Buku Bahasa Indonesia SMA/MA/ SMK/MAK KELAS X Revisi 2017

Buku Bahasa Indonesia SMA/MA/ SMK/MAK KELAS X Revisi 2017

Buku Bahasa Indonesia SMA/MA/ SMK/MAK KELAS X Revisi 2017

Buku Bahasa Indonesia SMA/MA/ SMK/MAK KELAS X Revisi 2017
Download Buku Bahasa Indonesia SMA/MA/ SMK/MAK KELAS X Revisi 2017

Berkas SekolahBuku Bahasa Indonesia SMA/MA/ SMK/MAK KELAS X Revisi 2017 - Kali ini kami bagikan Buku Teks Pelajaran Pegangan Guru dan Siswa SMA, SMA, SMK dan MAK Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Versi Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 khusus bagi yang membutuhkan saja dalam format PDF.

Pengantar Buku Bahasa Indonesia SMA/MA/ SMK/MAK KELAS X Revisi 2017

Pengembangan buku ini bertolak dari Kurikulum 2013 yang direvisi. Berdasarkan kurikulum tersebut, tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan pada pengembangan kompetensi berbahasa dan bersastra peserta didik melalui kegiatan mendengarkan (listening), membaca (reading), memirsa (viewing), berbicara (speaking), dan menulis (writing). Kompetensi memirsa merupakan kompetensi yang diperlukan di Abad 21 karena konteks social ini sangat dekat dengan peserta didik. Peserta didik dihadapkan pada bahasa untuk berbagai tujuan, audiens, dan konteks. Peserta didik dipajankan pada beragam pengetahuan dan pendapat yang disajikan dan dikembangkan dalam teks dan penyajian multimodal (lisan, cetakan, dan konteks digital) yang mengakibatkan kompetensi mendengarkan, memirsa, membaca, berbicara, menulis dan mencipta dikembangkan secara sistematis dan berperspektif ke masa depan.

Pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan Kurikulum 2013 juga diharapkan dapat mengembangkan aktivitas literasi peserta didik. Literasi bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memahami, menafsirkan, dan menciptakan teks yang tepat, akurat, fasih, dan penuh percaya diri selama belajar di sekolah dan untuk bekal berkehidupan di masyarakat.

Konsep utama pengembangan buku teks ini adalah genre-based. Adapun genre (fungsi bahasa) dimaknai sebagai kegiatan sosial yang memiliki jenis yang berbeda sesuai dengan tujuan kegiatan sosial dan fungsi komunikasi. Setiaap jenis genre (tipe teks) memilki kekhasan cara pengungkapan struktur retorika teks, isi, dan kekhasan unsur kebahasaan. Inilah cara pandang baru tentang bahasa. Jika KTSP menekankan pendekatan komunikatif maka Kurikulum 2013 lebih menajamkan efek komunikasinya dan dampak fungsi sosialnya. Misalnya, jika pada KTSP peserta didik diajari menulis surat dengan format standar tidak terlalu menekankan pada isi surat, maka materi surat pada Kurikulum 2013 harus dapat berdampak sosial yang menunjukkan kepribadian saat menulis surat lamaran pekerjaan atau surat lamaran yang dapat meyakinkan orang lain. Bahasa dan Isi menjadi dua hal yang saling menunjang. Ini sejalan dengan perkembangan teori pengajaran bahasa di Eropa dan Amerika, Content Language Integrated Learning (CLIL) yang menonjolkan 4 unsur penting sebagai penajaman pengertian kompetensi berbahasa, yaitu isi (content), bahasa/komunikasi (communication), kognisi (cognition), dan budaya (culture).

Adapun bahan pembelajaran yang disampaikan kepada peserta didik kelas X SMA/MA atau SMK/MAK terdiri atas: (1) Laporan Hasil Observasi; (2) Eksposisi; (3) Anekdot; (4) Cerita Rakyat; (5) Negosiasi; (6) Berdebat; (7) Biografi; dan (8) Puisi. Selain itu, peserta didik diharapkan dapat melaporkan buku yang dibaca secara terprogram (paling sedikit membaca 6 buku, selain buku teks pelajaran). Ibu/Bapak guru juga dapat menambah teks lain, selain yang terdapat di dalam buku siswa sehingga peserta didik semakin kaya dengan berbagai contoh teks yang sering ditemukan di lingkungan sosial-budayanya.

Download Buku Bahasa Indonesia SMA/MA/ SMK/MAK KELAS X Revisi 2017

Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Bahasa Indonesia SMA/MA/ SMK/MAK KELAS X Revisi 2017 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini :

Buku Bahasa Indonesia SMA/MA/ SMK/MAK KELAS X Revisi 2017


Download File :

Link Download Buku Guru Bahasa Indonesia SMA/MA/ SMK/MAK KELAS X Revisi 2017 == KLIK DISINI ==

Link Download Buku Siswa Bahasa Indonesia SMA/MA/ SMK/MAK KELAS X Revisi 2017 == KLIK DISINI ==

Demikianlah berbagi File Buku Bahasa Indonesia SMA/MA/ SMK/MAK KELAS X Revisi 2017, semoga bermanfaat.
Selengkapnya
Buku Bahasa Inggris Kelas XI SMA/SMA/SMK/MAK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Buku Bahasa Inggris Kelas XI SMA/SMA/SMK/MAK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Buku Bahasa Inggris Kelas XI SMA/SMA/SMK/MAK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Buku Bahasa Inggris Kelas XI SMA/SMA/SMK/MAK Kurikulum 2013 Revisi 2017
Cover Buku Bahasa Inggris Kelas XI SMA/SMA/SMK/MAK Kurikulum 2013 Revisi 2017
Berkas Sekolah - Buku Bahasa Inggris Kelas XI SMA/SMA/SMK/MAK Kurikulum 2013 Revisi 2017 ini dimaksudkan untuk memandu guru Bahasa Inggris kelas XI dalam melaksanakan pembelajaran bahasa Inggris berdasarkan buku teks Bahasa Inggris kelas XI yang diterbitkan oleh Kemdikbud.

Sejalan dengan Kurikulum Nasional yang dirancang untuk menyongsong model pembelajaran Abad ke-21 yang di dalamnya menekankan pembelajaran aktif yang mendorong siswa untuk mencari tahu dari berbagai sumber belajar, bukan sekadar diberi tahu, diharapkan buku ini dapat menginspirasi guru-guru, khususnya guru Bahasa Inggris kelas XI, untuk melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Nasional.

Perkembangan dunia pendidikan dan era teknologi informasi saat ini, semakin meningkatkan peran bahasa Inggris dalam pembelajaran, mengingat banyak sekali sumber belajar dalam bahasa Inggris dibanding sumber-sumber lainnya. Makin datarnya dunia dengan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan pergaulan tidak lagi dapat dibatasi oleh batas-batas Negara, dan hal ini semakin meningkatkan kebutuhan terhadap penguasaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pergaulan dunia.

Buku Bahasa Inggris Kelas XI SMA/SMA/SMK/MAK Kurikulum 2013 Revisi 2017 menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan tuntutan Kurikulum Nasional, siswa diajak untuk berani bereksplorasi mencari sumber-sumber belajar yang terbentang luas di sekitarnya, tanpa kehilangan konteks budaya di dalam negerinya sendiri. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru juga dapat memperkayanya dengan kegiatan-kegiatan yang sesuai dan relevan berdasarkan kreativitas masing-masing.

Katalog Dalam Terbitan (KDT) Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bahasa Inggris / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017. vi, 170 : ilus. ; 25 cm.
Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI
ISBN 978-602-427-106-0 (Jilid Lengkap)
ISBN 978-602-427-108-4 (Jilid 2)
1. Bahasa Inggris -- Studi dan Pengajaran I. Judul
II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kontributor Naskah : Mahrukh Bashir
Penelaah : Emi Emilia dan Helena I.R. Agustien.
Pereview : Lina Mulyanti.
Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Bahasa Inggris Kelas XI SMA/ SMA/ SMK/ MAK Kurikulum 2013 Revisi 2017 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini :

Buku Bahasa Inggris Kelas XI SMA/SMA/SMK/MAK Kurikulum 2013 Revisi 2017


Itulah preview dari Buku siswa Bahasa Inggris Kelas XI SMA, SMA, SMK, dan MAK Kurikulum 2013 Revisi 2017. Khusus bagi yang membutuhkan saja bisa dengan mudah didapatkan melalui tautan link dibawah ini :

Link Download Buku Guru Bahasa Inggris Kelas XI SMA/SMA/SMK/MAK Kurikulum 2013 Revisi 2017 == KLIK DISINI  ==

Link Download Buku Siswa Bahasa Inggris Kelas XI SMA/SMA/SMK/MAK Kurikulum 2013 Revisi 2017 == KLIK DISINI  ==
Demikianlah berbagi File Buku Bahasa Inggris Kelas XI SMA/SMA/SMK/MAK Kurikulum 2013 Revisi 2017, semoga bermanfaat.
Selengkapnya
Buku Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK KELAS X Kurikulum 2013 Revisi 2017 PDF

Buku Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK KELAS X Kurikulum 2013 Revisi 2017 PDF

Buku Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK KELAS X Kurikulum 2013 Revisi 2017 PDF

Buku Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK KELAS X Kurikulum 2013 Revisi 2017 PDF

Berkas Sekolah - Buku Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK KELAS X Kurikulum 2013 Revisi 2017  - Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada Abad 21 telah memosisikan bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa utama dalam komunikasi antar bangsa dan pergaulan dunia. Kurikulum 2013 yang dirancang untuk menyongsong model pembelajaran Abad 21 menyadari peran penting bahasa Inggris untuk menyampaikan gagasan melebihi batas negara Indonesia serta untuk menyerap gagasan dari luar yang dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan bangsa dan negara. Untuk tujuan tersebut, telah dikembangkan Buku Siswa Bahasa Inggris untuk SMA/ MA/SMK/MAK Kelas X.

Sejalan dengan hal tersebut di atas, Buku Guru Bahasa Inggris untuk SMA/ MA/SMK/MAK Kelas X ini bertujuan untuk memberikan petunjuk umum maupun petunjuk khusus kepada guru tentang cara menggunakan Buku Siswa semaksimal mungkin dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas. Hal penting yang perlu diketahui oleh guru adalah bahwa Buku Siswa dikembangkan dalam rangka membangun sikap, pengetahuan, dan keterampilan berkomunikasi siswa melalui pengalaman pembelajaran yang berbentuk beragam kegiatan berkomunikasi aktif, baik melalui kegiatan berbahasa Inggris yang bersifat reseptif maupun produktif. Hanya dengan terlibat aktif dalam kegiatan berkomunikasi, siswa dapat membangun sikap, pengetahuan, dan keterampilan berkomunikasi. Buku Guru ini diharapkan mampu merealisasikan implementasi Kurikulum 2013 di dalam kelas bahasa Inggris karena prosedur dan instruksi yang dikembangkan telah diupayakan agar dapat membantu siswa mencapai empat keterampilan berbahasa.

Mengingat bahwa penyajian isi dan pengalaman belajar dalam Buku Siswa merujuk pada pendekatan pembelajaran bahasa berbasis teks, baik lisan maupun tulis, maka guru bertugas memfasilitasi siswa agar dapat memahami fungsi sosial, struktur teks, dan fitur kebahasaan berbagai teks seperti yang diamanahkan oleh Standar Isi dalam Kurikulum 2013. Guru perlu membimbing siswa agar mampu mengungkapkan gagasan, baik secara lisan maupun tulis, dengan mengikuti kaidah dan langkah retorika yang sesuai. Aktivitas belajar pada setiap bab pada umumnya disusun dengan mengikuti tahapan yang sesuai dengan prinsip dasar belajar bahasa asing, yaitu tahap penyajian atau pemodelan (presentation), tahap perlatihan (practice), dan tahap penggunaan (production).

Dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis teks, guru dapat menuntun siswa mengeksplorasi beragam teks dalam Buku Siswa, yang disesuaikan dengan amanat kompetensi dasar dalam Kurikulum 2013 untuk Kelas X, yang meliputi teks fungsional pendek; esei berbentuk recount, narrative, dan descriptive; serta teks berbentuk percakapan (interactional texts) yang mencerminkan berbagai tindak tutur. Beragam teks tersebut disajikan melalui tema-tema yang berkaitan dengan fenomena alam dan sosial di Indonesia, yang dimaksudkan untuk mengembangkan karakter penting seperti kecintaan pada alam Indonesia dan sikap menjaganya, serta mengembangkan karakter mengasihi sesama sebagai dasar terbentuknya perilaku sosial yang positif. Namun, untuk menambah wawasan pengetahuan siswa, beberapa teks juga mengambil tema yang lebih global.

Disklaimer : Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada penulis dan laman http://buku.kemdikbud.go.id atau melalui email [email protected] diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Bahasa Inggris : buku guru/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- .Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017. xxii, 202 hlm. : ilus. ; 25 cm.
Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X
ISBN 978-602-427-110-7 (jilid lengkap)
ISBN 978-602-427-111-4 (jilid 1)
1. Bahasa Inggris -- Studi dan Pengajaran I. Judul
II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Penulis : Utami Widiati, Zuliati Rohmah, dan Furaidah
Penelaah : Helena I. R. Agustien, Emi Emilia, dan Raden Safrina
Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Bagi yang membutuhkan bisa dengan mudah didapatkan melalui link dibawah

Link download Buku Guru Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK KELAS X Kurikulum 2013 Revisi 2017 PDF ===  KLIK DISINI ==

Link Download Buku Siswa Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Kurikulum 2013 Revisi 2017 == KLIK DISINI ==

Demikianlah kiranya berbagi File mengenai Buku Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK KELAS X Kurikulum 2013 Revisi 2017 PDF semoga bermanfaat.
Selengkapnya
Aplikasi Ijazah dan SKHU SD Kurikulum 2013

Aplikasi Ijazah dan SKHU SD Kurikulum 2013

Aplikasi Ijazah dan SKHU SD Kurikulum 2013
Download Aplikasi Ijazah dan SKHU SD Kurikulum 2013

Berkas Sekolah - Aplikasi Ijazah dan SKHU SD Kurikulum 2013 - Dalam waktu dekat akan segera berakhirnya tahun pelajaran 2018/2019. Khusus untuk kelas 6 SD/MI yang sudah melaksanakan kegiatan US/M selanjutnya akan dibagikan kelulusan, daftar PPDB di SMP/MTs.

Untuk Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP/MTs baik secara Offline dan Daring/ Online siswa diharuskan menyertakan SKHU dan Ijazah Sementara dan Upload SKHU dan Ijazah untuk Daring.

Maka dari itu kami rekomendasikan Aplikasi Ijazah dan SKHU SD Kurikulum 2013 ini kepada Bapak dan Ibu supaya nanti lebih mudah dalam membuat sekaligus mencetak Ijazah dan SKHU sementara dengan mudah sebagai salah satu syarat mendaftarkan diri ke jenjang SMP/MTs.

Karena membuat SKHU dan Ijazah sementara itu didasari dengan Input Nilai dari semester 7, 8, 9, 10, 11 dan 12 serta Nilai US/M maka disini Aplikasi menyediakan Pula Rekap Nilai secara keseluruhan untuk kelulusan siswa dan rangking perolehan nilai tertinggi.

Bukan hanya itu Surat Kelulusan yang diberikan sekolah Guna syarat daftar ke SMP/MTS kami sediakan Pula didalamnya supaya lebih mudah.

Pokoknya Aplikasi ini menyediakan semua kebutuhan khusus untuk mencetak SKHU, IJazah, Surat Kelulusan, Rekap Nilai baik sebagai arsip ataupun kebutuhan dalam syarat PPDB di SMP/MTs.

Lihat saja gambar diatas, terlihat jelas banyak sekali fitur yang ditampilkan supaya hasilnya lebih maksimal.

Format Penilaiannya mengacu kepada Permendikbud Nomor 4 Tahun 2018 dan Juknis Penulisan Ijazah Tahun 2019 serta POS USBN Tahun 2019.

Jangan khawatir jika memang baru mengetahui Aplikasi ini, Bapak dan Ibu bisa menggunakan Aplikasi ini tanpa harus kursus, karena didalamnya ada petunjuk penggunaan.

Langsung saja bagi yang membutuhkan bisa dengan mudah didapatkan melalui tautan link dibawah

Link Download Aplikasi Ijazah dan SKHU SD Kurikulum 2013 ==  KLIK DISINI  ==

Itulah kiranya berbagi Informasi dan file mengenai Aplikasi Ijazah dan SKHU SD Kurikulum 2013, semoga bermanfaat untuk bapak dan ibu Guru Kelas 6 dimanapun berada.
Selengkapnya
KI dan KD Bahasa Sunda SMA Kurikulum 2013 Revisi 2019

KI dan KD Bahasa Sunda SMA Kurikulum 2013 Revisi 2019

KI dan KD Bahasa Sunda SMA-MA Kurikulum 2013 Revisi 2019 -  Kembali berjumpa dengan kami team BerkasSekolah.com yang masih membagikan Berkas Administrasi Sekolah untuk Penunjang Tugas Bapak/Ibu dimanpun berada.

Kali ini kami bagikan KI dan KD (Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar) Mata Pelajaran Bahasa Sunda Kurikulum 2013 yang sudah di Revisi Tahun 2019 untuk Jenjang SMA/MA Khusus untuk Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah yang berada di Lingkungan Dinas Pendidikan Provisi Jawa Barat yang bisa di Unduh Gratis.

Bagi yang belum mengetahui Cara Download di Berkas Sekolah silahkan klik DISINI

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar merupakan bagian penting untuk kelengkapan Administrasi Guru/ Perangkat Pembelajaran Bahasa Sunda dimana ini sudah pasti dimasukan kedalam Program Tahunan, Program Semester, Silabus, RPP dan KKM tentunya.

KI dan KD Bahasa Sunda SMA Kurikulum 2013 Revisi 2019

Kami bagikan KI-KD Bahasa Sunda sebelum tahun Pelajaran Baru dimulai tiada lain memudahkan dalam mempersiapkan semua kebutuhan bapak/ibu dalam melengkapi Perangkat Pembelajaran atau Administrasi guru untuk 1 tahun pelajaran, sehingga nanti tidak perlu searching lagi di Google.

KI-KD Bahasa Sunda SMA/MA ini tentunya sudah disesuaikan dengan Kurikulum yang sedang digunakan yakni Kurikulum 2013 sehingga sudah tidak perlu ragu Isinya.

Silahkan bagi yang membutuhkan Silabus Bahasa Sunda SMA/MA Kurtilas Revisi 2019 bisa didapatkan melalui link yang sudah kami sediakan dibawah ini :

Download KI dan KD Bahasa Sunda SMA/MA Kurikulum 2013 Revisi 2019

Link Download KI-KD SMA/MA Revisi 2019 == Download ==

Link Download Silabus Bahasa Sunda SMA/MA Kurikulum 2013 Revisi == Download ==

Itulah kiranya informasi da berbagi file mengenai KI dan KD Bahasa Sunda SMA/MA Kurikulum 2013 Revisi 2019, semoga bermanfaat untuk bapak/ibu Guru Muatan Lokal Bahasa dimanapun berada.
Selengkapnya
KI dan KD Bahasa Sunda SMP Kurikulum 2013 Revisi 2019

KI dan KD Bahasa Sunda SMP Kurikulum 2013 Revisi 2019

KI dan KD Bahasa Sunda SMP Kurikulum 2013 Revisi 2019 -  Kembali berjumpa dengan kami team BerkasSekolah.com yang masih membagikan Berkas Administrasi Sekolah untuk Penunjang Tugas Bapak/Ibu dimanpun berada.

Kali ini kami bagikan KI dan KD (Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar) Mata Pelajaran Bahasa Sunda Kurikulum 2013 yang sudah di Revisi Tahun 2019 untuk Jenjang SMP/MTs Khusus untuk Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah yang berada di Lingkungan Dinas Pendidikan Provisi Jawa Barat yang bisa di Unduh Gratis.

Bagi yang belum mengetahui Cara Download di Berkas Sekolah silahkan klik DISINI

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar merupakan bagian penting untuk kelengkapan Administrasi Guru/ Perangkat Pembelajaran Bahasa Sunda dimana ini sudah pasti dimasukan kedalam Program Tahunan, Program Semester, Silabus, RPP dan KKM tentunya.

KI dan KD Bahasa Sunda SMP Kurikulum 2013 Revisi 2019

Kami bagikan KI-KD Bahasa Sunda sebelum tahun Pelajaran Baru dimulai tiada lain memudahkan dalam mempersiapkan semua kebutuhan bapak/ibu dalam melengkapi Perangkat Pembelajaran atau Administrasi guru untuk 1 tahun pelajaran, sehingga nanti tidak perlu searching lagi di Google.

KI-KD Bahasa Sunda SMP/MTs ini tentunya sudah disesuaikan dengan Kurikulum yang sedang digunakan yakni Kurikulum 2013 sehingga sudah tidak perlu ragu Isinya.

Silahkan bagi yang membutuhkan Silabus Bahasa Sunda SMP/MTs Kurtilas Revisi 2019 bisa didapatkan melalui link yang sudah kami sediakan dibawah ini :

Download KI dan KD Bahasa Sunda SMP Kurikulum 2013 Revisi 2019

Link Download KI-KD SMP/MTs Revisi 2019 == Download ==

Link Download Silabus Bahasa Sunda SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi == Download ==

Itulah kiranya informasi da berbagi file mengenai KI dan KD Bahasa Sunda SMP/Mts Kurikulum 2013 Revisi 2019, semoga bermanfaat untuk bapak/ibu Guru Muatan Lokal Bahasa dimanapun berada.
Selengkapnya
KI dan KD Bahasa Sunda SD Kurikulum 2013 Revisi 2019

KI dan KD Bahasa Sunda SD Kurikulum 2013 Revisi 2019

KI dan KD Bahasa Sunda SD Kurikulum 2013 Revisi 2019 -  Kembali berjumpa dengan kami team BerkasSekolah.com yang masih membagikan Berkas Administrasi Sekolah untuk Penunjang Tugas Bapak/Ibu dimanpun berada.

Kali ini kami bagikan KI dan KD (Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar) Mata Pelajaran Bahasa Sunda Kurikulum 2013 yang sudah di Revisi Tahun 2019 untuk Jenjang SD/MI Khusus untuk Sekolah Dasar yang berada di Lingkungan Dinas Pendidikan Provisi Jawa Barat yang bisa di Unduh Gratis.

Bagi yang belum mengetahui Cara Download di Berkas Sekolah silahkan klik DISINI

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar merupakan bagian penting untuk kelengkapan Administrasi Guru/ Perangkat Pembelajaran Bahasa Sunda dimana ini sudah pasti dimasukan kedalam Program Tahunan, Program Semester, Silabus, RPP dan KKM tentunya.

KI dan KD Bahasa Sunda SD Kurikulum 2013 Revisi 2019

Kami bagikan KI-KD Bahasa Sunda sebelum tahun Pelajaran Baru dimulai tiada lain memudahkan dalam mempersiapkan semua kebutuhan bapak/ibu dalam melengkapi Perangkat Pembelajaran atau Administrasi guru untuk 1 tahun pelajaran, sehingga nanti tidak perlu searching lagi di Google.

KI-KD Bahasa Sunda ini tentunya sudah disesuaikan dengan Kurikulum yang sedang digunakan yakni Kurikulum 2013.

Silahkan bagi yang membutuhkan Silabus Bahasa Sunda SMP/MTs Kurtilas Revisi 2019 bisa didapatkan melalui link yang sudah kami sediakan dibawah ini :

Download KI dan KD Bahasa Sunda SD Kurikulum 2013 Revisi 2019

Link Download KI-KD SD/MI Revisi  2019 == Download ==

Link Download Silabus Bahasa Sunda SD/MI Kurikulum 2013 Revisi == Download ==

Itulah kiranya informasi da berbagi file mengenai KI dan KD Bahasa Sunda SD Kurikulum 2013 Revisi 2019, semoga bermanfaat untuk bapak/ibu Guru Muatan Lokal Bahasa dimanapun berada.
Selengkapnya
Aplikasi DUPAK Format Terbaru 2019 dari Dinas Pendidikan Format Excel

Aplikasi DUPAK Format Terbaru 2019 dari Dinas Pendidikan Format Excel

Aplikasi DUPAK Format Terbaru dari Dinas Pendidikan Format Excel
Download Aplikasi DUPAK Format Terbaru 2019

Berkas Sekolah - Sebelumnya kami telah banyak sekali membagikan Aplikasi Kepegawaian terutama untuk para PNS (Pegawai Negeri Sipil), ASN (Aparatur Sipil Negara) dalam hal menghitung sendiri dan menyiapkan Angka Kredit untuk kenaikan pangkat dan golongan serta Pedoman perhitungannya seperti dibawah ini :
Untuk saat ini, Berkas Sekolah medapatkan format DUPAK dari Dinas Pendidikan Bagian Kepegawaian dalam bentuk atau format microsoft excel sesuai dengan Panduan dari BKN (Badan Kepegawaian Nasional) sehingga tidak diragukan lagi mengenai Format didalamnya.

Semoa ini bisa menjadi solusi dalam pencarian di google berkaitan dengan Aplikasi DUPAK terbaru 2019 format Excel, untuk persiapan ataupun disimpan di komputer sebagai arsip jika suatu saat dibutuhkan sehingga nanitnya tidak perlu lagi mencari kemana-mana.

Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Aplikasi DUPAK Format Terbaru dari Dinas Pendidikan Format Excel dalam Format Excel ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini :


Aplikasi DUPAK Format Terbaru dari Dinas Pendidikan Format Excel


Itulah kiranya tampilan dari Aplikasi DUPAK Terbaru 2019 yang didapatkan dari Dinas Pendidikan yang bisa kami bagikan pada kesempatan kali ini, bagi yang membutuhkan dalam bentuk file bisa dengan mudah didapatkan melalui link dibawah ini ;

Download File :
Aplikasi DUPAK Format Terbaru 2019
Itulah Informasi dan berbagi Aplikasi DUPAK Format Terbaru 2019 dari Dinas Pendidikan Format Excel, semoga bermanfaat untuk Bapak/Ibu dimanapun berada. Amiin 
Selengkapnya
Silabus Bahasa Inggris Peminatan SMA Kurikulum 2013 Revisi 2017

Silabus Bahasa Inggris Peminatan SMA Kurikulum 2013 Revisi 2017

Silabus Bahasa Inggris Peminatan SMA Kurikulum 2013 Revisi 2017 - Menjelang berakhirnya tahun pelajaran 2018/2019 diganti dengan Tahun Pelajaran baru 2019/2020 tentu banyak sekali yang harus dipersiapkan Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris, salah satunya yang paling banyak yakni Membuat RPP Bahasa Inggris sebagai salah satu Administrasi yang sering dibawa dalam setiap kegiatan belajar mengajar di kelas.

Namun bagaimana bisa membuat RPP Bahasa Inggris tanpa adanya Silabus.

Kali ini izinkan berkassekolah.com membagikan Silabus Bahasa Inggris Peminatan bagi jenjang SMA versi Kurikulum 2013 Revisi 2017 dalam format PDF dari Kemdikbud.

Kemdikbud mengeluarkan Silabus ini sebagai Acuan bagi SMA di seluruh Indonesia supaya adanya keseragaman, kesesuaian satu sama lain dalam membuat perangkat pembelajaran yakni RPP. Adapun nanti pengembangan RPP disesuaikan dengan Sarana Prasarana, Sumber Belajar, Metode, Startegi Pembelajaran yang dianggap mudah dalam menyampaikan materi pelajaran supaya tercapainya kompetensi sesuai dengan Indikator Materi Bahasa Inggris.

Silabus Bahasa Inggris Peminatan SMA Kurikulum 2013 Revisi 2017

Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Silabus Bahasa Inggris Peminatan SMA Kurikulum 2013 Revisi 2017 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini :

Silabus Bahasa Inggris Peminatan SMA Kurikulum 2013 Revisi 2017


Silahkan dilihat dahulu kemudian di Download dan Bapak/Ibu Guru Mapel Bahasa Inggris siap dalam mengembangkan menjadi RPP yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Bagi yang membutuhkan saja bisa dengan mudah didapatkan melalui tautan link dibawah ini ;

Download File :
Selengkapnya
Perangkat Kerja Bimbingan dan Konseling Lengkap untuk SD, SMP, SMA dan SMK

Perangkat Kerja Bimbingan dan Konseling Lengkap untuk SD, SMP, SMA dan SMK

Perangkat Kerja Bimbingan dan Konseling Lengkap untuk SD, SMP, SMA dan SMK - Dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai Guru BP/BK di Sekolah tentulah ditunjang dengan perangkat kerja atau adminstrasi yang benar-benar sesuai peruntukannya.

Ijinkan Berkas Sekolah membagikan referensi bagi Bapak/Ibu Konselor Sekolah, Guru Bimbingan dan Konseling, Mahasiswa Jurusan Konseling dimanapun berada beberapa yang termasuk dan pastinya akan sangat membantu dalam pekerjaan dimanapun.

Perangkat Kerja Bimbingan dan Konseling Lengkap untuk SD, SMP, SMA dan SMK

Tidak banyak yang akan kami bahas, bagi yang membutuhkan saja bisa dipilih sesuai kebutuhan melalui link yang sudah kami sediakan dibawah ini :

Itulah kiranya berbagi file dan informasi mengenai Perangkat Kerja Bimbingan dan Konseling Lengkap untuk SD, SMP, SMA dan SMK pada kesempatan kali ini semoga bermanfaat.
Selengkapnya
Kumpulan Aplikasi Raport Kurikulum 2013 Revisi Terbaru (SD, MI, SMP, SMA, SMK)

Kumpulan Aplikasi Raport Kurikulum 2013 Revisi Terbaru (SD, MI, SMP, SMA, SMK)

Kembali berjumpa dengan kami Team dari berkassekolah.com yang masih setia berbagi Berkas Administrasi di Sekolah jenjang SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA dan SMK Kurikulum 2013 Revisi terbaru.

Mengingat sudah berakhirnya Kegiatan PAT/ UAS/ UKK di semua jenjang, Tugas Guru Kelas/ Wali Kelas yakni mengelola, merekap bahkan mencetak Nilai Raport Kurikulum 2013 Revisi terbaru sebagai salah satu tanggung jawab kepada siswa dan tugas pokok dan fungsinya juga.

Kali ini Berkas Sekolah akan mencoba membagikan berbagai Macam Aplikasi Raport Kurikulum 2013 Revisi Terbaru demi memudahkan Bapak/Ibu dalam menyelesaikan tugas tersebut.

Kumpulan Aplikasi Raport Kurikulum 2013 Revisi Terbaru (SD, MI, SMP, SMA, SMK)



Tidak banyak yang akan kami bahas, karena memang banyak sekali versi Aplikasi Raport yang dibagikan kali ini, selengkapnya bisa dilihat melalui link dibawah ini ;

Aplikais Nilai dan Cetak Raport Kurikulum 2013 KLIK DISINI

Download Aplikasi Raport SDLB Kurikulum 2013 Revisi KLIK DISINI

Aplikasi Olah Nilai Raport Kurikulum 2013 KLIK DISINI

Aplikasi Olah Raport Kurikulum 2013 KLIK DISINI

Aplikasi Raport PAUD TK TPA KOBER Kurikulum 2013 KLIK DISINI

Raport Digital MI MTs MA Tahun 2018 KLIK DISINI

Aplikasi Raport Kurikulum 2013  SD Revisi 2018 Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 KLIK DISINI

Aplikasi Raport SMP Kurikulum 2013 KLIK DISINI

Aplikasi Raport SD K13 Revisi 2017 KLIK DISINI

Aplikasi Rapor SD K13 Revisi 2016 KLIK DISINI

Download Aplikasi Raport Kurikulum 2013KLIK DISINI

Aplikasi Raport dan Nilai Kurikulum 2013 KLIK DISINI

Aplikasi SKHUS SD Kurikulum 2013 Terbaru KLIK DISINI

Aplikasi Raport K13 SD Kelas 1 dan 4 Format Excel KLIK DISINI

Aplikasi Cetak Raport Sementara SD Kurikulum 2013 KLIK DISINI

Aplikasi WHO AM I Untuk Guru Bimbingan Konseling KLIK DISINI

Aplikasi Raport SMA-MA Kurikulum 2013 Revisi Terbaru KLIK DISINI

Aplikasi Raport SMK-MAK Kurikulum 2013 Revisi Terbaru KLIK DISINI

Itulah kiranya Berbagi Aplikasi pada kesempatan kali ini. Silahkan saja dipilih sesuai dengan kebutuhan, kemudahan dalam mengelola nilai rapor, cetak dan merekap nilai Kurikulum 2013. Semoga bermanfaat.
Selengkapnya
PP 35 Tahun 2019 Tentang Gaji Ke-13 untuk PNS, TNI, POLRI, Pejabat Negara dan Penerima Pensiun atau Tunjangan

PP 35 Tahun 2019 Tentang Gaji Ke-13 untuk PNS, TNI, POLRI, Pejabat Negara dan Penerima Pensiun atau Tunjangan

Berkas Sekolah - Pemerintah - PP Nomor 35 Tahun 2019 Tentang Pemberian Gaji, Pensiun, atau Tunjangan Ketiga Belas Kepada PNS, TNI, POLRI, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun Atau Tunjangan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah - PP Nomor 35 Tahun 2019, Gaji, pensiun, atau tunjangan ketiga belas bagi PNS, Prajurit TNI, Anggota POLRI, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun atau Tunjangan diberikan sebesar penghasilan pada bulan Juni.

PP 35 Tahun 2019 Tentang Gaji Ke-13 untuk PNS, TNI, POLRI, Pejabat Negara dan Penerima Pensiun atau Tunjangan


Dalam hal penghasilan pada bulan Juni belum dibayarkan sebesar penghasilan yang seharusnya diterima karena berubahnya penghasilan, kepada yang bersangkutan tetap diberikan selisih kekurangan penghasilan ketiga belas.

Komponen Penghasilan yang masuk diperhitungkan sebagai Gaji Ke 13 Tahun 2019 adalah sebagai berikut:
  1. untuk PNS, Prajurit TNI, Anggota POLRI, dan Pejabat Negara paling sedikit meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum, dan paling banyak meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, dan tunjangan kinerja;
  2. untuk Penerima pensiun meliputi pensiun pokok,tunjangan keluarga, danfatau tunjangan tambahan penghasilan; dan
  3. Penerima tunjangan menerima tunjangan sesuai peraturan perundang-undangan.

PP 35 Tahun 2019 Tentang Gaji Ke-13 untuk PNS, TNI, POLRI, Pejabat Negara dan Penerima Pensiun atau Tunjangan


Selengkapnya mengenai Isi dari Berkas File PP 35 Tahun 2019 Tentang Gaji Ke-13 untuk PNS, TNI, POLRI, Pejabat Negara dan Penerima Pensiun atau Tunjangan bisa didapatkan DISINI

Demikianlah kiranya Informasi mengenai PP 35 Tahun 2019 Tentang Gaji Ke-13 untuk PNS, TNI, POLRI, Pejabat Negara dan Penerima Pensiun atau Tunjangan, semoga berkah. amiin
Selengkapnya
PP 38 Tahun 2019 tentang Gaji Ke-13

PP 38 Tahun 2019 tentang Gaji Ke-13

Berkas Sekolah - Alhamdulillah akhirnya jelas sudah aturan mengenai Pemberian penghasilan Ke-13 Kepada Pimpinan dan Pegawai Non PNS Pada Lembaga Non Struktural yang diatur dalam PP Nomor 38 tahun 2019 mengganti PP Nomor 24 Tahun 2017.

PP 38 Tahun 2019 tentang Gaji Ke-13


Berikut kutipannya...

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pimpinan dan pegawai nonpegawai negeri sipil pada  lembaga nonstruktural telah ditetapkan peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2Ol7 tentang pemberian Penghasilan Ketiga Relas kepada Pimpinan dan pegawai Nonpegawai Negeri Sipil pada Lembaga Nonstruktural;

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2Ol7 tentang Pemberian Penghasilan Ketiga Belas kepada Pimpinan dan Pegawai Nonpegawai Negeri Sipil pada Lembaga Nonstruktural sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan perkembangan zarrrar:r sehingga perlu dilakukan perubahan;

Menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Perubahan atas peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2Ot7 tentang pemberian Penghasilan Ketiga Belas kepada Pimpinan dan pegawai Nonpegawai Negeri Sipil pada l,embaga Nonstruktural;

Besaran Gaji Ke 13 Sesuai PP 38 tahun 2019
Besaran Gaji Ke 13 Sesuai PP 38 tahun 2019

Besaran Gaji Ke 13 Sesuai PP 38 tahun 2019


PP 38 Tahun 2019 tentang Gaji Ke-13


Selengkapnya mengenai Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2019 Tentang Pemberian Penghasilan Ke-13 atau Gaji Ke-13 Kepada Pimpinan dan Pegawai Non PNS Pada Lembaga Non Struktural bisa didapatkan DISINI

Itulah Informasi yang bisa kami bagikan mengenai PP 38 Tahun 2019 tentang Gaji Ke-13 semoga berkah. amiin.
Selengkapnya
PP 37 Tahun 2019 Tentang THR Non PNS Lembaga Non Struktural

PP 37 Tahun 2019 Tentang THR Non PNS Lembaga Non Struktural

Berkas Sekolah - Alhamdulillah akhirnya jelas sudah aturan mengenai Tunjangan Hari Raya/ THR bagi Pimpan dan Pegawai Non PNS di Lembaga Non Struktural yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 tahun 2019.

PP 37 Tahun 2019 Tentang THR Non PNS Lembaga Non Struktural


Berikut kutipannya...

dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dalam menyambut Hari Raya keagamaan, perlu memberikan T\rnjangan Hari Raya bagi pimpinan dan pegawai nonpegawai negeri sipil pada lembaga nonstruktural;

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Pemberian T\rnjangan Hari Raya kepada Pimpinan dan Pegawai Nonpegawai Negeri Sipil pada l.embaga Nonstruktural;

Dalam rangka usaha Pemerintah untuk menjaga tingkat kesejahteraan pimpinan dan pegawai nonpegawai negeri sipil pada LNS, perlu memberikan tambahan penghasilan berupa T\rnjangan Hari Raya.

Pemberian T[rnjangan Hari Raya merupakan kebijakan Pemerintah sebagai penghargaan atas kontribusi pimpinan dan pegawai nonpegawai negeri sipil pada LNS dalam mencapai tujuan pembangunan nasional dan diberikan dengan memperhatikan kemampuan keuangan negara, sehingga kebijakan besaran T\rn-iangan Hari Raya diberikan secara proporsional mengacu pada kedudukan jabatan, tingkat pendidikan, dan/atau masa kerja pegawai yang bersangkutan sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai penghasilan bagi Pimpinan dan Pegawai Nonpegawai Negeri Sipil pada Lembaga Nonstruktural, namun apabila penghasilan dimaksud lebih besar maka Ttrnjangan Hari Raya diberikan sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Pemerintah ini.

Penetapan Peraturan Perrierintah ini dimaksudkan untuk memberikan landasan hukum bagi pelaksanaan pemberian T\rnjangan Hari Raya bagi pimpinan dan pegawai nonpegawai negeri sipil pada LNS.

Besaran THR Non PNS Lembaga Non Struktural
Besaran THR Non PNS Lembaga Non Struktural

Besaran THR Non PNS Lembaga Non Struktural

PP 37 Tahun 2019 Tentang THR Non PNS Lembaga Non Struktural


Selengkapnya mengenai Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2019 Tentang Tunjangan Hari Raya bagi Pimpinan dan Pegawai Non PNS pada Lembaga Non Struktural bisa didapatkan DISINI

Itulah Informasi yang bisa kami bagikan mengenai PP 37 Tahun 2019 Tentang THR Non PNS Lembaga Non Struktural semoga berkah. amiin.
Selengkapnya
PP 36 Tahun 2019 Tentang THR PNS, TNI, POLRI, Pejabat Negara dan Penerima Tunjangan

PP 36 Tahun 2019 Tentang THR PNS, TNI, POLRI, Pejabat Negara dan Penerima Tunjangan

Berkas Sekolah - Alhamdulillah akhirnya jelas sudah aturan mengenai Tunjangan Hari Raya/ THR bagi PNS, TNI, POLRI, Pejabat Negara dan Penerima Tunjangan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2019.

PP 36 Tahun 2019 Tentang THR PNS, TNI, POLRI, Pejabat Negara dan Penerima Tunjangan


Berikut kutipannya...

Pemerintah menjarnin kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional lndonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan sebagai wujud apresiasi Pemerintah

pemberian Tunjangan Hari Raya merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam menjaga tingkat kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan;

Peraturan Pemerintah tentang Pemberian T\rnjangan Hari Raya Kepada Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan;

Dalam rangka usaha Pemerintah untuk menjaga tingkat kesejahteraan PNS, Prajurit TNI, Anggota POLRI, Pejabat Negara, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan, perlu memberikan tambahan penghasilan berupa Tunjangan Hari Raya.

Pemberian Tunjangan Hari Raya merupakan kebijakan Pemerintah sebagai penghargaan atas kontribusi PNS, Prajurit TNI, Anggota POLRI, Pejabat Negara, Penerima Pensiun, dan Penerima T\rnjangan dalam mencapai tujuan pembangunan nasional dan diberikan dengan memperhatikan kemampuan keuangan negara atau kemampuan keuangan daerah, sehingga kebijakan besaran Tunjangan Hari Raya diberikan secara proporsional. Namun demikian bagi PNS, Prajurit TNI, Anggota POLRI, Pejabat Negara, Penerima Pensiun, dan Penerima T\rnjangan yang menerima lebih dari 1 (satu) jenis penghasilan, hanya diberikan salah satu yang jumlahnya menguntungkan. Apabila PNS, Prajurit TNI, Anggota POLRI, Pejabat Negara, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan tersebut juga sebagai Penerima Pensiun janda/duda atau Penerima Tunjangan janda/duda maka kepada yang bersangkutan diberikan Tfrnjangan Hari Raya sekaligus Tunjangan Hari Raya Penerima Pensiun janda/duda atau Ttrnjangan Hari Raya Penerima Ttrnjangan janda/duda.

Penetapan Peraturan Pemerintah ini dimaksudkan untuk memberikan landasan hukum bagi pelaksanaan pemberian Tunjangan Hari Raya bagi PNS, Prajurit TNI, Anggota POLRI, Pejabat Negara, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan.

PP 36 Tahun 2019 Tentang THR PNS, TNI, POLRI, Pejabat Negara dan Penerima Tunjangan


Selengkapnya mengenai Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2019 Tentang Tunjangan Hari Raya bagi PNS, TNI, POLRI, Pejabat Negara dan Penerima Tunjangan bisa didapatkan DISINI

Itulah Informasi yang bisa kami bagikan mengenai PP 36 Tahun 2019 Tentang THR PNS, TNI, POLRI, Pejabat Negara dan Penerima Tunjangan, semoga berkah. amiin.
Selengkapnya
Soal Latihan Bimbingan Konseling

Soal Latihan Bimbingan Konseling

Soal Latihan Bimbingan Konseling

Berikut ini Berkas Sekolah bagikan Soal Latihan Bimbingan Konseling berkaitan dengan Materi BK Perkembangan Individu Peserta Didik dalam pelayanan Konseling di Sekolah. Bentuk Soal Pilihan Ganda.

1. Fungsi layanan yang bertujuan untuk membantu siswa agar terhindar dari masalah yang mungkin timbul akibat perkembangan fisik adalah:
a. Pemahaman
b. Pencegahan
c. Pengentasan
d. Pemeliharaan

2. Agar guru BK dapat mengetahui kebutuhan peserta didik berkaitan dengan perkembangan sosial, emosi, dan moral sebelum menyusun program, maka perlu melakukan:
a. Layanan
b. Kegiatan pendukung
c. Konferensi Kasus
d. Instrumentasi data

3. Materi layanan tentang penyesuaian diri terhadap perkembangan fisik dan psikis remaja termasuk materi :
a. Bidang sosial
b. Bidang Pribadi
c. Bidang belajar
d. Bidang Karir

4. Instrumen yang dapat disusun sendiri oleh guru BK untuk mengetahui hubungan sosial peserta didik adalah:
a. Sosiometri
b. Tes kepribadian.
c. Tes minat
d. Anekdot

5. Apabila guru BK menjumpai peserta didik yang mengalami gangguan fisik parah yang menyebabkan kesulitan mengikuti pelajaran, maka kegiatan yang tepat dilakukan untuk membantu siswa mengatasi masalah kesehatannya adalah:
a. Home visit
b. Konferensi kasus
c. Alih tangan kasus
d. Tampilan Kepustakaan

6. Tahap menimbang – nimbang baik dan tidaknya stimulus bagi
diri sendiri pada proses pembentukan perilaku disebut tahap:
a. Evaluasi
b. Trial
c. Awareness
d. Adopsi

7. Perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar) merupakan definisi perilaku yang dikemukakan oleh:
a. Torndike
b. Skiner
c. Gerald Corey
d. Freud

8. Lingkungan fisik, fisik, ekonomi, dan politik merupakan faktor yang dominanyang mewarnai perilaku seseorang dari kategori:
a. Internal
b. Sosial
c. Eksternal
d. Pendidikan

9. Proses penguasaan perilaku pada tahap orang telah mulai mencoba perilaku baru disebut:
a. Trial
b. Awareness
c. Adopsi
d. Interes.

10. Cara mempelajari perilaku dengan riwayat kehidupan yang ditulis sendiri oleh orang yang mempunyai riwayat adalah :
a. Eksperimen
b. Catatan Harian
c. Boigrafi
d. Otobiografi

Yang dimaksud perilaku (manusia) adalah semua kegiatan atau aktifitas manusia, baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati pihak luar. Perilaku individu terbentuk melalui proses awareness (kesadaran), interest, evaluasi, trial, dan adopsi. Perilaku individu dapat dipelajari melalui observasi, eksperimen, tes, angket, biografi, dan buku harian.
Selengkapnya
Penerapan Kaidah Perkembangan Fisik, Psikologi dan Perilaku Individu Terhadap Pelayanan Konseling

Penerapan Kaidah Perkembangan Fisik, Psikologi dan Perilaku Individu Terhadap Pelayanan Konseling

Penerapan Kaidah Perkembangan Fisik, Psikologi dan Perilaku Individu Terhadap Pelayanan Konseling - Peranan bimbingan dan konseling di sekolah sangat nyata dalam membantu perkembangan pribadi siswa. Peranan tersebut yaitu membantu siswa mengaktualisasikan potensinya, membantu menyelesaikan tugas perkembangan, membantu siswa menjadi pribadi yang mandiri dan anggota masyarakat yang bertanggung jawab, dan membantu siswa tumbuh berkembang sebagai pribadi yang unik.

Berkaitan dengan tugas perkembangan, siswa membutuhkan suatu layanan dari pihak lain, termasuk guru BK, agar tugas-tugas perkembangan tersebut terpenuhi. Melalui pelayanan BK di sekolah siswa mendapat kesempatan mendapat bantuan untuk berkembang optimal.

Dalam upaya tersebut, guru BK dalam menyelenggarakan layanan merujuk pada kebutuhan siswa baik secara analisis klasikal atau individual. Analisis kebutuhan siswa dapat dilakukan dengan mengalisa uraian tugas perkembangan siswa.

Penjabaran dari upaya bantuan kepada siswa dalam mencapai tugas perkembangan antara lain perlu mempertimbangkan perkembangan fisik, psikis, dan perilaku siswa.Pemahaman guru BK akan hal tersebut memungkinkan adanya pelayanan yang sesuai kebutuhan peserta didik.

Penerapan Kaidah Perkembangan Fisik, Psikologi dan Perilaku Individu Terhadap Pelayanan Konseling


Penerapan kaidah perkembangan fisik, psikis, dan perilaku individu dalam layanan BK dapat dilakukan dalam beberapa kegiatan, antara lain:

Penyusunan program

Program BK yang baik ialah suatu bentuk program BK apabila dilaksanakan di sekolah memiliki efisiensi dan efektifitas yang optimal. Salah satu syarat program BK adalah hendaknya memberikan pelayanan kepada semua peserta didik (W.Miller dalam Mungin Edi Wibowo. 2002:8). Selain itu, dalam menyusun program hendaknya berdasar kebutuhan bagi pengembangan peserta didik sesuai dengan kondisi pribadinya, jenjang dan jenis pendidikannya.

Memperhatikan pada syarat penyusunan program tersebut, maka guru BK di jenjang SMP dan SMA/SMK dituntut untuk memahami kebutuhan peserta didiknya. Kebutuhan tersebut antara lain dilihat dari perkembangan fisiknya, psikologis, dan perilakunya. Untuk mengetahui kebutuhan tersebut guru BK dapat melakukan pengumpulan data tentang kebutuhan peserta didik untuk mengoptimalkan perkembangan fisik.

Kecuali data perkembangan fisik, guru BK juga perlu memahami kebutuhan peserta didik dari aspek psikis. Data tersebut misalnya tentang keadaan emosi, hubungan sosial, bakat dan upaya pengembangan bakat, pelaksaan nilai-nilai agama, tata tertib sekolah, dan masyarakat. Tidak kalah penting, tentang kebutuhan perilaku. Guru BK dapat mengetahui hal tersebut dengan menyusun instrumen analisis kebutuhan yang mengungkap perkembangan perilaku dan kemungkinan dimilikinya perilaku menyimpang.

Instrumen yang digunakan perlu disesuaikan dengan aspek yang akan diketahui. Misalnya, sosiometri dan angket hubungan sosial untuk mengetahui perkembangan sosial dengan teman sebaya. Untuk mengetahui kondisi fisik peserta didik dapat dengan angket, wawancara dan pengamatan kesehatan.

Data kebutuhan siswa yang sudah diperoleh merupakan dasar penyusunan program BK. Materi tentang penyusunan intrumen analisis kebutuhan peserta didik dan menyusun program BK akan dibahas pada mata diklat khusus.

Pelaksanaan Layanan / Kegiatan Pendukung

Penyelenggaraan layanan adalah wujud nyata dari kegiatan pelayanan bimbingan BK terhadap peserta didik. Kegiatan layanan yang dilaksanakan hendaknya bertolak dari kebutuhan peserta didik. Karena Layanan BK berorientasi pada permasalahan dan perkembangan siswa secara individual maka program satuan layanan itu hendaklah meletakkan aspek-aspek individual peserta didik sebagai fokus kegiatan.

Sebagai wujud pelayanan kebutuhan peserta didik dalam mengoptimalkan perkembangan fisik, psikis, dan perilaku, seyogyanya layanan yang dilaksanakan mengembang fungsi pemahaman, pencegahan, pengentasan, dan pemeliharaan dan pengembangan.

Fungsi pemahaman bertujuan agar peserta didik memperoleh sejumlah informasi dan pemahaman tentang perkembangan fisik, psikis, dan perilaku. Misalnya, pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik dan sosial.

Fungsi pencegahan bertujuan agar peserta didik terhindar dari masalah yang mungkin timbul berkaitan dengan perkembangan fisik, psikis, dan perilaku. Misalnya, layanan informasi, bimbingan kelompok, dan penguasaan konten tentang mengendalikan emosi, upaya hidup sehat. Fungsi pengentasan bertujuan membantu peserta didik mengentaskan masalah yang dihadapi berkaitan dengan perkembangan fisik, psikis, dan perilakunya.

Fungsi pemeliharaan dan pengembangan adalah fungsi bimbingan yang mengarahkan terpeliharanya dan terkembangkannya potensi peserta didik dari aspek fisik, psikhis, dan perilaku. Misalnya siswa yang memiliki fisik tinggi dan kekar, diberi layanan penempatan dan penyaluran untuk memilih kegiatan yang mengutamakan fisik. Siswa yang penglihatannya kurang diberi layanan penempatan dan penyaluran dalam posisi duduk di kelas yang memungkinkan ia dapat melihat dengan lebih baik. Kecuali melaksanakan layanan, guru BK dapat melakukan kegiatan pendukung instrumentasi untuk mengetahui perkembangan fisik dan psikhis, alih tangan kasus jika ada siswa yang mengalami gangguan fisik parah dan menghambat belajar,dan kunjungan rumah untuk mengetahui data peserta didik selama di lingkungan tempat tinggal.

Mengembangakan materi.

Materi atau topik bimbingan konseling yang dikembangkan di SMP atau SMA/SMK perlu disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dari aspek fisik, psikis, perilaku, dan sosial. Pengembangan materi tersebut telah dikelompokkan dalam 4 bidang yaitu bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir.

Materi layanan pengembangan fisik peserta didik dapat dijabarkan dalam bidang pribadi yaitu tugas perkembangan masa remaja awal dan menyesuaikan diri dengan perkembangan fisik dan psikis pada masa remaja.

Kegiatan pelayanan konseling.

Uraian kegiatan dalam pelaksanaan layanan perlu memperhatikan karakteristik perkembangan fisik, psikologis, dan perilaku peserta didik. Misalnya, dalam proses layanan dilaksanakan metode diskusi untuk mengembangkan kemampuan sosial, memilih tempat duduk sesuai dengan pertumbuhan siswa SMP atau SMA/SMK, menumbuhkan kepercayaan diri dengan memberi kesempatan peserta didik mengeksplorasi diri, memberi penghargaan atau penguatan kepada peserta didik untuk membangun harga diri dan bersaing positif peserta didik.
Selengkapnya
Materi BK Tentang Perkembangan Perilaku

Materi BK Tentang Perkembangan Perilaku

Definisi Perilaku

Dalam sebuah buku yang berjudul “Perilaku Manusia” Drs. Leonard F. Polhaupessy, Psi. menguraikan perilaku adalah sebuah gerakan yang dapat diamati dari luar, seperti orang berjalan, naik sepeda, dan mengendarai motor atau mobil. Untuk aktifitas ini mereka harus berbuat sesuatu, misalnya kaki yang satu harus diletakkan pada kaki yang lain. Jelas, ini sebuah bentuk perilaku. Cerita ini dari satu segi. Jika seseorang duduk diam dengan sebuah buku ditangannya, ia dikatakan sedang berperilaku. Ia sedang membaca. Sekalipun pengamatan dari luar sangat minimal, sebenarnya perilaku ada dibalik tirai tubuh, didalam tubuh manusia.

Pendapat lainnya bahwa perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas organisme (makhluk hidup)yang bersangkutan. Oleh sebab itu, dari sudut pandang biologis semua makhluk hidup mulai dari tumbuh-tumbuhan, binatang sampai dengan manusia itu berperilaku, karena mereka mempunyai aktifitas masing-masing. Sehingga yang dimaksud perilaku manusia, pada hakikatnya adalah tindakan atau aktifitas manusia darimanusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain: berjalan, berbicara, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca dan sebagainya.



Disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku (manusia) adalah semua kegiatan atau aktifitas manusia, baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati pihak luar (Notoatmodjo 2003 hal 114).

Skiner (1938) seorang ahli psikologi, merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespon, maka teori skiner disebut teori “S – O - R”atau Stimulus – Organisme – Respon. Skiner membedakan adanya dua proses.
  1. Respondent respon atau reflexsive, yakni respon yang ditimbulkan oleh rangsangan – rangsangan (stimulus) tertentu. Stimulus semacam ini disebutelecting stimulation karena menimbulkan respon – respon yang relative tetap.
  2. Operant respon atau instrumental respon, yakni respon yang timbul dan berkembang kemudian diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu. Pernagsang ini disebut reinforcing stimulation atau reinforce, karena memperkuat respon.

Bentuk Perilaku

Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus ini, maka perilaku dapatdibedakan menjadi dua yaitu :

  1. Perilaku tertutup adalah respon seseorang terhadap stimulus dakam bentuk terselubung atau tertutup (covert). Respon atau reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan / kesadaran, dan sikap yang terjadi belumbisa diamati secara jelas oleh orang lain.
  2. Perilaku terbuka adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka. Respon terhadap terhadap stimulus tersebut sudah jelas dalam bentuk tindakan atau praktek (practice).

Domain Perilaku

Diatas telah dituliskan bahwa perilaku merupakan bentuk respon dari stimulus (rangsangan dari luar). Hal ini berarti meskipun bentuk stimulusnya sama namun bentuk respon akan berbeda dari setiap orang. Faktor – factor yang membedakan respon terhadap stimulus disebut determinan perilaku. Determinan perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu :

  1. Faktor internal yaitu karakteristik orang yang bersangkutan yang bersifat given atau bawaan misalnya : tingkat kecerdasan, tingkat emosional, jenis kelamin, dan sebagainya.
  2. Faktor eksternal yaitu lingkungan, baik lingkungan fisik,ekonomi, politik, dan sebagainya. Faktor lingkungan ini sering menjadi faktor yang dominanyang mewarnai perilaku seseorang. (Notoatmodjo, 2007 hal 139)

Proses Tejadinya Perilaku

Penelitian Rogers (1974) mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru (berperilaku baru), didalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan, yakni :

  1. Awareness (kesadaran), yakni orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui setimulus (objek) terlebih dahulu
  2. Interest, yakni orang mulai tertarik kepada stimuluss.
  3.  Evaluation (menimbang – nimbang baik dan tidaknya stimulus bagi dirinya).Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi.
  4. Trial, orang telah mulai mencoba perilaku baru.
  5. Adoption, subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran, dan sikapnya terhadap stimulus. 

Apabila penerimaan perilaku baru atau adopsi perilaku melalui proses seperti ini didasari oleh pengetanhuan, kesadaran, dan sikap yang positif maka perilaku tersebut akan menjadi kebiasaan atau bersifat langgeng.

Cara Mempelajari Perilaku

Tingkah laku peserta didik dapat dipelajari dengan berbagai cara;

  • Observasi (pengamatan) : Observasi dilakukan dengan mengamati perilaku individu yang tampak baik secara terprogram maupun insidental. Alat yang digunakan adalah lembar observasi.
  • Metode Eksperimen dan Tes : Eksperimen dapat dilakukan terbatas pada perilaku yang dapat diamati dengan alat indra.Bentuk-bentuk perasaan seperti kecewa, putus asa, dan cinta sukar diciptakan melalui eksperimen. Banyak tes yang sudah diakui kehandalannya untuk mengetahui perilaku peserta didik, misalnya tes intelegensi, tes bakat dan tes minat.
  • Angket. : Bentuk angket berupa daftar pertanyaan yang disusun secara  sistematis untuk mendapat data-data dan informasi dari objek yang akan dipelajari. Daftar pertanyaan tersebut disampaikan kepada responden untuk memperoleh data dan informasi, kemudian dilakukan analisa data perilaku.
  • Biografi ; Perilaku individu dapat diketahui dengan mempelajari riwayat hidupnya yang ditulis sendiri maupun ditulis orang lain. Riwayat hidup yang ditulis sendiri oleh orang yang punya riwayat disebut autobiografi. Riwayat hidup yang ditulis orang lain. Disebut biografi. Riwayat hidup merupakan sumber yang berharga untuk mendapat bahan yang dapat digunakan untuk mempelajari perilaku iindividu.
  • Buku harian : Biasanya anak pubertas (remaja) suka menulis buku harian. Buku harian sangat bermanfaat untuk mengungkapkan perilaku individu.
Selengkapnya
Materi BK Perkembangan Nilai dan Moral

Materi BK Perkembangan Nilai dan Moral

Materi BK Perkembangan Nilai dan Moral


Materi BK Perkembangan Nilai dan Moral


Nilai kehidupan adalah
norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, misalnya adat kebiasaan dan sopan santun (Sutikna dalam Sunaryo.2002:168) Sopan santun, adat istiadat dan kebiasaan serta nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai-nilai hidup yang menjadi pegangan seseorang dalam kedudukannya sebagai warga negara Indonesia dalam hubungannya dengan negara serta dengan sesama warga negara. Moral adalah ajaran tentang baik buruk perbuatan dan kelakuan, akhlak, kewajiban. Dalam moral diatur segala perbuatan yang dinilai baik dan perlu dilakukan. Dan suatu perbuatan yang dinilai tidak baik dan perlu dihindari. Moral berkaitan dengan kemampuan membedakan antara perbuatan yang benar dan salah. Dengan demikian moral merupakan kendali dalam bertingkah laku.

Dalam kaitannya dengan pengamalan nilai-nilai, maka moral merupakan kontrol dalam bersikap dan bertingkah laku sesuai dengan nilai-nilai hidup yang dimaksud. Misalnya dalam pengamalan nilai hidup tenggang rasa, dalam perilaku seseorang akan selalu memperhatikan perasaan orang lain dan dapat membedakan tindakan yang benar dan yang salah. Nilai-nilai kehidupan sebagai norma dalam masyarakat senantiasa menyangkut persoalan antara baik dan buruk, jadi berkaitan dengan moral.

Karakteristik Nilai dan Moral Remaja

Nilai-nilai kehidupan yang perlu diinformasikan dan selanjutnya dihayati oleh para remaja tidak terbatas pada adat kebiasaan dan sopan santun saja, namun juga seperangkat nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, misalnya nilai keagamaan, kemanusiaan, keadilan, estetik, etik, dan intelektual dalam bentuk yang sesuai dengan perkembangan remaja.

Salah satu tugas perkembangan yang harus dikuasai remaja adalah mempelajari apa yang diharapkan oleh kelompok dari padanya dan kemudian bersedia membentuk perilaku agar sesuai dengan harapan sosial masyarakat tanpa terus dibimbing dan diawasi seperti masih anak-anak. Remaja diharapkan mengganti konsep-konsep moral yang berlaku umum dan merumuskannya ke dalam kode moral yang akan berfungsi sebagai pedoman bagi perilakunya. Michel (dalam Sunaryo.2002:171) mengemukakan lima perubahan dasar dalam moral yang harus dilakukan oleh remaja, yaitu:
  1. Pandangan moral individu makin lama makin menjadi abstrak.
  2. Keyakinan moral lebih terpusat pada apa yan benar dan kurang pada apa yang salah. Keadilan muncul sebagai kekuatan moral yang dominan.
  3. Penilaian moral menjadi semakin kognitif. Hal ini mendorong remaja lebih berani mengambil keputusan terhadap berbagai masalah moral yang dihadapinya.
  4. Penilaian moral menjadi egosentris.
  5. Penilaian moral secara psikologis menjadi lebih mahal dalam arti bahwa penilaian moral merupakan bahan emosi danmenimbulkan ketegangan emosi.
Kehidupan moral merupakan problematik yang pokok pada masa remaja. Maka perlu kiranya untuk meninjau perkembangan moralitas ini mulai dari waktu anak dilahirkan, untuk dapat memahami mengapa justru pada masa remaja hal tersebut menduduki tempat yang sangat penting.

Menurut Kolberg (dalam sunaryo.2002:172) ada tingkat perkembangan moral, yaitu:

1. Prakonvensional (stadium 1 dan 2)
Pada stadium satu, anak berorientasi kepada kepatuhan dan hukuman. Anak mengganggap baik atau buruk atas dasar akibat yang ditimbulkannya. Anak hanya mengetahui bahwa aturan-aturan yang ditentukan oleh adanya kekuasaan yang tidak bisa diganggu gugat. Ia hanya menurut atau kalau tidak akan kena hukuman.

Pada stadium dua, berlaku prinsip relativistik-hedonism. Pada tahap ini, anak tidak lagi secara mutlak tergantung kepada aturan yang ada di luar dirinya, atau ditentukan oleh orang lain, tetapi mereka sadar bahwa setiap kejadian mempunyai beberapa segi. Jadi ada relativisme, artinya bergantung pada kebutuhan dan kesanggupan seseorang (hedonistik). Misalnya mencuri ayam karena kelaparan, karen aperbuatan mencurinya untuk memenuhi kebutuhannya (lapar) maka mencuri dianggap sebagai perbuatan yang bermoral, meskipun perbuatan mencuri itu sendiri diketahui sebagai perbuatan yang salah karena ada akibatnya yaitu hukuman.

2) Konvensional (Stadium 3 dan 4)
Stadium tiga menyambut orientasi mengenai anak yang baik. Pada stadium ini anak mulai memasuki belasan tahun, dimana anak memperlihatkan orientasi perbuatan-perbuatan yang dapat dinilai baik atau tidak baik oleh orang lain. Masyarakat adalah sumber belajar yang menentukan apakah perbuatan seseorang baik atau tidak. Menjadi ‘anak manis” masih sangat penting dalam stadium ini. Stadium empat yaitu mempertahankan norma-norma sosial dan otoritas. Pada stadium ini perbuatan baik yang diperlihatkan seseorang bukan hanya agar dapat diterima oleh lingkungan masyarakatnya, melainkan bertujuan agar dapat ikut mempertahankan aturan-aturan atau norma-norma sosial. Jadi perbuatan baik merupakan kewajiban untuk ikut melaksanakan aturan yang ada, agar tidak timbul kekacauan.

3) Pasca-Konvensional (stadium 5 dan 6)
Stadium 5 merupakan tahap orientasi terhadap perjanjian antara dirinya dengan lingkungan sosial. Pada stadium ini ada hubungan timbal balik antara dirinya dengan lingkungan sosialdengan masyarakat.Seseorang harus memperlihatkan kewajiban, harus sesuai dengan tuntutan norma-norma sosial karena sebaliknya, lingkungan sosial atau masyarakat akan memberikan perlingungan kepadanya.

Originalitas remaja juga tampak dalam hal ini. Pertama, remaja masih mau diatur secara ketat oleh hukum-hukum umum yang lebih tinggi. Meskipun di stadium ini kata hati sudah mulai berbicara, namun penilaian – penilainnya masih belum timbul dari kata hati yang sudah betul-betul diintenalisasi, yang sering tampak pada sikap yang kaku.

Stadium enam disebut prinsip universal. Pada tahap ini ada norma etik di samping norma pribadi dan subyektif. Dalamhubungan dan perjanjian antara seseorang dengan masyarakatnya ada unsur-unsur subyektif yang menilai apakah suatu perbuatan itu baik atau tidak. Subyektivisme ini berarti ada perbedaan penilaian antara seseorang dengan orang lain. Dalam hal ini, unsur etika akan menentukan apa yang boleh dan baik dilakukan atau sebaliknya. Remaja mengadakan penginternalisasian moral yaitu remaja melakukan tingkah laku – tingkah laku moral yang dikemudikan oleh tanggung jawab batin sendiri. Tingkat perkembangan moral pasca konvensional harus dicapai selama masa remaja.

Menurut Furter (Dalam Monk,1984:257) menjadi remaja berarti mengerti nilai-nilai. Remaja dituntut tidak hanya mengerti nilai-nilai saja, melainkan juga dapat menjalankannya. Hal ini berarti bahwa remaja sudah dapat menginternalisasikan penilaian moral, menjadikannya sebagai nilai pribadi, dan penginternalisasian nilai akan tercermin dalam sikap dan tingkah lakunya.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi perkembangan Nilai

Berdasar sejumlah hasil penelitian, perkembangan internalisasi nilai terjadi melalui identifikasi dengan orang-orang yang dianggapnya sebagai model. Bagi anak-anak usia 12-16 tahun, gambaran ideal identifikasi adalah orang dewasa yang simpatik, teman-teman, orang-orang terkenal, dan hal-hal ideal yang diciptakannya sendiri.

Bagi para ahli psikoanalisa perkembangan moral dapandang sebagai proses internalisasi norma-norma masyarakat dan dipandang sebagai kematangan dari sudut organik biologis. Menurut psikoanalisa, moral dan nilai menyatu dalam konsep superego. Superego dibentuk melalui jalan internaliasi larangan dan perintah yang datang dari luar (khususnya orang tua) sehingga akhirnya terpencar dari dalam diri sendiri. Karena itu, orang-orang yang tak mempunyai hubungan harminis dengan orang tuanya di masa kecil, kemungkinan besar tidak mampu mengembangkan super ego yang cukup kuat, sehingga mereka bisa menjadi orang yang sering melanggar norma masyarakat.

Teori lain yang non psikoanalisa beranggapan bahwa hubungan anak dengan orang tua bukan satu-satunya sarana pembentuk moral. Para sosiolog beranggapan bahwa masyarakat sendiri mempunyai peran penting dalam pembentukan moral. Tingkah laku yang terkendali disebabkan oleh adanya kontrol dari masyarakat itu sendiri yang mempunyai sanksi-sanksi tersendiri buat pelanggarnya (sarlito, 1992:92)

Di dalam usaha membentuk tingkah laku sebagai pencerminan nilai-nilai hidup tertentu ternyata bahwa faktor lingkungan mmegang peranan penting. Di antara segala unsur lingkungan sosial yang berpengaruh, tampaknya sangat penting adalah unsur lingkungan berbentuk manusia yang langsung dikenal atau dihadapi oleh seseorang sebagai perwujudan dari nilai-nilai tertentu. Dalam hal ini lingkungan sosial terdekat yang terutama terdiri dari mereka yang berfungsi sebagai pendidik dan pembina. Makin jelas sikap dan sifat lingkungan terhadap nilai hidup tertentu dan moral makin kuat pula pengaruhnya untuk membentuk tingkah laku yang sesuai.

Teori perkembangan moral yang dikemukakan oleh Kohlberg menunjukkan bahwa sikap moral bukan hasil sosialisasi atau pelajaran yang diperoleh dari kebiasaan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan nilai budaya. Tahap-tahap perkembangan moral terjadi dari aktifitas spontan pada anak-anak (singgih G. 1990:202). Anak memang berkembang melalui interaksi sosial, tetapi interaksi ini mempunyai corak yang khusus, yang dipengaruhi faktor pribadi.

Upaya mengembangkan nilai dan moral

Perwujudan nilai, moral, dan sikap tidak terjadi dengan sendirinya dan tidak semua individu mencapai tingkat perkembangan moral seperti yang diharapkan. Oleh karena itu orang dewasa perlu membantu remaja dengan memberi pembinaan. Adapun upaya yang dapat dilakukan dalam mengembangkan nilai, moral, dan sikap remaja adalah sebagai berikut :

1) Menciptakan komunikasi.

Dalam komunikasi didahului dengan pemberian informasi tentang nilai dan moral. Anak tidak pasif mendengarkan dari orang dewasa, bagaimana seseorang harus bertingkah laku sesuai dengan norma dan nilai moral, tetapi anak-anak harus dirangsang supaya lebih aktif. Hendaknya ada upaya untuk mengikutsertakan remaja dalam beberapa pembicaraan dan dalam pengambilan keputusan keluarga, sedangkan dalam kelompok sebaya, remaja turut serta aktif dalam tanggung jawab dan penentuan maupunkeputusan kelompok.

Di sekolah remaja hendaknya diberi kesempatan berpartisipasi untuk mengembangkan aspek moral misalnya dalam kerja kelompok, sehingga dia belajar tidakmelakukan sesuatu yang akan merugikan orang lain karena hal itu tidak sesuai dengan nilai dan norma moral. Mempelajari nilai memerlukan kesempatan untuk diterima dan diresapkan sebelum menjadi bagian integral dari tingkah laku seseorang. Selanjutnya, nilai-nilai yang dipelajari akan berkembang dalam konteks kehidupan bersama.

2) Menciptakan iklim yang sesuai

Seseorang yang mempelajari nilai hidup tertentu danmoral, kemudian berhasil memiliki sikap dan tingkah laku sebagai pencerminan nilai hidup itu umumnya adalah seorang yang hidup dalam lingkungan yang positif, jujur, dan konsekuen mendukung bentuk tingkah laku yang merupakan pencerminan nilai hodup tersebut. Ini berarti abahwa usaha pengembangan tingkah laku nilai hidup hendaknya tidak hanya mengutamakan pendekatan intelektual semata tetapi memerlukan lingkungan yang kondusif di mana faktor-faktor lingkungan itu sendiri merupakan penjelmaan yang kongkrit dari nilai hidup tersebut. Karena lingkungan merulakan faktor yang cukup luas dan sangat bervariasi, maka tampaknya yang perlu diperhatikan adalah lingkungan sosial terdekat yang terutama terdiri dari mereka yang berfungsi sebagai pendidik dan pembina yaitu orang tua dan guru.

Para remaja sering bersikap kritis, menentang nilai dan dasar hidup orang tua dan orang dewasa lainya. Ini tidak berarti mengurangi kebutuhan mereka akan suatu sistem nilai yang tetap dan memberi rasa aman kepada remaja. Mereka tetap mengingatkan suautu sistem nilai yang akan menjadi pegangan dan petunjuk bagi perilaku mereka. Karena itu, orang tua dan guru serta orang dewasa lainnya perlu memberi model atau contoh perilaku yang merupakan perwujudan nilai yang diperjuangkan.

Usia remaja, moral merupakan suatu kebutuhan tersendiri oleh karena itu mereka sedang dalam keadaan membutuhkan pedoman atau petunjuk dalam rangka mencari jalannya sendiri. Pedoman ini juga untuk menumbuhkan identitas dirinya, menuju kepribadian yang matang dan menghindarkan diri dari konflik-konflik peran yang selalu terjadi dalam masa transisi ini. Nilai-nilai keagamaan perlu mendapat perhatian, karena agama juga mengajarkan tingkah laku yang baik dan buruk sehingga secara psikologis berpedoman kepada agama juga mengajarkan tingkah laku yang baik dan buruk, sehingga secara psikologis berpedoman kepada agama. 

Akhirnya, lingkungan yang lebih bersifat mengajak, mengundang, atau memberi kesempatan, akan lebih efektif dari pada lingkungan yang ditandai dengan larangan-larangan dan peraturan yang serba membatasi.
Selengkapnya
Materi BK Perkembangan Pendidikan dan Karir

Materi BK Perkembangan Pendidikan dan Karir

Materi BK Perkembangan Pendidikan dan Karir

Materi BK Perkembangan Pendidikan dan Karir

Pengertian Kehidupan Pendidikan dan karir Mengapa manusia belajar dan bekerja

Pada hakikatnya manusia selalu ingin tahu, dengan demikian mereka selalu berupaya mengejar ilmu pengetahuan. Atas dasar hakikat inilah maka manusia senantiasa terus belajar, mencari tahu banyak hal. Banyak bangsa yang mengikuti prinsip pendidikan (belajar) seumur hidup, yang artinya adalah manusia itu senantiasa terus belajar sepanjang hayat.

Kehidupan pendidikan merupakan pengalaman belajar yang dihayati sepanjang hidupnya, baik di dalam jalur pendidikan sekolah maupunluar sekolah. Berkaitan dengan perkembangan peserta didik, kehidupan pendidikan yang dimaksud baik yang dialami oleh remaja sebagai peserta didik di dalam lingkungan keluarga, sekolah, atau kehidupan masyarakat. Sedang kehidupan karir merupakan pengalaman seseorang dalam dunia kerja. Seperti dikatakan oleh Garrison (dalam Sunarto.2002:191) bahwa setiap tahun di dunia ini terdapat jutaan pemuda memasuki dunia kerja. Peristiwa seseorang remaja masuk dunia kerja merupakan awal pengalamannya dalam kehidupan berkarir. Pada hakikatnya kehidupan remaja di dalam pendidikan merupakan awal kehidupan karirnya.

Karakteristik Kehidupan Pendidikan dan Karir

Belajar akan lebih berhasil apabila sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Cita-cita tentang jenis pekerjaan di masa datang merupakan faktor penting yang mempengaruhi minat dan kebutuhan untuk belajar. Pada usia remaja, telah mulai jelas gambaran cita-cita dewasa nanti. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa remaja telah memiliki minat yang jelas terhadap jenis pekerjaan tertentu. Untuk itu remaja secara sadar telah mengetahui pula bahwa untuk mencapai jenis pekerjaan yang dicita-citakan itu memerlukan sarana pengetahuan dan keterampilan tertentu yang harus dimiliki. Pada dasarnya belajar atau mengikuti pendidikan tertentu merupakanpersiapan bagi remaja untuk memasuki dunia kerja. Hal inilah yang sering membingungkan remaja menentukan pilihan jenis pendidikan yang akan diikuti.

Siswa SMP rata-rata berusia 12-14 tahun atau pada usia remaja awal. Mereka mulai mengenal sistem baru dalam sekolah, antara lain dengan perkenalan dengan banyak guru yang memiliki berbagai macam sifat dan kepribadian. Hal ini menunjukkan perlunya kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi yang beragam. Mereka juga mulai mengenal berbagai mata pelajaran yang harus dipelajari dengan berbagai karakteristiknya. Di SMP belum ada masalah tentang pemilihan jurusan tetapi dapat menghadapi masalah tentang melanjutkan pendidikan. Sedangkan bagi siswa SMA/SMK yang berusia sekitar 15 -18 tahun menghadapi kedua masalah tersebut, atau pilihan pekerjaan sesudah lulus.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Pendidikan dan Karir

1. Faktor Sosial Ekonomi.

Kondisi sosial ekonomi keluarga banyak menentukan perkembangan kehidupan pendidikan dan karir anak. Kondisi sosial yang menggambarkan status orang tua merupakan faktor yang “dilihat” oleh anak untuk menentukan pilihan sekolah dan pekerjaan. Secara tidak langsung keberhasilan orang tuanya merupakan contoh bagi anak, sehingga dalam menentukan pilihan pendidikan dan karir tersirat untuk mempertahankan kesuksesan orang tuanya. Di samping itu, secara eksplisit orang tua menyampaikan harapan hidup anaknya yang tercermin pada dorongan untuk memilih jenis sekolah atau pendidikan yang diidamkan oleh orang tua. Umpamanya, orang tua menginginkan anaknya menjadi dokter, polisi, ahli teknik mesin.

Faktor ekonomi turut menentukan keberhasilan pendidikan dan karir anak, karena berkaitan dengan pembiayaan pendidikan. Banyak remaja berkemampuan tinggi tetapi tidak dapat menikmati pendidikan yang baik disebabkan keterbatasan ekonomi.

2. Faktor Lingkungan

Yang dimaksud lingkungan di sini meliputi tiga macam, yaitu lingkungan kehidupan masyarakat, lingkungan sekolah, dan lingkungan sosial. Lingkungan masyarakat adalah lingkungan di sekitar remaja berdomisili, misalnya lingkungan industri, pendidikan, perdagangan, nelayan, dan lain-lain. Lingkungan masyarakat akan membentuk sikap remaja dalam menentukan pola kehidupan, yang pada saatnya dapat mempengaruhi pemikirannya dalam menentukan jenis pendidikan dan karir yang diidamkan.

Lingkungan sekolah merupakan lingkungan yang langsung berpengaruh terhadap kehidupan pendidikan dan cita-cita remaja.Lembaga pendidikan atau sekolah yang baik mutunya, yang memelihara kedisiplinan cukup tinggi, akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan sikap dan perilaku kehidupan pendidikan dan pola pikir dalam menghadapi karir. Lingkungan pergaulan teman sebaya memberikan pengaruh langsung terhadap kehidupan masing-masing remaja. Lingkungan teman sebaya akan memberikan peluang bagi remja untuk menjadi lebih matang.

3. Faktor pandangan hidup.

Pandangan hidup sendiri merupakan bagian yang terbentuk karena lingkungan. Seseorang dalam memilih lembaga pendidikan dipengaruhi oleh kondisi keluarga yang melatarbelakanginya. Remaja yang berasal dari keluarga kurang mampu dan memiliki dorongan ingin lebih mapan secara ekonomi, maka umumnya akan memilih karir yang dapat mendatangkan banyak penghasilan.

Perbedaan Individu dalam Perkembangan Pendidikan dan Karir

Perkembangan pendidikan dan karir dipengaruhi oleh kecerdasan. Dalam kenyataannya kecerdasan setiap individu berbeda-beda, maka dalam hal itu akan berpengaruh terhadap pola kehidupannya di bidang pendidikan. Dengan demikian, kehidupan pendidikan akan sangat bervariasi seiring dengan perbedaan kemampuan berpikir. Karena kehidupan pendidikan merupakan bagian awal dari kehidupan karir, maka dengan perbedaan kehidupan pendidikan tersebut akan membawa perbedaan individual di dalam kehidupan karir.

Perkembangan Karir Remaja

Perkembangan karir remaja menurut Ginzberg (dalam Sunarto.2002:202) ada pada pilihan tentatif (11 – 17 tahun) itu ditandai oleh meluasnya pengenalan anak terhadap berbagai masalah dalam memutuskan pekerjaan apa yang akan dikerjakannya di masa datang. Periode tentatif ini meliputi empat tahapan, yaitu:

1) Tahap minat (11 – 12 tahun)

Remaja sudah mulai mempunyai rencana dan kemungkinan pilihan karir yang didasarkan pada minat. Anak belajar tentang apa yang ia suka lakukan, dan anak melakukan pilihan-pilihan secara tentatif atas dasar faktor-faktor subyektif, belum didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan objektif.

2) Tahap kapasitas (12-14 tahun)

Remaja mulai menggunakan keterampilan dan kemampuan pribadinya sebagai pertimbangan dalam melakukan pilihan dan rencana karir. Remaja mulai menilai kemampuannya berperan baik dalam bidang pendidikan dan pekerjaan yang diminati. Kecenderungan mengidentikkan dengan orang tua berkurang, sebaliknya remaja makin cenderung mengidentikkan dengan orang lain yangmenjadi idolanya.

3) Tahap nilai 915-16 tahun)

Dalam tahap ini remaja telah menganggap penting peranan nilai-nilai pribadi dalam proses pilihan karir. Anak mulai melihat apa yang sesungguhnya penting bagi dirinya, tahu perbedaan konsepsi tentang berbagai gaya hidup yang disiapkan oleh pekerjaan, kesadaran tentang pentingnya waktu mulai berkembang dan menjadi lebih sensitif terhadap perlunya pekerjaan.

4) Tahap transisi (17-18 tahun)

Dalam tahap transisi ini remaja mulai bergerak dari pertimbangan-pertimbangan realistis yang masih berada di pinggir kesadaran ke dalam posisi yang lebih sentral. Pada tahap in anak mulai menghadapi perlunya membuat keputusan dengan segera, kongkrit, dan realistis tentang pekerjaan yang akan datang atau pendidikan yang mempersiapkannya ke suatu pekerjaan tetrtentu nanti. Anak makin bebas bertindak sehingga memungkinkan ia melakukan uji coba keterampilan dan bakat-bakatnya. Dalam periode pilihan realistis remaja telah sampai pada tahap eksplorasi, yaitu mencari berbagai alternatif pekerjaan yang cocok, dan tahap kristalisasi yaitu melakukan pilihan karir.
Selengkapnya