Akreditasi SD MI Bukti Fisik Standar Kompetensi Lulusan Lengkap sesuai SISPENA BAN-SM

Akreditasi SD MI Bukti Fisik Standar Kompetensi Lulusan Lengkap sesuai SISPENA BAN-SM

Akreditasi SD MI Bukti Fisik Standar Kompetensi Lulusan Lengkap sesuai SISPENA BAN-SM

Akreditasi SD MI Bukti Fisik Standar Kompetensi Lulusan Lengkap sesuai SISPENA BAN-SM

Kembali bejumpa dengan Berkas Sekolah yang pastinya ingin menuntaskan pembahasan mengenai Instrumen Akreditasi dan Bukti Fisik Akreditasi Standar Isi, Proses, SKL, PTK, Sapras, Pengelolaan, Pembiayaan dan Penilaian di urai langsung dari Aplikasi Online SISPENA dari BAN-SM.

Untuk yang belum mendapatkan Bukti Fisik Akreditasi SD/MI Standar Isi dan Proses silahkan ikuti link berikut ini :
  • Bukti Fisik Akreditasi SD/MI Standar Isi berikut penjelasan dan filenya KLIK DISINI
  • Bukti Fisik Akreditasi SD/MI Standar Proses berikut penjelasan dan filenya KLIK DISINI
Kali ini mencoba menguraikan apa yang ada di Aplikasi SISPENA dan dilengkapi dengan jawaban serta bukti fisik yang harus dilengkapi bahkan harus dibuat bapak dan ibu.

Untuk Standar Kompetensi Lulusan ada 7 Instrumen yang harus dilengkapi dari urutan nomor 32, 33, 34, 35, 36, 37, dan 38. Ini sudah disesuaikan dengan JUKNIS Akreditasi Terbaru Tahun 2018.

Instrumen Nomor 32 Standar Kompetensi Lulusan : Siswa memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, sesuai dengan perkembangan siswa yang diperoleh dari pengalaman pembelajaran melalui pembiasaan: (1) integrasi pengembangan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dalam kegiatan pembelajaran, (2) berdoa setiap memulai dan mengakhiri kegiatan, (3) santun dalam berbicara dan berperilaku, (4) Berpakaian sopan sesuai aturan sekolah/madrasah, (5) mengucapkan salam saat masuk kelas, (6) melaksanakan kegiatan ibadah, (7) mensyukuri setiap nikmat yang diperoleh, (8) menumbuhkan sikap saling menolong/ berempati, (9) menghormati perbedaan, (10) antre saat bergantian memakai fasilitas sekolah/madrasah.

Sekolah/madrasah memfasilitasi berbagai kegiatan untuk memotivasi siswa agar memiliki perilaku dan mengembangkan sikap orang beriman melalui pembiasaan (budaya sekolah) dalam menghargai dan menghayati sesuai dengan ajaran agama yang dianut, meliputi:
  • Integrasi pengembangan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dalam kegiatan pembelajaran.
  • Berdoa setiap memulai dan mengakhiri kegiatan.
  • Santun dalam berbicara dan berperilaku.
  • Berpakaian sopan sesuai aturan sekolah/madrasah.
  • Mengucapkan salam saat masuk kelas.
  • Melaksanakan kegiatan ibadah.
  • Mensyukuri setiap nikmat yang diperoleh.
  • Menumbuhkan sikap saling menolong/berempati
  • Menghormati perbedaan
  • Antre saat bergantian memakai fasilitas sekolah/madrasah
Dibuktikan dengan Dokumen:
  • Program sekolah/madrasah melalui Rencana Kerja dan Pelaksanaan Program.
  • Foto-foto kegiatan yang mencerminkan sikap religius siswa.
  • Observasi lingkungan tentang aktivitas yang dilakukan oleh siswa baik dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
  • Wawancara dengan kepala sekolah/madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan komite sekolah/madrasah.
  • Program Kerja Tahunan (RKT) Sekolah DOWNLOAD

Instrumen Nomor 33 Standar Kompetensi Lulusan Siswa memiliki perilaku yang mencerminkan sikap sosial dengan karakter: (1) jujur dan bertanggung jawab, (2) peduli, (3) gotong-royong dan demokratis, (4) percaya diri, (5) nasionalisme yang diperoleh melalui kegiatan pembelajaran dan pembiasaan
Sekolah/madrasah memfasilitasi berbagai kegiatan untuk menumbuhkan sikap sosial dengan karakter jujur dan bertanggungjawab, peduli, gotong-royong dan demokratis, percaya diri, serta nasionalisme:

Karakter Jujur dan Bertanggungjawab:
  1. Melaksanakan tugas individu dengan baik
  2. Menerima risiko dari tindakan yang dilakukan
  3. Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan
  4. Menepati janji
Karakter Peduli:
  1. Menumbuhkan sikap saling menolong antarsesama: membantu orang yang membutuhkan, menjenguk dan mendoakan orang yang sakit, dan lain-lain.
  2. Menumbuhkan sikap sadar lingkungan bersih dan sehat: membuang sampah pada tempatnya, memungut sampah yang dijumpai; menghemat penggunaan air dan listrik, penghijauan di lingkungan sekolah/madrasah, dan lain-lain.
Karakter Gotong Royong dan Demokratis:
  1. Melaksanakan kegiatan bersama-sama antara lain: Penataan ruang kelas, bakti sosial, bank sampah yang bekerja sama dengan pihak terkait;
  2. Aktif dalam diskusi kelompok, pengembangan bakat, dan minat siswa;
  3. Mengikutsertakan siswa dalam penyusunan tata tertib sekolah/madrasah;
Karakter Percaya Diri:
  1. Mampu membuat keputusan dan bertindak dengan cepat
  2. Tidak mudah putus asa
  3. Berani presentasi, menjawab pertanyaan, berpendapat, dan bertanya dalam berbagai kesempatan
Karakter Nasionalisme:
  1. Menghargai dan menjaga keragaman dan kekayaan budaya bangsa
  2. Rela berkorban
  3. Disiplin dan taat hukum
Dibuktikan dengan Dokumen:
  • Rencana dan laporan pelaksanaan kegiatan. 
  • Dokumentasi kegiatan. 
  • Jurnal siswa dan guru. 
  • Observasi aktivitas siswa terkait dengan pengembangan karakter. 
  • Wawancara dengan guru kelas dan siswa. 
  • Jurnal Siswa SD/MI Download DISINI
Download Jurnal Kelas 1 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Download Jurnal Kelas 4 SD K13 Revisi
Instrumen Nomor 34 Standar Kompetensi Lulusan : Siswa memiliki perilaku yang mencerminkan sikap pembelajar sejati sepanjang hayat sesuai dengan perkembangan anak, yang diperoleh dari pengalaman pembelajaran dan pembiasaan melalui gerakan literasi sekolah/madrasah, meliputi: (1) perencanaan dan penilaian program literasi, (2) waktu yang cukup untuk kegiatan literasi, (3) membaca buku, (4) lomba terkait literasi, (5) memajang karya tulis, (6) penghargaan berkala untuk siswa, (7) pelatihan literasi.
Sekolah/madrasah memiliki program gerakan literasi yang mencerminkan sikap pembelajar sejati sepanjang hayat diwujudkan dalam aktivitas pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas, melalui pembiasaan program tersebut, meliputi : 
  • Perencanaan dan penilaian program literasi
  • Disediakan waktu yang cukup untuk kegiatan literasi.
  • Membaca/menulis buku dan bacaan lainnya di ruang baca/pojok baca/tempat yang tersedia.
  • Menyelenggarakan lomba yang terkait dengan literasi
  • Memajang karya tulis siswa (berupa puisi, artikel, biografi, sejarah, dan lain-lain) dan merotasi secara berkala.
  • Penghargaan terhadap prestasi siswa secara berkala.
  • Pelatihan tentang literasi
Dibuktikan dengan Dokumen:
  1. Rencana dan laporan pelaksanaan kegiatan literasi.
  2. Dokumentasi kegiatan.
  3. Observasi aktivitas siswa terkait dengan pelaksanaan gerakan
  4. Wawancara dengan kepala sekolah/madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan komite sekolah/madrasah.
  5. Download Buku Panduan Gerakan Literasi SD/MI
  6. Contoh Program Literasi Sekolah Rancangan Seimbang Strategi Pembelajaran

Instrumen Nomor 35 Standar Kompetensi Lulusan : Siswa memiliki perilaku yang mencerminkan sikap sehat jasmani dan rohani melalui keterlibatan dalam kegiatan kesiswaan, berupa: (1) olahraga, (2) seni, (3) kepramukaan, (4) UKS, (5) keagamaan, (6) lomba yang terkait dengan kesehatan jasmani dan rohani
Untuk memiliki perilaku yang mencerminkan sikap sehat jasmani dan rohani, setiap siswa terlibat dalam seluruh kegiatan baik intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler melalui kegiatan kesiswaan, berupa:
  • Olah raga
  • Seni
  • Kepramukaan
  • UKS
  • Keagamaan
  • Lomba yang terkait dengan kesehatan jasmani dan rohani
Dibuktikan dengan Dokumen:
  1. Program, laporan, dan dokumentasi kegiatan kesiswaan
  2. Kehadiran siswa dalam pembelajaran
  3. Kegiatan ekstrakurikuler wajib maupun pilihan
  4. Prestasi dalam bidang olah raga dan seni
  5. Catatan perkembangan siswa dari guru PJOK, wali kelas, dan kepala sekolah/madrasah
  6. Observasi lingkungan sekolah yang meliputi kantin, UKS, dan aktivitas lain yang relevan.
  7. Download Aplikasi 

Instrumen Nomor 36 Standar Kompetensi Lulusan : Siswa memiliki pengetahuan: (1) faktual, (2) konseptual, (3) prosedural, (4) metakognitif dalam setiap tema sesuai dengan pembelajaran tematik terpadu
Pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat dasar berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dalam konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, dan negara.

Dibuktikan dengan Dokumen:
  • Silabus setiap mata pelajaran
  • RPP setiap mata pelajaran
  • portofolio dan laporan kegiatan
  • penilaian
  • Observasi:
  • proses kegiatan pembelajaran di kelas atau di luar kelas
  • Sarana dan prasarana yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran

Instrumen Nomor 37 Standar Kompetensi Lulusan : Siswa memperoleh pengalaman pembelajaran yang ditunjukkan oleh kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal, meliputi: (1) kegiatan yang menunjukkan keberagaman budaya, (2) peringatan hari-hari besar, (3) peringatan hari-hari besar agama, (4) pentas seni budaya, (5) bulan bahasa
Sekolah/madrasah memfasilitasi siswa untuk memperoleh pengalaman pembelajaran yang ditunjukkan oleh kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal, meliputi:
  • kegiatan yang menunjukkan keberagaman budaya
  • peringatan hari-hari besar
  • peringatan hari-hari besar agama
  • pentas seni budaya
  • bulan bahasa
Dibuktikan dengan Dokumen:
  • Program sekolah
  • Laporan pelaksanaan kegiatan seni dan budaya lokal.
  • Observasi Proses pembelajaran kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler

Instrumen Nomor 38 Standar Kompetensi Lulusan : Siswa memperoleh pengalaman pembelajaran menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif melalui pemanfaatan sumber belajar berupa: (1) bahan ajar, (2) buku teks, (3) perpustakaan, (4) alat peraga, (5) internet.
Sekolah/madrasah memfasilitasi siswa untuk memperoleh pengalaman pembelajaran menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif melalui pemanfaatan sumber belajar berupa:
  • Bahan ajar
  • Buku teks
  • Perpustakaan
  • Alat peraga
  • Internet
Dibuktikan dengan Dokumen:
  • RPP yang memuat penugasan individu dan kelompok
  • Laporan tugas dan kegiatan oleh siswa
  • Bahan dan alat Peraga (Lab Komputer, Lab Bahasa, Lab IPA)
  • Observasi proses pembelajaran di dalam dan luar kelas
  • Program Kerja LAB IPA Sekolah DOWNLOAD
  • Program Kerja LAB Komputer Sekolah DOWNLOAD
  • Program Kerja Perpustakaan Sekolah DOWNLOAD
  • Program Kerja Kesenian di Sekolah Download
  • Program Kerja LAB Bahasa Asing DOWNLOAD
Itulah kiranya informasi mengenai "Akreditasi SD MI Bukti Fisik Standar Kompetensi Lulusan Lengkap sesuai SISPENA BAN-SM" Instrumen nomor 32, 33, 34, 35, 36, 37, dan 38 sesuai dengan Juknis Akreditasi Tahun 2018. Semoga bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan.
Selengkapnya
RPPLH Adiwiyata Kelas 1, 2, 3, 4, 5 ,6 dengan Penjelasannya

RPPLH Adiwiyata Kelas 1, 2, 3, 4, 5 ,6 dengan Penjelasannya

Berikut ini kami bagikan secara lengkap contoh "RPPLH Adiwiyata Kelas 1, 2, 3, 4, 5 ,6" disatukan dalam format RAR dan bentuk filenya microsoft office word untuk semester 1 dan 2.

RPPLH Adiwiyata Kelas 1, 2, 3, 4, 5 ,6

Pengertian, Tujuan, Prinsip, Keuntungan Program Adiwiyata di Sekolah

Sekolah adiwiyata adalah Sekolah yan peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah. Dengan adanya program adiwiyata diharapkan seluruh masyarakat di sekitar sekolah agar dapat menyadari bahwa lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat bagi kesehatan tubuh kita.ADIWIYATA berasal dari 2 kata sansekerta yaitu ADI dan WIYATA. Adi sendiri mempunyai arti yaitubesar, agung, baik, ideal atau sempurna. Sedangkan Wiyata mempunyai arti tempat dimana seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma dan etika. ADIWIYATA artinya tempat yang besar, agung, baik dan indah yang dimana tempat itu digunakan oleh seseorang untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, norma, dan etika.

Tujuan Adiwiyata

Tujuan Umum

Membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang

Tujuan Khusus

Mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik untuk untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

. Prinsip-prinsip Dasar Program Adiwiyata

  1. Partisipatif artinya Komunitas sekolah terlibat dalam manjemen yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran.
  2. Berkelanjutan artinya Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif.

Komponen Adiwiyata

  1. Untuk mencapai tujuan Adiwiyata ada empat komponen program yang merupakan satu kesatuan yang utuh.
  2. Kebijakan Berwawasan
  3. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan
  4. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipasif
  5. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan

Keuntungan Program Adiwiyata

  1. Mendukung pencapaian standar kompetensi/ kompetensi dasar dan standar kompetensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengah
  2. Meningkatkan efesiensi penggunaan dana operasional sekolah melalui penghematan dan pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya dan energi
  3. Menciptakan kebersamaan warga sekolah dan kondisi bejar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif
  4. Menjadikan tempat pembelajaran nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan bemar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar
  5. Meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan sekolah

Konsep 5 R dalam Lingkungan

Konsep 5 R sendiri berasal dari 5 kata dalam bahasa Inggris yaituReduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan kembali), Recycle (Mendaur Ulang), Replace (Menggunakan kembali) dan Replant (Menanam Kembali).
Recycle
Recycle atau mendaul ulang adalah kegiatan mengolah kembali atau mendaur ulang. Pada perinsipnya, kegitan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Contohnya adalah memanfaatkan dan mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos.
Reuse
Reuse atau penggunaan kembali adalah kegiatan menggunakan kembali material atau bahan yang masih layak pakai. Sebagai contoh, kantong plastik atau kantng kertas yang umumnya didapa dari hasil kita berbelanja, sebaiknya tidak dibuang tetapi dikumpulkan untuk digunakan kembali saat dibutuhkan. Contoh lain ialah menggunakan baterai isi ulang.
Reduce
Reduce atau Pengurangan adalah kegiatan mengurangi pemakaian atau pola perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan. Contoh menggunakan alat-alat makan atau dapur yang tahan lama dan berkualitas sehingga memperpanjang masa pakai produk atau mengisi ulang atau refill produk yang dipakai seperti aqua galon, tinta printer serta bahan rumah tangga seperti deterjen, sabun, minyak goreng dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi bertumpuknay sampah wadah produk di rumah Anda.
Replace
Replace atau Penggantian adalah kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang atau memakai barang alernatif yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Upaya ini dinilai dapat mengubah kebiasaan seseorang yang mempercepat produksi sampah. Contohnya mengubah menggunakan kontong plastik atau kertas belanjaan dengan membawa tas belanja sendiri yang terbuat dari kain.
Replant
Replant atau penamanan kembali adalah kegiatan melakukan penanaman kembali. Contohna melakukan kegiatan kreatif seperti membuat pupuk kompos dan berkebun di pekarangan rumah. Dengan menanam beberapa pohon, lingkungan akanmenjadi indah dan asri, membantu pengauran suhu pada tingkat lingkungan mikro (atau sekitar rumah anda sendiri), dan mengurnagi kontribusi atas pemanasan global.

Itulah Penjelasan yang bisa kami uraikan mengenai konsep dari program adiwiyata di sekolah, adapun semua materi yang kami jelaskan tersebut sudah dimasukan kedalam RPP atau RPPLH yang kami bagikan kali ini.

Bagi yang membutuhkan saja, bisa dengan mudah download gratis melalui link yang sudah dibuat dibawah ini :
  • RPPLH Adiwiyata Kelas 1, 2, 3, 4, 5 ,6 Download
Itulah Informasi mengenai RPPLH Adiwiyata Kelas 1, 2, 3, 4, 5 ,6 dengan Penjelasannya. Semoga bermanfaat
Selengkapnya
Anggaran Dasar PKG, KKG, MGMP, KKKS, MKKS, KKPS, MKPS

Anggaran Dasar PKG, KKG, MGMP, KKKS, MKKS, KKPS, MKPS

Berikut ini kami bagikan gratis dan lengkap untuk  Anggaran Dasar PKG, KKG, MGMP, KKKS, MKKS, KKPS, MKPS dalam format microsoft Office Word.

Anggaran Dasar PKG, KKG, MGMP, KKKS, MKKS, KKPS, MKPS

Anggaran Dasar atau disingkat AD untuk suatu organisasi sangatlah penting untuk keberlangsungan serta visi misi yang menjadi tujuan akhirnya. Terlebih untuk tahun pelajaran yang baru tentulah harus dibuatkan lagi Anggaran Dasar yang baru supaya sesuai dengan peraturan pemerintah khusus untuk Pendidikan.

Secara singkat kami uraikan mengenai Isi dari Anggaran Dasar PKG, KKG, MGMP, KKKS, MKKS, KKPS, MKPS.
  • BAB I NAMA DAN DASAR PENDIRIAN
  • BAB II KEDUDUKAN, SIFAT DAN TUJUAN
  • BAB III ORGANISASI
  • BAB IV KEPENGURUSAN
  • BAB V KEANGGOTAAN
  • BAB VI KEGIATAN
  • BAB VII PROGRAM KERJA
  • BAB VIII PEMBIAYAAN
  • BAB IX PENJAMINAN MUTU DAN PELAPORAN
  • BAB X PERUBAHAN ANGGARAN DASAR, TATA TERTIB PERSIDANGAN, DAN PEMBUBARAN ORGANISASI 
  • BAB XI PENUTUP
Tujuan organisasi profesi ini adalah :

  1. Memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam berbagai hal, khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran, penyusunan silabus, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, memaksimalkan pemakaian sarana/prasarana belajar, memanfaatkan sumber belajar, dsb.
  2. Memberi kesempatan kepada anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik.
  3. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mengadopsi pendekatan pembaharuan dalam pembelajaran yang lebih profesional bagi peserta kelompok kerja atau musyawarah kerja.
  4. Memberdayakan dan membantu anggota kelompok kerja dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran di sekolah.
  5. Mengubah budaya kerja anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja (meningkatkan pengetahuan, kompetensi dan kinerja) dan mengembangkan profesionalisme guru melalui kegiatan-kegiatan pengembangan profesionalisme di tingkat MGMP.
  6. Meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajaran yang tercermin dari peningkatan hasil belajar peserta didik.
  7. Meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan-kegiatan di tingkat MGMP.

Lebih jelas dan lengkap lagi, silahkan lihat saja previewnya berikut ini :
 Preview Anggaran Dasar PKG, KKG, MGMP, KKKS, MKKS, KKPS, MKPS


Download File :

Itulah Informasi mengenai Anggaran Dasar untuk PKG, KKG, MGMP, KKKS, MKKS, KKPS dan MKPS yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat.
Selengkapnya
Akreditasi SD/MI Standar Proses Instrumen Nomor 11 s.d 31

Akreditasi SD/MI Standar Proses Instrumen Nomor 11 s.d 31

Akreditasi SD/MI Standar Proses Instrumen Nomor 11 s.d 31

Akreditasi SD/MI Standar Proses Instrumen Nomor 11 s.d 31


Instrumen Standar Proses Nomor 11. Sekolah/madrasah mengembangkan silabus yang memuat komponen: (1) identitas mata pelajaran/tema, (2) identitas sekolah/madrasah, (3) kompetensi inti, (4) kompetensi dasar, (5) materi pokok, (6) kegiatan pembelajaran, (7) penilaian, (8) alokasi waktu, (9) sumber belajar
Silabus dikembangkan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi.

Dibuktikan dengan kelengkapan komponen dan isi silabus yang dimiliki sekolah/madrasah untuk semua tema dan mata pelajaran.
Instrumen Standar Proses 12. Sekolah/madrasah mengembangkan RPP dari silabus, secara lengkap dan sistematis
RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran siswa dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).

Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. RPP disusun berdasarkan KD yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.

Komponen RPP yang lengkap terdiri atas:
  1. Identitas sekolah/madrasah.
  2. Tema/subtema.
  3. Kelas/semester.
  4. Materi pokok.
  5. Alokasi waktu.
  6. Tujuan pembelajaran.
  7. Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi.
  8. Materi pembelajaran.
  9. Metode pembelajaran.
  10. Media pembelajaran.
  11. Sumber belajar.
  12. Langkah-langkah pembelajaran.
  13. Penilaian hasil pembelajaran.
Dibuktikan dengan menelaah isi RPP yang disusun oleh guru di sekolah/madrasah. Bapak dan Ibu tinggal Download saja pada artikel sebelumnya di Bukti Fisik Akreditasi Standar Isi secara lengkap yang bisa diakses DISINI

Cara Download di Berkas Sekolah LIHAT DISINI

Instrumen Standar Proses 13. Sekolah/madrasah mengalokasikan waktu dan beban belajar sesuai ketentuan: (1) durasi 1 jam pembelajaran, (2) beban belajar per minggu, (3) beban belajar per semester, (4) beban belajar pertahun pelajaran
Ketentuan alokasi waktu dan beban belajar di SD/MI adalah sebagai berikut.
INDIKATOR
SD
MI
Durasi setiap satu jam pembelajaran
35 menit
35 menit
Beban Belajar per minggu:
1) Kelas I
30 jam pembelajaran
34 jam pembelajaran
2) Kelas II
32 jam pembelajaran
36 jam pembelajaran
3) Kelas III
34 jam pembelajaran
40 jam pembelajaran
4) Kelas IV, V, dan VI
36 jam pembelajaran
43 jam pembelajaran
Beban Belajar per semester:
1)   Kelas I, II, III, IV, V
18-20 minggu
18-20 minggu
2)   Kelas VI semester ganjil
18-20 minggu
18-20 minggu
3)   Kelas VI semester genap
14-16 minggu
14-16 minggu
Beban Belajar per tahun
36-40 minggu
36-40 minggu

Dibuktikan dengan:
  1. Jadwal pembelajaran dan kalender akademik.
  2. Pembagian tugas guru dan tugas tambahan lainnya.
  3. Dokumen Silabus Mata pelajaran.
Jawab :

  1. Aplikasi Jadwal Pelajaran KLIK DISINI
  2. Aplikasi Kalender Pendidikan/ Akademik KLIK DISINI
  3. Silabus SD/MI Kelas 1, 2, 3 ,4 ,5 dan 6 Kurikulum 2013 KLIK DISINI

Instrumen Standar Proses Nomor 14 : Sekolah/madrasah melaksanakan proses pembelajaran dengan jumlah siswa per rombongan belajar maksimum 28 orang.
Jumlah siswa SD/MI dalam setiap rombongan belajar maksimum 28 orang. Jumlah tersebut bukan merupakan hasil perhitungan jumlah siswa di sekolah/madrasah dibagi dengan jumlah rombongan belajar.

Dibuktikan dengan melihat data siswa atau absensi siswa per kelas. Aplikasi Absensi dengan Grafik

Instrumen Standar Proses Nomor 15. Siswa menggunakan buku teks pelajaran dalam proses pembelajaran
Buku teks pelajaran adalah buku yang digunakan oleh guru dan siswa dalam pembelajaran. Setiap siswa menggunakan buku teks atau buku elektronik (e-Book) untuk semua mata pelajaran.

Dibuktikan dengan:
  1. Melihat pencantuman buku teks mata pelajaran dalam RPP. (buku sumber)
  2. Melihat daftar buku teks pelajaran. (dari daftar inventarsi barang)
  3. Menanyakan kepada beberapa siswa tentang ketersediaan dan penggunaan buku teks pelajaran dalam bentuk cetak maupun e-Book.
Catatan : Untuk Buku Tematik dalam bentuk Soft Copy sudah kami bagikan di Standar Isi, Silahkan akses DISINI

Instrumen Standar Proses Nomor 16. Guru melakukan pengelolaan kelas yang baik dengan: (1) keteladanan dalam sikap spiritual, (2) keteladanan dalam sikap sosial, (3) pengaturan tempat, (4) pengaturan suara, (5) penggunaan kata-kata santun, lugas, dan mudah dimengerti, (6) kemampuan belajar siswa, (7) ketertiban kelas, (8) penguatan dan umpan balik, (9) keaktifan siswa, (10) berpakaian sopan, bersih, dan rapi, (11) menjelaskan silabus mata pelajaran pada tiap awal semester, (12) ketepatan penggunaan waktu.

Pengelolaan kelas yang baik:
  1. Guru wajib menjadi teladan dalam sikap spiritual.
  2. Guru wajib menjadi teladan dalam sikap sosial.
  3. Guru menyesuaikan pengaturan tempat duduk siswa dan sumber daya lain sesuai dengan karakteristik.
  4. Volume dan intonasi suara guru harus dapat didengar dengan baik oleh siswa.
  5. Guru wajib menggunakan kata-kata santun, lugas, dan mudah dimengerti oleh siswa.
  6. Guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar siswa.
  7. Guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, dan keselamatan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran.
  8. Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respon dan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
  9. Guru mendorong dan menghargai siswa untuk bertanya dan mengemukakan pendapat.
  10. Guru berpakaian sopan, bersih, dan rapi.
  11. Guru menjelaskan pada siswa silabus mata pelajaran pada tiap awal semester.
  12. Guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.
Dibuktikan dengan:
  • Mengamati proses pembelajaran di 1-2 kelas, yang dipilih oleh asesor dengan memerhatikan keterlaksanaan dua belas hal di atas. Siapkan 1-2 Orang Guru lengkap dengan Perangkat Pembelajaran, untuk nanti bisa dinilai langsung assesor (Peer Teaching)
  • Melihat rekap hasil supervisi kelas oleh kepala sekolah/madrasah
  • Instrumen Supervisi Kelas Download
  • Program Kerja Supervisi Kelas DOWNLOAD

Instrumen Nomor 17. Guru memulai pembelajaran dengan 5 langkah pendahuluan berikut: (1) menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti pembelajaran, (2) memberi motivasi belajar siswa, (3) mengajukan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari, (4) menjelaskan tujuan pembelajaran, (5) menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
Dalam kegiatan pendahuluan pembelajaran, guru melakukan langkah-langkah berikut:
  1. Menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti pembelajaran.
  2. Memberi motivasi belajar siswa sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.
  4. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai.
  5. Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus
Dibuktikan dengan:
  1. Mengamati pelaksanaan langkah pendahuluan pembelajaran yang dilakukan guru di kelas. (Peer Teaching)
  2. Melihat kesesuaian antara RPP dengan pelaksanaan pembelajaran. 
  3. Melihat rekap hasil supervisi kelas oleh kepala sekolah/madrasah.
  4. Program Kerja Supervisi Kelas DOWNLOAD
  5. Instrumen Supervisi Kelas Download

18. Guru menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan mata pelajaran/tema.
Kegiatan inti menggunakan model pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan KD setiap mata pelajaran.

Model pembelajaran merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memiliki nama, ciri, sintak, pengaturan, dan budaya misalnya discovery learning, project-based learning, problem-based learning, inquiry learning.

Dibuktikan dengan:
  • RPP KLIK DISINI
  • proses pembelajaran di 1-2 kelas, yang dipilih oleh asesor. Siapkan 1-2 Orang Guru lengkap dengan Perangkat Pembelajaran, untuk nanti bisa dinilai langsung assesor (Peer Teaching)
  • wawancara dengan guru dan siswa.

Instrumen Standar Proses Nomor 19. Guru menggunakan metode pembelajaran yang sesuai karakteristik siswa dan mata pelajaran/tema
Kegiatan inti dilaksanakan guru dengan menggunakan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan KD setiap mata pelajaran.

Metode pembelajaran antara lain: Ceramah, Demonstrasi, Diskusi, Belajar Mandiri, Simulasi, Curah Pendapat, Studi Kasus, Seminar, Tutorial, Deduktif, dan Induktif.

Dibuktikan dengan :
  • Persiapkan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) KLIK DISINI
  • Proses pembelajaran di 1-2 kelas, yang dipilih oleh asesor : Persiapkan 1-2 Orang Guru lengkap dengan Perangkat Pembelajaran (RPP untuk 1 Kali Pertemuan ), untuk nanti bisa dinilai langsung assesor (Peer Teaching)
  • wawancara dengan guru dan siswa. 

Instrumen Standar Proses Nomor 20. Guru menggunakan media pembelajaran yang sesuai karakteristik siswa dan mata pelajaran/tema.
Kegiatan inti dilaksanakan guru dengan menggunakan media pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan KD setiap mata pelajaran.

Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran bisa berupa hasil karya inovasi guru maupun yang sudah tersedia.

Dibuktikan dengan :
  • Persiapkan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) KLIK DISINI
  • Proses pembelajaran di 1-2 kelas, yang dipilih oleh asesor : Persiapkan 1-2 Orang Guru lengkap dengan Perangkat Pembelajaran (RPP untuk 1 Kali Pertemuan ), untuk nanti bisa dinilai langsung assesor (Peer Teaching)
  • wawancara dengan guru dan siswa. 

Instrumen Standar Proses Nomor 21. Guru menggunakan sumber belajar yang sesuai karakteristik siswa dan mata pelajaran/tema.

Kegiatan inti dilaksanakan guru dengan menggunakan sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan KD setiap mata pelajaran.

Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan.

Dibuktikan dengan:
  • Persiapkan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) KLIK DISINI
  • Proses pembelajaran di 1-2 kelas, yang dipilih oleh asesor : Persiapkan 1-2 Orang Guru lengkap dengan Perangkat Pembelajaran (RPP untuk 1 Kali Pertemuan ), untuk nanti bisa dinilai langsung assesor (Peer Teaching)
  • wawancara dengan guru dan siswa. 


Instrumen Standar Proses Nomor 22. Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai karakteristik siswa dan mata pelajaran/tema.
Kegiatan inti dilaksanakan guru dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan KD setiap mata pelajaran

Pemilihan pendekatan tematik dan/atau tematik terpadu dan/atau saintifik dan/atau inkuiri dan penyingkapan dan/atau pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjang pendidikan. Sesuai dengan karakteristik sikap, maka salah satu alternatif yang dipilih adalah proses afeksi mulai dari menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, hingga mengamalkan.

Pengetahuan dimiliki melalui aktivitas mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, hingga mencipta. Untuk memperkuat pendekatan saintifik, tematik terpadu, dan tematik sangat disarankan untuk menerapkan belajar berbasis penyingkapan/penelitian. Untuk mendorong siswa menghasilkan karya kreatif dan kontekstual, baik individual maupun kelompok, disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah.

Keterampilan diperoleh melalui kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. Seluruh isi materi mata pelajaran yang diturunkan dari keterampilan harus mendorong siswa untuk melakukan proses pengamatan hingga penciptaan. Untuk mewujudkan keterampilan tersebut perlu melakukan pembelajaran yang menerapkan modus belajar berbasis penyingkapan/penelitian dan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah.

Dibuktikan dengan:
  • Persiapkan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) KLIK DISINI
  • Proses pembelajaran di 1-2 kelas, yang dipilih oleh asesor : Persiapkan 1-2 Orang Guru lengkap dengan Perangkat Pembelajaran (RPP untuk 1 Kali Pertemuan ), untuk nanti bisa dinilai langsung assesor (Peer Teaching)
  • wawancara dengan guru dan siswa. 

Instrumen Standar Proses Nomor 23. Guru bersama siswa mengakhiri pembelajaran dengan langkah penutup, meliputi: (1) mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran, (2) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, (3) melakukan kegiatan tindak lanjut, dan (4) menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran berikutnya.

Dalam kegiatan penutup, guru bersama siswa baik secara individual maupun kelompok melakukan refleksi untuk:
  1. Mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung.
  2. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran,
  3. Melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas individual maupun kelompok.
  4. Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
Dibuktikan dengan:
  1. Mengamati pelaksanaan langkah penutupan pembelajaran yang dilakukan guru di kelas. Persiapkan 1-2 Orang Guru lengkap dengan Perangkat Pembelajaran (RPP untuk 1 Kali Pertemuan ), untuk nanti bisa dinilai langsung assesor (Peer Teaching)
  2. Melihat kesesuaian antara RPP dengan pelaksanaan pembelajaran.
  3. Melihat rekap hasil supervisi kelas oleh kepala sekolah/madrasah.
  4. Program Kerja Supervisi Kelas DOWNLOAD

Instrumen Standar Proses Nomor 24. Guru menggunakan pendekatan penilaian otentik dalam penilaian proses pembelajaran.
Penilaian otentik (authentic assesment) menilai kesiapan siswa, proses, dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan perolehan belajar siswa yang mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) pada aspek pengetahuan dan dampak pengiring (nurturant effect) pada aspek sikap.

Guru dalam proses pembelajaran melakukan penilaian otentik secara komprehensif, baik di kelas, bengkel kerja, laboratorium, maupun tempat praktik kerja, dengan menggunakan: angket, observasi, catatan anekdot, dan refleksi.

Dibuktikan dengan:
  • Instrumen penilaian otentik yang ada dalam RPP
  • Bukti pelaksanaan penilaian otentik (RPP)
  • Hasil penilaian otentik (RPP)
  • Wawancara dengan guru

Instrumen Standar Proses Nomor 25. Guru memanfaatkan hasil penilaian otentik untuk merencanakan program: (1) remedial, (2) pengayaan, (3) pelayanan konseling, (4) perbaikan proses pembelajaran.
Guru memanfaatkan hasil penilaian otentik untuk merencanakan program remedial, pengayaan, dan pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian otentik dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran sesuai Standar Penilaian Pendidikan.

Dibuktikan dengan :
  • Dokumen bukti pemanfaatan hasil penilaian otentik yang dilakukan oleh guru (satu tahun terakhir). seperti : Hasil Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester Siswa
  • Hasil perbaikan dan pengayaan siswa setiap mata pelajaran, di Awali dengan membuat Program Remedial dan Pengayaan berikut dengan Format Perbaikan Nilainya dan di Tanda Tangani Guru bersangkutan.
  • Contoh Program Pengayaan dan Remedial DOWNLOAD

Instrumen Standar Proses Nomor 26. Kepala sekolah/madrasah melakukan pengawasan proses pembelajaran dengan objektif dan transparan guna peningkatan mutu secara berkelanjutan
Kepala sekolah/madrasah melakukan pengawasan proses pembelajaran dengan prinsip:
  1. Objektif, menggunakan kriteria yang sama terhadap semua yang diawasi. 
  2. Transparan, dilakukan secara terbuka dan diinformasikan kepada semua pihak terkait. 
Hasil pengawasan diinformasikan kepada pihak terkait, dan digunakan untuk peningkatan mutu sekolah/madrasah secara berkelanjutan.

Dibuktikan dengan:
  • Dokumen bukti perencanaan dan pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah, serta tindak lanjut hasil pengawasan dalam peningkatan mutu secara berkelanjutan. 
  • Mewawancarai beberapa guru tentang pelaksanaan pengawasan yang dilakukan kepala sekolah/madrasah.
  • Program Kerja Supervisi Kelas DOWNLOAD
  • Program Penilaian Berkelanjutan DOWNLOAD

Instrumen Standar Proses Nomor 27. Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi proses pembelajaran terhadap seluruh guru setiap tahun
Kepala sekolah/madrasah melakukan pengawasan dalam bentuk supervisi proses pembelajaran terhadap guru setiap tahun.

Dibuktikan dengan memeriksa dokumen bukti pelaksanaan supervisi proses pembelajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah atau guru senior yang diberi wewenang oleh kepala sekolah/madrasah.
  • Program Kerja Supervisi Kelas DOWNLOAD

Instrumen Standar Proses Nomor 28. Kepala sekolah/madrasah memantau proses pembelajaran melalui: (1) diskusi kelompok terfokus, (2) pengamatan, (3) pencatatan, (4) perekaman, (5) wawancara, (6) pendokumentasian.
Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. Pemantauan dilakukan melalui diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi.

Dibuktikan dengan:
  1. Dokumen bukti pemantauan proses pembelajaran yang dilakukan kepala sekolah/madrasah. 
  2. Wawancara dengan guru tentang pelaksanaan pemantauan. 
  3. Wawancara dengan siswa tentang pelaksanaan pemantauan.
  4. Program Kerja Supervisi Kelas DOWNLOAD

Instrumen Standar Proses Nomor 29. Kepala sekolah/madrasah menindaklanjuti hasil supervisi proses pembelajaran dengan cara: (1) pemberian contoh, (2) diskusi, (3) konsultasi, (4) pelatihan.
Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran yang ditindaklanjuti dengan cara: pemberian contoh, diskusi, konsultasi, atau pelatihan.

Dibuktikan dengan:
  1. Memeriksa dokumen bukti tindak lanjut supervisi proses pembelajaran yang dilakukan kepala sekolah. 
  2. Wawancara dengan guru tentang tindak lanjut hasil supervisi.
  3. Program Kerja Supervisi Kelas DOWNLOAD

Instrumen Standar Proses Nomor 30. Kepala sekolah/madrasah menyusun: (1) laporan pemantauan, (2) laporan supervisi, (3) laporan evaluasi proses pembelajaran, (4) program tindak lanjut.
Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan tindak lanjut pengembangan keprofesionalan pendidik secara berkelanjutan.

Dibuktikan dengan:
  1. Laporan hasil pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran yang dilakukan kepala sekolah/madrasah. 
  2. Dokumen program tindak lanjut hasil pengawasan.
  3. Program Kerja Supervisi Kelas DOWNLOAD

Instrumen Standar Proses Nomor 31. Kepala sekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran, minimal 1 tahun terakhir.
Tindak lanjut hasil pengawasan dilakukan dalam bentuk:
  1. Penguatan dan penghargaan kepada guru yang menunjukkan kinerja yang memenuhi atau melampaui standar. 
  2. Pemberian kesempatan kepada guru untuk mengikuti program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).
Dibuktikan dengan:
Dokumen bukti pelaksanaan tindak lanjut pengawasan yang dilakukan kepala sekolah/madrasah berupa:
  1. Bukti keikutsertaan guru dalam program PKB. 
  2. Bukti pemberian penguatan dan penghargaan. 
  3. Wawancara dengan guru tentang tindak lanjut hasil pengawasan.
Itulah Informasi mengenai "Akreditasi SD/MI Standar Proses Instrumen Nomor 11 s.d 31" yang bisa kami bagikan. Kurang dan lebihnya mohon kiritik dan saran membangun demi kemajuan blog pendidikan ini. Semoga bermanfaat.
Selengkapnya
Akreditasi SD/MI Standar Isi Instrumen Nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10

Akreditasi SD/MI Standar Isi Instrumen Nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10

Meskipun bisa dibilang untuk proses akreditasi sekolah gampang-gampang susah, namun kali ini Berkas Sekolah akan mencoba menguraikan semua Bukti Fisik yang harus dibuat dan dilengkapi terutama untuk Standar Isi dimulai dari Instrumen nomor 1 sampai dengan 10 sesuai dengan Juknis Akreditasi Terbaru 2018 dari BAN-SM melalui Aplikasi SISPENA.

Akreditasi SD/MI Standar Isi Instrumen Nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10

Instrumen Nomor 1 : Guru mengembangkan perangkat pembelajaran pada kompetensi sikap spiritual siswa sesuai dengan tingkat kompetensi?
Rumusan kompetensi sikap spiritual adalah menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. Kompetensi tersebut dapat dicapai melalui pembelajaran langsung dan tidak langsung (indirect teaching), berupa keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah/ madrasah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa.

Perangkat pembelajaran terdiri atas:
  • Program tahunan dan program semester
  • Silabus
  • RPP
  • Buku guru dan buku siswa
  • Alat evaluasi dan buku nilai (Sikap spiritual siswa diamati dan dicatat guru kelas dan guru mata pelajaran).
Dibuktikan dengan:

Dokumen:
  1. Perangkat pembelajaran yang disusun guru sesuai dengan tingkat kompetensi pada kompetensi sikap spiritual di SD/MI
  2. Hasil kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di KKG tentang kompetensi sikap spiritual siswa/Penguatan Pendidikan Karakter siswa.
  3. Rancangan dan hasil penilaian sikap spiritual, berupa jurnal penilaian, dokumen observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman.
  4. Program kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler berupa kegiatan Keagamaan, misalnya: pesantren kilat, ceramah keagamaan, baca tulis al-Quran, retreat, atau kegiatan lainnya.
  5. Wawancara dengan guru kelas/mata pelajaran
Dibawah ini kami bagikan Bukti Fisik untuk menjawab Instrumen Akreditasi SD/MI Standar Isi yang bisa dipilih langsung sesuai dengan kebutuhan.

Jawaban untuk Bukti Dokumen nomor 1 berikut ini :

Perangkat Pembelajaran SD/MI Kurikulum 2013 Kelas 1 s.d 6 Lengkap DOWNLOAD

RPP Kelas 1 Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi Terbaru

Tema Diri Sendiri

RPP TEMA 1 ST 1 PB 1
RPP TEMA 1 ST 1 PB 2
RPP TEMA 1 ST 1 PB 3
RPP TEMA 1 ST 1 PB 4
RPP TEMA 1 ST 1 PB 5
RPP TEMA 1 ST 1 PB 6

Subtema 1
Subtema 2
Tema Aku dan Sekolahku (sementara belum Ada)

Tema Hidup Bersih dan Sehat ( Tema 4)
RPP Kelas 3 Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi
RPP Kelas 5 Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi
Tema 1 Organ Gerak Hewan Dan Manusia Sub Tema : Organ Gerak Hewan (Sub Tema 1)
RPP Matematika Kelas 5 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017
RPP PJOK Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Lengkap
RPP Kelas 1 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017
RPP PJOK Kelas 5 Kurikulum 2013 Revisi
  • RPP PJOK Kelas 5 SD K13 Revisi Semester 2 Tema 6 DOWNLOAD
  • RPP PJOK Kelas 5 SD K13 Revisi Semester 2 Tema 7 DOWNLOAD
  • RPP PJOK Kelas 5 SD K13 Revisi Semester 2 Tema 8 DOWNLOAD
  • RPP PJOK Kelas 5 SD K13 Revisi Semester 2 Tema 9 DOWNLOAD
RPP PJOK Kelas 4 Kurikulum 2013 Revisi
RPP Kelas 4 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi
RPP Kelas 4 Matematika Kurikulum 2013 Semester 2
RPP Kelas 2 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi
RPP Matematika Kelas 5 Kurikulum 2013 Revisi Semester 1
RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 Revisi Semester 1
Prota,Promes, Silabus,KKM Kelas 6 Kurikulum 2013 Revisi
Silabus Matematika Kelas 4 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi DOWNLOAD

Silabus Kelas 1 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Silabus Kelas 5 Matematika Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017 DOWNLOAD

Silabus Kelas 2 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Silabus Kelas 5 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi
Prota, Promes, Silabus Kelas 4 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Silabus Prota dan Promes Kelas 5 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Silabus Prota dan Promes Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Buku Kelas 6 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Buku Siswa Kelas VI
Buku Guru Kelas VI
Buku Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 1

Buku Siswa
Buku Guru
Buku Kelas 2 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi
Buku Kelas 5 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi
Buku PJOK Kurikulum 2013 Sekolah Dasar
Buku Kelas 4 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semester 2

Buku Guru
Buku Siswa
Buku Siswa Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semester 2
Buku Guru Kelas 1 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Buku Pendidikan Agama Kelas 2 dan 5 Kurikulum 2013 Revisi

Kelas 5 Sekolah Dasar K13 Revisi Terbaru
Buku Kelas 2 SD Pendidikan Agama Kurikulum 2013 Revisi 2017
Buku Guru Kelas 1 K13 Revisi 2017
Buku Siswa Kelas 1 K13 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
Buku Guru Kelas IV/4 K13 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
Buku Siswa Kelas IV/4 K13 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
Buku Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semester 1
Buku Kelas 4 Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2017 Semester 1 Dan 2
Buku Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Buku Matematika Dan PJOK Kurikulum 2013 SD/MI Revisi Tahun 2016 DOWNLOAD
Semua Perangkat Pembelajaran (Prota, Promes, Silabus, RPP) dari kelas 1 sampai 6 sudah terdapat Kompetensi Sikap Spiritual didalamnya.

Jawaban untuk Dokumen Point 2 sampai 5

Program Kerja PMR Download

Program Kerja Gugus SD DOWNLOAD

Program kerja Pesantren Kilat DOWNLOAD

Program Kerja Bimbingan dan Konseling DOWNLOAD

Kumpulan Program Kerja yang ada di Lingkungan Sekolah DOWNLOAD

Program Kerja PASKIL Menarik dan Lengkap Siap Pakai DOWNLOAD

Program Remedial dan Pengayaan DOWNLOAD

Program Kerja Ekstrakulikuler Bola Volly DOWNLOAD

Program Kerja Ekstrakulikuler Lengkap DOWNLOAD

Instrumen Nomor 2 : Guru mengembangkan perangkat pembelajaran pada kompetensi sikap sosial siswa sesuai dengan tingkat kompetensi
Rumusan kompetensi sikap sosial, yaitu menghayati dan mengamalkan perilaku: (a) jujur; (b) disiplin; (c) santun; (d) percaya diri; (e) peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai); (f) bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional yang dapat dicapai melalui pembelajaran langsung dan tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah/madrasah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa.

Perangkat pembelajaran terdiri atas:
  • Program tahunan dan program
  • Silabus
  • RPP
  • Buku guru dan buku siswa.
  • Alat evaluasi dan buku nilai (Sikap sosial siswa diamati dan dicatat guru kelas dan guru mata pelajaran).
Dibuktikan dengan Dokumen:
  1. Perangkat pembelajaran yang disusun guru sesuai dengan tingkat kompetensi pada kompetensi sikap sosial di SD/M
  2. Hasil kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di KKG tentang kompetensi sikap sosial/atau penguatan pendidikan karakter siswa.
  3. Rancangan dan hasil penilaian sikap sosial, berupa jurnal penilaian, dokumen observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman.
  4. Program dan hasil kegiatan ekstrakurikuler berupa kegiatan Krida, misalnya: Kepramukaan, Palang Merah Remaja (PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), dan lainnya. Latihan olah-bakat latihan olah-minat, misalnya: pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya dan lain-lain.
  5. Wawancara dengan guru kelas/mata pelajaran tentang perangkat pembelajaran guru yang memuat tentang pelaksanaan kompetensi sikap sosial.
Jawab :

  • Untuk Point 1 sesuai dengan Instrumen Nomor 1 Standar Isi, Silahkan di dapatkan saja semua Perangkat Pembelajaran (Prota, Promes, Silabus, RPP) karena didalamnya sudah memuat Kompetensi Sikap Sosial
  • Point 2 : Laporan mengenai keikutsertaan dalam kegiatan PKB atau KKG dalam mengembangkan RPP yang memuat Sikap Sosial
  • Point 3 : Hasil dari Penilaian yang dilakukan Guru berkaitan dengan penilaian sikap sosial berikut dengan instrumennya
  • Point 4 : Hasil Karya Siswa dalam bidang ekstrakulikuler yang sudah pernah diikuti atau dilakukan seperti Photo kegiatan pramuka (berkemah), membuat blankar, piala kegaitan, piagam kegiatan
  • point 5 : bisa dibuatkan photo kegiatan dalam pelaksanaan MGMP dalam penyusunan Perangkat pembelajaran

Instrumen Nomor 3 : Guru mengembangkan perangkat pembelajaran pada kompetensi pengetahuan siswa sesuai dengan tingkat kompetensi.
Kompetensi Inti pengetahuan yang harus dimiliki siswa SD/MI adalah memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat dasar denga cara mengamati, menanya, dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya makhluk ciptaan Tuhan dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah, dan tempat bermain.

Hasil kegiatan pengembangan perangkat pembelajaran kompetensi pengetahuan meliputi:
  • Program tahunan dan program semester.
  • Silabus
  • RPP
  • Buku yang digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran.
  • Alat evaluasi dan buku nilai untuk kompetensi pengetahuan.
Dibuktikan dengan Dokumen:
  1. Perangkat pembelajaran guru yang disusun sesuai dengan tingkat kompetensi inti 3 (pengetahuan) dan kompetensi dasar.
  2. Hasil kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di KKG tentang kompetensi pengetahuan siswa.
  3. Program kegiatan ekstrakurikuler berupa Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan, kemampuan akademik, dan lainnya.
  4. Wawancara dengan guru kelas/mata pelajaran tentang kompetensi inti pengetahuan dan kompetensi dasar pada setiap mata pelajaran
Jawab :
  1. Point 1 sama dengan Instrumen Standar Isi Nomor 1 Karena semua perangkat pembelajaran sudah memuat Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
  2. untuk Point 2 bisa dengan laporan keikutsertaan dalam KKG, MGMP Guru tentu dengan membuat perangkat pembelajaran yang sudah memuat kompetensi inti pengetahuan dan kompetensi dasar
  3. Untuk point 3 ini bisa dengan bentuk tugas yang sudah pernah dikerjakan siswa yang berkaitan dengan ektrakulikuler pengetahuan siswa

Instrumen Nomor 4 : Guru mengembangkan perangkat pembelajaran pada kompetensi keterampilan siswa sesuai dengan tingkat kompetensi
Kompetensi Inti Keterampilan pada SD/MI adalah menunjukkan keterampilan berfikir dan bertindak: (a) kreatif, (b) produktif, (c) kritis, (d) mandiri, (e) kolaboratif, dan (f) komunikatif dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis, dan kritis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak sesuai dengan tahap perkembangannya.

Hasil kegiatan pengembangan perangkat pembelajaran kompetensi keterampilan meliputi:
  • Program tahunan dan program semester.
  • Silabus
  • RPP
  • Buku yang digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran.
  • Kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
  • Alat evaluasi dan buku nilai untuk kompetensi keterampilan
Dibuktikan dengan Dokumen
  • Perangkat pembelajaran guru yang disusun sesuai dengan tingkat kompetensi inti 4 (keterampilan) dan kompetensi dasar.
  • Buku pelajaran
  • Hasil tugas intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
  • Penilaian keterampilan berupa penilaian kinerja, proyek dan portofolio, berupa kegiatan pengamatan guru seperti menyanyi, bermain peran dan menari, atau produk siswa seperti poster, karangan, puisi, dan lain-lain
  • Wawancara dengan guru kelas/mata pelajaran tentang kompetensi inti keterampilan dan kompetensi dasar pada setiap mata pelajaran.

Instrumen Nomor 5 : Sekolah/madrasah mengembangkan perangkat Pendidikan Agama dan Budi Pekerti sesuai ruang lingkup materi pembelajaran pada setiap tingkat kelas.
Perangkat pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dikembangkan sesuai tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi pada setiap tingkat kelas.

Dibuktikan dengan Dokumen:
  • Program tahunan dan program semester.
  • Perangkat pembelajaran.
  • Buku yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
  • Hasil kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di KKG tentang kompetensi pengetahuan siswa.
  • Wawancara terhadap minimal 3 siswa dari kelas yang berbeda.
Bukti Fisiknya :

RPP PAI SD Kurikulum 2013 Kelas 1,2,3,4,5 dan 6
RPP PAI Kelas 5 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017
  • Mari belajar Q.S Al Ma’un (Sementara belum Ada)
  • Mari Mengenal Rasul Allah (Sementara belum Ada)
  • Mari Hidup Sederhana dan Ikhlas (Sementara belum Ada)
  • Indahnya shalat tarawih dan tadarus (Sementara belum Ada)
  • Kisah keteladanan Luqman (Sementara belum Ada)
RPP PAI Kelas 4 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi (Belum Ada)

Buku PAI Kelas 6 Kurikulum 2013 Revisi 2018
Buku PAI Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Instrumen Nomor 6 : Sekolah/madrasah mengembangkan perangkat pembelajaran tematik terpadu sesuai tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi pembelajaran pada setiap tingkat kelas
Kurikulum SD/MI (Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum) Pelaksanaan Kurikulum pada Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dilakukan melalui pembelajaran dengan pendekatan tematik-terpadu dari Kelas I sampai Kelas VI. Mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dikecualikan untuk tidak menggunakan pembelajaran tematik-terpadu.

Tema pada Pembelajaran Tematik Terpadu di SD/MI sebagai berikut :

NO.
KELAS I
KELAS II
KELAS III
KELAS IV
KELAS V
KELAS VI
1.
Diri Sendiri
Hidup Rukun
Sayangi Hewan dan Tumbuhan di Sekitar
Indahnya Kebersa-maan
Bermain dengan Benda-benda di sekitar
Selamat-kan makhluk hidup
2.
Kegemaranku
Bermain di Lingkunganku
Pengalaman yang Mengesan-kan
Selalu Berhemat Energi
Peristiwa dalam Kehidupan
Persatuan dalam perbeda-an
3.
Kegiatanku
Tugasku Sehari-hari
Mengenal Cuaca dan Musim
Peduli terhadap Makhluk Hidup
Hidup
Rukun
Tokoh dan Penemu
4.
Keluargaku
Aku dan Sekolahku
Ringan Sama Dijinjing Berat Sama
Dipikul
Berbagai Pekerjaan
Sehat itu Penting
Globalisa-si
5.
Pengalamanku
Hidup Bersih dan Sehat
Mari Kita Bermain dan Berolahraga
Menghargai Jasa Pahlawan
Bangga Sebagai Bangsa Indonesia
Wirausaha
6.
Lingkungan Bersih, Sehat, dan Asri
Air, Bumi, dan Matahari
Indahnya Persahabat-an
Indahnya Negeriku

Kesehatan masyara-kat
7.
Benda, Binatang, dan Tanaman disekitarku
Merawat Hewan dan Tumbuhan
Mari KitaH emat Energi untuk Masa Depan
Cita-citaku


8.
Peristiwa Alam
Keselamat-an di Rumah dan Perjalanan
Berperilaku Baik dalam Kehidupan Sehari-hari
Daerah Tempat Tinggalku


9.


Menjaga Kelestarian Lingkungan
Makanan Sehatdan Bergizi



Dibuktikan dengan Dokumen:
  • Perangkat Pembelajaran Tematik Terpadu pada setiap kelas setiap semester.
  • Silabus dan RPP Pembelajaran Tematik Terpadu pada semua tingkat kelas dan kesesuaiannya dengan buku guru dan buku siswa.
  • Hasil kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di KKG tentang kompetensi pengetahuan siswa.
  • Wawancara dengan minimal tiga siswa dari kelas 4, 5, dan 6.

Instrumen Nomor 7 : Kepala sekolah/madrasah bersama guru mengembangkan kurikulum sesuai dengan pedoman pengembangan KTSP dengan melibatkan beberapa unsur: (1) pengawas sekolah/madrasah, (2) narasumber, (3) komite sekolah/madrasah, (4) penyelenggara lembaga pendidikan
Tim Pengembang Kurikulum adalah tim yang bertugas antara lain mengembangkan kurikulum sekolah/madrasah. Keterlibatan Tim Pengembang Kurikulum dibuktikan dengan dokumen penugasan, berita acara dan notulen rapat, serta tanda tangan dari berbagai pihak yang terlibat; yaitu seluruh guru mata pelajaran, konselor (guru Bimbingan dan Konseling), dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara pendidikan.

Dibuktikan dengan :
  • SK penetapan tim pengembang kurikulum sekolah/madrasah. DOWNLOAD DISINI
  • Daftar hadir kegiatan pengembangan kurikulum.
  • Daftar hadir narasumber.
  • Berita acara penetapan kurikulum.
  • Notulen rapat pengembangan kurikulum

Instrumen Nomor 8 : Sekolah/madrasah menyusun KTSP yang meliputi: (1) visi, misi dan tujuan, (2) pengorganisasian muatan kurikuler, (3) pengaturan beban belajar siswa dan beban kerja guru (4) penyusunan kalender pendidikan, (5) penyusunan silabus muatan pelajaran, (6) penyusunan RPP
KTSP disusun mengacu pada Kerangka Dasar pada Standar Isi meliputi:
  1. Perumusan visi, misi, dan tujuan satuan Pendidikan.
  2. Pengorganisasian muatan kurikuler satuan Pendidikan.
  3. Pengaturan beban belajar siswa dan beban kerja guru pada tingkat kelas.
  4. Penyusunan kalender pendidikan satuan Pendidikan.
  5. Penyusunan silabus muatan atau mata pelajaran muatan local.
  6. Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran setiap muatan pembelajaran.
Dibuktikan dengan:
  1. Dokumen KTSP bagian kerangka dasar sesuai dengan pedoman pengembangan KTSP.
  2. Dokumen silabus mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi pekerti, dan silabus mata pelajaran lainnya termasuk muatan lokal dalam bentuk soft copy atau hard copy.

Instrumen Nomor 9 : Sekolah/madrasah mengembangkan kurikulum sesuai dengan prosedur operasional pengembangan KTSP yang meliputi tahapan berikut: (1) analisis, (2) penyusunan, (3) penetapan, (4) pengesahan
Prosedur operasional pengembangan KTSP meliputi:

  1. Analisis, mencakup:
    • Analisis ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai Kurikulum.
    • Analisis kebutuhan siswa, satuan pendidikan, dan lingkungan (analisis konteks).
    • Analisis ketersediaan sumber daya pendidikan.
  2. Penyusunan, mencakup:
    • Perumusan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan.
    • Pengorganisasian muatan kurikuler satuan pendidikan.
    • Pengaturan beban belajar siswa dan beban kerja guru pada tingkat kelas.
    • Penyusunan kalender pendidikan satuan pendidikan.
    • Penyusunan silabus muatan atau mata pelajaran muatan lokal.
    • Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran setiap muatan pembelajaran.
  3. Penetapan dilakukan kepala sekolah/madrasah berdasarkan hasil rapat dewan pendidik satuan pendidikan dengan melibatkan komite sekolah/madrasah.
  4. Pengesahan dilakukan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.
Dibuktikan dengan dokumen KTSP yang telah disahkan.

Instrumen Nomor 10 : Sekolah/madrasah melaksanakan kurikulum sesuai ketentuan: (1) mengikuti struktur kurikulum, (2) penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, maksimal 40%, (3) beban kerja guru dan beban belajar siswa sesuai ketentuan, (4) mata pelajaran seni budaya dan prakarya diselenggarakan minimal dua aspek, (5) menyelenggarakan kegiatan pengembangan diri dan cara penilaiannya
Struktur Kurikulum SD
Struktur Kurikulum SD

Struktur Kurikulum MI

Struktur Kurikulum MI

  • Penugasan terstruktur
Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh siswa yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik.
Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh siswa yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh siswa.

Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, paling banyak 40% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan
  • Penambahan Beban Belajar
Satuan pendidikan dapat menambah beban belajar 2 (dua) jam per minggu sesuai dengan kebutuhan belajar siswa dan/atau kebutuhan akademik, sosial, budaya, dan faktor lain yang dianggap penting.
  • Mata Pelajaran Seni Budaya, Prakarya, dan Kewirausahaan
Untuk Mata Pelajaran Seni Budaya, Prakarya, dan kewirausahaan, satuan pendidikan wajib menyelenggarakan minimal 2 dari 4 aspek yang disediakan. Siswa mengikuti salah satu aspek yang disediakan untuk setiap semester, aspek yang diikuti dapat diganti setiap semester.
  • Kegiatan Pengembangan Diri
Kegiatan pengembangan diri berupa ekstrakurikuler terdiri atas Pendidikan Kepramukaan (wajib), usaha kesehatan sekolah (UKS), palang merah remaja (PMR), dan lainnya sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing satuan pendidikan.

Dibuktikan dengan:
  1. Struktur kurikulum di sekolah/madrasah.
  2. Dokumen penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri.
  3. Jadwal pelajaran, daftar hadir, dan RPP.
  4. Hasil belajar seni budaya, prakarya, dan kewirausahaan.
  5. Laporan kegiatan pengembangan diri dan ekstrakurikuler
Itulah informasi mengenai Akreditasi SD/MI Standar Isi Instrumen Nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10. Semoga bisa mendapatkan Gambaran akan langkah yang harus ditempuh dalam melengkapi bukti fisik persiapan akreditasi di Sekolah/ Madrasah (SD/MI).

Kurang dan lebihnya mohon dimaafkan. Apabila ada kritik dan saran yang bersifat membangun silahkan disematkan di kolom komentar atau gabung ke FANSPAGE FACEBOOK Berkas Sekolah.
Selengkapnya