Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 394 Tahun 2019 tentang Penetapan Jam Kerja Pada Bulan Ramadhan 1440 H

Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 394 Tahun 2019 tentang Penetapan Jam Kerja Pada Bulan Ramadhan 1440 H

Kembali berjumpa dengan kami Team Berkas Sekolah - Kali ini kami bagikan Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 394 Tahun 2019 tentang Penetapan Jam Kerja Pada Bulan Ramadhan 1440 H dalam Format PDF yang bisa di Dapatkan secara Gratis. Adapun Isi dari Surat Edaran ini bisa dilihat dibawah ini.

Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 394 Tahun 2019 tentang Penetapan Jam Kerja Pada Bulan Ramadhan 1440 H

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia

Yth :
Menteri Kabinet Kerja
Sekretaris Kabinet
Kepala Badan Intelijen Negara
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
Jasa Agung Republik Indonesia
Panglima tentara Nasional Indonesia
Para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian
Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara
Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Non Struktural
Para Pimpinan Lembaga Penyiaran Publik
Para Gubernur ; dan
Para Bupati/ Walikota

Surat Edaran Nomor 394 Tahun 2019 Tentang Penetapan Jam Kerja Pada Bulan ramadhan 1440 H

Bahwa dalam rangka efektivitas pelaksanaan kinerja ASN pada bulan Ramadhan 1440 H, maka perlu dilakukan penyesuaian jam kerja selama bulan ramadhan tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, ditetapkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang penetapan Jam Kerja Bulan Ramadhan 1440 H sebagai Berikut :

1. Bagi Intansi Pemerintah yang memberlakukan 5 (lima) hari kerja

a. Hari Senin sampai dengan Kamis Pukul 08.00- 15.00
waktu Istirahat Pukul 12.00-12.30

b. Hari Jum'at Pukul 08.00- 15.30
waktu Istirahat Pukul 11.30-12.30

2. Bagi Instansi Pemerintah  yang memberlakukan 6 (enam) hari kerja

a. Hari Senin sampai dengan Kamis dan Sabtu Pukul 08.00- 14.00
waktu Istirahat Pukul 12.00-12.30

b. Hari Jum'at Pukul 08.00- 14.30
waktu Istirahat Pukul 11.30-12.30

3. Jumlah jam kerja efektif bagi instansi pemerintah pisat dan daerah yang melaksanaan 5 (lima) dan 6 (enam) hari kerja selama bulan ramadhan minima 32,50 jam per minggu.

4. ketentuan pelaksanaan lebih lanjut mengenai jam kerja pada bulan ramadhan tersebut diatur oleh pimpinan Instansi pusat dan daerah masing-masing dengan menyesuaikan situasi dan kondisi setempat.

Demikian, mohon agar Surat Edaran tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Atas perhatian dan kerja sama saudara, kami sampaikan terima kasih.

Ditetapkan di Jakarta
menteri Pendayaan Aparatur Negaran dan Reformasi Birokrasi,

Syarifuddin

tembusan :
1. Presiden Republik Indonesia
2. Waki Presiden Republik Indonesia

Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 394 Tahun 2019 tentang Penetapan Jam Kerja Pada Bulan Ramadhan 1440 H ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini :

Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 394 Tahun 2019 tentang Penetapan Jam Kerja Pada Bulan Ramadhan 1440 H


Download File :
Itulah kiranya berbagi file dan informasi mengenai Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 394 Tahun 2019 tentang Penetapan Jam Kerja Pada Bulan Ramadhan 1440 H. Semoga bermanfaat.
Selengkapnya
Materi Perkembangan Emosi Remaja

Materi Perkembangan Emosi Remaja

Berkas Sekolah - Sebelumnya kami sudah membagikan Materi Perkemabangan Psikis Remaja sebagai Bahan atau Referensi Konselor, Guru BP/BK, dan Mahasiswa Jurusan BK/ Sosiologi.

Kini kami lanjutkan Pembahasan untuk Materi Perkembangan Emosi Remaja meliputi pembahasan Pengertian , Ciri-Ciri, Faktor yang mempengaruhi, Memahami, Upaya pengembangan dan Implikasinya dalam penyelenggaraan pendidikan serta Hubungan antara tingkah laku dan Emosi Remaja.

Materi Perkembangan Emosi Remaja Lengkap


Perkembangan Emosi Remaja

Masa remaja merupakan puncak emosionalitas, yaitu perkembangan emosi yang tinggi. Masa remaja awal perkembangan emosinya menunjukkan sifat yang sensitif dan reaktif yang sangat kuat terhadap berbagai peristiwa atau situasi sosial, emosinya bersifat negatif dan temperamental (mudah tersinggung, marah, atau mudah sedih dan murung. Sedangkan remaja akhir sudah mampu mengendalikan emosinyakembangan emosi yang tinggi. Hurlock (Dalam Syamsu Yusuf.2002:196) mengmukakan bahwa remaja usia 14 tahun seringkali mudah marah, mudah terangsang, dan emosinya cenderung meledak-ledak, tidak berusaha mengendalikan perasaannya. Sebaliknya, remaja 16 tahun mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai keprihatinan. Jadi, adanya badai dan tekanan periode ini berkurang menjelang berakhirnya awal masa remaja.

Mencapai kematangan emosional merupakan tugas yang sulit bagi remaja. Proses pencapainnya sangat dipengaruhi oleh kondisi sosio-emosional lingkungannya, terutama lingkungan keluarga dan kelompok teman sebaya. Apabila lingkungan tersebut cukup kondusif, dalam arti kondinya diwarnai oleh hubungan harmonis, saling mempercayai, saling menghargai, dan penuh tanggung jawab, maka remaja cenderung dapat mencapai kematanagn emosionalnya. Sebaliknya, apabila kurang dipersiapkan untuk memahami peran-perannya dan kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua atau teman sebayanya, mereka cenderung akan mengalami kecemasan, tertekan, dan ketidaknyamanan emosional.

Dalam menghadapi ketidaknyamanan emosional tersebut, tidak sedikit remaja yang mereaksinya secara depensif, sebagai upaya untuk melindungi kelemahan dirinya. Reaksi itu tampil dalam tingkah laku malajusment), seperti, (1) agresif, melawan, keras kepala, bertengkar, berkelahi, dan senang mengganggu, dan (2) melarikan diri dari kenyataan: melamun, pendiam, senang menyendiri, dan menyalahgunakan narkoba.

Pertumbuhan fisik, terutama organ-organ seksual mempengaruhi emosi atau perasaan dan dorongan baru yang dialami sebelumnya seperti perasaan cinta, rindu, dan keinginan untuk berkenalan lebih intim dengan lawan jenis. Seseorang individu dalam merespon sesuatu lebih banyak diarahkan oleh penalaran dan pertimbangan-pertimbangan objektif. Akan tetapi pada saat-saat tertentu di dalam kehidupannya, dorongan emosional banyak campur tangan dan mempengaruhi pemikiran-pemikiran dan tingkah lakunya. Oleh karena itu, untuk memahami remaja, memang perlu mengetahui apa yang dilakukan dan dipikirkan. Di samping itu hal yang lebih penting untuk diketahui adalah apa yang mereka rasakan. Makin banyak guru BK dapat memahami dunia remaja seperti apa yang mereka alami, makin perlu kita melihat ke dalam kehidupan emosionalnya dan memahami perasan-perasaannya, baik perasaaan tentang dirinya sendiri maupun orang lain. Gejala-gejala emosional seperti marah, takut, bangga dan rasa malu, cinta dan benci, harapan-harapan dan rasa putus asa, perlu dicermati dan dipahami dengan baik.

Pengertian emosi

Pengertian emosi menurut Crow & Crow (Dalam Sunarto.2002:149) adalah “An emotion is on affective experience that accompanies generalized inner adjusment and mental and physiological stirredup states in the individual, and that shows it self in his evert behavior”.

Jadi emosi adalah pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan mental dari fisik dan berwujud suatu tingkah laku yang tampak.Emosi adalah warna afektif yang kuat yang dan ditandai oleh perubahan-perubahan fisik. Pada saat terjadi emosi seringkali terjadi perubahan-perubahan pada fisik antara lain:
  1. Reaksi elektris pada kulit: meningkat bila terpesona.
  2. Peredaran darah: bertambah cepat bila marah.
  3. Denyut jantung: bertambah cepat bila terkejut.
  4. Pernapasan: bernapas panjang kalau kecewa.
  5. Pupil mata: membesar bila marah.
  6. Liur: mengering kalau takut atau tegang.
  7. Bulu roma: berdiri kalau takut.
  8. Pencernaan: mencret kalu tegang.
  9. Otot: ketegangan dan ketakutan menyebabkan otot menegang atau bergetar (tremor).
  10. Komposisi darah: akan berubah karena emosional yang menyebabkan kelenjar lebih aktif.

Karakteristik perkembangan emosi

Masa remaja sering dianggap sebagai periode “badai dan topan”, yaitu suatu masa di mana ketegangan emosi meninggi sebagai akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. Meningginya emosi terutama karena mereka berada di bawah tekanan sosial dan mereka menghadapi kondisi baru, sedangkan selama masa kanak-kanak ia kurang mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan-keadaan itu. Tidak semua remaja mengalami masa badai dan tekanan, namun sebagian besar mengalami ketidakstabilan emosi dari waktu ke waktu sebagai konsekuensi usaha penyesuaian diri terhadap pola perilaku baru dan harapan sosial baru.

Jenis emosi yang umum dihadapi remaja adalah cinta, kasih sayang, gembira, amarah, takut, cemas, cemburu, sedih, danlain-lain.Emosi cinta atau kasih sayang merupakan hal penting dalam kehidupan remaja dalam kapasitasnya untuk mencintai orang lain dan kebutuhannya untuk mendapatkan cinta dari orang lain. Kemampuan untuk menerima cinta sama pentingnya dengan kemampuan untuk memberi.

Remaja membutuhkankasih sayang dari orang tuanya. Karena 
alasan inilah maka sikap menentang mereka, menyalahkan mereka secara langsung, mengolok-olok mereka, adanya perhatian terhadap lawan jenisnya, merupakan tindakan yang kurang bijaksana. Remaja akan hidup bahagia apabila mendapatkan cinta dari orang lain. Kebutuhan untuk memberi dan menerima cinta menjadi sangat penting walaupun kebutuhan akan perasaan itu disembunyikan secara rapi. Para remaja yang berontak secara terang-terangan, nakal, dan mempunyai sikap membangkang dan permusuhan yang besar, kemungkinannya disebabkan oleh kurangnya rasa cinta dan dicintai yang tidak disadari.

Remaja akan mengalami rasa gembira apabila segala sesuatunya berlangsung dengan baik dan diterima sebagai sahabat, atau bila ia jatuh cinta cintanya mendapat sambutan oleh yang dicintai.Selanjutnya, remaja akan marah apabila mereka mendapat hambatan yang menyebabkan kehilangan kendali terhadap rasa marah. Rasa marah akan terus berlanjut pemunculannya apabila minat, rencana, dan tindakannya dirintangi.

Ciri-ciri emosional remaja

Ciri emosional remaja dibagi menjadi dua yaitu usia 12-15 tahun dan usia 15 – 18 tahun.  Ciri-ciri emosional remaja berusia 12-15 tahun adalah sebagai berikut:
  1. Pada usia ini seorang siswa/anak cenderung banyak murung dan tidak dapat diterka. Sebagian kemurungan sebagai akibat dari perubahan-perubahan biologis dalam hubungannya dengan kematangan seksual dan sebagian karena kebingungannya dalam menghadapi apakah ia masih sebagai anak-anak atau sebagai seorang dewasa.
  2. Bertingkah laku kasar untuk menutupi kekurangan dalam hal rasa percaya diri.
  3. Ledakan-ledakan kemarahan bisa terjadi akibat dari kombinasi ketegangan psikologis, ketidakstabilan biologis, dan kelelahan karena bekerja terlalu keras atau pola makan yang tidak tepat atau tidur yang tidak cukup.
  4. Remaja cenderung tidak toleran terhadap orang lain dan membenarkan pendapatnya sendiri yang disebabkan kurangnya rasa percaya diri.
  5. Remaja mulai mengamati orang tua dan guru-guru mereka secara lebih objektif dan mungkin menjadi marah apabila mereka ditipu degan gaya guru yang bersikap serba tahu.
Sedangkan ciri emosional remaja usia 15 – 18 tahu adalah:
  1. “Pemberontakan” remaja merupakan pernyataan-pernyataan ekspresi dari perubahan yang universal dari masa kanak-kanak ke dewasa.
  2. Banyak remaja yang mengalami konflik dengan orang tuanya. Mereka mengharapkan simpati dan nasihat orang tua atau guru.
  3. Remaja usia ini sering melamun, memikirkan masa depan mereka. Banyak di antara mereka terlalu tinggi menafsir kemampuan mereka sendiri dan merasa berpeluang besar untuk memasuki pekerjaan atau jabatan tertentu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi remaja

Hurlock mengemukakan bahwa perkembangan emosi tegantung pada faktor kematangan dan faktor belajar (Dalam Sunarto.2002:156). Reaksi emosional yangtidak muncul pada awal kehidupan tidak berarti tidak ada, reaksi tersebut mungkin akan muncul di kemudian hari, dengan berfungsinya sistem endoktrin. Kematangan dan belajar terjalin erat satu sama lain dalam mempengaruhi perkembangan emosi.

Perkembangan intelektual menghasilkan kemampuan untuk memahami makna yang sebelumnya tidak dimengerti, memperhatikan satu rangsangan dalam jangka waktu yang lebih lama dan menimbulkan emosi terarah pada suatu objek. Demikian pula kemampuan mengingat mempengaruhi reaksi emosional. Dengan demikian, anak-anak menjadi reaktif terhadap rangsangan yang tadinya tidak mempengaruhi mereka pada usia yang lebih muda.

Metode belajar sangat menunjang perkembangan emosi remaja. Metode belajar tersebut antara lain:

  1. Belajar dengan coba-coba : Individu belajar secara coba-coba untuk mengekspresikan emosi dalam bentuk perilaku yang memberikan pemuasan terbesar kepadanya, dan menolak perilaku yang memberikan pemuasan sedikit atau sama sekali tidak memberikan kepuasan.
  2. Belajar dengan cara meniru : Dengan cara mengamati hal-hal yang membangkitkan emosi orang lain, individu bereaksi dengan emosi danmetode ekspresi yang sama dengan orang-orang yang diamati
  3. Belajar dengan cara mempersamakan diri (learning by identification) : Anak menirukan reaksi emosional orang lain yang tergugah oleh rangsangan yang sama dengan rangsangan yangtelah membangkitkan emosi yang ditiru.
  4. Belajar melalui pengkondisian : Dengan metode ini objek situasi yang pada mulanya gagal memancing reaksi emosional, kemudian dapat berhasil dengan cara asosiasi. Pengkondisian terjadi dengan mudah dan cepat pada tahun-tahun awal kehidupan.
  5. Pelatihan atau belajar di bawah bimbingan dan pengawasan, terbatas pada reaksi : Kepada remaja diajarkan cara bereaksi yang dapat diterima jika suatu emosi terangsang. Dengan pelatihan, mereka dirangsang untuk bereaksi terhadap rangsangan yang biasanya membangkitkan emosi yang menyenangkan dan dicegah agar tidak bereaksi secara emosional terhadap rangsangan yan membangkitkan emosi yang tidak menyenangkan.

Memahami emosi remaja

Mendekati berakhirnya usia remaja, mereka mulai mengalami keadaan emosional yang lebih tenang dan belajar menyembunyikan perasaannya. Hal ini berarti jika ingin memahami remaja, kita tidak hanya mengamati emosi-emosi yang secara terbuka ditampakkan tetapi perlu berusaha mengerti emosi yang disembunyikan.

Jadi emosi yang ditunjukkan mungkin merupakan selubung. Misalnya, seorang yang merasa ketakutan tetapi menunjukkan kemarahan, dan seorang yang hatinya terluka malah tertawa.Semua remaja, sejak masa kanak-kanak telah
mengetahui rasa marah, karena tidak ada seorang pun yang hidup tanpa penuh marah.Remaja perlu diajarkan bahwa tidak hanya menyembunyikan kemarahan mereka tetapi perlu takut terhadap rasa marah dan merasa bersalah apabila marah. Remaja juga telah mengalami bagaimana rasa dicintai dan mencintai, tetapi banyak di antara mereka telah mengetahui bagaimana menyembunyikan perasaan tersebut.

Hubungan antara emosi dan tingkah laku

Rasa takut atau marah dapat menyebabkan seseorang gemetar. Dalam ketakutan, mulut menjadi kering, cepatnya jantung berdetak dan berdenyut, derasnya lairan darah, sistem pencernaan mungkin berubah selama munculnya emosi.

Keadaan emosi yang menyenangkan dan relaks berfungsi sebagai alat pembantu untuk mencerna, sedangkan perasaan tidak enak atau tertekan menghambat pencernaan. Di antara rangsangan yang meningkatkan kegiatan kelenjar sekresi dari getah lambung adalah ketakutan-ketakutan yang krinis, kegembiraan yang berlebihan, kecemasan, dan kekuatiran.

Semua ini menyebabkan menurunnya kegiatan sistem pencernaan dan kadang-kadang menyebabkan sembelit. Salah satu cara penyembuhan yang efektif adalah menghilangkan penyebab dari ketegangan emosi.

Keadaan emosi kesehatan yang normal sangat bermanfaat bagi kesehatan, oleh karena itu kegembiraan yang berlebihan, kecemasan, dan ketakutan hendaknya dihindari. Gangguan emosi juga dapat menyebabkan kesulitan berbicara. Ketegangan emosional yang cukup lama mungkin menyebabkan seseorang gagap. Seorang gagap seringkali dapat normal dalam berbicara, apabila mereka dalam keadaan rileks atau senang. Bila remaja dihadapkan pada situasi yang menyebabkan ia bingung, dapat terjadi mereka bingung dan menunjukkan ketidaknormalan berbicara.

Selanjutnya, sikap takut dan malu atau agresif dapat merupakan akibat dari ketegangan emosi atau frustasi dan dapat muncul dengan hadirnya individu tertentu atau situasi tertentu. Misalnya, seorang siswa yang tidak senang kepada gurunya bukan karena pribadi guru, namun bisa disebabkan sesuatu yang terjadi pada anak sehubungan dengan situasi kelas. Jika ia merasa malu karena gagal dalam menghafal pelajaran di muka kelas, pada kesempatan lain ia mungkin takut untuk berpartisipasi dalam kegiatan menghafal. Akibatnya ia mungkin memutuskan untuk membolos, melarikan diri dari gurunya, orang tuanya, atau otoritas lain. Penderitaan emosional dan frustasi mempengaruhi efektifitas belajar. Seorang siswa akan belajar lebih baik bila termotivasi, karena ia merasa perlu belajar.

Perbedaan individu dalam perkembangan emosi

Seiring meningkatnya usia, individu akan lebih lunak dalam mengekspresikan emosi karena mereka telah mempelajari reaksi orang lain terhadap luapan emosi yang berlebihan, sekalipun emosi itu yang menyenangkan. Selain itukarena mereka mengekang sebagian ekspresi emosi mereka, emosi tersebut cenderung bertahan lebih lama dari pada jika emosi itu diekspresikan secara lebih terbuka. Oleh sebab itu ekspresi emosional mereka menjadi lebih berbeda-beda.

Perbedaan ittu sebagian disebabkan oleh keadaan fisik dan taraf kemampuan intelektualnya, serta kondisi lingkungan. Remaja yang sehat cenderung kurang emosional dibanding dengan yang kurang sehat. Ketika bereaksi dalam kelompok, remaja yang pandai akan bereaksi lebih emosional terhadap rangsangan  dibandingkan dengan remaja yang kurang pandai.

Upaya pengembangan Emosi Remaja dan Implikasinya dalam penyelenggaraan pendidikan

Dalam kaitannya dengan emosi remaja awal yang cenderung banyak melamun dan sulit diterka, maka satu-satunya hal yang dapat dilakukan oleh guru adalah konsisten dalam pengelolaan kelas dan memperlakukan siswa seperti orang dewasa yang penuh tanggung jawab. Guru-guru dapat membantu mereka yang bertingkah laku kasar dengan jalan mencapai keberhasilan dalam tugas sekolah sehingga mereka menjadi anak yang lebih tenang dan lebih mudah ditangani.

Salah satu cara yang mendasar adalah dengan mendorong mereka untuk bersaing dengan diri sendiri. Siswa sekolah menengah atas banyak mengisi pikirannya dengan hal-hal yang lain dari pada tugas-tugas sekolah. Misalnya s3ks dan konflik dengan orang tua. Jadi diperlukan pengendalian lingkungan untuk pembinaan pola emosi positif dan menghilangkan emosi negatif.

Demikianlah kiranya berbagi Informasi mengenai Materi Perkembangan Emosi Remaja secara Lengkap meliputi pembahasan Pengertian , Ciri-Ciri, Faktor yang mempengaruhi, Memahami, Upaya pengembangan dan Implikasinya dalam penyelenggaraan pendidikan serta Hubungan antara tingkah laku dan Emosi Remaja.
Selengkapnya
Materi Perkembangan Psikis Remaja

Materi Perkembangan Psikis Remaja

Kembali berjumpa dengan kami team Berkas Sekolah - Kali ini kami bagikan artikel tentang Materi Perkembangan Psikis Remaja khusus untuk Konselor Sekolah, Guru BP, Guru BK, Mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling dan Sosiologi

Dalam Materi Perkembangan Psikis Remaja yang akan dibahas kali ini mengenai Perkembangan sosial remaja, Karakteristik Penyesuaian Sosial Remaja, Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial, Pengaruh perkembangan Sosial Terhadap Tingkah Laku, Perbedaan individual dalam Perkembangan Sosial, Upaya Pengembangan Hubungan Sosial remaja danImplikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan. Selamat Membaca !!

Materi Perkembangan Psikis Remaja


Perkembangan Psikis Remaja

1. Perkembangan sosial remaja.

Pada masa remaja berkembang “sosial cognition” yaitu kemampuan untuk memahami orang lain. Remaja memahami orang lain sebagai individu yang unik, baik menyangkut sifat-sifat pribadi, minat, maupun perasaannya. Pemahaman ini mendorong remaja menjalin hubungan sosial dengan yang lebih karab dengan mereka, terutama teman sebaya, baik melalui jalinan persahabatan maupun percintaan.

Remaja adalah tingkat perkembangan anak yang telah mencapai jenjang menjelang dewasa. Pada jenjang ini kebutuhan remaja telah cukup kompleks, cakrawala interaksi sosial dan pergaulan remaja telah cukup luas. Dalam penyesuaian diri terhadap lingkungannya, remaja telah memperhatikan dan mengenal berbagai norma pergaulan, yang berbeda dengan norma yang berlaku sebelumnya di dalam keluarga. Remaja menghadapi berbagai lingkungan, bukan saja bergaul dengan berbagai kelompok umur.

Dalam hubungan persahabatan, remaja memilih teman yang memiliki kualitas psikologis yang relatif sama dengan dirinya, baik menyangkut minat, sikap, dan nilai kepribadian. Pergaulan dengan sesama remaja lawan jenis dirasakan yang paling penting tetapi cukup sulit, karena disamping harus memperhatikan norma pergaulan sesama remaja, juga terselip pemikiran adanya kebutuhan masa depan untuk memilih teman hidup. Pada masa remaja juga berkembang sikap conformity yaitu kecenderungan untuk menyerah atau mengikuti opini, pendapat, nilai,kebiasaan, kegemaran, atau keinginan orang lain.

Perkembangan sikap konformitas pada remaja dapat memberikan dampak yang positif maupun negatif bagi dirinya. Apabila kelompok teman sebaya yang diikuti atau diimitasi itu menampilkan sikap dan perilaku yang secara moral agama dapat dipertanggungjawabkan, misalnya kelompok yang taat agama, berbudi pekerti luhur, kreatif dalam mengembangkan bakat, rajin belajar, aktif berorganisasi, maka kemungkinan besar remaja tersebut akan menampilkan pribadi yang baik.

Sebaliknya, apabila kelompoknya itu menampilkan sikap dan perilaku malsuai atau melecehkan nilai-nilai moral, maka sangat dimungkinkan remaja akan menampilkan perilaku seperti kelompoknya itu. Contohnya, tidak sedikit remaja yang mengidap narkotika dan s3ks bebas, karena mereka bergaul dengan kelompok sebaya yang yang sudah biasa melakukan hal tersebut. Karena itu mereka perlu didampingi agar memiliki kemampuan penyesuaian sosial baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Kehidupan sosial pada jenjang remaja ditandai dengan menonjolnya fungsi intelektual dan emosional. Seseorang remaja dapat mengalami sikap hubungan sosial yang bersifat tertutup sehubungan dengan masalah yang dialami remaja. Keadaan atau peristiwa ini oleh Erik Erickson (dalam Letfon,1982:281) dinyatakan bahwa anak telah dapat mengalami krisis identitas. Proses pembentukan identitas diri dan konsep diri seseorang adalah sesuatu yang kompleks. Konsep diri anak tidak hanya terbentuk dari bagaimana anak percaya tentang keberadaan dirinya sendiri, tetapi juga terbentuk dari bagaimana orang lain percaya tentang kebeadaan dirinya. Banyak remaja yang amat percaya pada kelompok mereka dalam menemukan jati dirinya. Dalam hal ini Erickson berpendapat bahwa penemuan jati diri seseorang didorong oleh pengaruh sosiokultural.

Pergaulan remaja bayak diwujudkan dalam bentuk kelompok, baik kelompok kecil maupun besar. Dalam menetapkan pilihan kelompok yang diikuti, didasari oleh berbagai penimbangan, seperti moral sosial ekonomi, minat dan kesamaan bakat, dan kemampuan. Baik di dalam kelompok kecil maupun kelompok besar, masalah umum yang dihadapi remaja dan paling rumit adalah faktor penyesuaian diri. Di dalam kelompok besar akan terjadi persaingan berat, masing-masing individu bersaing untuk tampil menonjol, memperlihatkan akuratnya.

Nilai positif dalam kehidupan kelompok adalah tipe anggota kelompok belajar berorgansasi, memilih pemimpin, dan mematuhi aturan kelompok, Sekalipun dalam hal-hal tertentu tindakan suatu kelompok kurang memperhatikan norma umum yang berlaku di dalam masyarakat, karena yang lebih diperhatikan adalah keutuhan kelompoknya. Di dalam mempertahankan dan melawan “serangan” kelompok lainlebih dijiwai keutuhan kelompoknya tanpa memperdulikan objektifitas kebenaran.

2. Karakteristik Penyesuaian Sosial Remaja

Alexander A. Schneiders (Dalam Syamsu Yusuf. 2002:1999) menjelaskan katakteristik penyesuaian sosial remaja sebagai berikut:

Lingkungan keluarga
  1. Menjalin hubungan yang baik dengan para anggota keluarga.
  2. Menerima otoritas orang tua dan mau mantaati peraturan yang ditetapkan orang tua.
  3. Menerima tanggung jawab dan batasan-batasa (norma ) keluarga.
  4. Berusaha untuk membantu anggota keluarga, sebagai individu maupun kelompok dalam mencapai tujuannya.
Lingkungan Sekolah
  1. Bersikap respek dan mau menerima peraturan sekolah.
  2. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan sekolah.
  3. Menjalin persahabatan dengan teman-teman di sekolah.
  4. Bersikap hormat dan patuh terhadap guru dan semua personil sekolah.
  5. Membantu sekolah dalam merealisasikan tujuan- tujuannya.
Lingkungan masyarakat
  1. Mengakui dan respek terhak-hak orang lain.
  2. Memelihara jalinan persahabatan dengan orang lain. 
  3. Bersikap simpati dan altruistis terhadap kesejahteraan orang lain.
  4. Bersikap respek terhadap nilai-nilai, hukum, tradisi, dan kebijakan masyarakat.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial

Perkembangan sosial manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni keluarga, kematangan individu, status sosial ekonomi keluarga, tingkat pendidikan, dan kemampuan mental terutama emosi dan intelegensi.

a. Keluarga.
Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosialnya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Di dalam keluarga berlaku norma-norma kehidupan keluarga, dan dengan demikian pada dasarnya keluarga merekayasa perilaku kehidupan budaya anak.

Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga. Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga.

b. Kematangan
Bersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mampu mempertimbangkan dalam proses sosial, memberi dan menerima pendapat orang lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional.Disamping itu, kemampuan berbahasa ikut pula menentukan. Dengan demikian,untuk mampu bersosialisasi dengan baik diperlukan kematangan fisik sehingga setiap orang fisiknya telah mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

c. Status sosial ekonomi
Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupan sosial keluarga dalam lingkungan masyarakat. Masyarakat akan memandang remaja, bukan sebagai anak yang independen, akan tetapi akan dipandang dalam konteknya yang utuh dalam keluarga anak itu “ia anak siapa”. Secara tidak langsung dalam pergaulan sosial anak, masyarakat dankelompokknya akan memperhitungkan norma yang berlaku di dalam keluarga. Dari pihak remaja itu sendiri, perilakunya akan banyak memperhatikan kondisi normatif yang telah ditanamkan oleh keluarganya.

Sehubungan dengan hal itu, dalam kehidupan sosial anak akan senantiasa “menjaga” status sosial sosial keluarganya. Dalam hal tertentu maksud menjaga status sosial keluarganya itu mengakibatnya menempatkan dirinya dalam pergaulan sosial yang tidak tepat. Hal ini dapat berakibat lebih jauh, yaitu anak menjadi “terisolasi” dari kelompoknya. Akibat lain lain mereka akan membentuk kelompok elit dengan normanya.

d. Pendidikan 
Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah. Hakikat pendidikan sebagai proses pengoperasiannya ilmu yang normatif, akan memberi warna kehidupan sosial anak di dalam masyarakat dan kehidupan mereka di masa yang akan datang. Pendidikan dalam hal arti luas harus diartikan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh kehidupan keluarga, masyarakat dan kelembagaan. Penanaman norma perilaku yang benar secara sengaja diberikan kepada peserta didik yang belajar di kelembagaanpendidikan. 

Kepada peserta didik bukan saja dikenalkan kepada norma- norma lingkungan dekat, tetapi dikenalkan kepada norma kehidupan bangsa (nasional) dan norma kehidupan antar bangsa. Etik pergaulan dan pendidikan moral diajarkan secara terprogram dengan tujuan untuk membentuk perilaku kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

e. Mental, emosi, dan intelegensi.
Kemampuan berpikir banyak mempengaruhi kemampuan belajar, memecahkanmasalah dan berbahasa. Anak yang berkemampuan intelektual tinggi akan berkemampuan berbahasa secara baik. Oleh karena itu, kemampuan intelektual tinggi, kemampuan berbahasa baik, dan pengendalian emosional secara seimbang sangat menentukan keberhasilan dalam perkembangan sosial remaja. Sikap saling pengertian dan kemampuan memahami orang lain merupakan modal utama dalam kehidupan sosial dan dalam hal ini akan dengan mudah dicapai oleh remaja yang berkemampuan intelektual tinggi.

4. Pengaruh perkembangan Sosial Terhadap Tingkah Laku.

Dalam perkembangan sosial, remaja dapat memikirkan perihal dirinya dan orang lain. Pemikiran itu terwujud dalam refleksi diri, yang sering mengarah ke penilaian diri dan kritik dari hasil pergaulannya dengan orang lain. Hasil penilaian tentang dirinya tidak selalu diketahui orang lain, bahkan sering terlihat usaha seseorang untuk menyembunyikannya. Dengan refleksi diri, hubungan dengan situasi lingkungan sering tidak sepenuhnya diterima, karena lingkungan tidak senantiasa sejalan dengan konsep dirinya yang tercermin sebagai suatu kemungkinan bentuk tingkah laku sehari-hari.

Pikiran remaja sering dipengaruhi oleh ide-ide dari teori-teori yang menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang lain, termasuk orang tuanya. Setiap pendapat orang lain dibandingkan dengan teori yang diikuti atau diharapkan. Sikap kritis ini juga ditunjukkan dalam hal yang sudah umum baginya pada masa sebelumnya, sehingga tata cara, adat istiadat yang berlaku di lingkungan keluarga sering terasa terjadi ada pertentangan dengan sikap kritis yan tampak pada perilakunya. Kemampuan abstraksi menimbulkan kemampuan mempermasalahkan kenyataan dan peristiwa-peristiwa dengan keadaan bagaimana yang semestinya menurut alam pikirannya. Situasi ini akhirnya dapat menimbulkan perasaan tidak puas dan putus asa.

5. Perbedaan individual dalam Perkembangan Sosial

Bergaul dengan sesamma manusia (sosialisasi) dilakukan setiap orang, baik secara individual maupun kelompok. Dilihat dari berbagai aspek, terdapat perbedaan individual manusia, yang hal itu tampak juga dalam perkembangan sosialnya. Sesuai dengan teori komprehensif tentang perkembangan sosial yang dikembangkan oleh Ericson (Dalam Sunarto . 2002:135) dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya setiap manusia menempuh langkah yang berlainan satu dengan yang lain. 

Manusia hidup dalam kesatuan budaya yang utuh, alam, dan kehidupan masyarakat menyediakan segala hal yang dibutuhkan manusia. Namun sesuai bakat dan minat, kemampuan, dan latar belakang kehidupan budayanya maka berkembang kelompok sosial yang beraneka ragam. Remaja yang telah mulai mengembangkan kehidupan bermasyarakat, maka telah mempelajari pola-pola sosial yang sesuai dengan kepribadiannya. 

6. Upaya Pengembangan Hubungan Sosial remaja danImplikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan. 

Remaja dalam mencari identitas diri memiliki sikap yang terlalu tinggi menilai dirinya atau sebaliknya merekabelum memahami benar tentang norma-norma sosial yang berlaku di dalam kehidupan masyarakat. Keduanya dapat menimbulkan hubungan sosial yang kurang serasi, karena ia (mereka) sukar untuk menerima norma sesuai dengan kondisi dalam kelompok atau masyarakat. Sikap menentang dan sikap canggung dalam pergaulan akan merugikan ke dua belah pihak. Kesepakatan norma kehidupan remaja yang berbeda dengan kelompok lain, mungkin kelompok remaja lain, kelompok dewasa, dan kelompok anak-anak, akan menimbulkan perilaku sosial yang kurang atau tidak dapat diterima oleh umum. Tidak sedikit perilaku yang berlebihan akan (over acting) muncul.

Itulah kiranya yang bisa kami bagikan mengenai Materi Perkembangan Psikis Remaja, semoga bermanfaat untuk semua kalangan. Terima Kasih.
Selengkapnya
Perkembangan Fisik Individu Peserta Didik

Perkembangan Fisik Individu Peserta Didik

Berkas Sekolah/ Bimbingan Konseling - Berikut ini kami paparkan secara detail mengenai Perkembangan Fisik Individu Peserta Didik yang meliputi Makna dan Karakteristik Pertumbuhan Fisik Individu Perubahan Fisik Remaja, Keanekaragaman Proporsi Tubuh, Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Fisik sebagai Bahan Ajar, Bahan Pengetahuan seorang Konselor Sekolah/ Guru BK/BP.

Perkembangan Fisik Individu Peserta Didik

Makna dan Karakteristik Pertumbuhan Fisik Individu Perubahan Fisik Remaja

Fisik atau tubuh manusia merupakan sistem organ yang kompleks. Perubahan fisik adalah perubahan – perubahan fisik yan terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan fisik yang tampak jelas adalah tubuh berkembang pesat sehingga mencapai bentuk tubuh orang dewasa yang disertai pula dengan berkembangnya kapasitas produktif. Perubahan-perubahan ini meliputi perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh, munculnya ciri-ciri kelamin yan utama (primer) dan ciri kelamin sekunder.

Rangkaian perubahan fisik yang paling jelas yang nampak dialami oleh remaja adalah perubahan biologis dan fisiologis yang berlangsung pada masa pubertas atau pada awal masa remaja, yaitu sekitar 11 – 15 tahun pada wanita, dan 12 – 16 tahun pada pria (Hurlock, 1973: 20-21). Hormon-hormon baru diproduksi oleh kelenjar endokrin, dan ini membawa perubahan dalam ciri-ciri s3ks primer dan memunculkan ciri-ciri s3ks sekunder.

Gejala ini memberi isyarat bahwa fungsi reproduksi atau kemampuan menghasilkan keturunan sudah mulai bekerja. Seiring dengan itu, berlangsung pula pertumbuhan yang pesat pada tubuh dan anggota – anggota tubuh untuk mencapai proporsi seperti orang dewasa.

Ciri-ciri s3ks primer remaja pria ditandai dengan sangat cepatnya pertumbuhan t3stis, yaitu pada tahun pertama dan kedua,kemudian tumbuh secara lebih lambat, dan mencapai usia matangnya pada usia 20 atau 21 tahun. Matangnya organ-organ s3ks tersebut memungkinkan remaja pria (sekitar usia 14-15 tahun) mengalami mimpi b4sah.

Pada remaja wanita, kematangan organ-organ s3ksnya ditandai dengan tumbuhnya rahin, v4gina, dan ovarium secara cepat. Pada masa inilah (usia 11-15 tahun) untuk pertama kalinya wanita mengalami menstruasi pertama.

Pertumbuhan fisik mengalami perubahan yang pada masa remaja. Menurut Muss (dalam Sarlito, 1991:51) Ciri perubahan fisik adalah sebagai berikut:

a. Remaja Wanita.
  1. Pertumbuhan tulang-tulang (badan menjadi tinggi, anggota badan menjadi panjang)
  2. Pertumbuhan p4yudara
  3. Tumbuh bulu yang halus di kemaluan dan ketiak.
  4. Mencapai pertumbuhan ketinggian badan yang maksimum setiap tahunnya.
  5. M3nstruasi atau haid.
  6. Pinggul dan paha membesar
b. Remaja pria
  1. Petumbuhan tulang
  2. T3stis (buah pelir membesar).
  3. Tumbuh bulu halus di k3maluan
  4. Tumbuh jakun dan mengalami perubahan suara.
  5. Alat produksi sp3rma mulai bereproduksi ditandai mimpi basah.
  6. Menguatnya otot-otot lengan dan p4ha.

Perubahan fisik yang terjadi pada masa remaja

Perubahan fisik yang terjadi pada masa remaja adalah sebagai berikut:
  • Perubahan ukuran tubuh.
Irama pertumbuhan mendadak menjadi cepat sekitar 2 tahun sebelum anak mencapai taraf kematangan kelaminnya. Setahun sebelum pematangan ini, anak akan bertambah tinggi 10 sampai 15 centimeter dan bertambah berat 5 sampai 10 kilogram setelah terjadi pematangan kelamin. Pertumbuhan tubuh selanjutnya masih terus terjadi namun dalam tempo yang sedikit lamban. 

Selama empat tahun pertumbuhan tinggi badan anak akan bertambah 25 persen dan berat tubuhnya hampir mencapai dua kali lipat. Anak laki-laki tumbuh terus lebih cepat dari pada anak perempuan. Pertumbuhan anak laki-laki akan mencapai bentuk tubuh dewasa pada usia 10 sampai 20 tahun, sedang anak perempuan pada usia 20 tahun.
  • Perubahan proporsi tubuh
Ciri tubuh yang kurang proporsional pada masa remaja ini tidak sama untuk seluruh tubuh, ada pula bagian tubuh yang semakin proporsional. Proporsi yang tidak seimbang ini akan berlangsung terus sampai seluruh masa puber selesai dilalui sepenuhnya sehingga akhirnya proporsi tubuhnya mulai tampak seimbang menjadi roporsi oran dewasa.
  • Ciri k3lamin yang utama
Pada masa anak-anak, alat k3lamin yang utama masih belum berkembang dengan sempurna. Ketika memasuki masa remaja, alat k3lamin mulai berfungsi pada saat pertama kali anak laki-laki mengalami “mimpi b4sah”. Sedangkan anak perempuan indung telurnya mulai berfungsi pada saat pertama kali mengalami m3nstruasi.
  • Ciri k3lamin kedua.
Yang dimaksud dengan ciri k3lamin kedua pada anak perempuan adalah membesarnya buah d4da dan mencuatnya puting tete, pinggul melebar lebih lebar dari pada lebar bahu, tumbuh rambut di sekitar alat k3lamin dan ketiak, dan suara bertambah nyaring. Sedangkan ciri k3lamin kedua pada anak laki-laki adalah tumbuh kumis dan jenggot, otot mulai tampak, bahu melebar lebih lebar daripada pinggul, nada suara membesar, tumbuh jakun, tumbuh bulu di ketiak, dada, dan alat k3lamin, serta perubahan jaringan kulit menjadi lebih kasar dan pori-pori membesar.

Ciri k3lamin kedua inilah yang membedakan bentuk fisik antara laki-laki dan perempuan. Ciri ini pula yang seringkali merupakan daya tarik antar jenis k3lamin. Pertumbuhan tersebut bejalan seiring dengan perkembangan ciri k3lamin utama, dan keduanya akan mencapai taraf kematangan pada tahun pertama atau tahun kedua masa remaja.

Keanekaragaman Proporsi Tubuh
a. Percepatan Pertumbuhan
Masa dan proses pertumbuhan tidak sama bagi semua remaja. Banyak faktor individual mempengaruhi jalannya pertumbuhan ini, sehingga baik awal maupun akhir prosesnya terjadi secara berbeda. Pada titik awal mulainya pertumbuhan biasanya tidak terdapat banyak berbeda, akan tetapi kecepatan pertumbuhan setiap individu menjadi sangat berbeda sesuai iramanya masing-masing. Jadi perbedaan individual tentang pertumbuhan tampak dalam perbedaan awal percepatan dan cepatnya pertumbuhan.
  1. Bagi remaja pria permulaan pertumbuhan berbeda-beda dan berkisar antara 10 sampai 16 tahun.
  2. Bagi remaja wanita, percepatan pertumbuhan dumulai antara umur rata-rata 11 tahun. Puncak pertambahan ukuran fisik dicapai pada umur 12 tahun yakni kuran lebih bertambah 6 –11 cm setahun.
b. Proses Kematangan S3ksual
Meskipun kematangan S3ksual berlangsung dalam batas-batas tertentu dan urutan tertentu dalam perkembangan ciri-ciri k3lamin sekunder, namun kematanagn S3ksual remaja berjalan secara individual, sehingga hanya mungkin untuk memberikan ukuran rata-rata dan penyebarannya saja.

Kriteria yang membedakan anak laki-laki dan perempuan, yaitu:

1) Kriteria kematangan S3ksual.
Kriteria kematangan S3ksual tampak lebih jelas pada anak  perempuan dari pada anak laki-laki. M3nstruasi pertama  dipakai sebagai tanda permulaan pubertas. Sesudah itu  masih dibutuhkan satu sampai setengah tahun lagi sebelum  matang bereproduksi.Kriteria pada remaja laki-laki adalah  dengan datangnya 3j4kulasi (pelepasan air m4ni).  Permulaannya masih sangat sedikit, sehingga tidak jelas.

2) Permulaan kematangan S3ksual 
Permulaan kematangan S3ksual pada anak perempuan kira-kira 2 tahun lebih cepat mulainya dari pada anak laki-laki.

4. Faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik
a. Sistem endokrin.
b. Pengaruh keluarga.
c. Pengaruh Gizi
d. Gangguan emosional
e. Jenis kelamin.
f. Status sosial ekonomi.
g. Kesehatan
h. Akibat pertumbuhan fisik

  1. Dampak terhadap keadaan fisik.
  2. Dampak terhadap Sikap dan perilaku (Ingin menyendiri, Bosan, Inkoordinasi, Antagonisme sosial, Emosi yang meninggi, Hilangnya kepercayaan diri, dan Terlalu sederhana)
  3. Dampak terhadap jiwa

Itulah kiranya penjelasan mengenai Perkembangan Fisik Individu Peserta Didik untuk Guru Bimbingan Konseling supaya lebih mengetahui kondisi para peserta didik (konseli).
Selengkapnya
Modul BK Tentang Perkembangan Fisik Individu

Modul BK Tentang Perkembangan Fisik Individu

Modul BK Tentang Perkembangan Fisik Individu 

Tugas pokok guru bimbingan konseling (BK) adalah melaksanakan kegiatan layanan dan kegiatan pendukung kepada peserta didik. Dalam menyelenggarakan kegiatan layanan dan kegiatan pendukung, guru BK perlu memahami karakteristik siswa asuh termasuk perilaku, perkembangan fisik, dan psikhisnya. Dengan memahami karakteristik siswa asuh guru BK dapat memilih pendekatan dan teknik yang tepat dalam memperlakukan mereka sebagai manusia, mengetahui kebutuhan mereka, dan merelevansikan program BK untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Siswa asuh memiliki karakteristik yang unik, yang berbeda antara siswa satu dengan yang lain. Meskipun demikian, guru BK harus memberi kesempatan kepada mereka untuk memperoleh layanan BK sesuai dengan perilakunya, kondisi pfisik, dan psikisnya. Wujud dari upaya tersebut adalah adanya pelayanan BK yang memberi kesempatan peserta didik perkembangannya secara fisik dan psikologis.

Peserta didik jenjang SMP dan SMA/SMK berkisar antara 12 sampai 17 tahun. Rentang usia tersebut dikategorikan pada masa remaja. Dalam modul ini akan dibahas tentang perkembangan fisik, psikhis, dan perilaku remaja serta aplikasinya dalam kegiatan bimbingan konseling.

Modul BK Tentang Perkembangan Fisik Individu untuk mata diklat perkembangan individu dalam proses bimbingan dan konseling ini mendeskripsikan tentang perilaku manusia, perkembangan fisik individu, dan perkembangan psikologis individu, serta penerapannya kaidah perilaku manusia, perkembangan fisik manusia dan psikologis terhadap sasaran pelayanan bimbingan dan konseling.


Daftar Isi Modul BK Tentang Perkembangan Fisik Individu 

BAB II Perkembangan Fisik Individu
1. Makna dan Karakteristik Pertumbuhan Fisik Individu
2. Perubahan Fisik Remaja
3. Keanekaragaman Proporsi Tubuh
4. Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Fisik
5. Rangkuman

Perubahan fisik remaja ditandai oleh (1) perubahan ukuran tubuh, yang selama masa remaja pertumbuhan tinggi badan bertambah 25% dan berat badan sekitar 200 persen, (2) proporsi tubuh yang kurang proporsional, (3) ciri k3l4m1n utama yaitu kematangan fungsi alat k3l4m1n utama yang pada wanita mengalami menstruasi pertama dan “mimpi basah” pertama, dan (4) ciri k3l4m1n kedua adalah pinggul melebar, dan payudara membesar pada wanita dan tumbuhnya kumis dan bulu halus di sekitar k3l4m1n , membesarnya jakun, dan perubahan suara pada laki-laki.

Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik adalah keluarga, gizi, emosional, jenis k3l4m1n , dan kesehatan. Perubahan fisik dapat mempengaruhi perkembangan tingkah laku dan jiwa.

BAB III Perkembangan Psikis Remaja
1. Perkembangan Psikis Remaja
2. Perkembangan Emosi
3. Perkembangan Bakat Khusus
4. Perkembangan Pendidikan dan Karir
5. Perkembangan Nilai dan Moral
6. Rangkuman

Emosi adalah warna afektif yang kuat dan ditandai oleh perubahan-perubahan fisik. Jenis emosi yang sering dialami remaja antara lain cinta, gembira, marah, takut, cemas, dan sedih. Perbedaannya terletak pada rangsangan yang membangkitkan emosi dan derajatnya, serta pengendalian remaja terhadap engkapan emosi mereka.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi antara lain kematangan dan belajar serta kondisi kehidupan. Emosi mempengaruhi tingkah laku, misalnya orang takut menjadi gemetar, sulit bicara, dan membolos. Ada perbedaan individual dalam perkembangan emosi remaja yang sebagian disebabkan oleh keadaan fisik, taraf kemampuan intelektual, dan kondisi lingkungan. Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pendidikan, guru dapat melakukan beberapa upaya dalam pengembangan emosi remaja misalnya, konsisten dalam pengelolaan kelas, mendorong anak bersaing dengan diri sendiri, pengelolaan diskusi kelas yang baik, mencobamemahami remaja, dan membantu siswa untuk berprestasi.

Perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antarmanusia sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia. Perhatian remaja mulai tertuju pada pergaulan di dalam masyarakat dan mereka membutuhkan pemahaman tentang norma kehidupan yang komplek. Pergaulan remaja banyak diwujudkan dalam bentuk kehhidupan kelompok terutama kelompok sebaya sama jenis. Perkembangan sosial anak remaja dipengaruhi dipengaruhi oleh kondisi keluarga, kematangan anak, status sosial ekonomi keluarga, pendidikan , dan kapasitas mental terutama intelek dan emosi.

Nilai-nilai kehidupan adalah norma-norma yang berlaku dalam masyarakat atau prinsip-prinsip hidup yang menjadi pegangan seseorang dalam hidupnya, baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat dan negara. Sedangkan moral adalah ajaran tentang baik, buruk perbuatan dan kelakuan, dan akhlak. Sikap adalah kesediaan bereaksi individu terhadap sesuatu hal. Keterkaitan nilai, moral, dan sikap tampak dalam pengamalan nilai.

BAB IV Perkembangan Perilaku 
1. Definisi Perilaku
2. Bentuk Perilaku
3. Domain Perilaku
4. Proses Terjadinya Perilaku
5. Rangkuman

Yang dimaksud perilaku (manusia) adalah semua kegiatan atau aktifitas manusia, baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati pihak luar. Perilaku individu terbentuk melalui proses awareness (kesadaran), interest, evaluasi, trial, dan adopsi. Perilaku individu dapat dipelajari melalui observasi, eksperimen, tes, angket, biografi, dan buku harian.

BAB V Penerapan Kaidah Perkembangan Fisik, Psikologis dan Perilaku Individu Terhadap Pelayanan Konseling
1. Tugas Perkembangan Remaja
2. Karakteristik Perbedaan Individu
3. Penerapan Kaidah Terhadap Pelayanan BK
4. Rangkuman

Pesera didik memiliki karakteristik individu yang berbeda satu dengan lainnya. Layanan BK diharapkan dapat melayani semua siswa dengan segenap potensi dan kekurangan yang dimiliki. Dalam menyusun program BK seharusnya memperhatikan kebutuhan peserta didik sehingga sebelum merencanakan program guru BK perlu melakukan identifikasi dan analisis kebutuhan peserta didik termasuk kebutuhan akan perkembangan fisik, psikis, dan perilaku. Layanan yang dilaksanakan seharusnya dapat mengemban fungsi pemahaman, pencegahan, pengentasan, dan pemeliharaan dan perkembangan terhadap perkembangan fisik, psikis, dan perilaku peserta didik yang dapat mengembangkan pribadi, sosial, belajar, dan karir.

Berkaitan dengan kondisi peserta didik yang mengalami perkembangan fisik, psikis, dan perilaku, maka materi layanan perlu disesuaikan dengan hal tersebut. Tak kalah penting, dalam pelaksanaan kegiatan layanan pun hal tersebut perlu mejadi pertimbangan sehingga peserta didik dapat mengikuti kegiatan bimbingan sesuai denegan kondisi fisik, psikis, dan perilaku.

Itu Sedikit Bahasan yang ada didalam Modul BK Tentang Perkembangan Fisik Individu. Pastinya sangat membantu dalam proses bimbingan dan konseling Siswa agar lebih paham lagi mengenai Perkembangan Fisik Individu Siswa dengan penjelasan dan kategorinya. Bagi yang membutuhkan file lengkapnya bisa dengan mudah didapatkan melalui tautan link berikut ini ;
Demikianlah kiranya berbagi Informasi dan File mengenai Modul BK Tentang Perkembangan Fisik Individu, Semoga bermanfaat.
Selengkapnya
Buku Prakarya Kelas 8 Revisi 2017 PDF

Buku Prakarya Kelas 8 Revisi 2017 PDF

Kembali berjumpa dengan kami Team Berkas Sekolah. Meskipun untuk saat ini sudah banyak sekolah yang mempunyai Cetakan Buku Pelajaran Prakarya Pegangan Guru dan Siswa Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017, tetapi untuk sebagian sekolah tidak mempunyai dalam format mentahnya atau dalam bentuk file.
  • Download Buku Guru Prakarya Kelas 8 Revisi 2017 Semester 1 KLIK DISINI
  • Download Buku Guru Prakarya Kelas 8 Revisi 2017 Semester 2 KLIK DISINI
https://www.berkassekolah.com/2019/04/buku-prakarya-kelas-8-revisi-2017-pdf.html


Sekilas Tentang Buku Prakarya Kelas 8 Revisi 2017 PDF

Buku dalam bentuk file ini bisa bapak/ibu pergunakan dalam setiap pertemuan menggunakan perangkat komputer dalam pembelajaran di kelas. Hal ini berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dalam setiap mata pelajaran khususnya tuntunan Kurikulum 2013.

Sesuai dengan Buku Guru Prakarya Kelas 8 Revisi 2017 PDF yang ada didalam sambutannya Mata pelajaran Prakarya bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri siswa melalui produk yang dihasilkan sendiri dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar.

Prakarya juga merupakan ilmu terapan yang mengaplikasikan berbagai bidang ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan masalah praktis yang secara langsung mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari.

Ruang lingkup mata pelajaran prakarya untuk SMP/MTs kelas VIII meliputi empat aspek, yaitu Kerajinan, Rekayasa, Budidaya dan Pengolahan. Berdasarkan keempat aspek tersebut para siswa diharapkan mampu untuk membuat produk dengan memanfaatkan potensi dari alam sekitar. Buku Prakarya SMP/MTs kelas VIII ini merupakan edisi revisi yang disusun dengan mengacu kepada Kurikulum 2013 yang telah disempurnakan, baik Kompetensi Inti maupun Kompetensi Dasar.

Untuk membantu guru memahami materi Prakarya yang ada di buku siswa Prakarya SMP/MTs Kelas VIII maka pengorganisasian materi buku ini dibuat sederhana agar mudah dipahami. Oleh karena itu, Buku Guru Prakarya SMP/MTs Kelas VIII disusun dengan pembelajaran berbasis aktivitas.

Pada setiap babnya diuraikan tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar, peta materi, tujuan pembelajaran secara umum, dan langkah-langkah pembelajaran. Pada langkah-langkah pembelajaran dijabarkan dalam beberapa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan beberapa pertemuan. Adapun, disetiap RPP per pertemuan berisi penjelasan yang meliputi informasi untuk guru, konsep umum, proses pembelajaran, interaksi dengan orang tua, pengayaan, remedial dan penilaian.

Pembahasan materi pada RPP disetiap pertemuan dijelaskan secara rinci dan komunikatif meliputi metode, cara memotivasi siswa agar aktif dalam pembelajaran dan pembelajaran yang berekplorasi dengan lingkungannya, maupun penggunaan media pembelajaran, serta cara melakukan penilaian.

Ruang lingkup mata pelajaran Prakarya memiliki 4 aspek, yaitu:

1. Kerajinan
Kerajinan dapat dikaitkan dengan kerja tangan yang hasilnya merupakan benda untuk memenuhi tuntutan kepuasan pandangan estetika -ergonomis, dengan simbol budaya, kebutuhan tata upacara dan kepercayaan (theory of magic and relligy), dan benda fungsional yang dikaitkan dengan nilai pendidikan pada prosedur pembuatannya. Lingkup ini dapat digali dari potensi lokal, seni terap (applied art), dan desain kekinian (modernisme dan postmodernisme).

2. Rekayasa
Rekayasa terkait dengan beberapa kemampuan: merancang, merekonstruksi dan membuat benda produk yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari dengan pendekatan pemecahan masalah. Sebagai contoh, rekayasa penyambungan balok kayu untuk membuat susunan (konstruksi) kerangka atap rumah, harus dilakukan dengan prinsip ketepatan agar susunan rumah tidak mudah runtuh. Lingkup ini memerlukan kesatuan pikir dan kecekatan tangan membuat susunan mengarah kepada: berpikir kreatif, praktis, efektif, ketepatan dan hemat serta berpikir prediktif.

3. Budi daya
Budi daya berpangkal pada cultivation, yaitu suatu usaha untuk menambah, menumbuhkan, dan mewujudkan benda atau makhluk hidup agar lebih besar/tumbuh dan berkembang biak. Kinerja ini membutuhkan perasaan seolah dirinya pembudi daya. Prinsip pembinaan rasa dalam kinerja budidaya ini akan memberikan hidup pada tumbuhan atau hewan, namu,n dalam bekerja dibutuhkan sistem yang berjalan rutin atau prosedural. Manfaat edukatif teknologi budi daya ini adalah pembinaan perasaan, pembinaan kemampuan memahami pertumbuhan dan menyatukan dengan alam (ecosystem) menjadi siswa yang berpikir sistematis berdasarkan potensi kearifan lokal.

4. Pengolahan
Pengolahan artinya membuat, menciptakan bahan dasar menjadi benda produk jadi, agar dapat dimanfaatkan. Pada prinsipnya kerja pengolahan adalah mengubah benda mentah menjadi produk jadi pangan yang mempunyai nilai tambah melalui teknik pengelolaan seperti: mencampur, mengawetkan, dan memodifikasi, sehingga menghasilkan produk pengolahan pangan. Manfaat edukatif teknologi pengolahan bagi pengembangan kepribadian siswa adalah pelatihan rasa yang dapat dikorelasikan dalam kehidupan sehari-hari, sistematis yang dipadukan dengan pikiran serta prakarya.

Dalam mata pelajaran Prakarya ini minimal Guru harus memilih 2 Aspek untuk diajarkan kepada siswa di sekolah, Hal itu juga disesuaikan dengan Potensi setiap Daerahnya terutama dalam pemanfaatan potensi ketersiadaan alat dan bahan serta sarana yang ada dilingkungan sekitar.

Bentuk Penilaian Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap Mata Pelajaran Prakarya

Penilaian hasil belajar siswa mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara utuh dan komprehensif. Cakupan penilaian merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi mata pelajaran, dan proses. Adapun bentuk dan teknik penilaian dapat mengacu pada silabus, karena di dalam silabus telah ditentukan jenis dan teknik penilaian untuk ketercapaian setiap Kompetensi Dasar (KD). Pada mata pelajaran Prakarya bentuk dan teknik penilaian yang digunakan untuk penilaian kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai berikut.

a. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

Pada mata pelajaran Prakarya guru menilai kompetensi pengetahuan melalui tes lisan dan penugasan.
  • Penilaian penugasan berupa pengamatan atau curah pendapat yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas. Contoh format penilaian sebagai berikut.
Penilaian Kompetensi Pengetahuan

Kriteria :
  • Relevansi merujuk pada ketepatan atau keterhubungan fakta yang diamati dengan informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan Kompetensi Dasar/Tujuan Pembelajaran.
  • Kebahasaan menunjukan bagaimana siswa mendeskripsikan fakta- fakta yang dikumpulkan dalam bahasa tulis yang efektif (tata kata atau tata kalimat yang benar dan mudah dipahami).
  • Sikap menunjukkan sikap/perilaku rasa ingin tahu, dan santun saat melakukan wawancara dengan narasumber, dan bekerjasama antar teman dalam kelompok.
Rentang Skor : 1 – 4 - 1 = Kurang; 2 = Cukup; 3 = Baik; 4 = Sangat Baik

b. Penilaian Kompetensi Keterampilan

Guru menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut siswa mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan penilaian praktik, proyek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.
  • Penilaian praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas, pembuatan karya/produk atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi.
  • Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu serta penilaian karya/ produk yang dihasilkan. Contoh format penilaian praktik dan proyek  sebagai berikut.

Rubrik Penilaian Keterampilan Mata Pelajaran Prakarya
Rubrik Penilaian Keterampilan Mata Pelajaran Prakarya
Rubrik Penilaian Keterampilan Mata Pelajaran Prakarya

Rentang Skor: 1 – 4 - 1 = Kurang; 2 = Cukup; 3 = Baik; 4 = Sangat Baik
  • Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya siswa dalam suatu tugas tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui perkembangan, dan kreativitas siswa dalam kurun waktu tertentu. Contohnya adalah kumpulan berbagai penilaian yaitu format penilaian lisan, penilaian observasi/pengamatan, penilaian praktik, maupun penilaian proyek pada uraian di atas.
c. Penilaian Kompetensi Sikap

Guru melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian antarsiswa (peer evaluation), dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarsiswa adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik.
  • Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indra, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati.
  • Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta siswa untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri.
  • Penilaian antarsiswa merupakan teknik penilaian dengan cara meminta siswa untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarsiswa. Berikut ini contoh format penilaian sikap untuk observasi/pengamatan (dilakukan oleh guru), penilaian diri (dilakukan oleh siswa), dan penilaian antar siswa (dilakukan oleh siswa).

Penilaian Kompetensi Sikap

Keterangan:
Rentang Skor : 1 – 5
1 = belum terlihat
2 = mulai terlihat
3 = Kadang-kadang terlihat
4 = Sering terlihat
5 = Sudah berkembang baik

Jurnal Penilaian Sikap Kurikulum 2013

Jurnal merupakan catatan guru di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan siswa yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Contoh format jurnal sebagai berikut.

Jurnal Penilaian Sikap Kurikulum 2013

Instrumen penilaian dalam melakukan penilaian Prakarya, harus memenuhi persyaratan berikut.
  1. Substansi yang merepresentasikan kompetensi yang dinilai.
  2. Konstruksi yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan.
  3. Penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan tingkat perkembangan siswa.

Tampilan Buku Prakarya Kelas 8 Revisi 2017


Itulah Informasi yang bisa kami bagikan mengenai Buku Prakarya Kelas 8 Revisi 2017 dalam format PDF yang bisa di dapatkan secara gratis. Semoga bermanfaat.
Selengkapnya
Panduan Operasional Prosedur (POP) BK 2019 SD SMP SMA SMK

Panduan Operasional Prosedur (POP) BK 2019 SD SMP SMA SMK

Berkas Sekolah - Panduan Operasional Prosedur (POP) BK SD SMP SMA SMK 2019 - Bimbingan dan konseling di sekolah diselenggarakan untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik/konseli agar mampu mengaktualisasikan potensi dirinya atau mencapai perkembangan secara optimal. Fasilitasi dimaksudkan sebagai upaya memperlancar proses perkembangan peserta didik/konseli, karena secara kodrati setiap manusia berpotensi tumbuh dan berkembang untuk mencapai kemandirian secara optimal.

Panduan Operasional Prosedur (POP) BK 2019 SD SMP SMA SMK

Panduan Operasional Prosedur (POP) BK 2019 SD SMP SMA SMK - Bimbingan dan konseling menggunakan paradigma perkembangan individu, yang menekankan pada upaya mengembangkan potensi-potensi positif individu. Semua peserta didik/konseli berhak mendapatkan layanan bimbingan dan konseling agar potensinya berkembang dan teraktualisasi secara positif. Meskipun demikian, paradigma perkembangan tidak mengabaikan layanan-layanan yang berorientasi pada pencegahan timbulnya masalah (preventif) dan pengentasan masalah (kuratif).

Upaya mewujudkan potensi peserta didik/konseli menjadi kompetensi dan prestasi hidup memerlukan sistem layanan pendidikan integratif. Kompetensi hidup ditumbuhkan secara isi-mengisi atau komplementer antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan guru mata pelajaran dalam satuan pendidikan. Setiap peserta didik/konseli memiliki potensi (kecerdasan, bakat, minat, kepribadian, kondisi fisik), latar belakang keluarga, serta pengalaman belajar yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan peserta didik/konseli memerlukan layanan pengembangan yang berbeda-beda pula.

Perkembangan peserta didik/konseli tidak lepas dari pengaruh lingkungan, baik fisik, psikis maupun sosial. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup warga masyarakat, termasuk peserta didik/konseli. Pada dasarnya peserta didik/konseli SMA memiliki kemampuan menyesuaikan diri, baik dengan diri sendiri maupun lingkungan. Proses penyesuaian diri akan optimal jika difasilitasi oleh pendidik, termasuk guru bimbingan dan konseling atau konselor. Penyesuaian diri yang optimal mendorong peserta didik/konseli mampu menghadapi masalah-masalah pribadi, sosial,belajar dan karir.

Kondisi lingkungan yang kurang sehat, maraknya tayangan p0rnografi dan p0rnoaksi di televisi dan Video Compact Disk (VCD) atau Digital Video Disk (DVD), penyalahgunaan alat kontrasepsi dan obat-obat terlarang, ketidak harmonisan kehidupan keluarga, dan dekadensi moral orang dewasa sangat mempengaruhi pola perilaku atau gaya hidup peserta didik/konseli. Perilaku bermasalah seperti: pelanggaran tata tertib sekolah, tawuran antar peserta didik/konseli, tindak kek3r4san (bullying), meminum minuman k3r4s, menjadi pecandu narkoba atau NAPZA (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya) dan pergaulan bebas (free s3x) merupakan perilaku yang tidak sesuai dengan norma kehidupan berbangsa yang beradab.

Perilaku sebagian remaja seperti dipaparkan di atas sangat tidak diharapkan karena tidak sesuai dengan sosok pribadi manusia Indonesia dalam mencapai Tujuan Pendidikan Nasional, yaitu: beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, memiliki pengetahuan dan keterampilan, memiliki kesehatan jasmani dan rohani, memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri, serta memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, Bab II, pasal 3).

Untuk satuan pendidikan sekolah menengah atas (SMA), pencapaian Tujuan Pendidikan Nasional di atas, dijabarkan dalam bentuk kompetensi inti. Kompetensi inti adalah tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang harus dimiliki seorang peserta didik SMA pada setiap tingkat kelas. Kompetensi Inti (KI) meliputi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Terkait dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) pada jenjang SMA, dalam konteks Bimbingan dan Konseling dikenal dengan istilah Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD).

SKKPD pada jenjang SMA mencakup 11 aspek perkembangan, yaitu: landasan hidup religius, landasan perilaku etis, kematangan emosi, kematangan intelektual, kesadaran tanggung jawab sosial, kesadaran gender, pengembangan diri, perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis), wawasan dan kesiapan karier, kematangan hubungan dengan teman sebaya, dan kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga (Depdikbud: 2007). Dirumuskannya tujuan pendidikan, rumusan kompetensi inti, dan standar kompetensi kemandirian mempunyai arti penting bagi penyelenggaraan pendidikan SMA untuk memantapkan pengelolaan (perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi) pendidikan secara bermutu ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional.

Penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan efektif adalah mengintegrasikan tiga komponen sistem pendidikan yang meliputi komponen manajemen dan kepemimpinan, komponen pembelajaran yang mendidik, serta komponen bimbingan dan konseling yang memandirikan. Ketiga komponen tersebut memiliki wilayah garapan sendiri-sendiri yang saling melengkapi dalam upaya tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Dalam POP BK SD SMP SMA dan SMK ini Bapak/Ibu juga bisa membuat :
  •  Contoh Format RPL Konseling Individual  
  •  Contoh Format Laporan Konseling Individual  
  •  Contoh Format Kepuasan Konseling Individual 
  •  Contoh Format RPL Konseling Kelompok 
  •  Contoh Format Laporan Konseling Kelompok 
  •  Contoh Format Kepuasaan Konseling Kelompok 
  •  Contoh Format RPL Bimbingan Kelompok  
  •  Contoh Format Laporan Bimbingan Kelompok  
  •  Contoh Format RPL Bimbingan Klasikal 
  •  Contoh Format Laporan Bimbingan Klasikal 
  •  Contoh Format Bimbingan Kelas Besar /Lintas Kelas 
  •  Contoh Format Laporan Bimbingan Kelas Besar/Lintas Kelas 
  •  Contoh Format Laporan Konsultasi 
  •  Contoh Format Laporan Kolaborasi  
  •  Contoh Format Alih Tangan Kasus  
  •  Contoh Format Laporan Alih Tangan Kasus 
  •  Contoh Format Laporan Kunjungan Rumah 
  •  Contoh Format Laporan Advokasi 
  •  Contoh Format Pelaksanaan Konferensi Kasus 
  •  Contoh Format Laporan Konferensi Kasus  
  •  Contoh Format Peminatan  
  •  Contoh Format Laporan Kegiatan Tambahan 
  •  Contoh Format Pengembangan Keprofesionalan  
  •  Contoh Format Laporan Karya Ilmiah dan Inovatif  
  •  Contoh Laporan Keikutsertaan dalam Organisasi Profesi  
  •  Contoh Angket Evaluasi Hasil Layanan Bimbingan dan Konseling Klasikal  
  •  Contoh Instrumen Observasi terhadap Proses Layanan Bimbingan dan Konseling  
  •  Contoh Skala Asesmen Layanan Bimbingan dan Konseling menurut Siswa 
  •  Contoh Skala Kepuasan Orangtua  
  •  Contoh Skala Kepuasan Guru dan Kepala Sekolah  
  •  Contoh Rangkuman Evaluasi Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling  
  •  Contoh Sistematika Laporan Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling  
  •  Jurnal Harian Kegiatan Bimbingan dan Konseling  
  •  Contoh Equivalensi Kegiatan Bimbingan dan Konseling Dengan Jam Kerja  
Yang mungkin bisa menjadi Contoh, Referensi atau Panduan dalam melengkapi Perangkat Guru BK di Sekolah/ Madrasah. Lebih jelasnya lagi bisa dengan mudah didapatkan melalui tautan link berikut ini ;

Panduan Operasional Prosedur/ POP BK SD KLIK DISINI

Panduan Operasional Prosedur/ POP BK SMP KLIK DISINI

Panduan Operasional Prosedur/ POP BK SMA KLIK DISINI

Panduan Operasional Prosedur/ POP BK SMK KLIK DISINI

Demikianlah kiranya berbagi Informasi dan File mengenai Panduan Operasional Prosedur (POP) BK 2019 SD SMP SMA SMK, semoga bermanfaat.
Selengkapnya
Pengertian, Proses dan Bentuk Perubahan Sosial

Pengertian, Proses dan Bentuk Perubahan Sosial

Berkas Sekolah - Perubahan yang terjadi di dalam masyarakat berupa perubahan norma-norma sosial, nilai-nilai sosial, interaksi sosial, pola-pola perilaku, organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan masyarakat, susunan kekuasaan, dan wewenang. Begitu luasnya bidang-bidang perubahan itu sehingga perlu ditentukan batasan pengertian perubahan sosial.

Pengertian, Proses dan Bentuk Perubahan Sosial

Pengertian Perubahan Sosial

Sejumlah ahli mengungkapkan pendapatnya tentang perubahan sosial.
  • Menurut Prof. Selo Soemardjan, perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan 
  • Menurut William. F. Ogburn mengemukakan bahwa perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan, baik yang material maupun yang inmaterial, terutama yang menekankan pada pengaruh yang besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap kebudayaan inmaterial.
  • Menurut Kingsley Davis, perubahan sosial adalah perubahanperubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
  • Menurut Samuel koening, bahwa perubahan sosial dalam masyarakat menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia karena sebab-sebab intern dan ekstern.
  • Menurut Gillin dan Gillin, perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima yang disebabkan perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun oleh adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
  • Menurut Robert M.I Lawang, perubahan sosial adalah proses ketika dalam suatu sistem sosial terdapat perbedaan-perbedaan yang dapat diukur yang terjadi dalam suatu kurun waktu tertentu.
  • Menurut Max Iver, bahwa perubahan sosial adalah perubahanperubahan dalam hubungan sosial, atau perubahan terhadap keseimbangan sosial tersebut.
Dari beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat termasuk didalamnya perubahan sistem stratifikasi sosial, sistem nilai dan norma sosial, proses-proses sosial, struktur sosial, pola sikap dan tindakan sosial warga masyarakat, serta lembaga-lembaga kemasyarakatannya dalam suatu kurun waktu tertentu.

Proses Perubahan Sosial

Perubahan sosial berproses di dalam masyarakat dan mengubah masyarakat secara keseluruhan secara bertahap. Perubahan sosial terjadi akibat adanya perubahan baik yang bersifat intern (dari dalam masyarakat itu sendiri), maupun datangnya pengaruh dari luar. Misalnya, berkat adanya penemuan mesin-mesin industri di Inggris berkembanglah revolusi industri.

Perubahan-perubahan sosial tersebut secara konkret tampak jelas dengan berkembangnya benda-benda budaya masyarakatnya, seperti perubahan bentuk rumah, perabot rumah tangga, alat-alat komunikasi dan transportasi, mata pencaharian dan lain sebagainya.

Proses perubahan selalu terjadi pada masyarakat, baik secara lambat maupun secara cepat dan perubahan-perubanhan tersebut ada yang direncanakan atau yang tidak direncanakan dan ada yang dikehendaki dan ada yang tidak dikehendaki.

Bentuk-bentuk Perubahan Sosial

Dilihat dari segi bentuknya perubahan sosial itu mempunyai beberapa bentuk:

1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat 

Perubahan yang berlangsung lambat (evolusi) merupakan perubahan yang memerlukan waktu yang lama, karena terjadi dengan sendirinya tanpa direncanakan dimana terdapat suatu rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Perubahan ini merupakan sebagian kecil usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan dan kondisi yang sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.

Teori tentang evolusi sosial ini menurut Alex Inkeles dalam bukunya What is Sociology (1965) dapat di golongkan ke dalam beberapa kategori sebagai berikut :

a. Unilinear Theories Of Education
Yang mengatakan bahwa masyarakat (termasuk kebuda-yaannya) mengalami perkembangan dengan tahap-tahap tertentu. Bermula dari bentuk yang sederhana kemudian menuju yang kompleks sampai pada tahap yang sempurna.

b. Universal Theory Of Evolution
Yang menyatakan bahwa perkembangan masyarakat itu tidak perlu mengikuti tahap-tahap tertentu yang tetap, karena perubahan sosial itu telah mengikuti garis evolusi tertentu. Prinsip teori ini di uraikan oleh Herbert Spencer yang menyebutkan bahwa masyarakat merupakan hasil perkembangan dari kelompok homogen ke kelompok yang heterogen, baik sistem maupun strukturnya

c. Multilined Theories Of Evolution
Merupakan penggabungan dari kedua teori diatas. Teori ini lebih menekankan perlunya penelitian empiris terhadap perubahanperubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat secara ilmiah, seperti penelitian terhadap sistem mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, sistem kekerabatan, dan sebagainya.

Selain perubahan bersifat lambat, perubahan sosial budaya juga bersifat atau berlangsung cepat dan menyangkut sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat yang dinamakan revolusi. Perubahan sosial budaya secara cepat sering menimbulkan disintegrasi dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik.

Revolusi akan terjadi apabila terdapat syarat-syarat dibawah ini:
  1. Adanya suatu keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.
  2. Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut.
  3. Pemimpin tersebut mampu menampung aspirasi masyarakat untuk merumuskan program-program atau arah gerakan.
  4. Pemimpin tersebut harus dapat menunjukan suatu tujuan kepada masyarakat.
  5. Harus ada momentum, untuk bergerak pada saat yang tepat.
2. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar

Perubahan kecil yaitu perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur masyarakat yang tidak membawa pengaruh langsung atau kurang berarti bagi masyarakat. Perubahan mode rambut, mode pakaian, misalnya tidak akan membawa pengaruh kepada masyarakat secara keseluruhan, karena tidak menimbulkan perubahan terhadap lembaga kemasyarakatan. Berbeda dengan proses industrialisasi dapat membawa pengaruh besar terhadap keseluruhan unsur dalam masyarakat agraris. Lembaga-lembaga kemasyarakatan yang terdapat dilingkungan masyarakat akan ikut terpengaruh.
3. Perubahan yang Dikehendaki (direncanakan) dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki (tidak direncanakan)

Perubahan yang direncanakan (planned change), yaitu perubahanperubahan sosial yang sebelumnya telah dikehendaki atau  iprogramkan terlebih dahulu oleh warga masyarakatnya. Pihak yang menghendaki perubahan-perubahan dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau kelompok orang yang dipercayai untuk melakukan perubahan oleh warga masyarakatnya.

Masyarakat dipengaruhi dengan cara-cara tertentu dan dengan perencanaan terlebih dahulu yang disebut rekayasa sosial, atau dinamakan perencanaan sosial (social planning). Perubahan sosial yang tidak direncanakan berlangsung di luar pemikiran atau jangkauan masyarakat serta menimbulkan konsekuensi sosial yang tidak dikehendaki, seperti terjadinya masa penjajakan yang memunculkan diskriminasi sosial dalam masyarakat Indonesia.

Perubahan ini menimbulkan kekacauan atau hambatan-hambatan dalam masyarakat. Misalnya, akibat banjir yang melanda perkampungan mengakibatkan hancurnya pemukiman sehingga masyarakat harus pindah ketempat baru, begitu pula akibat Urbanisasi menimbulkan masalah tempat tinggal diperkotaan, yaitu adanya rumah-rumah kumuh. Begitu pila dengan terjadinya gempa bumi dan peperangan serta pertentangan antara suku.
Selengkapnya
Terbaru Instrumen PKKS 2019 Lengkap

Terbaru Instrumen PKKS 2019 Lengkap

Terbaru Instrumen PKKS 2019 Lengkap - Penilaian Kinerja Kepala Sekolah atau disingkat PKKS merupakan kegiatan menilai Kepala Sekolah yang menjabat baik sekolah negeri atau Swasta yang dilakukan Pengawas Sekolah atau pengawas Pembina. Dalam melaksanakan kegiatan tersebut biasanya Pengawas Sekolah membetntuk Tim supaya nanti bisa dengan mudah dalam menilai setiap Administrasi Kepala Sekolah.


Untuk Tahun 2018/2019 Seorang Kepala Sekolah bukan lagi seorang Guru yang diberikan Tugas Tambahan sebagai Kepala Sekolah melainkan Murni Seorang Kepala Sekolah yang lebih difokuskan dalam mengelola Sekolah (Manajemen Sekolah).

Karena itu pastinya ada yang harus dinilai dalam mengelola Kepala Sekolah yakni dalam kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS). Hal ini dilaksanakan sebagai evaluasi dan perbaikan untuk kedepannya supaya lebih baik dan pastinya sekolah berada di tangan yang tepat dalam memajukan pendidikan juga mutu pendidikan di Indonesia.

Dengan diterbitkannya Permendikbud terbaru Nomor 6 Tahun 2018, maka kepala sekolah bukan hanya sebagai kiprah tambahan, melainkan guru yang diberi kiprah sebagai kepala sekolah. Dengan mengacu pada 8 standar kompetensi seorang kepala sekolah mulai berlakunya permendikbud 2018 tersebut, maka kiprah utama kepala sekolah menjadi lebih terperinci dan tidak harus mengajar.

Dalam hal Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) seorang kepala sekolah haruslah memiliki sebuah instrumen yang dimana dengan instrumen tersebut akan memudahkan kepala sekolah memperlihatkan penilaian kinerjanya untuk dievaluasi oleh pengawas sekolah.

Sehingga untuk menunjang lancarnya Penilaian Kinerja Kepala Sekolah ada beberapa instrumen penting yang harus diketahui dan dipersiapkan oleh Kepala Sekolah. Berikut beberapa Instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah yang harus dipersiapkan beserta Bukti Fisik Instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah.

Kami menemukan beberapa kata kunci berkaitan dengan yang berkaitan dengan Instrumen PKKS Tahun 2019 diantaranya :
  • Instrumen Pkks 2019
  • Download Instrumen Pkks 2019
  • Instrumen Pkks 2019 Pdf
  • Instrumen Pkks SD 2019
  • Instrumen Pkks SMP 2019
  • Bukti Instrumen Pkks Kompetensi Kewirausahaan
  • Instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah 2018 Doc
  • Instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah 2019 Doc
Semua itu merujuk pada file yang akan dibagikan dalam kesempatan kali ini. 

1. Permendikbud No.6 Tahun 2018 Ttg Penugasan Guru Sbg Kepala Sekolah.doc

1a. Permendikbud No.6 Tahun 2018 Ttg Penugasan Guru Sbg Kepala Sekolah.pdf

2. Juknis Penilaian Kinerja Kepala Sekolah.doc

2a. Juknis Penilaian Kinerja Kepala Sekolah.pdf

3. Berita Acara Penilaian Kinerja Kepala Sekolah.doc

3a. Berita Acara Penilaian Kinerja Kepala Sekolah.pdf

4. Instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah.doc

4a. Instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah.pdf

5. Kuesioner PKKS Untuk Komite Sekolah.doc

5a. Kuesioner PKKS Untuk Komite Sekolah.pdf

6. Kuesioner PKKS Untuk Siswa.doc

6a. Kuesioner PKKS Untuk Siswa.pdf

Lengkapnya File PKKS.zip

Demikian ulasan singkat materi Download Terbaru Instrumen PKKS 2019 Lengkap ini dengan cita-cita sanggup mempermudah khususnya Bapak dan Ibu Kepala Sekolah dalam mempersiapkan perangkat pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) di tahun 2019 ini.
Selengkapnya
Soal Latihan PAT/ UKK Kelas 8 Tahun 2019 dengan Kunci Jawaban

Soal Latihan PAT/ UKK Kelas 8 Tahun 2019 dengan Kunci Jawaban

Kembali berjumpa dengan Kami Team BerkasSekolah.com yang masih Berbagi Informasi dan File Berkas Administrasi Sekolah/ Madrasah Jenjang PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, MA Kurikulum 2013 Revisi Terbaru dan Update.

Soal Latihan PAT/ UKK Kelas 8 Tahun 2019 dengan Kunci Jawaban

Soal Latihan PAT/ UKK Kelas 8 Tahun 2019 dengan Kunci Jawaban

Kali ini kami akan mencoba membagikan Soal Latihan Penilaian Akhir Tahun (PAT) atau Ujian Kenaikan Kelas (UKK) atau Ujian Akhir Semester Genap jenjang SMP/MTs Kelas 8 (VIII) Tahun 2019 atau Tahun Pelajaran 2018-2019 lengkap dengan Kunci Jawaban dalam Format Word yang bisa di Dapatkan secara Gratis.

Soal Latihan PAT Kelas 8 SMP/MTs Kurikulum 2013 Tahun 2019 ini meliputi Mata Pelajaran ; PPKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Bahasa Sunda, Matematika, IPA, IPS, Prakarya, Seni Budaya, dan PJOK. Kami susun dari setiap Materi Pelajaran yang diberikan dalam setiap proses KBM di Kelas selama ini bersumber dari Buku Guru dan Siswa Kelas VIII SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2017 dengan HOTs, 4C, Literasi yang dibagikan Kemdikbud dalam bentuk Elektronik (BSE).

Dengan begitu Soal PAT/UKK Kelas VII Tahun 2019 Semua Mata Pelajaran ini masih bisa digunakan untuk tahun pelajaran 2019/2020. 2021/2022 selama Buku Pegangan Guru dan Siswa belum ada Revisi terbaru dari Kemdikbud.

Semoga Soal Latihan ini bisa menambah pengetahuan terutama dalam pemahaman materi supaya nanti bisa lebih mudah dalam mengisi setiap Lembar Jawaban Pilihan Ganda dan Essay serta mendaptkan nilai yang memuaskan. Amiin.

Contoh Latihan Soal PAT/ UKK Kelas 8 Tahun 2019 dengan Kunci Jawaban

PETUNJUK UMUM

  1. Perhatikan dan ikuti petunjuk pengisian Lembar Jawaban yang disediakan;
  2. Periksa dan bacalah soal-soal sebelum Anda menjawab;
  3. Laporkan kepada pengawas kalau terdapat tulisan yang kurang jelas, rusak atau jumlah soal kurang;
  4. Dahulukan mengerjakan soal-soal yang Anda anggap mudah;
  5. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar dengan menghitamkan bulatan jawaban;
  6. Apabila Anda ingin memperbaiki/mengganti jawaban, bersihkan jawaban semula dengan penghapus sampai bersih, kemudian hitamkan bulatan jawaban yang menurut Anda benar;
  7. Periksalah seluruh pekerjaan Anda sebelum diserahkan kepada pengawas.

________________________________________________________________________

A. Berilah tanda silang (x) didepan huruf a,b,c atau d didepan jawaban yang benar !

1. Seorang pedagang bakso menarik gerobak baksonya dengan gaya 325 N. Jika dari arah belakang membantu mendorong gerobak tersebut dengan gaya 250 N. Maka besarnya resultan gaya yang bekerja pada gerobak tersebut adalah ……
A. 250 N
B. 575 N
C. 578 N
D. 800 N

2. Dalam Sistem Internasional (SI) terdapat beberapa besaran pokok. Besaran pokok dengan satuannya yang benar, kecuali….
A. panjang, satuannya meter
B. suhu, satuannya kelvin
C. massa, satuannya kg
D. berat, satuannya gram

3. Berikut yang termasuk gaya gravitasi bumi adalah ….
A. Orang menarik gerobak
B. Paku ditarik oleh magnet
C. buah mangga jatuh
D. roda berjalan di atas aspal

4. Dua buah gaya akan menunjukkan kesetimbangan jika….
A. segaris, searah, dan sama besar
B. segaris, berlawanan arah, dan sama besar
C. segaris, berlawanan arah, dan tidak sama besar
D. segaris, searah, dan tidak sama besar

5. Suatu benda mempunyai massa 500 gram dan percepatan gravitasi yang mempengaruhi benda tersebut 10 m/s 2 .Maka berat benda tersebut adalah….
A. 5 N
B. 50 N
C. 500 N
D. 5000 N

6. Jika sebuah bus direm secara mendadak, maka penumpang yang duduk di dalamnya akan terhempas ke depan. Peristiwa ini adalah contoh berlakunya ….
A. Hukum II Newton
B. Hukum Kelembaman
C. Hukum Aksi Reaksi
D. Hukum III Newton

7. Gaya sebesar 20 N bekerja pada suatu benda menghasilkan percepatan 40 m/s 2 , maka massa benda tersebut adalah ….
A. 200 kg C. 10 kg
B. 2 kg D. 0,5 kg

Download Soal Latihan PAT/ UKK Kelas 8 Tahun 2019 dengan Kunci Jawaban

Semua file yang Berkas Sekolah bagikan disimpan rapih di google drive supaya lebih mudah untuk kembali disimpan di Flasdisk, Laptop, Notebook dan Smarthpone juga aman dari Virus atau Malware Dokumen. Adapun masalah error link atau file tidak ditemukan, tolong beritahukan kami pada kolom komentar.

Bagi yang membutuhkan saja bisa dengan mudah didapatkan secara Gratis melalui tautan link yang sudah kami sediakan dibawah ini ;
Demikianlah Informasi dan berbagi file mengenai Soal Latihan PAT/ UKK Kelas 8 Tahun 2019 dengan Kunci Jawaban , semoga bermanfaat.
Selengkapnya