
                Materi Bahasa Inggris Kelas 6 SD/MI
                • Numbers
                • Asking Personal Information
                • Reading Comprehension (Carly’s Family)
                • Reading Comprehension ( My name is Ben)
                • Reading Comprehension ( Pedro’s house)
                Silahkan bagi yang membutuhkan Materi Bahasa Inggris SD Kelas 1-6 PDF bisa dipilih sesuai dengan materi yang sudah kami jabarkan diatas untuk disesuaikan dengan kebutuhan melalui tautan link dibawah ini :
                Demikianlah kiranya berbagi materi bahasa inggris yang dikemas dalam 1 buku bentuk pdf yang bisa kami sajikan. semoga bermanfaat.
                Selengkapnya
                Pengertian, Ciri dan Contoh Judul Penelitian Kualitatif

                Pengertian, Ciri dan Contoh Judul Penelitian Kualitatif

                PENGERTIAN METODE PENELITIAN KUALITATIF

                Metode penelitian kualitatif adalah sebuah cara/upaya lebih untuk menekunkan pada aspek pemahaman secara mendalam pada suatu permasalahan. Penelitian Kuanlitatif adalah penelitian riset yang bersifat deskripsi, cenderung menggunakan analisis dan lebih menonjolkan peroses makna.

                Tujuan dari metode ini adalah Pemahaman secara luas dan mendalam terhadap suatu permasalahan secara mendalam pada suatu permasalahan yang sedang dikaji atau akan di kaji. Dan data yang dikumpulkan lebih banyak huruf, kata ataupun gambar dari pada angka. wikipedia

                Pengertian, Ciri dan Contoh Judul Penelitian Kualitatif

                CIRI-CIRI PENELITIAN KUALITATIF

                Berikut pembahasannya Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Biasa dilengkapi dengan makalah peneletian, proposal, judul penelitian juga terdapat beberapa jenis penelitian kualitatif yang akan kita bahas, berikut ini

                Adapun ciri pokok yang terdapat dalam metode penelitian kualitatif ada lima ciri, antara lain

                1. Menggunakan lingkungan alamiah untuk sumber data

                Sumber data yang dipakai dalam penelitian kualitatif berupa lingkungan alamiah. Kajian utama dalam penelitian kualitatif adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kondisi dan situasi sosial.

                Penelitian dilaksanakan ketika berinteraksi langsung dalam tempat kejadian. Peneliti melakukan pengamatan, mencatat, mencari tahu, menggali sumber yang berkaitan dengan peristiwa yang sedang terjadi pada saat itu.

                Hasil yang didapat segera disusun saat itu juga. Apa yang sudah diamati pada umumnya tidak lepas dari konteks lingkungan dimana kejadian itu berlangsung.

                2. Mempunyai sifat deskriptif analitik

                Data yang didapat dari hasil pengamatan, wawancara, dokumentasi, analisis, catatan lapangan, disusun peneliti di lokasi penelitian, tidak dalam bentuk angka-angka. Peneliti melakukan analisis data dengan memperbanyak informasi, mencari hubungan ke berbagai sumber, membandingkan, dan menemukan hasil atas dasar data sebenarnya (tidak dalam bentuk angka).

                Hasil analisis data tersebut berupa pemaparan yang berkenaan dengan situasi yang sedang diteliti dan disajikan dalam bentuk uraian narasi. Pemaparan data tersebut biasanya adalah menjawab dari pertanyaan dalam rumusan masalah yang sudah ditetapkan.

                3. Tekanan pada proses bukan hasil

                Data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian kualitatif bersangkut paut dengan pertanyaan untuk mengungkapkan proses dan bukan dari hasil dari suatu kegiatan. Pertanyaan menuntut gambaran keadaan yang sebenarnya tentang kegiatan, prosedur, tahap-tahap, alasan-alasan dan interaksi yang terjadi dimana serta pada saat dimana proses itu sedang berlangsung.

                4. Bersifat induktif

                Penelitian kualitatif diawali mulai dari lapangan yaitu fakta empiris, Peneliti terjun langsung ke TKP/lapangan, mempelajari suatu proses penemuan yang sedang terjadi secara alami dengan mencatat, menganalisis, melaporkan dan menarik kesimpulan dari proses berlangsungnya penelitian tersebut.

                Hasil penemuan penelitian dari lapangan dalam bentuk konsep, prinsip, teori dikembangkan lagi, bukan dari teori yang telah ada. Penelitian kualitatif menggunakan proses induktif maksudnya dari data yang terpisah-pisah namun saling berkaitan erat satu sama lain.

                5. Mengutamakan makna

                Makna yang diungkapkan berkisar pada persepsi orang Dengan suatu peristiwa yang akan diteliti tersebut. Contoh: penelitian yang dilakukan tentang peran kepala sekolah di dalam pembinaan guru. Peneliti memfokuskan perhatiannya pada pendapat kepala sekolah tentang guru yang dibinanya.

                mencari informasi serta pandangan kepala sekolah tentang keberhasilan dan kegagalannya membina guru, apa saja yang dialami di dalam membina guru, mengapa gurun bisa gagal dibina, dan kenapa hal itu bisa terjadi?.

                Selain mencari informasi kepada kepala sekolah, peneliti juga harus mencari informasi dari guru sebagai bahan perbandingan supaya dapat diperoleh pandangan mengenai mutu pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah. Ketepatan informasi dari partisipan diungkap oleh peneliti supaya dapat menginterpretasikan hasil penelitian secara tepat dan benar.

                Dapatkan juga : Contoh Proposal Penelitian tindakan kelas yang baik dan benar

                Contoh Judul Penelitian Kualitatif

                1. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Membeli Produk
                2. Analisis Nilai-Nilai Patriotisme
                3. Analisis Peran Kepala Sekolah Dalam Menerapkan Manajemen Mutu Pendidikan
                4. Cara Belajar Siswa Berprestasi
                5. Cara Belajar Siswa SD Dalam Menghadapi Ujian Nasional
                6. Eksploitasi Anak Jalanan
                7. Evaluasi Kebijakan Pendidikan Inklusif
                8. Gambaran Manajemen Pembelajaran PAI
                9. Kebiasaan Belajar Pada Siswa Berprestasi Di SD
                10. Kebiasaan Membaca Siswa Sekolah Dasar
                11. Keefektifan Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengarang Melalui Kebiasaan Menulis Buku Harian
                12. Kesulitan Pemahaman Konsep Gaya Pelajaran IPA
                13. Kinerja Dan Profesionalisme Guru SD
                14. Kompetensi Global Guru Sekolah Dasar
                15. Kompetensi Guru Dalam Perencanaan Pembelajaran
                16. Makna Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan
                17. Manajemen Keuangan Sekolah
                18. Metode Pembelajaran Yang Efektif Dalam Membentuk Karakter
                19. Metode Pembelajaran Yang Efektif Untuk Menyampaikan Materi Pecahan
                20. Minat Kegiatan Kepramukaan Siswa SD
                21. Model Pembelajaran Yang Efektif Dalam Pembelajaran
                22. Model Pemberian Tugas Pembelajaran Matematika
                23. Pelaksanaan Bimbingan Konseling Di SD
                24. Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah Di SD
                25. Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Pada Bahasan Trigonometri
                26. Pentingnya Keterampilan Membaca Bagi Siswa SD
                27. Pentingnya Semangat Kerja Karyawan Guna Meningkatkan Produktivitas
                28. Peran Guru Kelas Sebagai Fasilitator
                29. Peran Orang Tua Terhadap Anak Berprestasi
                30. Peran Orang Tua Terhadap Anak Dalam Bidang Akademik
                31. Persepsi Guru Kelas Terhadap Pelaksanaan KTSP
                32. Persepsi Guru Matematika Terhadap Penggunaan Bahan Manipulatif
                33. Persepsi Guru Terhadap Penerapan Kurikulum KTSP
                34. Persepsi Masyarakat Terhadap Penggunaan Metode Inkuiri
                35. Persepsi Siswa Terhadap Peran Guru Bimbingan
                36. Persepsi Siswa Terhadap Pola Interaksi Guru Dalam Pembelajaran
                37. Pesan Dalam Tarian Topeng Panji Cirebon
                38. Pola Belajar Siswa Dalam Menghadapi Ujian Nasional
                39. Pola Emosi Guru Dalam Menjalankan Tugas Di SD
                40. Profesionalisme Guru SD
                41. Profil Guru Yang Efektif Mendidik Siswa SD
                42. Strategi Guru Dalam Pembentukan Karakter Siswa
                43. Strategi Harian Tribun Timur Untuk Menjadi Surat Kabar Terpercaya Di Kota Makassar
                44. Teknik-Teknik Motivasi Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar
                45. Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa SD
                46. Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru
                47. Upaya Peningkatan Belajar Matematika Melalui Tugas Pekerjaan Rumah
                48. Variasi Keterampilan Mengajar Guru
                Itulah kiranya yang bisa kami sampaikan mengenai Pengertian, Ciri dan Contoh Judul Penelitian Kualitatif. Semoga bermanfaat.
                Selengkapnya
                Buku Kurikulum 2013 SMA Kelas 11 PDF Semua Mata Pelajaran

                Buku Kurikulum 2013 SMA Kelas 11 PDF Semua Mata Pelajaran

                Berkas Sekolah - Buku Teks Pelajaran, Buku Pegangan Guru dan Siswa itu merupakan salah satu alat yang membantu memudahkan dalam proses pembelajaran terlebih bila dimasukan sebagai sumber belajar dalam RPP (Rencana Pelaksanaa Pembelajaran).

                Kami bagikan Buku Kurikulum 2013 SMA Kelas 11 PDF Semua Mata Pelajaran berbagai Penerbit, Percetakan supaya bapak dan ibu bisa memilih dengan mudah apa yang dicari dan dibutuhan.

                Buku Kurikulum 2013 SMA Kelas 11 PDF Semua Mata Pelajaran



                Download Buku Kurikulum 2013 SMA Kelas 11 PDF Semua Mata Pelajaran
                Selengkapnya
                Tugas Pokok dan Fungsi Tata Usaha Sekolah/ Madrasah

                Tugas Pokok dan Fungsi Tata Usaha Sekolah/ Madrasah

                Berkas Sekolah - Pembagian Tugas Pokok dan Fungsi Tata Usaha Sekolah yang sekarang berubah nama menjadi Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) sangatlah penting untuk diketahui supaya tidak adanya tumpang tindih dan tertibnya apa yang harus dilakukan dalam bekerja menjadi seorang tenga adminstrasi di sekolah ataupun madrasah.

                Sebelumnya kami sudah pernah membagikan Tugas Pokok dan Fungsi Tata Usaha Sekolah yang hanya dilihat dari keseharian dalam bekerja. Namun kali ini kami bahas sesuai dengan permendiknas 24 tahun 2008 yang sekarang masih saja digunakan. Silahkan disimak.!!

                Tugas Pokok dan Fungsi Tata Usaha Sekolah/ Madrasah

                Urusan Tata Usaha Sekolah adalah bagian dari Unit Pelaksana Teknis Penyelenggara Sistem Administrasi dan Informasi Pendidikan di Sekolah/ Madrasah menurut Permendiknas 24/2008.

                FUNGSI KEPALA TATA USAHA :
                1. PERENCANA ADMINISTRASI PROGRAM DAN ANGGARAN
                2. KOORDINATOR ADMINISTRASI KETATAUSAHAAN
                3. PENGELOLA ADMINISTRASI PROGRAM
                4. PENYUSUN LAPORAN PROGRAM DAN ANGGARAN
                5. PEMBINA STAF
                TUGAS TATA USAHA ( TENAGA ADMINISTRASI ) SEKOLAH/MADRASAH

                Melaksanakan :
                1. ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN
                2. ADMINISTRASI KEUANGAN
                3. ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA
                4. ADMINISTRASI KEHUMASAN
                5. ADMINISTRASI PERSURATAN DAN KEARSIPAN
                6. ADMINISTRASI KESISWAAN
                7. ADMINISTRASI LAYANAN KHUSUS
                8. TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
                ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN :
                1. MELAKSANAKAN PROSEDUR DAN MEKANISME KEPEGAWAIAN
                2. MERENCANAKAN KEBUTUHAN PEGAWAI
                3. MENILAI DAN MEMBINA STAF
                RINCIAN TUGAS :
                1. MENGISI BUKU INDUK PEGAWAI
                2. MENYUSUN DAFTAR URUT KEPANGKATAN
                3. MENERBITKAN SURAT TUGAS/KEPUTUSAN
                4. MENYUSUN DATA DAN STATISTIK KEPEGAWAIAN
                5. MENYUSUN ARSIP DAN FILE PEGAWAI
                6. MENGELOLA DAFTAR HADIR PEGAWAI, DLL
                ADMINISTRASI KEUANGAN :
                1. MELAKSANAKAN ADMINISTRASI KEUANGAN SEKOLAH,
                2. MELIPUTI KEUANGAN RUTIN/DANA KOMITE SEKOLAH /BANTUAN, DLL. (DALAM PELAKSANAANYA DILAKSANAKAN OLEH PERANGKAT BENDAHARA YANG BERTANGGUNG JAWAB KEPADA KEPALA TATA USAHA
                RINCIAN TUGAS :
                1. MENYIMPAN DOKUMEN, REKENING GIRO/BANK
                2. MENERIMA DAN MELAKUKAN PEMBAYARAN
                3. MENYIMPAN ARSIP/DOKUMEN DAN SPJ KEUANGAN
                4. MEMBUAT LAPORAN PENGGUNAAN KEUANGAN
                5. MEMBUAT LAPORAN POSISI ANGGARAN (DAYA SERAP )
                6. MENCATAT KEUANGAN BERDASARKAN SUMBER KEUANGANYA PADA BUKU KAS UMUM, PEMBANTU DAN TABELARIS, DLL

                ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA

                MERENCANAKAN KEBUTUHAN DAN MENGELOLA SARANA

                RINCIAN TUGAS :
                1. MENYUSUN DAFTAR KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA
                2. MENCATAT DAN MENGINVENTARISIR SARANA
                3. MENYIMPAN DOKUMEN KEPEMILIKAN
                4. MEMBUAT DAFTAR INVENTARISASI RUANG, DLL
                ADMINISTRASI KEHUMASAN

                MELAKSANAKAN HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT

                RINCIAN TUGAS :
                1. MEMBANTU PROSES KEGIATAN KOMITE
                2. MENJALIN KERJA SAMA DENGAN PEMERINTAH DAN LEMBAGA MASYARAKAT SERTA KETERLIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN (STAKEHOLDERS)
                3. MENCATAT DAN MENDOKUMENTASIKAN PROSES KEGIATAN KEHUMASAN
                4. MEMPROMOSIKAN SEKOLAH/MADARSAH DAN MENGKOORDINASIKAN PENELUSURAN TAMATAN
                ADMINISTRASI PERSURATAN DAN KEARSIPAN

                MELAKSANAKAN TUGAS KESEKRETARIATAN DIBIDANG TATA PERSURATAN DAN KEARSIPAN

                RINCIAN TUGAS :
                1. MENGELOLA SURAT MASUK DAN KELUAR
                2. MENGGANDAKAN SURAT/TIKREY
                3. MENGELOLA BUKU EKSPEDISI PERSURATAN
                4. MEMELIHARA DAN MENATA KEARSIPAN DAN DOKUMEN , DLL
                ADMINISTRASI KESISWAAN

                MELAKSANAKAN PROSES ADMINISTRASI KESISWAAN

                RINCIAN TUGAS :
                1. MEMBUAT DAFTAR NOMOR INDUK SISWA
                2. MENYUSUN DAFTAR KEADAAN SISWA
                3. MEMBUAT USULAN PESERTA UJIAN
                4. MENGINVENTARISIR DAFTAR LULUSAN
                5. MENYIMPAN DAFTAR KUMPULAN NILAI (LEGER)
                6. MENGINVENTARISIR PENDAFTARAN SISWA BARU
                7. MENGISI PAPAN DATA KEADAAN SISWA,DLL
                ADMINISTRASI LAYANAN KHUSUS

                MELAKSANAKAN FUNGSI KOORDINATOR LAYANAN KHUSUS

                RINCIAN TUGAS :
                1. KOORDINATOR PETUGAS LAYANAN KHUSUS ; PENJAGA, TUKAN KEBUN, PETUGAS KEBERSIHAN, PESURUH, DAN PENGEMUDI
                2. MEMBANTU PROGRAM LAYANAN KHUSUS ; UKS, BIMBINGAN KONSELING, LABORATORIUM/BENGKEL DAN PERPUSTAKAAN, DLL
                TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

                KOORDINATOR LAYANAN DATA DAN INFORMASI

                RINCIAN TUGAS :
                1. MENGAKSES DAN MENGELOLA DATA
                2. MENDOKUMENTASIKAN ADMINISTRASI
                3. MENGINFORMASIKAN SERTA MEMPROMOSIKAN

                Itulah kiranya penjelasan mengenai Tugas Pokok dan Fungsi Tata Usaha Sekolah/ Madrasah bagian Kepala Tata Usaha, Bagian Adminstrasi Kepegawaian, Keuangan, Sarana Prasarana, Humas, Persuratan/ Perarsipan, kesiswaan, Layana Khusus, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Semoga Bermanfaat.
                Selengkapnya
                Jenis-Jenis Penelitian Kualitatif dengan Penjelasannya

                Jenis-Jenis Penelitian Kualitatif dengan Penjelasannya

                Berkas Sekolah - Untuk anda yang akan membuat sebuah laporan penelitian tindakan kelas (PTK), alangkah baiknya jika mengetahui terlebih dahulu yang menjadi subjek penelitiannya apalagi jenis penelitian yang nanti akan dikerjakan supaya sesuai dengan peruntukannnya.

                Jenis-Jenis Penelitian Kualitatif dengan Penjelasannya

                Dibawah ini kami bagikan Jenis-Jenis Penelitian Kualitatif baik untuk penelitian tindakan kelas (PTK) atau jenis laporan penelitian lainnya seperti Skripsi, Tesis atau Tugas Akhir. Kami juga bagikan 115 Judul Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif KLIK DISINI dan Contoh Proposal PTK KLIK DISINI.

                1. Penelitian Fenomenologi

                Penelitian fenomenologi yang bersifat induktif. pendekatan yang digunakan adalah deskriptif, dikembangkan dari filsafat fenomenologi. Fokus filsafat fenomenologi maksudnya pemahaman tentang respon atas kehadiran atau kebaradaan manusia, tidak sekedar pemahaman atas bagian-bagian yang spesifik atau perilaku khusus.

                Tujuan penelitian fenomenologikal ini adalah menjelaskan pengalaman-pengalaman apa yang dialami oleh seseorang dalam kehidupannya, termasuk interaksinya dengan orang lain.

                Contoh penelitian fenomenologi atau study mengenai daur hidup masyarakat tradisional diamati dari perspektif kebiasaan hidup sehat.

                2. Penelitian Teori Grounded

                Penelitian Grounded yaitu tekhnik penelitian induktif. Tekhnik ini pertama kali dicetuskan oleh Strauss dan sayles pada tahun 1967.Pendekatan penelitian grounded ini bermaslahat dalam menemukan problem-problem yang muncul dalam situasi kebidanan serta aplikasi proses-proses pribadi untuk menanganinya.

                Metodologi teori ini menekankan pada observasi dan mengembangkan basis praktik hubungan ”intuitif” antara variabel. Proses penelitian grounded ini melibatkan formulasi,pengujian,dan pengembangan ulang proposisi selama penyusunan teori.

                3. Penelitian Etnograf

                Penelitian tipe ini berusaha untuk memaparkan kisah kehidupan keseharian orang-orang yang dalam kerangka menjelaskan fenomena budaya tersebut, mereka menjadi bagian integral lainnya.

                Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan secara sistematis dan deskriptif. Analisis data dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan teori prilaku kultural.

                Dalam penelitian etnografi, peneliti secara aktual hidup atau menjadi bagian dari setting budaya dalam tatanan untuk mengumpulkan data secara sistematis dan holistik. Melalui penelitian inilah perbedaan-perbedaan budaya tersebut dapat dijelaskan, dibandingkan untuk menambah pemahaman mengenai dampak budaya pada perilaku atau kesehatan manusia.

                4. Penelitian Historis

                Penelitian historis yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk merekonstruksi kondisi masa lalu secara objektif, sistematis dan akurat. Melalui penelitian inilah, bukti-bukti dikumpulkan , dievaluasi, dianalisis serta disintesiskan.

                Kemudian, berdasarkan bukti-bukti tersebut dirumuskan kesimpulan. Ada kalanya penelitian historis dipakai untuk menguji hipotesis tertentu.Misalnya,hipotesis mengenai dugaan adanya persamaan antara sejarah perkembangan dunia pendidikan dari satu negara yang mengalami hegemoni oleh penjajah yang sama.

                Penelitian historis umumnya memperoleh data melalui catatan catatan artifak, atau laporan-laporan verbal. Ada beberapa ciri yang dominan dalam penelitian historis antara lain : Adakalanya lebih bergantung terhadap data hasil observasi orang lain daripada hasil observasinya milik sendiri

                Data penelitian diperoleh melalui observasi yang cermat, dimana data yang ada harus objektif,otentik, serta diperoleh dari sumber yang tepat pula Data yang didapat bersifat sistematis menurut, urutan peristiwa dan bersifat lengkap dan tuntas.

                5. Penelitian Kasus

                Penelitian khusus atau penelitian di lapangan dimaksudkan untuk mempelajari secara intensif mengenai latar belakang keadaan, posisi saat ini dan interaksi linkungan unit sosial tertentu yang bersifat apa adanya (given).

                Subjek penelitian bisa berupa individu,kelompok, institusi atau masyarakat.Penelitian kasus merupkan penelitian yang mendalam tentang unit sosial tertentu, yang hasil penelitian tersebut memberi gambaran luas dan mendalam mengenai unit sosial tertentu.

                Subjek yang diteliti sendiri relatif terbatas, namun variabel-variabel serta fokus yang diteliti sangat luas sekali dimensinya. Contoh, studi lapangan yang tuntas serta mendalam mengenai kegiatan yang paling banyak dilaksanakan oleh tenaga pekerja sosial selama menjalankan tugasnya di camp pengungsi.

                6. Inquiry Filosofi

                Inquiry filisofis melibatkan penggunaan mekanisme analisis intelektual guna memperjelas makna,membuat nilai-nilai menjadi nyata,mengindentifikasi etika, serta studi tentang hakikat pengetahuan.

                Peneliti filosofis mempertimbangkan gagasan atau isu-isu dari semua perspektif dengan eksplorasi ekstensif atas literatur,menguji/menelaah secara mendalam makna konseptual,merumuskan pertanyaan,mengajukan jawaban, serta menyarankan implikasi atas jawaban-jawaban tersebut.

                Peneliti dipandu dengan pertanyaan- pertanyaan itu.Terdapat tiga inquiry filosofis,antara lain yaitu:

                • Foundational Inquiry
                • Philosophical Analyses
                • Ethical Analyses

                Study fondasional melibatkan analisis mengenai struktur ilmu dan proses berpikir tentang penilaian dalam fenomena tertentu yang dianut bersama oleh ”anggota” disiplin ilmiah.

                Tujuan analisis filosofis yaitu menguji makna serta mengembangkan teori yang didapat melalui analisis konsep atau analisis linguistik.inquiry. etikal melibatkan analisa intelektual atas masalah etik berkaitan dengan andil, hak,tugas,benar dan salah, kesadaran dan tanggungjawab.

                7. Teori kritik sosial

                Teori kritik sosial yaitu filosofi lain dari sebuah metodologi kualitatif yang unik.Dipandu dengan filsafat dari teori kritik sosial,peneliti mendapatkan pemahaman mengenai cara seseorang berkomunikasi serta bagaimana ia mengembangkan makna-makna simbolis dalam masyarakat.

                Banyak pemahaman yang muncul dalam sebuah dunia, yang fakta kemasyarakatan pasti di terima apa adanya,tidak didiskusikan terlebih dahulu atau diposisikan secara dogmatik.

                Tatanan politik yang mapan itu dipersepsi tertutup bagi perubahan dan tidak patut dipertanyakan.Tatanan politik semacam ini umumnya muncul pada masyarakat dibawah pemerintahan yang otoriter.

                Itulah kiranya ada 7 Jenis Penelitian Kualitatif. Dengan begitu anda bisa memilih sesuai selera mana yang akan dijadikan penelitian nantinya. Semoga bermanfaat.
                Selengkapnya
                Pengertian, Sejarah, Cara Kerja, Fungsi Magnetic Tape

                Pengertian, Sejarah, Cara Kerja, Fungsi Magnetic Tape

                Masih membahas Media Penyimpanan Data yang menjadi simbol perkembangan kemajuan di Era Modern yang serba menggunakan komputer. Kali ini kita akan membahas Pengertian, Sejarah, Cara Kerja, Fungsi Magnetic Disk. Silahkan disimak!!

                Sejarah Singkat Magnetic Tape

                Pada tahun 1950-an magnetic tape telah digunakan pertama kali oleh IBM untuk menyimpan data. Saat sebuah rol magnetic tape dapat menyimpan data setara dengan 10.000 punch card, membuat magnetic tape sangat populer sebagai cara menyimpan data komputer hingga pertengahan tahun 1980-an.

                Pengertian, Sejarah, Cara Kerja, Fungsi Magnetic Disk

                Pengertian dan Karakteristik Magnetic Tape


                Pita magnetik (mangnetic tape) adalah media penyimpanan yang terbuat dan campuran plastik dan ferric oxide yang berfungsi untuk merekam serta menyimpan informasi. Pita magnetik mempunyai kecepatan putar sebesar 18,75-200 inci per detik. Data yang disimpan dalam magnetic tape umumnya adalah data yang tidak memerlukan perubahan serta backup data. Kecepatan baca data pada tipe ini tergantung model dan instruksinya, diperkirakan antara 1.500 sampai 60.000 bytes per detiknya.

                Lihat juga : Pengertian dan Jenis Optical Disk

                Lapisan Dasar
                Media penyimpanan pita magnetik (magnetic tape) terbuat dari bahan magnetik yang dilapiskanpada plastik tipis, seperti pita pada kaset. Pada proses penyimpanan atau pembacaan data, kepala pita (tape head) harus menyentuh media.
                Fungsi Magnetic Tape
                Fungsi-fungsi magnetic tape adalah media penyimpanan, alat input / output, merekam audio, video, atau sinyal.

                Cara Kerja Magnetic Tape

                Data digital pada pita magnetik direkam dengan media tape recorder secara berurutan menggunakan drive khusus untuk masing-masing jenis pita magnetik sebagai titik-titik magnetisasi pada lapisan peroksida. Magnetisasi positif menyatakan 1 bit dan magnetisasi negatif menyatakan 0 bit atau sebaliknya.

                Karena perekaman dilakukan secara sekuensial, maka untuk mengakses data yang kebetulan terletak di tengah, drive harus memutar gulungan pita, hingga head mencapai tempat data tersebut. Hal ini membutuhkan waktu relatif lama. Meskipun demikian, teknologi pita magnetik masih banyak digunakan sebagai media backup data atau pengarsipan. Hal ini dikarenakan media ini memiliki kapasitas yang besar. Secara garis besar, pita magnetik dibedakan menjadi reel tape dan tape catridge.

                Proses Penyimpanan

                Pada proses penyimpanan dan pembacaan data, kepala pita (tape head) harus menyentuh media, sehingga dapat mempercepat kinerja pita. Data pada pita magnetik direkam secara berurutan dengan menggunakan drive khusus untuk masing-masing jenis pita magnetik. Karena perekaman dilakukan secara bersamaan maka untuk mengakses data yang kebetulan terletak di tengah, drive terpaksa harus memutar gulungan pita, hingga head mencapai tempat data tersebut. Hal ini membutuhkan waktu yang relatif lebih lama

                Sistem Block pada Magnetic Tape
                1. Data yang dibaca dari atau ditulis ke tape dalam suatu grup karakter disebut block. Suatu block adalah jumlah terkecil dari data yang dapat ditransfer antara secondary memory dan primary memory pada saat akses. Sebuah block dapat terdiri dan satu atau lebih record. Sebuah block dapat merupakan physical record
                2. Di antara 2 block terdapat ruang yang kita sebut sebagai gap (inter block gap).
                Keuntungan Penggunaan Magnetic Tape
                1. Panjang pita yang ukurannya 600, 800 m bahkan lebih, memungkinkan panjang rekaman (durasi) tidak terbatas.
                2. Kepadatan data tinggi.
                3. Volume penyimpanan datanya besar dn harganya murah.
                4. Kecepatan transfer data tinggi.
                5. Sangat efisien bila semua atau kebanyakan record dan sebuah tape file memerlukan pemrosesan seluruhnya
                Keterbatasan Magnetic Tape
                1. Akses langsung terhadap record data lambat.
                2. Kurang ramah lingkungan.
                3. Memerlukan penafsiran terhadap mesin.
                4. Proses harus sequential (artinya penyimpanan maupun pembacaan dilakukan secara berurutan)
                Jenis-Jenis Magnetic Tape
                • Reel to Reel Tape
                Reel to Reel Tape
                Sumber : http://www.reeltoreel.de/worldwide/A700.htm
                Reel to reel tape merupakan bentuk magnetic tape tertua. Alat ini mempunyai ukuran lebar 0,5 inci dan panjangnya mencapai 2.400 kaki. Jika 1 kaki 12 inci, maka 2.400 kaki berarti 28.800 inci, bisa dibayangkan panjangnya seperti apa. Biasanya mempunyai tingkat kerapatan hingga 6.250 bit per inci. Setiap reel pita magnetic terdapat dua daerah yang tidak digunakan untuk merekam data yang disebut dengan leader.

                • Catrige Tape

                Catrige Tape

                Catrige tape dibuat untuk menyimpan hasil dan suatu backup dan file ke disk. Banyak digunakan untuk komputer mini. Untuk menggunakannya dibutuhkan catrige tape unit.

                • Cassette Tape

                Cassette Tape

                Cassette Tape banyak digunakan di komputer mikro. selain untuk merekam lagu cassette tape dapat digunakan untuk merekam sinyal berbentuk bilangan biner. Suatu teknik untuk mewakili bilangan biner di cassette tape disebut dengan FSK (Urequency Shift Keying). Untuk menggunakannya dibutuhkan tape recorder biasa.
                Selengkapnya
                Pengertian, Ciri dan Jenis Optical Disk

                Pengertian, Ciri dan Jenis Optical Disk

                Zaman Now sudah tidak asing lagi dengan yang namanya komputer? Ada 1 bagian penting yang ada didalam komponen sebuat komputer/ notebook yakni Optical Disk. Apakah sudah mengetahui apa itu Optical Disk? Apa Ciri Optical Disk? dan Apa saja jenisnya?? Jika tidak mengetahui kami bantu jelaskan..!!

                Pengertian Optical Disc

                Optical Disk merupakan salah satu media penyimpanan data eksternal yang berkerjasama dengan komputer/ notebook. Optical disc (piringan optik) adalah sebuah perangkat keras yang menggunakan sinar laser atau gelombang elektromagnetik bertenaga rendah untuk melakukan proses pembacaan (reading) dan optical disc dan juga pada penulisan (writing) data.

                Optical disc dapat menampung data hingga ratusan bahkan ribuan kali daya tampung disket. Piringan optik dapat berupa CD atau DVD. Beberapa drive hanya bisa membaca data pada disk, namun teknologi saat ini memperbolehkan sebuah drive untuk melakukan pembacaan maupun penulisan pada drive.

                Ciri-Ciri Optical Disc
                • Menggunakan laser untuk membaca data
                • Dapat digunakan untuk menyimpan data yang volumenya sangat besar
                • Dapat membaca dengan cepat
                Jenis-Jenis Optical Disc

                Teknologi dan jenis-jenis dari optical disc bermacam-macam tergantung dari bahan pembuatannya maupun perkembangan teknologi terbarunya. Ada beberapa Jenis optical disc saat ini, dimulai dari CD, DVD, Blu-ray, hingga saat ini ada yang terharu dan optical disc yaitu FM Disc. Berikut penjelasan jenis-jenis optical disc :

                1.Compact Disc (CD)

                CD (compact disc) atau laser optical disc merupakan jenis piringan optik generasi pertama kali yang muncul sebelum adanya DVD). Pembacaan dan penulisan data pada piringan ditangani melalui sinar laser. Oleh karena itu kecepatan akses CD jauh lebih tinggi dari pada disket. Di pasaran terdapat sedikitnya tiga macam CD berbeda yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan, yaitu CD-ROM,CD-WORM, dan CD-Rewriteable.

                Compact Disc (CD)
                Gambar : Compact Disc (CD)
                • CD ROM (Compact Disc-Read Only Memory) adalah sebuah piringan kompak dan jenis piringan optik (optical disc) yang dapat menyimpan data yang cukup besar. Ukuran data yang dapat disimpan saat ini bisa mencapai 700MB.
                • CD-WORM (Compact Disc Write Once Read Many) CD-WORM dapat ditulisi melalui komputer. Sesuai namanya proses merekam hanya dapat dilakukan sekali. Setelah sebuah data direkam, isinya tidak dapat lagi dihapus atau diubah. Di pasaran CD jenis ini Iebih dikenal dengan nama CD-R (compact disc recorable). 
                • CD-RW (Compact Disc Rewriteable) CD-RW memungkinkan data yang sudah direkam dapat dihapus dan diganti dengan data yangbaru. 
                • CD-R (CD Recordable) merupakan jenis CD yang dapat menyimpan data seperti halnya disket,namun isinya tidak dapat diubah lagi.
                2. DVD (Digital Video Disc)

                DVD adalah generasi selanjutnya dan teknologi penyimpanan dengan menggunakan media optical disc. DVD memiliki kapastias yang jauh lebih besar daripada CD-ROM biasa. Perkembangan teknologi DVD-ROM pun lebih cepat dibandingkan CD-ROM. 1x DVD-ROM memungkinkan rata-rata transfer data 1,321 MB/s dengan rata-rata burst transfer 12 MB/s

                DVD (Digital Video Disc)
                Sumber : https://id.wikipedia.org/
                1) Macam-macam DVD-ROM dilihat dan transfer data

                Semakin besar cache (memori buffer) yang dimiliki DVD-ROM, semakin cepat penyaluran data yang dapat dilakukan. DVD menyediakan format yang dapat ditulis satu kali ataupun Iebih, yang disebut dengan Recordable DVD, dan memiliki 6 versi, yaitu :
                • DVD-R for General, hanya sekali penulisan 
                • DVD-R for Authoring, hanya sekali penulisan 
                • DVD-RAM, dapat ditulis berulang kali 
                • DVD-RW, dapat ditulis berulang kali 
                • DVD+RW, dapat ditulis berulang kali 
                • DVD+R, hanya sekali penulisan
                2) Kompatibilitas jenis recorder dengan jenis disc

                Setiap versi DVD recorder dapat membaca DVD-ROM disc, tetapi memerlukan jenis disc yang berbeda untuk melakukan pembacaan. Kompatibilitas antara jenis recorder dengan jenis disc dapat dilihat pada uraian di bawah ini.
                • DVD unit
                • DVD-RAM unit
                • DVD-R(G) unit
                • DVD+RW unit
                • DVD-R(A) unit
                • DVD-ROM
                • DVD-RW unit 
                3) Kemampuan DVD dilihat dari jenisnya

                Kemampuan DVD dapat dilihat dari jenisnya adalah sebagai berikut antara lain:
                • Single-side, single layer kapasitas 4,7 GB
                • Double-side, single layer kapasitas 8,5 GB
                • Single-sided, double layer kapasitas 9,4 GB
                • Double-sided, double layer kapasitas 17 GB
                3. Blu-ray Disc

                Blu-ray merupakan sebuah format optik yang berfungsi untuk menyimpan media digital, temiasuk video berkapasitas tinggi. Teknologi Blu-ray adalah format disc optik yang merupakan perkembangan dan CD dan DVD. Keunggulan dan Blu-ray yaitu pada kapasitas lapisan sided Blu-ray disc, yaitu lebih besar 35 kali dan CD dan lebih besar lima kali dan DVD. Kapasitas Blu-ray disc dual layer memiliki kemampuan menyimpan data sampai dengan 50 GB per keping.

                Blu-ray Disc
                Sumber : https://id.wikipedia.org/
                Selain itu, spesifikasi Blu-ray dalam kecepatan membaca tiga kali lipat lebih cepat dibandingkan DVD. ini mengarah ke video kualitas tinggi dan audio jernih, hal yang penting dalam aplikasi HDTV.

                Teknologi multi-layering telah disesuaikan dengan kemampuan double Blu-ray disc dalam aplikasi standar dan ada versi eksperimental ditampilkan sampai dengan sepuluh kali lipat peningkatan dalam ruarig penyimpanan. Manfaat tambahan Btu-ray player melalui pemutar DVD termasuk konektivitas internet untuk men-download subtitle dan update fitur &built-in Java virtual machine.

                Teknologi Blu-ray memanfaatkan sinar laser ungu-biru untuk membaca dan menulis data padadisc optik. Sebuah optik Blu-ray disc mcmiliki kapasitas media penyimpanan data 25 Gb singlelayer.

                4. Fluorescent Multilayer Disc (FM Disc)

                Fluorescent Multilayer Disc (FM Disc) merupakan jenis optical disc yang dapat menampung data berkapasitas 140 GB sekaligus, derigan kecepatan baca data sampai 1 GB per detik. FM Disc berbeda dengan optical disc lainnya yang beredar saat ini. Warnanya tidak keperakan atau keemasan, melainkan bening seperti plastik transparan.

                Fluorescent Multilayer Disc (FM Disc)
                Gambar : Fluorescent Multilayer Disc (FM Disc)
                1) Keistimewaan Fluorescent Multilayer Disc

                Karena FM disc merupakan teknologi terbaru, maka teknologi ini mempunyai beberapa keistimewaan antara lain sebagai berikut :
                • Multilayer Masing-masing kepingan memiliki lebih dari satu layer atau lapisan. Bahkan lebih dari 10 lapisan sekaligus. Tepatnya adalah 12 lapisan pada FM Disc yang dikembangkan pada tahap awal.
                • Aplikasi Banyak sekali aplikasi yang dapat menggunakan teknologi ini, seperti game, musik, film, dandata pekerjaan. Satu keping FM Disc bisa menampung Iebih dan 10 film DVD
                2) Jenis-Jenis FMD

                Ada tiga jenis teknologi FM Disc yang telah selesai dikembangkan
                • FM Disc ROM FM Disc ROM banyak digunakan untuk kepentingan produksi, baik film maupun piranti lunak. Kapasitas penyimpanan yang besar membuat kualitas film menjadi lebih baik. Kehadirannya sangat berpengaruh khususnya untuk piranti lunak seperti game console dan piranti lunak lainnya.
                • FM Disc WORM (Write Once Read Many) FM Disc WORM merupakan kepingan yang dapat diisi dengan sendiri. optical disc inilah yang nantinya dipergunakan sebagai media back-up.
                • FM Card atau Clear Card FM Card sebenamya merupakan sebuah FM Disc yang dilapisi oleh bagian luar yang berbentuk kartu kecil. Kepingan yang ada di dalam Clear Card adalah kepingan berdiameter 50 mm, atau 5 cm.
                Selengkapnya
                Media Penyimpanan Data Eksternal

                Media Penyimpanan Data Eksternal

                Magnetic Disk

                Magnetic Disk merupakan piranti penyimpanan sekunder yang paling banyak dijumpai pada sistem komputer modern. Disk adalah sebuah piringan bundar yang dibuat dari logam atau plastic yang dilapisi dengan bahan yang dapat dimagnetisasi. Data yang dikirim akan direkam di atasnya dan kemudian dapat dibaca dari disk dengan menggunakan kumparan penginduksi (conducting coil) yang dikenal dengan sebutan head. Selama operasi pembacaan dan penulisan, headakan bekerja dengan sifat stasioner, sedangkan piringan berputar dibawah head tersebut.

                Pada saat disk digunakan, motor drive berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi (biasanya 60 - 100 putaran per detik). Mekanisme penulisan berdasarkan pada medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik yang mengalir melalui sebuah kumparan, tegangan dikirim ke head, dan pola magnetik direkam pada permukaan di bawahnya, dengan pola yang berbeda di dalam kumparan yang dihasilkan oleh medan listrik yang bergerak relatif terhadap kumparan. Pada saat disk melintasi bagian bawah head, maka permukaan disk mengeluarkan arus yang mempunyai polaritas yang sama dengan polaritas waktu merekam pada disk tersebut.

                Lebar piringan disk berkisar antara 1,8 sampai 14 inci. Disk yang berukuran besar terdapat pada sistem-sistem yang besar karena daya simpannya juga sengat besar dan proses transfer datanya yang tinggi. Disk yang kecil biasanya dipakai pada PC (personal computer).

                Susunan Magnetik Disk
                Gambar : Susunan Magnetik Disk
                Head merupakan perangkat kecil yang dapat membaca dan menulis dari bagian piringan yang ada di bawahnya. Hal ini sangat berpengaruh dalam organisasi data pada piringan untuk membentuk track. Masing-masing track mempunyai lebar sama dengan head, bisa dilihat pada Gambar berikut :

                Hard Disk Layout
                Gambar : Hard Disk Layout
                Sebuah disk magnetik terdiri dari satu atau lebih piringan aluminium dengan sebuah lapisan yang dapat melekat. Awalnya piringan-piringan ini berdiameter 50 cm, namun kini diameternya hanya 3 – 12 cm, dengan piringan untuk komputer-komputer notebook telah berdiameter kurang dari 3 cm dan masih dapat lebih kecil lagi. Sebuah head disk yang berisi sebuah koil induksi menggantung di atas permukaan, yang tertahan pada sebuah buntalan udara (kecuali untuk floppy disk, dimana head disk ini menyentuh permukaan). Ketika sebuah arus positif atau negatif melewati head tersebut, arus tersebut menarik permukaan di bawah head itu, dengan menyatukan partikel-partikel magnetik yang menghadap ke kiri atau menghadap ke kanan, tergantung pada polaritas arus drive tersebut. Ketika head tersebut melewati daerah yang bermagnet, sebuah arus positif dan negatif dimunculkan pada head tersebut, yang memungkinkannya untuk membaca kembali bit-bit yang telah disimpan sebelumya. Jadi ketika piringan itu berputar di bawah head disk, serangkaian bit-bit dapat ditulis dan kemudian dibaca kembali.

                Urutan melingkar bit-bit yang ditulis ketika disk melakukan sesuatu putaran penuh disebut track. Setiap track dibagi ke dalam sektor-sektor yang memiliki panjang tetap, yang berisi 512 byte data, yang didahului oleh sebuah permulaan yang memungkinkan head disk disinkronisasikan sebelum menulis atau membaca. Setelah data adalah Error-Correcting Code (ECC), entah itu sebuah kode Hamming, atau lebih umum lagi, sebuah kode yang dapat mengoreksi berbagai macam kesalahan yang disebut kode Reed-Solomon. Antara sektor-sektor yang berurutan terdapat sebuah gap antarsektor kecil. Beberapa perusahaan pembuat komputer membuat kapasitas-kapasitas disk mereka dalam keadaan tidak diformat (seolah-olah setiap track hanya berisi data), anmun suatu ukuran yang sebenarnya adalah kapasitas yang telah diformat, yang tidak memasukkan permulaan, ECC dan gapgap sebagai data. Kapasitas yang telah diformat biasanya sekitar 15 persen lebih rendah daripada kapasitas yang tidak diformat.

                Semua disk memiliki lengan-lengan yang mampu bergerak keluar-masuk pada kumparan dan piringan yang berputar sehingga terbentuk jarak-jarak radial yang berbeda. Pada setiap jarak radial, sebuah track berbeda dapat ditulis. Jadi, track-track adalah serangkaian lingkaran-lingkaran konsentrik di sekitar kumparan. Lebar sebuah track tergantung pada seberapa besar head tersebut dan seberapa akurat head itu dapat ditempatkan secara radial. Harus diperhatikan bahwa sebuah track bukan sebuah alur fisik pada permukaan, tetapi hanya sebuah cincin berbahan magnet, dengan daerah-daerah pelindung kecil yang memisahkannya dari track-track di dalam atau di luar track tersebut.

                Densitas bit linier pada lingkaran track tersebut berbeda dari densitas bit radial. Densitas ini ditentukan sebagian besar oleh kebersihan permukaan dan kualitas udara yang mendukung. Sebagian besar disk terdiri dari banyak piringan yang disusun secara vertikal. Setiap permukaan memiliki lengan dan headnya sendiri. Seluruh lengan disatukan sehingga dapat bergerak ke posisi-posisi radial berbeda sekaligus. Kumpulan track-track pada suatu posisi radial tertentu disebut silinder.

                Kinerja disk tergantung pada berbagai macam faktor. Untuk membaca atau menulis sebuah sektor, pertama-tama lengan harus digerakkan ke posisi radial sebelah kanan. Gerakan ini disebut sebagai sebuah pencarian. Waktu pencarian rata-rata (antara tracktrack acak) berkisar dalam jangka 5 sampai 15 msec, meskipun pencarian antara tracktrack yang berurutan kini kurang dari 1 msec. Setelah head berada pada posisi radial, terjadi suatu penundaan, yang disebut latensi rotasi, sampai sektor yang diinginkan berotasi di bawah head itu. Sebagian besar disk berotasi pada 3600, 5400, atau 7200 RPM, sehingga penundaan rata-rata (separuh rotasi) adalah 4 sampai 8 msec. Disk yang berotasi pada 10.800 RPM (yaitu 180 rotasi/detik) juga tersedia. Waktu transfer bergantung pada densitas linier dan kecepatan rotasi. Dengan laju kecepatan transfer sekitar 5 hingga 20 MB/detik, sebuah sektor 512 byte membutuhkan antara 25 dan 100 msec. Oleh karena itu, waktu pencarian dan latensi rotasi mendominasi waktu transfer. Membaca sektor-sektor acak pada disk seluruhnya jelas merupakan cara yang tidak efisien untuk beroperasi.

                Penting untuk dikemukakan bahwa disebabkan karena permulaan, ECC, jarak antarsektor, waktu pencarian, dan latensi rotasi, terdapat perbedaan besar antara kecepatan picu maksimun sebuah drive dengan kecepatan tetap maksumun. Kecepatan picu maksimun adalah tingkat kecepatan data setelah head melewati bit data pertama. Komputer harus mampu menangani data yang muncul dengan kecepatan ini. Tetapi, drive hanya dapat mempertahankan kecepatan tersebut untuk satu sektor. Untuk beberapa aplikasi, seperti multimedia, selain kecepatan tetap rata-rata dalam suatu periode dengan hitungan detik, yang juga perlu diperhatikan adalah diperlukan adanya pencarian dan penundaan-penundaan rotasi.

                Ketika disket berotasi pada kecepatan 60 hingga 120 revolusi/detik, disket tersebut menjadi panas dan memuai, sehingga mengubah geometri fisiknya. Beberapa drive perlu menyesuaikan kembali mekanisme-mekanisme posisinya secara berkala untuk mengimbangi pemuaian ini. Drive-drive melakukan ini dengan memaksa head-head keluar atau masuk. Penyesuaian kembali (rekalibrasi) tersebut dapat merusak aplikasi-aplikasi multimedia, yang mengharapkan paling tidak aliran bit-bit yang konstan dengan kecepatan tetap maksimum. Untuk menangani aplikasi-aplikasi multimedia, beberapa perusahaan membuat drive-drive disk audio-visual khusus, yang tidak memmiliki rekalibrasi termal ini.

                Yang berhubungan dengan setiap drive adalah pengontrol disk, yaitu sebuah chip yang mengontrol drive. Beberapa pengontrol berisi sebuah CPU penuh. Tugas-tugas pengontrol tersebut antara lain menerima perintah-perintah dari software, seperti READ, WRITE, dan FORMAT (menulis semua permulaan), mengontrol gerakan lengan, mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan, dan mengkonversi baca byte 8 bit dari memori menjadi aliran bit serial dan sebaliknya. Beberapa pengontrol juga bertugas menyangga banyak sektor, menyembunyikan Baca sektor untuk pemakaian dimasa mendatang, dan memetakan kembali sektor-sektor yang rusak. Fungsi terakhir ini disebabkan oleh keberadaan sektor-sektor dengan spot yang jelek (yang selalu mengandung magnet). Ketika pengontrol menemukan sebuah sektor yang jelek, ia menggantikannya dengan salah satu sektor-sektor cadangan yang disiapkan untuk tujuan ini dalam setiap silinder atau zona.

                Teknologi RAID ( Redundant Array of Independent Disks )



                RAID (Redundant Array of Independent Disks) atau dalam bahasa indonesia penyimpan data redundan yaitu sebuah teknologi dalam penyimpanan data yang digunakan untuk meminimalkan kesalahan pada saat penyimpanan dan pembacaan data dengan menggunakan redundansi (penumpukan data) dengan menggunakan perangkat lunak atau menggunakan hard disk itu sendiri. Pola RAID terdiri atas enam level dan level nol sampailima. Level ini tidak mengartikan hubungan hierakis (urutan tingkat) namun penandaan arsitektur rancangan yang berbeda yang mempunyai tiga karakteristik umum :
                1. RAID merupakan sekumpulan disk drive yang dianggap oleh sistem operasi sebagai sebuah drive logical tunggal.
                2. Data didistribusikan (disalurkan) ke drive fisik.
                3. Kapasitas redundant disk digunakan untuk menyimpan informasi paritas (penggunaan sandi),yang menjamin pemulihan data ketika terjadi kegagalan disk.
                 RAID level 0

                RAID 0 merupakan non-redundant disk array, tidak memiliki redundansi sama sekali. skema ini memberikan peningkatan performa dan penambahan media penyimpanan namun tanpa toleransi fault. Semakin banyak disk yang digunakan semakin besar pula kemungkinan disk failurnya. peningkatan bandwidth namun memiliki resiko kehilangan data yang lebih besar. Biasanya digunakan untuk komputer yang membutuhkan performa dan kapasistas yang besar, bukan reliabilitas, seperti pada lingkungan super-computing. Data dibagi-bagi dan ditulis dalam satuan yang disebut blok-blok. urutan blok ini ditandai dengan stripe-size yang merupakan paramater konfigurasi array. masing-masing blok dituliskan pada disk yang berbeda secara simultan. ini memungkinkan bagian yang lebih kecil dari keseluruhan data untuk dibaca secara parallel dari drive-drive, sehingga performa I/Onya didapatkan

                gambar :  RAID 0
                RAID 0 yang dikenal juga dengan metode striping digunakan untuk mempercepat kinerja hard disk. Kapasitas total hard disk pada metode ini adalah jumlah kapasitas hard disk pertama ditambah hard disk kedua. Metodenya dilakukan dengan cara membagi data secara terpisah ke dua hard disk. Jadi, separuh data ditulis ke hard disk pertama dan separuhnya lagi ditulis ke hard disk kedua. Secara teoritis cara ini akan mempercepat penulisari / pembacaan hard disk. Keburukan dari cara ini adalah apabila salah satu hard disk rusak maka seluruh data akan hilang.

                RAID level 1

                Skema yang digunakan pada RAID 1 adalah mirrorring. data yang dituliskan pada satu drive akan diduplikasi atau dituliskan juga pada drive lainnya. pada umumnya skema ini diterapkan dengan 2 harddisk/diskdrive tapi aplikasi mengunakan 3 atau lebih disk drive juga memungkinkan. dengan skema ini didapatkan data yang reliable, kerusakan pada satu disk tidak akan mempengaruhi disk yang lain, sistem akan tetap bekerja selama salah satu disk berada dalam kondisi yang baik. kekurangannya adalah penurunan performa pada penulisan data. Cara ini dapat meningkakan kinrja disk, tetapi jumlah disk yang dibutuhkan menjadi dua kali lipat, sehingga biayanya menjadi sangat mahal. Pada level 1 (disk duplexing dan disk mirroring) data pada suatu partisi hard disk disalin ke sebuah partisi di hard disk yang lain sehingga bila salah satu rusak, masih tersedia salinannya di parrisi mirror.

                RAID level 1
                gambar : RAID level 1
                Metodenya dilakukan RAID 1yaitu dengan cara menyalin isi hard disk pertama ke hard disk kedua. Jadi, apa yang ditulis pada hard disk pertama juga akan ditulis di hard disk kedua. Apabila salah satu hard disk rusak, maka data pada hard disk yang satunya masih ada. Keburukan dan cara ini adalah tidak adanya peningkatan kinerja sama sekali, performanya malah akan sedikit lebih pelan dibanding performa hard disk single (nonRAID). Selain itu kapasitas total yang kamu dapat dengan metode ini hanyalah sebesar kapasitas satu hard disk saja.

                RAID level 2 

                RAID level 2 pada level ini, menggunakan teknik akses paralel, seluruh anggota disk berpartisipasi dalam mengeksekusi setiap request I/O. Umumnya, pemutaran setiap drive disinkronisasikan sehingga seluruh head disk selalu berada pada posisi yang sama pada setiap disk yang terdapat pada array.

                RAID level 2
                gambar : RAID level 2 
                Pada RAID level 2 digunakan striping data, dengan RAID level 2 code errorcorrecting dihitung melalui semua bit-bit yang bersangkutan pada setiap disk data. RAID Level 2 hanya akan menjadi pilihan yang tepat untuk lingkungan yang sering mengalami disk error. Pada keadaan rehabilitas disk dan disk drive yang tinggi RAID Level 2 tidak tepat untuk digunakan. 


                Pada RAID2 data di stripe untuk beberapa disk dengan putaran disk yang sama, masing-masing bit data dimasukkan kedalam masing-masing disk, disertai dengan parity yang digunakan untuk melakukan identifikasi disk yang error/salah dan melakukan error recovery. bit level party pada RAID type ini diterapkan menggunakan Hamming Code. karena striping dan parity dilakukan pada level bit sesuai dengan Hamming Code maka dibutuhkan disk-disk khusus untuk menyimpan masing masing bit paritynya yang jumlahnya akan menyesuaikan dengan jumlah harddisk utama yang ingin digunakan.

                RAID level 3

                RAID level 3
                Gambar : RAID level 3
                Pada level ini pengorganisasian sama dengan pada level 2. Perbedaan yang mendasar adalah level 3 hanya mebutuhkan disk redundant tunggal, tidak bergantung pada besarnya array disk. Level 3 menggunakan akses paralel dengan data yang didistribusikan dalam bentuk-bentuk kecil, code error-correcting tidak dihitung, melainkan bit paritas sederhana yang dihitung untuk sejumlah bit-bit individual yang berada dalam posisi yang sama pada seluruh disk data.

                RAID level 4
                RAID level 4
                gambar : RAID level 4
                RAID level 4 menggunakan konsep yang sama dengan RAID level 3 hanya saja pada RAID 4 striping dilakukan pada blok-blok yang ukurannya didefinisikan dalam stripesize. ukuran masing-masing blok pada umumnya dalam satuan KiB. Stripe size yang ada biasanya dalam rentang 2KiB hingga 512 Kib, dengan ukuran yang diijinkan adalah dalam 2 pangkat x, (2, 4, 8, ... ) KiB. dengan ukuran blok seperti ini dan dedicated parity / parity yang disimpan khusus dalam sebuah drive dapat timbul bottleneck. Request pembacaan file yang ukurannya lebih kecil dari stripe-size akan mengakses hanya 1 disk. Request penulisan file harus melakukan update terhadap blok dan melakukan penghitungan parity.

                Untuk file besar yang penulisannya membutuhkan striping pada setiap disk (semua disk), maka perhitungan parity akan mudah dilakukan, sedang untuk penulisan file yang ukurannya lebih kecil dari 1 blok maka harus dilakukan pengaksesan dan penulisan pada blok yang telah ada. Perbandingan data baru dan data lama pada blok tersebut juga harus dilakukan untuk kemudian dituliskan parity-nya. Proses ini disebut juga read-modifywrite procedure. Bottleneck dapat timbul karena pada setiap penulisan file, parity mungkin akan dihitung ulang dan diupdate, efeknya timbul pada pengaksesan secara lebih pada disk yang digunakan untuk khusus menyimpan parity

                RAID level 5
                RAID 5 mirip dengan RAID 4 dalam skema blok stripingnya, namun RAID 5 menggunakan parity yang didistribusikan ke dalam tiap disk, tentu saja untuk menghilangkan bottleneck yang mungkin timbul pada skema RAID 4. Skema ini memiliki performa yang paling baik untuk request pembacaan file kecil dan penulisan file yang berukuran besar. peningkatan performa pembacaan karena semua disk dapat berkontribusi dalam pengaksesan. Kekurangan dari skema ini adalah pada penulisan file berukuran kecil karena proses read, modify, write yang terjadi untuk penulisan file kecil.

                Prosedure ini juga mengakibatkan penulisan file kecil pada RAID 5 kurang efisien dibandingkan dengan mirrorring pada RAID 1.

                RAID level 5
                Gambar : RAID level 5
                RAID level 6
                RAID level 6 disebut juga redundansi P + Q. Mirip seperti RAID level 5, tetapi menyimpan informasi redundan tambahan untuk mengantisipasi kegagalan dan beberapa disk sekaligus.RAID level 6 melakukan dua perhitungan paritas yang herbeda, kemudian disimpan di dalam blok-blok yang terpisah pada disk-disk yang berbeda. Jadi, jika disk data yang digunakan sebanyak n buah disk, maka jumlah disk yang dibutuhkan untuk RAID level 6 ini adalah n + 2 disk. Keuntungan dari RAID level 6 ini adalah kehandalan data yang sangat tinggi, karena untuk menyebabkan data hilang, kegagalan harus terjadi pada tiga buah disk dalam interval rata-rata untuk perbaikan data (Mean Time To Repair atau MTTR). Kerugiannya yaitu pinalti waktu pada saat penulisan data, karena setiap penulisan yang dilakukan akan mempengaruhi dua paritas blok.

                RAID level 6
                Gambar : RAID level 6
                RAiD level 0 + I dan I + 0

                RAID level 0 + 1 dan 1 + 0 ini merupakan kombinasi dan RAID level 0 dan 1. RAID Level 0 memiliki kinerja yang baik, sedangkan RAID level 1 memiliki kehandalan. Namun, dalam kenyataannya kedua hal ini sama pentingnya. Dalam RAID 0 + 1, sekumpulan disk di-strip,kemudian strip tersebut di-mirror ke disk-disk yang lain, menghasilkan strip-strip data yang sama. Kombinasi Iainnya yaitu RAID 1 + 0, di mana disk-disk di-mirror secara berpasangan,dan kemudian hasil pasangan mirromya di-strip.

                RAiD level 0 + I dan I + 0
                Gambar : RAiD level 0 + I dan I + 0
                RAID 1 + 0 ini mempunyai keuntungan lebih dibandingkan dengan RAID 0 + 1. Sebagai contoh, jika sebuah disk gagal pada RAID 0 + 1, seluruh strip-nya tidak dapat diakses, hanya sebagian strip saja yãng dapat diakses, sedangkan pada RAID 1 + 0, disk yang gagal tersebut tidak dapat diakses, tetapi pasangan mirror-nya masih dapat diakses, yaitu disk-disk selain dan disk yang gagal.

                Metode ini merupakan kombinasi RAID 0 dan RAID 1. Selain memperoleh kecepatan juga memperoleh keamanan data. Untuk metode ini diperlukan minimal 4 hard disk. Kapasitas total yang kamu dapat adalah sejumlah kapasitas 2 hard disk.

                Lihat juga : Pengertian, Ciri dan Jenis Optical Disk
                Selengkapnya