Bukti Fisik Dokumen PKKS 2019

Bukti Fisik Dokumen PKKS 2019

Bukti Fisik Dokumen PKKS 2019
Bukti Fisik Dokumen PKKS 2019
Bukti Fisik PKKS - Pelaksanaan PKKS (Penilaian Kinerja Kepala Sekolah) itu sama seperti halnya PKG, yakni dilaksanakan dalam 1 tahun 1 kali untuk melihat Kinerja Kepala Sekolah dalam Hal Manajemen Sekolah. Ini tentu dilakukan Pengawas Pembina/ Pengawas Sekolah yang 1 tingkat diatas Kepala Sekolah.

Adapun yang menjadi Penilaian PKKS tersebut yakni meliputi 10 manajemen Kepala Sekolah diantaranya :
  1. Kompetensi Pengelolaan Peserta Didik Baru 
  2. Kompetensi Pengelolaan Administrasi Sekolah 
  3. Kompetensi Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan 
  4. Kompetensi RKJM dan RKAS 
  5. Kompetensi Pengembangan Sekolah 
  6. Kompetensi Pengelolaan Kurikulum 
  7. Kompetensi Peningkatan Kualitas Pembelajaran 
  8. Kompetensi Pengelolaan Sarana dan Prasarana 
  9. Kompetensi Kewirausahaan 
  10. Kompetensi Supervisi Akademik 
10 Manajemen Kepala Sekolah tersebut harus dilakukan Kepala Sekolah dalam 1 tahun Pelajaran dari Januari sampai dengan Desember untuk kemudian Kepala Sekolah itu sendiri dinilai langsung Pengawas Pembina/ Pengawas Sekolah dalam hal kelengkapan Administrasi 10 Manajemen tersebut untuk dijadikan Bukti Fisik PKKS.

Namun yang kami bagikan untuk Bukti Fisik Dokumen PPKS kali ini kami bagikan semua untuk kategori bukti instrumen pkks kompetensi 4, instrumen penilaian kinerja kepala sekolah document, bukti fisik penilaian kinerja kepala sekolah 2019, bukti fisik pkks komponen kewirausahaan, bukti instrumen pkks kompetensi manajemen sumber daya.

Download Bukti Fisik PKKS 2019

Dibawah ini kami sertakan semua kebutuhan Administrasi dalam pelaksanaan 10 Manajemen Kepala Sekolah yang nanti akan dijadikan Bukti Fisik Dokumen PKKS yang akan dinilai langsung Pengawas Pembina/ Pengawas Sekolah dibawah ini :

Contoh Rencana Kerja Tahunan (RKT) -------- MIRROR LINK

Contoh Evaluasi Diri Sekolah (EDS) ----------MIRROR LINK

Contoh Administrasi Sertijab Kepala sekolah

Bagi kepala Sekolah SD, SMP, SMA dan SMK Sederajat yang akan melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah yang biasanya dilakukan Pengawas Pembina/ Pengawas Sekolah, haruslah mendapatkan semua file yang dibagikan kali ini.

Bagi yang membutuhkan saja semua file yang di uraikan diatas, bisa didapatkan melalui link dibawah ini :

Download List Dokumen Persiapan PKKS 2017 Lengkap
Demikianlah kiranya berbagi Informasi dan File mengenai Bukti Fisik Dokumen PKKS Tahun 2019 yang dibagikan dalam artikel kali ini, semoga bermanfaat dan bisa membantu dalam menyediakan segala sesuatunya dalam pelaksanaan Penilaian kinerja kepala sekolah. Terima kasih.
Selengkapnya
Solusi Anak yang Senang Merokok di Sekolah dan Dirumah

Solusi Anak yang Senang Merokok di Sekolah dan Dirumah

Solusi Anak yang Senang Merokok di Sekolah dan Dirumah

Solusi Anak yang Senang Merokok

Berkas Sekolah - Tepat di Hari memperingati HUT-RI Ke 74 tanggal 17 Agustus 2019 postingan ini diangkat saudara Muhammad Sanusi di Grup ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia) dimana Grup ini salah satu Grup Sharing dan Berbagi Ilmu Khusus Bapak/Ibu Konselor/ Konseling di Sekolah. Berikut ini beberapa Komentar yang diberikan Anggota ABKIN berkaitan dengan "Solusi Anak yang Senang Merokok di Sekolah dan Dirumah" yang mungkin berbeda cara penanganannya. 


Saya serahkan ke orang tuanya pak, Orang tuanya harus d kasih ketegasan plus wawasan kalau anak usia sekolah belum boleh merokok, Di sekolah saya cara itu sudah cukup efektif untuk saat ini Dan anaknya juga kita kasih ketegasan dan wawasan juga.

2. Agung Dwi Nugroho Solusinya untuk di sekolah
  1. Surat Peringatan 1 + paggil ortu
  2. Surat Peringatan 2 + panggil ortu
  3. Surat peringatan 3 + panggi ortu + bwt surat pernyataan + skorsing
  4. Kembalikan ke ortu
  5. Buat di rumah itu tanggung jawab ortu. 👍
3. Anang Susilowanto : Guru jadi teladan,asal jgn ada guru merokok di sekolah siswa akan mudah dikendalikn tuk tidak merokok di sekolah

4. Imron April Yani Maaf usulan .... : Bapak anak tsb di minta utk berhenti merokok juga guru² anak tsb yg merokok diminta utk menghentikan merokok juga baik disekolah atau di rumah.....InsyaaAlloh lbh efektif.. dan Anak butuh contoh tauladan kongkrit...bukan hanya teori

5. Syihabudin Alfatari : Mulai dari lingkungan.. Bisa pada teman bermain, ortu, dan sekolah.. Di kompakan.. Melalui pembinaan.. Bimbingan klasikan dan bimbingan kelompok.. 
Bisa disertai bimbingan karir.. Yg mengarahkan siswa untuk perencaan masa depan serta ekskul di dalamnya

6. Mey F. MaLaimakuni Kalo di sekolah, mngqn terlebih dulu kita cari tau penyebabnya, dan dengan siapa siswa trsbt sering merokok. Barulah kita panggl siswa yg bersngkutan untuk memberi pemahan, dan kalo bisa kita libatkan org tua. Krna kegemarnnya merokok di skolah dan rumah.

7. Windy Garini Klo orangtua perokok, guru ada yg merokok di sekolah dan kawan2 perokok.. Lengkap faktor pendukung dia jadi perokok..


- Disekolah gurunya ada yg ngerokok gk? 
- Sya dlu ada, guru ngerokok didlm kelas, saya tegur dikelas, bpknya ngeles, mlh bilang rokok itu hanya blh dinikmati org2 sukses, dll.. 
- Waktu itu tahun 2007, sy kls 3 smp. 
- Nah, bgmn dgn skrg?
- Ortu dirumah ngerokok gk? Gimna pun jg ortu adlh panutan utama anak.
- Lingkungan, dgn siapa dia berteman dll..
- Ketegasan peraturan sekolah..

9. Vesti Fresdiyati : Berikan ketegasan bhw di sklh tidak boleh merokok, jd kalo diam2 merokok dan ketauan lsg beri sanksi, berawal dr situ dulu, sambil anaknya didekati, diajak bicara ttg hal ini (konseling)

10. Syekh Konseling : Yang pertama kita intervew dulu siswanya kenapa meroko? Kalu kita sdh mengetahui alasan dan sebab dia merokok, baru kita berikan tritment yg tpat contohnya diberikan pemahaman tentang perturan sekolah mengenai hal tersebut, dan berikan pemahaman mengenai bahaya merokok dan enaknya tidak merokok, sehingga nnty siswa tersbt sedikit berfikir untuk berhenti merokok dan itu peluang kita untuk mengsugestikan siswa supaya memilih berhenti merokok entah menggunakan rileksasi atau terapy jika sudh kejanduan..

11. Akur Sudianto : Saya perokok...ttp tdk pernah merokok ktk masuk kelas....awalnya saya buatkan materi layanan klasikal ttg rokok...lalu saya kaitkan dg aturan sekolah ttg larangan merokok dan sangsinya. Sekolah menjadi tertib hanya ditentukan 2 hal...kejelasan aturan dan ketegasan aparat sekolah.

Balasan Fairus Bashay kepada Akur Sudianto kalu sudah ada peraturan jelas disekolah ada larangan merokok berarti sudah jelas kan ada sangsinya dri sekolah 
Merokok dirumah nah kita bisa undang ortunya kesekolah karena besar kemungkinan ortu memperbolehkan nah ini masalahnya.

Akur Sudianto Kepada Fairus Bashay saya memiliki komitmen dg anak2...jng merokok d sekolah dan jangan pakai seragam jk merokok...jika perlu ...ketemu saya...sama2 merokok

Balasan Fairus Bashay  kepada Pak Akur Sudianto mantapppp pak akur

Akur Sudianto : Ada satu kasus ttg anak yg merokok...saya minta ijin k ortunya utk membelikan rokok ktk dia bljar d rumah...dg santainya ia merokok sambil belajar...tdk sembunyi sembunyi...keluar rumah...menghindari belajar...kebetulan hasilnya tambah baik

Disini mungkin sudah banyak interaksi dari Anggota ABKIN mengenai Solusi Anak yang senang merokok di sekolah dan di rumah yang pastinya sangat bermanfaat dan bisa disimpulkan bahwa untuk kasus seperti ini bukan hanya menjadi tugas Guru BP/BK/ Konselor Sekolah tetapi ada juga tugas wali kelas untuk pendekatan kesetiap siswa. Pendekatan ke Orang Tua Siswa, Penegasan Kembali Aturan di Sekolah/ Madrasah mengenai tata Tertib Peserta Didik, memberi tahu Bahaya ROKOK dan lain sebagainya.

Untuk bapak/Ibu Pengunjung Berkas Sekolah khusus Guru BP/BK bisa di Add Facebook setiap komentar diatas atau Grup ABKIN supaya lebih banyak Informasi dan Sharing pengalaman dalam menangani Siswa di Sekolah.

Bahaya Merokok Bagi Kesehatan

Bahaya merokok bagi perokok itu sendiri

Kanker : Merokok menyebabkan sekitar 90 persen kasus kanker paru-paru. Kebiasaan yang satu ini juga menyebabkan kanker di berbagai bagian tubuh lainnya. Misalnya mulut, bibir, tenggorokan, laring, esofagus (kerongkongan), kandung kemih, ginjal, hati, dan pankreas.

Masalah jantung : Merokok juga bisa merusak jantung dan sirkulasi darah Anda, sehingga meningkatkan risiko Anda memiliki beberapa penyakit seperti:
  • penyakit jantung koroner
  • serangan jantung
  • stroke
  • penyakit vaskular perifer (pembuluh darah yang rusak)
  • penyakit serebrovaskular (arteri yang rusak, yang memasok darah ke otak)
Masalah paru-paru : Merokok juga tentu dapat memengaruhi kesehatan paru-paru Anda. Merokok dapat menyebabkan kondisi seperti:
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), yang mengurangi pasokan oksigen ke darah karena terblokirnya jalan napas akibat peradangan (bronkitis) dan rusaknya kantung udara (emfisema).
  • Pneumonia
Merokok juga dapat memperburuk atau memperpanjang gejala kondisi pernapasan seperti asma, atau infeksi saluran pernapasan seperti flu biasa.

Pada pria, merokok dapat menyebabkan impotensi karena menghambat pasokan dan aliran darah ke penis. Hal ini juga dapat mengurangi kesuburan pria dan wanita.

Risiko kesehatan bagi perokok pasif

Bahaya merokok tidak hanya berdampak pada perokok itu sendiri. Namun, asap rokok yang dihirup orang lain juga dapat membahayakan kesehatannya. Orang yang ikut menghirup asap rokok (tapi tidak merokok) disebut perokok pasif. Bahkan, perokok pasif juga dapat meningkatkan risiko mendapatkan kondisi kesehatan yang sama dengan perokok aktif.

Bayi dan anak-anak sangat rentan terhadap efek asap rokok dari orang lain. Seorang anak yang terpapar asap berisiko lebih tinggi mengalami meningitis dan batuk terus-menerus. Juga, jika anak-anak memiliki asma, gejalanya akan bertambah parah.

Selain itu, bayi atau anak-anak yang menghirup asap rokok juga memiliki risiko meninggal mendadak dan mengalami infeksi telinga.

Bahaya merokok pada ibu hamil

Bahaya merokok untuk ibu hamil tidak hanya terjadi pada dirinya sendiri, tapi juga pada janin dalam kandungannya. Merokok selama kehamilan dapat meningkatkan komplikasi seperti:
  • keguguran
  • kelahiran prematur
  • bayi lahir berat badan rendah
  • bayi lahir mati
Itulah Informasi mengenai Sharing Solusi Anak yang Senang Merokok di Sekolah dan Dirumah berikut dengan Bahaya Merokok bagi Kesehatan, Bahaya merokok bagi perokok itu sendiri, Risiko kesehatan bagi perokok pasif, Bahaya merokok pada ibu hamil. Semoga bermanfaat.
Selengkapnya
Buku Kelas 12 SMA-MA Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semua Mapel

Buku Kelas 12 SMA-MA Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semua Mapel

Berikut ini kami bagikan kembali Buku Kelas 12 SMA-MA Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semua Mapel dalam format PDF yang bisa di Download secara Gratis.

Buku Kelas 12 SMA-MA Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semua Mapel


Hanya mengingatkan kembali sekaligus ada beberapa pertanyaan di Fans Page Berkas Sekolah di https://web.facebook.com/berkassekolah untuk kembali membagikan Buku Kelas 12 SMA/MA ini dan kebetulan sekali artikelnya belum dibuat.

Untuk Buku Teks Pelajaran Kurikulum 2013 ini sudah beberapa kali dilakukan revisi  yang petama Tahun 2016 untuk kelas 1, 7 dan 10 saja. Pada Tahun 2017 kemudian di Revisi kembali untuk Kelas 1, 2, 4, 5, 10 dan 11 serentak. Baru pada Tahun 2018 menyusul Buku Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2018 untuk Kelas 3, 6, 9 dan 12.

Seperti yang sudah diketahui Fungsi Buku Pelajaran untuk saat ini membantu memudahkan transfer materi lebih cepat dan mudah sehingga peserta didik mampu mengikuti apa materi pelajaran yang diberikan dalam proses KBM setiap pertemuannya. Dengan begitu tidak ada siswa yang ketinggalan materi pelajaran di setiap harinya. 

Buku Kelas 12 SMA/MA Kurikulum 2013/ K13 Revisi 2018  ini berisi panduan supaya siswa lebih kreatif dalam pembelajaran, aktif bertanya, dan mendorong siswa supaya lebih kiritis dalam setiap pembelajaran di kelas.  Maka dari itu Buku Teks Pelajaran mempunyai peranan penting untuk keberhasilan, kemudahan dan sangat membantu dalam proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. 

Download Buku Kelas 12 SMA-MA K13 Revisi 2018

Bagi yang membutuhkan buku kelas 12 untuk melengkapi kekurangan di sekolah/ madrasah, khusus untuk yang belum memiliki di perpustakaan sekolah/ madrasah sebagai sumber belajar siswa dan pegangan guru kami sudah kelompokan menjadi Buku Guru dan Buku Siswa setiap temanya dibawah ini :

Buku Guru PAI dan BP Kelas 12 DOWNLOAD

Buku Siswa PAI dan BP Kelas 12 DOWNLOAD

Buku Guru Matematika Kelas 12 SMA-MA UNDUH

Buku Siswa Matematika Kelas 12 SMA-MA UNDUH

Buku Guru Sejarah Indonesia Kelas 12 SMA UNDUH

Buku Siswa Sejarah Indonesia Kelas 12 SMA UNDUH

Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA UNDUH

Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA UNDUH

Buku Guru Bahasa Inggris Kelas 12 SMA UNDUH

Buku Siswa Bahasa Inggris Kelas 12 SMA UNDUH

Buku Guru PPKn Kelas 12 SMA UNDUH

Buku Siswa PPKn Kelas 12 SMA UNDUH

Demikianlah kiranya Informasi dan berbagi file mengenai Buku Kelas 12 SMA-MA Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semua Mapel, semoga bisa membantu dalam persedian buku teks pelajaran di sekolah. Supaya Bapak/ Ibu Guru tidak mencari lagi di google, silahkan save saja atau share melalui tombol media sosial yang sudah tersedia.
Selengkapnya
Buku Kelas 9 SMP Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semua Mapel

Buku Kelas 9 SMP Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semua Mapel

Berikut ini kami bagikan kembali Buku Kelas 9 SMP Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semua Mapel dalam format PDF yang bisa di Download secara Gratis.

Buku Kelas 9 SMP Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semua Mapel


Hanya mengingatkan kembali sekaligus ada beberapa pertanyaan di Fans Page Berkas Sekolah di https://web.facebook.com/berkassekolah untuk kembali membagikan Buku Kelas 9 SMP  ini dan kebetulan sekali artikelnya belum dibuat.

Untuk Buku Teks Pelajaran Kurikulum 2013 ini sudah beberapa kali dilakukan revisi  yang petama Tahun 2016 untuk kelas 1, 7 dan 10 saja. Pada Tahun 2017 kemudian di Revisi kembali untuk Kelas 1, 2, 4, 5, 10 dan 11 serentak. Baru pada Tahun 2018 menyusul Buku Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2018 untuk Kelas 3, 6, 9 dan 12.

Seperti yang sudah diketahui Fungsi Buku Pelajaran untuk saat ini membantu memudahkan transfer materi lebih cepat dan mudah sehingga peserta didik mampu mengikuti apa materi pelajaran yang diberikan dalam proses KBM setiap pertemuannya. Dengan begitu tidak ada siswa yang ketinggalan materi pelajaran di setiap harinya. 

Buku Kelas 9 SMP Kurikulum 2013/ K13 Revisi 2018  ini berisi panduan supaya siswa lebih kreatif dalam pembelajaran, aktif bertanya, dan mendorong siswa supaya lebih kiritis dalam setiap pembelajaran di kelas. 

Maka dari itu Buku Teks Pelajaran mempunyai peranan penting untuk keberhasilan, kemudahan dan sangat membantu dalam proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

Adapun Buku Kelas 9 SMP yang akan dibagikan kali ini meliputi Mata pelajaran :

  • PAI dan Budi Pekerti
  • PPKn
  • Matematika
  • IPA
  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Inggris
  • Prakarya
  • IPS
  • Seni Budaya
  • PJOK
  • Agama Kristen
  • Agama Hindu
  • Agama Buddha
  • Agama Khonghucu
  • Agama Katholik
Semua mata pelajaran diatas merupakan versi revisi 2018 yang akan dibagikan secara gratis dalam format PDF untuk pegangan Guru dan Siswa di Sekolah/ Madrasah. Buku ini juga harus menjadi sumber belajar yang akan disematkan dalam RPP Kelas 9 SMP Kurikulum 2013 revisi 2018 yang pastinya akan kami update dilain kesempatan.

Download Buku Kelas 9 SMP Kurikulum 2013 Revisi 2018

Bagi yang membutuhkan buku kelas 9 untuk melengkapi kekurangan di sekolah/ madrasah, khusus untuk yang belum memiliki di perpustakaan sekolah/ madrasah sebagai sumber belajar siswa dan pegangan guru kami sudah kelompokan menjadi Buku Guru dan Buku Siswa setiap temanya dibawah ini :

Buku Kelas 9 SMP Via Google Drive

Buku Guru Matematika SMP Kelas 9 UNDUH

Buku Siswa Matematika SMP Kelas 9 UNDUH

Buku Guru IPA SMP Kelas 9 UNDUH

Buku Guru IPS Kelas 9 SMP K13 Revisi 2018 (Proses)

Buku Guru Bahasa Indonesia SMP Kelas 9 UNDUH

Buku Guru Bahasa Inggris SMP Kelas 9 DOWNLOAD

Buku Guru PPKn SMP Kelas 9 DOWNLOAD

Buku Guru Prakarya SMP Kelas 9 DOWNLOAD

Buku Siswa Prakarya SMP Kelas 9 DOWNLOAD

Buku Guru Seni Budaya Kelas 9 SMP K13 Revisi 2018 (Proses)

Buku Guru dan Siswa Agama Katholik Kelas 9 SMP K13 Revisi 2019 (Proses)

Buku Guru dan Siswa Agama Hindu Kelas 9 SMP K13 Revisi 2019 (Proses)

Buku Guru dan Siswa Agama Buddha Kelas 9 SMP K13 Revisi 2019 (Proses)

Buku Guru dan Siswa Agama Khonghucu Kelas 9 SMP K13 Revisi 2019 (Proses)

Buku Guru dan Siswa Agama Kristen Kelas 9 SMP K13 Revisi 2019 (Proses)

Buku Kelas 9 SMP Kurikulum 2013 Revisi 2018 Via Berkas Sekolah

Buku Siswa Prakarya Kelas 9 Revisi 2018 KLIK DISINI

Buku Guru Prakarya Kelas 9 Revisi 2018 KLIK DISINI

Buku Guru PPKn Kelas 9 Revisi 2018 KLIK DISINI

Buku Guru Bahasa Inggris Kelas 9 Revisi 2018 KLIK DISINI

Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas 9 Revisi 2018 KLIK DISINI

Buku Guru PAI dan BP Kelas 9 Revisi 2018 KLIK DISINI

Buku Siswa Matematika Kelas 9 Revisi 2018 KLIK DISINI

Buku Guru Matematika Kelas 9 Revisi 2018 KLIK DISINI

Buku Kelas 9 SMP Kurikulum 2013 Revisi 2018 dari Website Kemdikbud

Buku Guru - Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas IX

Demikianlah kiranya Informasi dan berbagi file mengenai Buku Kelas 9 SMP Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semua Mapel, semoga bisa membantu dalam persedian buku teks pelajaran di sekolah.

Supaya Bapak/ Ibu Guru tidak mencari lagi di google, silahkan save saja atau share melalui tombol media sosial yang sudah tersedia.
Selengkapnya
Buku Tematik Kelas 6 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Buku Tematik Kelas 6 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Berikut ini kami bagikan kembali Buku Tematik Kelas 6 SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semua Tema dalam format PDF yang bisa di Download secara Gratis.

Buku Tematik Kelas 6 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Hanya mengingatkan kembali sekaligus ada beberapa pertanyaan di Fans Page Berkas Sekolah di https://web.facebook.com/berkassekolah untuk kembali membagikan Buku Tematik Kelas 6 ini dan kebetulan sekali artikelnya belum dibuat.

Untuk Buku Teks Pelajaran Versi Kurikulum 2013 ini sudah beberapa kali adanya revisi  Tahun 2016 untuk kelas 1, 7 dan 10 saja. Dan Pada Tahun 2017 kemudian di Revisi kembali untuk Kelas 1, 2, 4, 5, 10 dan 11 serentak. Baru pada Tahun 2018 menyusul Buku Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2018 untuk Kelas 3, 6, 9 dan 12.

Seperti yang sudah diketahui Fungsi Buku Pelajaran untuk saat ini membantu memudahkan transfer materi lebih cepat dan mudah sehingga peserta didik mampu mengikuti apa materi pelajaran yang diberikan dalam proses KBM setiap pertemuannya. Dengan begitu tidak ada siswa yang ketinggalan materi pelajaran di setiap harinya. 

Buku Tematik Terpadu Kelas 6 K13/ Kurikulum 2013/ Kurtilas Revisi 2018 ini berisi panduan supaya siswa lebih kreatif dalam pembelajaran, aktif bertanya, dan mendorong siswa supaya lebih kiritis dalam setiap pembelajaran di kelas. 

Maka dari itu sangatlah dibutuhkan Buku Kelas 6 K13 Revisi 2018 yang memang paling update supaya sesuai dengan tema yang akan diberikan setiap harinya. Disini kami bagikan buku Kelas 6 lengkap semua tema dan sub temanya. Adapun tema dan Subtemanya sebagai berikut :
  • Tema 1. Selamatkan Makhluk Hidup
  • Tema 2. Persatuan dalam Perbedaan
  • Tema 3. Tokoh dan Penemuan
  • Tema 4. Globalisasi
  • Tema 5. Wirausaha
  • Tema 6 : Menuju Masyarakat Sejahtera
  • Tema 7 : Kepemimpinan
  • Tema 8 : Bumiku
  • Tema 9 : Menjelajah Angkasa Luar
Itulah kiranya tema dan sub tema yang ada di dalam Buku Tematik Kelas 6 SD/MI Kurikulum 2013 revisi 2018 yang memang paling baru di revisi dan harus dimiliki bapak dan ibu di sekolah/ madrasah.

Buku ini juga harus menjadi sumber belajar yang akan disematkan dalam RPP Kelas 6 Kurikulum 2013 Revisi yang pastinya akan kami update dilain kesempatan.

Buku Tematik Kelas 6 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Bagi yang membutuhkan buku kelas 6 untuk melengkapi kekurangan di sekolah/ madrasah, khusus untuk yang belum memiliki di perpustakaan sekolah/ madrasah sebagai sumber belajar siswa dan pegangan guru kami sudah kelompokan menjadi Buku Guru dan Buku Siswa setiap temanya dibawah ini :

Buku Guru Tematik Kelas 6 K13 Revisi 2018

Dibawah ini kami sertakan Buku Teks Pelajaran Pegangan Guru Kelas 6 SD/MI K13 Revisi 2018 format PDF untuk di Download Gratis.

        Buku Siswa Tematik Kelas 6 K13 Revisi 2018

        Dibawah ini kami sertakan Buku Teks Pelajaran Pegangan Siswa Kelas 6 SD/MI K13 Revisi 2018 format PDF untuk di Download Gratis. 
        Selain Buku Buku Tematik Kelas 6 kami bagikan juga Buku Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Pegangan Guru dan Siswa Kurikulum 2013 Revisi 2018 dibawah ini :


        Demikianlah kiranya Informasi dan berbagi file mengenai Buku Tematik Kelas 6 Kurikulum 2013 Revisi 2018, semoga bisa membantu dalam persedian buku teks pelajaran di sekolah.

        Supaya Bapak/ Ibu Guru tidak mencari lagi di google, silahkan save saja atau share melalui tombol media sosial yang sudah tersedia.
        Selengkapnya
        Buku Tematik Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018

        Buku Tematik Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018

        Berikut ini kami bagikan kembali Buku Tematik Kelas 3 SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semua Tema dalam format PDF yang bisa di Download secara Gratis.

        Buku Tematik Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018
        Buku Tematik Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018

        Hanya mengingatkan kembali sekaligus ada beberapa pertanyaan di Fans Page Berkas Sekolah di https://web.facebook.com/berkassekolah untuk kembali membagikan Buku Tematik Kelas 3 ini dan kebetulan sekali artikelnya belum dibuat.

        Untuk Buku Teks Pelajaran Versi Kurikulum 2013 ini sudah beberapa kali adanya revisi  Tahun 2016 untuk kelas 1, 7 dan 10 saja. Dan Pada Tahun 2017 kemudian di Revisi kembali untuk Kelas 1, 2, 4, 5, 10 dan 11 serentak. Baru pada Tahun 2018 menyusul Buku Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2018 untuk Kelas 3, 6, 9 dan 12.

        Seperti yang sudah diketahui Fungsi Buku Pelajaran untuk saat ini membantu memudahkan transfer materi lebih cepat dan mudah sehingga peserta didik mampu mengikuti apa materi pelajaran yang diberikan dalam proses KBM setiap pertemuannya. Dengan begitu tidak ada siswa yang ketinggalan materi pelajaran di setiap harinya. 

        Buku Tematik Terpadu Kelas 3 K13/ Kurikulum 2013/ Kurtilas Revisi 2018 ini berisi panduan supaya siswa lebih kreatif dalam pembelajaran, aktif bertanya, dan mendorong siswa supaya lebih kiritis dalam setiap pembelajaran di kelas. 

        Maka dari itu sangatlah dibutuhkan Buku Kelas 3 K13 Revisi 2018 yang memang paling update supaya sesuai dengan tema yang akan diberikan setiap harinya. Disini kami bagikan buku Kelas 3 lengkap semua tema dan sub temanya. Adapun tema dan Subtemanya sebagai berikut :

        Tema 1 : Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup
        • Sub Tema Ciri-ciri Makhluk Hidup
        • Sub Tema Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia
        • Sub Tema Pertumbuhan Hewan
        • Sub Tema Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
        Tema 2 : Menyayangi Tumbuhan dan Hewan
        • Sub Tema Manfaat tumbuhan bagi kehidupan manusia
        • Sub Tema Manfaat Hewan bagi kehidupan manusia
        • Sub Tema Menyayangi Tumbuhan
        • Sub Tema Menyayangi Hewan
        Tema 3 : Benda di Sekitarku
        • Sub Tema Aneka Benda di Sekitarku
        • Sub Tema Wujud Benda
        • Sub Tema Perubahan Wujud Benda
        • Sub Tema Keajaiban perubahan wujud benda di sekitarku
        Tema 4 : Kewajiban dan Hakku
        • Sub Tema Kewajiban dan hakku di rumah
        • Sub Tema Kewajiban dan hakku di sekolah
        • Sub Tema Kewajiban dan hakku dalam bertetangga
        • Sub Tema Kewajiban dan Hakku sebagai warga negara
        Itulah kiranya tema dan sub tema yang ada di dalam Buku Tematik Kelas 3 SD/MI Kurikulum 2013 revisi 2018 yang memang paling baru di revisi dan harus dimiliki bapak dan ibu di sekolah/ madrasah.

        Buku ini juga harus menjadi sumber belajar yang akan disematkan dalam RPP Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi yang pastinya akan kami update dilain kesempatan.

        Buku Tematik Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018

        Bagi yang membutuhkan buku kelas 3 untuk melengkapi kekurangan di sekolah/ madrasah, khusus untuk yang belum memiliki di perpustakaan sekolah/ madrasah sebagai sumber belajar siswa dan pegangan guru kami sudah kelompokan menjadi Buku Guru dan Buku Siswa setiap temanya dibawah ini :

        Buku Guru Tematik Kelas 3  K13 Revisi 2018

        Dibawah ini kami sertakan Buku Teks Pelajaran Pegangan Guru Kelas 3 SD/MI K13 Revisi 2018 format PDF untuk di Download Gratis.

        Tema  1 : Pertumbuhan dan Perkembangan Mahluk Hidup DOWNLOAD

        Tema 2 : Menyayangi Tumbuhan dan Hewan DOWNLOAD

        Tema 3 : Benda di Sekitarku DOWNLOAD

        Tema 4 : Kewajiban dan Hakku DOWNLAOD

        Buku Siswa Tematik Kelas 3  K13 Revisi 2018

        Dibawah ini kami sertakan Buku Teks Pelajaran Pegangan Siswa Kelas 3 SD/MI K13 Revisi 2018 format PDF untuk di Download Gratis. 

        Tema 1 Pertumbuhan dan Perkembangan Mahluk Hidup DOWNLOAD

        Tema 2 Menyayangi Tumbuhan dan Hewan DOWNLOAD

        Tema 3 Benda di Sekitarku DOWNLOAD

        Tema 4 Kewajiban dan Hakku DOWNLOAD


        Selain Buku Buku Tematik Kelas 3 kami bagikan juga Buku Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Pegangan Guru dan Siswa Kurikulum 2013 Revisi 2018 dibawah ini :

        Buku GURU PAI Kelas 3 K13 Revisi 2018 DOWNLOAD
        Buku SISWA PAI Kelas 3 K13 Revisi 2018 DOWNLOAD
        Buku Guru - Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas III

        Buku Guru - Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas III

        Buku Guru - Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas III

        Buku Guru - Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas III

        Buku Siswa - Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas III

        Buku Siswa - Pendidikan Agama Konghucu dan Budi Pekerti Kelas III
        Buku Siswa - Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas III
        Buku Siswa - Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas III
        Buku Guru - Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas III

        Demikianlah kiranya Informasi dan berbagi file mengenai Buku Tematik Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018, semoga bisa membantu dalam persedian buku teks pelajaran di sekolah.

        Supaya Bapak/ Ibu Guru tidak mencari lagi di google, silahkan save saja atau share melalui tombol media sosial yang sudah tersedia.
        Selengkapnya
        Modul Supervisi dan PK Guru (MPPKS-PKG)

        Modul Supervisi dan PK Guru (MPPKS-PKG)

        Berikut ini adalah Modul Supervisi dan PK Guru / Penilaian Kinerja Guru untuk Kepala Sekolah dalam program Penguatan Kepala Sekolah Download file Format PDF Gratis untuk semua Kepsek di SD, SMP, SMA dan SMK.

        Modul Supervisi dan PK Guru (MPPKS-PKG)
        Modul Supervisi dan PK Guru (MPPKS-PKG)

        Modul Supervisi dan PK Guru (MPPKS-PKG)

        Modul Supervisi dan PK Guru (MPPKS-PKG) disusun untuk membekali kepala sekolah agar dapat melaksanakan tugas supervisi kepada guru dengan baik. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 13 tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah disebutkan ada lima kompetensi kepala sekolah, yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahaan, dan kompetensi supervisi.

        Permendikbud Nomor 15 tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah menyatakan bahwa guru, kepala sekolah dan pengawas melaksanakan beban kerja 40 jam dalam satu minggu di satuan administrasi pangkal, yang dijabarkan dalam kegiatan pokok masing-masing. Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru Menjadi Kepala Sekolah menyatakan bahwa kepala sekolah adalah guru yang mendapat tugas memimpin dan mengelola satuan pendidikan.

        Kepala sekolah adalah pemimpin dan sekaligus penanggung jawab terselenggaranya pembelajaran yang berkualitas di sekolah. Pembelajaran yang tinggi yang ditandai dengan kinerja yang baik. Oleh karena itu, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk menjamin adanya proses peningkatan profesionalisme guru sekaligus melakukan penilaian kinerjanya. Salah satu upaya penting dalam pengembangan pengembangan profesionalisme dan peningkatan kinerja guru di sekolah adalah supervisi kepada guru. Oleh karena itu kepala sekolah harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pelaksanaan supervisi kepada guru. Pada sisi lain, guru harus dinilai kinerjanya melalui mekanisme Penilaian Kinerja Guru (PK Guru).

        Modul Supervisi dan PK Guru (MPPKS-PKG) membahas khusus tentang supervisi kepada guru dan PK Guru. Merujuk pada Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009, PK Guru adalah penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama Guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya. Dua kegiatan tersebut memiliki tujuan dan pendekatan yang berbeda. Supervisi kepada guru lebih bersifat membantu guru dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, sedangkan PK Guru lebih condong pada justifikasi kinerja guru. Berbagai pendekatan, teknik dan model supervisi kepada guru yang dilaksanakan secara simultan di sekolah diharapkan berdampak pada peningkatan motivasi dan profesionalisme guru. Salah satu bentuk peningkatan profesionalisme guru adalah kinerja guru, yang diukur dengan mekanisme PK Guru.

        Modul Supervisi dan PK Guru (MPPKS-PKG) penyampaiannya harus mempertimbangkan social inclusion (inklusi sosial) sekaligus penguatan pendidikan karakter (PPK) dengan nilai utama Nasionalisme (sub nilai taat azaz/peraturan) dan kemandirian (sub nilai kreatif dan teguh prinsip). Kedua hal tersebut menyatu dalam proses pembelajaran sebagai upaya penguatan karakter bangsa.

        Manfaat Modul Supervisi dan PK Guru (MPPKS-PKG)

        Setelah mempelajari modul supervisi dan penilaian kinerja guru diharapkan Saudara dapat:
        • Menyusun perencanaan supervisi guru;
        • Melaksanakan supervisi guru;
        • Merancang tindak lanjut hasil supervisi guru;
        • Menafsirkan konsep penilaian kinerja guru;
        • Menganalisis instrumen penilaian kinerja guru;
        • Melaksanakan penilaian kinerja guru; dan
        • Mempraktikkan pengolahan hasil dan tindak lanjut PK Guru.
        Karena memang Supervisi dan Penilaian Kinerja Guru ini menjadi salah satu Tupoksi Kepala Sekolah dan Agenda Kegiatan Rutin setiap tahunnya untuk meningkatkan kualitas SDM (Tendik) supaya pendidikan lebih maju selangkah didepan.

        Dalam Modul Supervisi dan PK Guru (MPPKS-PKG) Bapak/ Ibu Kepsek bisa mempelajari :
        • Langkah-Langkah Pembelajaran
        • Tiga Tujuan Supervisi Akademik yang Utuh
        • Tahapan Pelaksanaan PK GURU (Kemendikbud, 2015)
        •  Langkah 8 Tahapan PK GURU (Kemendikbud, 2016)
        • Langkah 9 Tahapan PK GURU (Kemendiknas, 2015)
        • Langkah 10 Tahapan PK GURU (Kemendiknas, 2015)
        • Langkah 11 Tahapan PK GURU (Kemendiknas, 2015)
        • Langkah 12 Tahapan PK GURU (Kemendiknas, 2015)
        Supaya lebih mudah dalam menerapkan dan melaksanakan Supervisi Akademik dan Penilaian Kinerja Guru, dalam modul ini juga dilengkapi dengan Instrumen Pendukungnya seperti :
        • Instrumen Perencanaan Kegiatan Pembelajaran 
        • Wawancara Pra Observasi
        • Wawancara Supervisi Guru Pasca Observasi 
        • Format Evaluasi Hasil Supervisi
        • Daftar Pengamatan Kunjungan Kelas 
        • Daftar Tindak Lanjut Hasil Supervisi
        • Kompetensi Guru Kelas/Guru Mata Pelajaran
        • Kompetensi Guru Bimbingan Konseling/Konselor 
        • Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah
        • Kompetensi Wakil Kepala Sekolah
        • Kompetensi Kepala Perpustakaan 
        • Kompetensi Kepala Laboratorium/Bengkel/Sejenisnya 
        • Kompetensi Ketua Program 
        • Perhitungan Pengolahan Penilaian Kinerja 
        • Konversi Nilai Kinerja Hasil PK GURU ke persentase Angka Kredit
        • Tahapan PK GURU (Kemendikbud, 2016)
        • Instrumen PKKS 2019
        • Aplikasi PKG PKKS, SKP, DUPAK Terbaru
        • Bukti Fisik PKKS SD SMP SMA SMK
        Dapatkan juga Administrasi Kepala Sekolah lainnya ;

        Download Modul Supervisi dan PK Guru (MPPKS-PKG)

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Modul Penguatan Kepala Sekolah (Supervisi dan PK Guru) dalam format PDF ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

        Pratinjau Modul Supervisi dan PK Guru (MPPKS-PKG)


        Download File :
        Download Modul Supervisi dan PK Guru (MPPKS-PKG)
        Demikianlah kiranya Modul Penguatan Kepala Sekolah dalam Supervisi dan PK Guru format PDF sebagai panduan di SD, SMP, SMA dan SMK. Semoga bermanfaat untuk Kepala Sekolah dimanpun berada.
        Selengkapnya
        45 Metode Pembelajaran dalam SCL (Student Centered  Learning)

        45 Metode Pembelajaran dalam SCL (Student Centered Learning)

        Berikut ini adalah berkas 45 Metode Pembelajaran dalam SCL (Student Centered  Learning) yang bisa di Download file format PDF Gratis sebagai Referensi untuk bapak/Ibu Guru dimanapun berada.

        45 Metode Pembelajaran dalam SCL (Student Centered  Learning)
        45 Metode Pembelajaran dalam SCL (Student Centered  Learning)

        45 Metode Pembelajaran dalam SCL (Student Centered  Learning)

        Apa Tujuan Pembelajaran Menggunakan Metode Scientific Approach?

        Menurut majalah Forum Kebijakan Ilmiah yang terbit di Amerika pada tahun 2004 sebagaimana dikutip Wikipedia menyatakan bahwa pembelajaran ilmiah mencakup strategi pembelajaran siswa aktif yang mengintegrasikan siswa dalam proses berpikir dan penggunaan metode yang teruji secara ilmiah sehingga dapat membedakan kemampuan siswa yang bervariasi. Penerapan metode ilmiah membantu guru mengindentifikasi perbedaan kemampuan siswa.

        Tujuan pembelajaran dengan pendekatan saintifik didasarkan pada keunggulan pendekatan tersebut, antara lain: (1) meningkatkan kemampuan intelek, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi, (2) untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik, (3) terciptanya kondisi pembelajaran dimana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan, (4) diperolehnya hasil belajar yang tinggi, (5) untuk melatih siswa dalam mengomunikasikan ide-ide, khususnya dalam menulis artikel ilmiah, dan (6) untuk mengembangkan karakter siswa.

        Student Center Learning dalam Konteks Scientific Approach 

        Menurut Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum lampiran IV dinyatakan bahwa metode pembelajaran yang direkomendasikan untuk diterapkan adalah metode yang termasuk dalam pendekatan saintifik yang diperkaya dengan pendekatan berbasis masalah dan pendekatan berbasis projek. Pendekatan Saintifik dengan atau tanpa diperkaya dengan salah satu atau lebih di antara pendekatan-pendekatan pembelajaran berikut: Pembelajaran Berbasis Projek, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Kooperatif, dan Pendekatan Komunikatif. Semua metode yang digunakan dalam pendekatan saintifik termasuk ke dalam Student Center Learning (pembelajaran berpusat pada siswa).

        Pembelajaran berpusat pada siswa atau Student Centered Learning (SCL). Pendekatan SCL menuntut partisipasi yang tinggi dari peserta didik, karena peserta didik menjadi pusat perhatian selama kegiatan belajar berlangsung. Pembelajaran SCL menuntut peran guru yang bersifat kaku instruksi menjadi memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menyesuaikan dengan kemampuannya dan berperilaku secara langsung dalam menerima pengalaman belajarnya. Landasan teori SCL adalah teori konstruksivistik yang berasal dari teori belajar menurut Piaget, Jhon Dewei, dan Burner (1961) yang menekankan proses pembelajaran pada perubahan tingkah laku peserta didik itu sendiri dan mengalami langsung bagaimana membentuk konsep belajar dan memahami.

        7 Ragam Model-model Pembelajaran

        1. Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)

        Tugas guru adalah membantu siswa memperoleh pengetahuan prosedural (pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu), pengetahuan deklaratif (pengetahuan tentang sesuatu), dan mengembangkan keterampilan belajar. Pembelajaran langsung yang terfokus pada prinsip-prinsip psikologi perilaku dan teori belajar sosial. Model pembelajaran langsung dirancang secara khsus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah.

        2. Belajar Secara Kooperatif (Cooperative Learning)

        Model pembelajaran kooperatif sangat berbeda dengan pembelajaran langsung. Model pembelajaran ini dapat digunakan untuk mengajarkan materi yang agak kompleks, dan yang lebih penting lagi, dapat membantu guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berdimensi soasial dan hubungan antar manusia. Misalnya, telah dibuktikan bahwa pembelajaran kooperatif sangat efektif untuk memperbaiki hubungan antar suku dan etnik dalam kelas yang bersifat multikultural, dan hubungan antara siswa biasa dengan penyandang cacat.

        3. Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem-Based Instruction)

        Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. Pembelajaran langsung dan ceramah lebih cocok untuk tujuan semacam ini. Model pembelajaran berdasarkan masalah utamanya dikembangkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan keterampilan intelektual; belajar berbagai peran orang dewasa melalui pelibatan mereka dalam pengalaman nyata atau simulasi; dan menjadi pebelajar yang otonom dan mandiri.

        4. Pembelajaran Diskusi Kelas

        Terlepas dari pendekatan pembelajaran yang digunakan, pada saat-saat tertentu selama berlangsungnya pembelajaran, diperlukan dialog antara guru dan siswa, serta antara siswa dengan siswa. Diskusi adalah suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan berlangsungnya dialog tersebut. Sintaks diskusi berbeda dengan sintaks model pembelajaran yang lain. Misalnya, diskusi dapat terjadi pada pembelajaran kooperatif, antara guru dan sejumlah siswa pada pembelajaran berdasarkan masalah, dan resitasi pada pembelajaran langsung.

        5. Model Siklus Belajar (Learning Cycle Model)

        Model pembelajaran ini dikembangkan oleh Robert Karplus dalam proyek SCIS (Science Curriculum Inprovement Study) tahun 1970-an di Amerika Serikat. Model pembelajaran ini terdiri atas tiga fase sebagai sintaks pembelajarannya, yaitu sebagai berikut: eksplorasi à pengenalan konsep à aplikasi konsep.

        6. Model Pembelajaran Sains Teknologi dan Masyarakat (Science Technology and Society)

        Model pembelajaran ini dikembangkan oleh Robert R. Yager dan kawan-kawannya pada tahu 1983 di University of Iowa, Iowa, USA. Dalam mengembangkan model tersebut mereka bekerja sama dengan banyak guru setiap tahunnya. Kerjasama ini bertujuan untuk membantu guru-guru dalam mengajar untuk mencapai lima tujuan pembelajaran sains, meliputi ranah (domain) konsep, proses, aplikasi, kreativitas, dan sikap. Domain konsep, menitikberatkan pada muatan sainsnya, yang meliputi fakta-fakta, prinsip-prinsip, penjelasan-penjelasan, teori-teori, dan hukum-hukum.

        7. Model Pembelajaran Sains Berbasis Etika

        Model pembelajaran ini berkembang pada tahun 1970-an di beberapa negara barat yang didasarkan atas adanya tekanan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat di masyarakat yang tidak dapat diimbangi dengan perkembangan nilai-nilai etika dan moral di masyarakat. Akibatnya di kalangan para ahli sains dan masyarakat terjadi kesenjangan pemahaman terhadap nilai-nilai etika dan moral kemasyarakatan (Macer, 1995) Para ahli pembelajaran sains telah merancang suatu model pembelajaran yang dapat menjembatani kesenjangan nilai-nilai etika dan moral tersebut dengan cara mengimplementasikan berbagai macam situasi riil dalam kehidupan sehari-hari tentang isu-isu sains yang berkaitan dengan etika dan moral di kelas sains maupun kelas non-sains.

        45 Metode Pembelajaran dalam Student Centered  Learning (SCL)

        1. Metode Pembelajaran Auditory, Intellectualy, Repetition (AIR)

        Huda (2003) berpendapat bahwa model pembelajaran AIR ini mirip dengan Somatic, Auditory, Visualitation, Intelectually (SAVI) dan Visualitation, Auditory, Kinestetic (VAK). Perbedaannya hanya terletak pada repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalaman, perluasan, pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau kuis.

        Menurut Suherman (dalam Humaira, 2012): AIR adalah singkatan dari Auditory, Intelectually and Repetition. Pembelajaran seperti ini menganggap bahwa akan efektif apabila memperhatikan tiga hal tersebut. Auditory yang berarti bahwa indera telinga digunakan dalam belajar dengan cara mendengarkan, menyimak, berbicara, persentasi, argumentasi, mengemukakan pendapat dan menanggapi.

        Intelectually yang berarti bahwa kemampuan berpikir perlu dilatih melalui latihan bernalar, mencipta, memecahkan masalah, mengkonstruksi dan menerapkan. Repetition yang berarti pengulangan, agar pemahaman lebih mendalam dan lebih luas, siswa perlu dilatih melalui pengerjaan soal, pemberian tugas atau kuis.

        2. Metode Pembelajaran Artikulasi  

        Menurut Mustain (2010) artikulasi adalah apa yang kita definisikan sebagai struktur-struktur dalam otak yang melibatkan kemampuan bicara (area kemampuan bicara), membaca atau pemprosesan kata lainnya dan area gerak tambahan (menulis, membuat sketsa, dan gerak-gerak ekspresif lainnya). Artinya, artikulasi merujuk kepada apa-apa saja yang berkaitan dengan berbicara atau melakukan sesuatu akibat dari pemprosesan hasil kerja otak. Penerapan model artikulasi dalam pembelajaran juga melibatkan kemampuan berbicara serta gerak ekspresi akibat kegiatan berpikir siswa. Model artikulasi berbentuk kelompok berpasangan, di mana salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian, presentasi di depan kelas perihal hasil diskusinya dan guru membimbing siswa untuk memberikan kesimpulan.

        Model pembelajaran artikulasi prosesnya seperti pesan berantai. Artinya apa yang telah diberikan guru, seorang siswa wajib meneruskan menjelaskannya pada siswa lain (pasangan kelompoknya). Hal ini merupakan keunikan model pembelajaran artikulasi. Siswa dituntut untuk bisa berperan sebagai penerima pesan sekaligus berperan sebagai penyampai pesan (Ngalimun, 2012).

        3. Metode Pembelajaran Brainstorming  

        Metode pembelajaran Brainstorming merupakan salah satu metode pembelajaran yang dilaksanakan agar tujuan pembelajaran tercapai dengan cepat melalui proses belajar mandiri dan siswa mampu menyajikannya di depan kelas. Menurut Mufidah (2010) bahwa: Metode brainstorming adalah suatu bentuk diskusi dalam rangka menghimpun gagasan, pendapat, informasi, pengetahuan, pengalaman dari semua peserta. Berbeda dengan diskus, dimana gagasan dari seseorang dapat ditanggapi (didukung, dilengkapi, dikurangi atau tidak disepakati) oleh peserta lain, pada penggunaan metode brainstorming pendapat orang lain tidak perlu ditanggapi. Selanjutnya Sudjana (2005) menyatakan bahwa "brainstorming adalah teknik pembelajaran yang dilakukan dalam kelompok yang peserta didiknya memiliki latar belakang pengetahuan dan pengalaman yang berbeda-beda".

        4. Metode Pembelajaran Buzz Group (BG)  

        Sudjana, (2005) mengemukakan bahwa: Metode buzz group digunakan dalam kegiatan pembelajaran pemecahan masalah yang di dalamnya mengandung bagian-bagian khusus dalam masalah itu. Kegiatan belajar biasanya melalui diskusi di dalam kelompok-kelompok kecil (sub-groups) dengan jumlah anggota masing-masing kelompok sekitar 3-4 orang. Kelompok-kelompok kecil itu melakukan kegiatan diskusi dalam waktu singkat tentang bagian-bagian khusus dari masalah yang di hadapi oleh kelompok besar. Pemilihan anggota kelompok kecil biasanya dilakukan oleh seorang peserta didik yang ditunjuk untuk membentuk sub kelompok. Peserta didik yang mendapat tugas membentuk kelompok kecil itu menunjukan teman-temannya yang duduk di samping kiri dan kanan serta di bagian depan atau belakang tempat duduknya. Dalam kelompok kecil tidak ada ketua atau sekretaris yang di perlukan ialah pelapor atau juru bicara.

        5. Metode Pembelajaran Cooperative Script (CS) 

        Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.

        Langkah-langkah
        • Guru membagi siswa untuk berpasangan.
        • Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.
        • Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
        • Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat/menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
        • Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas.
        • Kesimpulan guru.
        Kelebihan dan Kekurangan

        a. Kelebihan:
        • Melatih pendengaran, ketelitian/kecermatan.
        • Setiap siswa mendapat peran.
        • Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan.
        b. Kekurangan:
        • Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu
        • Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).

        6. Metode Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) 

        Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif kelompok. Model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition-CIRC (Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis) merupakan model pembelajaran khusus Mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam rangka membaca dan menemukan ide pokok, pokok pikiran atau,tema sebuah wacana/kliping.

        7. Metode Pembelajaran Course Review Horay (CRH) 

        Model pembelajaran Course Review Horay merupakan model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana kelas menjadi meriah dan menyenangkan karena setiap siswa yang dapat menjawab benar maka siswa tersebut diwajibkan berteriak 'hore!' atau yel-yel lainnya yang disukai. Jadi, model pembelajaran course review horay ini merupakan suatu model pembelajaran yang dapat digunakan guru agar dapat tercipta suasana pembelajaran di dalam kelas yang lebih menyenangkan. Sehingga para siswa merasa lebih tertarik. Karena dalam model pembelajaran course review horay ini, apabila siswa dapat menjawab pertanyaan secara benar maka siswa tersebut diwajibkan meneriakan kata "hore" ataupun yel-yel yang disukai dan telah disepakati oleh kelompok maupun individu siswa itu sendiri.

        8. Metode Pembelajaran Tebak Kata (TK)  

        Model pembelajaran tebak kata adalah model pembelajaran yang menggunakan media kartu teka-teki yang berpasangan dengan kartu jawaban teka-teki. Permainan tebak kata dilaksanakan dengan cara siswa menjodohkan kartu soal teka-teki dengan kartu jawaban yang tepat. Melalui permainan tebak kata, selain anak menjadi tertarik untuk belajar juga memudahkan dalam menanamkan konsep pelajaran dalam ingatan siswa. Jadi, guru mengajak siswa untuk bermain tebak kata dengan menggunakan media kartu dari kertas karton dalam mata pelajaran.

        9. Metode Pembelajaran Complette Sentence (CS)  

        Metode berarti suatu sistem atau cara yang mengatur suatu cita-cita (Sudiyono, 2009). Metode Complete Sentence merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif. Metode complete sentence merupakan salah satu metode pembelajaran bermakna yang dikembangkan dengan cara membantu peserta didik membangun keterkaitan antara informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman (pengetahuan lain) yang telah dimiliki dan dan dikuasai peserta didik (Suprijono, 2009).

        Model pembelajaran complete sentence adalah model pembelajaran mudah dan sederhana di mana siswa belajar melengkapi paragraf yang belum sempurna dengan menggunakan kunci jawaban yang tersedia.

        10 Metode Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE)  

        Model dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan contoh, pola, acuan, ragam, macam, dan sebagainya. Dalam konteks pembelajaran, model merupakan pola atau kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. CORE merupakan singkatan dari empat kata yang memiliki kesatuan fungsi dalam proses pembelajaran, yaitu Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending. Menurut Harmsem, elemen-elemen tersebut digunakan untuk menghubungkan informasi lama dengan informasi baru, mengorganisasikan sejumlah materi yang bervariasi, merefleksikan segala sesuatu yang peserta didik pelajari, dan mengembangkan lingkungan belajar.

        11. Metode Pembelajaran Debat Aktif (DA)  

        Proses debat aktif adalah suatu bentuk retorika modern yang pada umumnya tercirikan oleh adanya dua pihak atau lebih yang melangsungkan komunikasi dengan bahasa dan saling berusaha mempengaruhi sikap dan pendapat orang atau pihak lain agar mereka mau melaksanakan, bertindak, mengikuti atau sedikitnya mempunyai kecenderungan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pembicara atau penulis, dengan melihat jenis komunikasinya lisan atau tulisan.

        12 .Metode Pembelajaran Double Loop Problem Solving  

        DPLS (Double Loop Problem Solving) adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama dari timbulnya masalah, jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. Selanjutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut. DLPS juga merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk menunjang pendekatan pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar.

        Metode DLPS adalah sebuah metode yang di adopsi dari metode Problem Solving. Metode Problem Solving (metode pemecahan masalah) adalah bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.

        13. Metode Pembelajaran Example Non Example (EE)  

        Metode Pembelajaran Example Non Example atau juga biasa di sebut example and non-example merupakan model pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media pembelajaran. Metode Example non Example adalah metode yang menggunakan media gambar dalam penyampaian materi pembelajaran yang bertujuan mendorong siswa untuk belajar berfikir kritis dengan jalan memecahkan permasalahan-permasalahan yang terkandung dalam contoh-contoh gambar yang disajikan.

        Metode Pembelajaran Example Non Example merupakan metode pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media pembelajaran. Menurut teori konstruktivisme, prinsip yang paling penting dalam psikologi pendidikan adalah guru tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa melainkan membantu siswa membanguan pengetahuan berdasarkan pengalamannya sendiri. Melalui metode pembelajaran Example non Example guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan ide-ide mereka sendiri (Riensuciati: 2013). Metode Example non Example adalah salah satu metode yang dapat di gunakan untuk membuat siswa lebih leluasa, lebih bebas, lebih mandiri, lebih menyenangkan, lebih semangat dalam mengerjakan tugas sebab kalau siswa senang mereka tidak akan merasa memiliki beban untuk mengerjakan tugas.

        14. Metode Pembelajaran Direct Instruction (DI)  

        Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah. Metode Direct Intruction merupakan suatu metode mengajar yang dapat membantu siswa dalam mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkanselangkah demi selangkah. Metode mengajar ini sering disebut Metode Pengajaran Langsung (Kardi dan Nur:2000). Arends (2001) juga mengatakan hal yang sama yaitu : "A teaching model that is aimed at helping student learn basic skills and knowledge that can be taught in a step-by-step fashion. For our purposes here, the model is labeled the direct instruction model". Apabila guru menggunakan metode pengajaran langsung ini, guru mempunyai tanggung jawab untuk mengudentifikasi tujuan pembelajaran dan tanggung jawab yang besar terhadap penstrukturan isi/materi atau keterampilan, menjelaskan kepada siswa, pemodelan (mendemonstrasikan yang dikombinasikan dengan latihan, memberikan kesempatan pada siswa untuk berlatih menerapkan konsep atau keterampilan yang telah dipelajari serta memberikan umpan balik.

        15. Metode Pembelajaran Group Investigation (GI)  

        Group Investigation merupakan salah satu bentuk metode pembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia, misalnya dari buku pelajaran atau siswa dapat mencari melalui internet. Siswa dilibatkan sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Tipe ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok. Metode Group Investigation dapat melatih siswa untuk menumbuhkan kemampuan berfikir mandiri. Keterlibatan siswa secara aktif dapat terlihat mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran.

        16. Metode Pembelajaran Inquiry  

        Pembelajaran berdasarkan inquiry merupakan seni penciptaan situasi-situasi sedemikian rupa sehingga siswa mengambil peran sebagai ilmuwan. Dalam situasi-situasi ini siswa berinisiatif untuk mengamati dan menanyakan gejala alam, mengajukan penjelasan-penjelasan tentang apa yang mereka lihat, merancang dan melakukan pengujian untuk menunjang atau menentang teori-teori mereka, menganalisis data, menarik kesimpulan dari data eksperimen, merancang dan membangun model, atau setiap kontribusi dari kegiatan tersebut di atas.

        17. Metode Pembelajaran Jigsaw  

        Jigsaw adalah tipe pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Elliot Aronson's. Model pembelajaran ini didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut kepada kelompoknya. Pada model pembelajaran jigsaw ini keaktifan siswa (student centered) sangan dibutuhkan, dengan dibentuknya kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 3-5 orang yang terdiri dari kelompok asal dan kelompok ahli.

        18. Metode Pembelajaran Mind Mapping (MM)  

        Mind mapping merupakan cara untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambilnya kembali ke luar otak. Bentuk mind mapping seperti peta sebuah jalan di kota yang mempunyai banyak cabang. Seperti halnya peta jalan kita bisa membuat pandangan secara menyeluruh tentang pokok masalah dalam suatu area yang sangat luas. Dengan sebuah peta kita bisa merencanakan sebuah rute yang tercepat dan tepat dan mengetahui kemana kita akan pergi dan dimana kita berada.

        Mind mapping bisa disebut sebuah peta rute yang digunakan ingatan, membuat kita bisa menyusun fakta dan fikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja otak kita yang alami akan dilibatkan sejak awal sehingga mengingat informasi akan lebih mudah dan bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat biasa.

        Mind mapping, disebut pemetaan pikiran atau peta pikiran, adalah salah satu cara mencatat materi pelajaran yang memudahkan siswa belajar. Mind mapping bisa juga dikategorikan sebagai teknik mencatat kreatif. Dikategorikan ke dalam teknik kreatif karena pembuatan mind mapping ini membutuhkan pemanfaatan imajinasi dari si pembuatnya. Siswa yang kreatif akan lebih mudah membuat mind mapping ini. Begitu pula, dengan semakin seringnya siswa membuat mind mapping, dia akan semakin kreatif.

        Konsep Mind Mapping asal mulanya diperkenalkan oleh Tony Buzan tahun 1970-an. Teknik ini dikenal juga dengan nama Radiant Thinking. Sebuah mind map memiliki sebuah ide atau kata sentral, dan ada 5 sampai 10 ide lain yang keluar dari ide sentral tersebut. Mind Mapping sangat efektif bila digunakan untuk memunculkan ide terpendam yang kita miliki dan membuat asosiasi di antara ide tersebut. Mind Mapping juga berguna untuk mengorganisasikan informasi yang dimiliki. Bentuk diagramnya yang seperti diagram pohon dan percabangannya memudahkan untuk mereferensikan satu informasi kepada informasi yang lain.

        19. Metode Pembelajaran Pembelajaran Otentik (Outentic Learning)  

        Menurut definisi, "belajar otentik" berarti pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata dan proyek-proyek dan yang memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi dan membahas masalah-masalah ini dengan cara yang relevan untuk mereka.

        Metode ini sangat berbeda dari kelas tradisional "kuliah", di mana guru memberikan fakta-fakta dan konten lain pada siswa yang kemudian siswa harus menghafalkan dan ulangi pada tes, misalnya, siswa tidak hanya harus terhubung sejarah pasca-perang untuk peristiwa terkini dan kehidupan mereka sendiri, mereka juga harus membantu mengajar kelas dan didorong untuk memberikan pandangan mereka sendiri pada peristiwa sejarah. Akibatnya, mereka menjadi sejarawan.

        20. Metode Pembelajaran Think Pair Share (TPS)  

        Metode Think Pair Share adalah metode pembelajaran sederhana dimana ketika guru menyampaikan pelajaran di dalam kelas, para siswa duduk berpasangan antara tim mereka. Guru memberikan pertanyaan di dalam kelas. Siswa diarahkan berfikir menuju sebuah jawaban pada pasangan mereka, kemudian teman mereka mencapai kesepakatan pada sebuah jawaban. Akhirnya, guru menanyakan untuk berbagi jawaban mereka pada semua siswa.

        21. Metode Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK)  

        Metode pembelajaran VAK adalah model pembelajaran yang mengoptimalkan ketiga modalitas belajar tersebut untuk menjadikan sibelajar merasa nyaman. Model pembelajaran ini merupakan anak dari model pembelajaran Quantum yang berprinsip untuk menjadikan situasi belajar menjadi lebih nyaman dan menjanjikan kesuksesan bagi pebelajarnya di masa depan.

        22. Metode Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)  

        Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkan dengan situasi kehidupan nyata. Pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) adalah pembelajaran yang menggunakan bermacam-macam masalah kontekstual sebagai titik awal, sedemikian hingga peserta didik belajar dengan menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memecahkan masalah, baik masalah nyata maupun masalah simulasi, baik masalah yang berkaitan dengan pelajaran lain di sekolah, situasi sekolah, maupun masalah di luar sekolah, termasuk masalah-masalah di tempat kerja yang relevan (Suryanto, 2002). Senada dengan pendapat ini, Depdiknas (2002) menyatakan bahwa pembelajaran kontektual adalah konsep belajar yang membantu pendidik mengaitkan materi yang diajarkannya denga situasi dunia nyata peserta didik dan mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

        23. Metode Pembelajaran Circuit Learning (CL)

        Metode pembelajaran Circuit Learning adalah pembelajaran dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang (Dewi, D.A.P & dkk, 2014)

        24. Metode Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS)

        Creative Problem Solving adalah adalah suatu model pembelajaran yang memusatkan pada pengajaran dan ketrampilan pemecahan masalah, yang di ikuti dengan pengutan ketampilan (Zahara, 2012). Dengan menggunakan model pembelajaran ini di harapkan dapat menimbulkan minat sekaligus kreative dan metode siswa dalam mempelajari matematika sehingga siswa dapat memperoleh manfaat yang maksimal, baik dari proses maupun hasil belajarnya.

        25. Metode Pembelajaran Demonstrasi

        Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Metode ini digunakan agar siswa menjadi lebih paham terhadap materi yang dijelaskan karena menggunakan alat peraga dan menggunakan media visualisasi yang dapat membantu siswa untuk lebih memahami (Rohendi, 2010).

        26. Metode Pembelajaran Explicit Instruction (EI)

        Model pembelajaran eksplisit instruction merupakan suatu pembelajaran kooperatif, dimana pembelajarannya dapat berbentuk ceramah, demonstrasi, pelatihan atau praktek, dan kerja kelompok (Panai, 2015).

        27. Metode Pembelajaran Learning Cycle (LC)

        Learning Cycle (LC) adalah model pembelajaran yang berpusat pada kegiatan penyelidikan sebelum konsep ilmiah diperkenalkan kepada siswa. Dalam model ini pembelajaran Learning Cycle, siswa mengembangkan konsep melalui pengalaman langsung yang bertahap maupun bersiklus (Sayuti, 2012).

        28. Metode Pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA)

        Secara terminology MEA terdiri dari 3 unsur kata yakni: means berarti banyak cara, end akhir atau tujuan, dan analysis yang berrti analisis atau menyelidiki secara sistematis (Hartini, 2015).

        29. Metode Pembelajaran Meaningfull Learning (ML)

        Model pembelajaran meaningfull instruction design merupakan pembelajaran yang mengutamakan kebermaknaan belajar dan efektivitas dengan cara membuat kerangka kerja aktivitas secara konseptual koqnitif-konstruktivis yang didasari permasalahan kontekstual dan pengalaman siswa, serta dengan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar yang dioptimalkan untuk mencapai proses dan hasil pembelajaran yang berkualitas (Utami, 2014).

        30. Metode Pembelajaran Numbered Head Together (NHT)

        Metode pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Pada metrode ini siswa menempati posisi sangat dominan dalam proses pembelajaran dengan cirri khasnya adalah guru hanya menunjuk seorang siswa yang mewakili kelompoknya, tanpa memberitahu terlebih dahulu siapa yang akan mewakili kelompoknya.dalam pembelajaran NHT setiap siswa dalam kelompok merasa bertanggung jawab terhadap hasil kerja kelompoknya (Manurung,2013).

        31. Metode Pembelajaran Pair Check (PC)

        Pair check (pasangan mengecek) adalah metode pembelajaran berkelompok atau berpasangan yang dipopulerkan oleh Spencer Kagen tahun 1993. Metode ini menerapkan pembelajaran berkelompok yang menuntut kemandirian dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan persoalan yang diberikan. Metode pembelajaran ini juga untuk melatih rasa sosial siswa, kerjasama, dan kemampuan memberi penilaian.

        32. Metode Pembelajaran Picture and Picture (PP)

        Metode pembelajaran picture and picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan logis. Metode pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi factor utama dalam proses pembelajaran. Sehingga sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam bentuk carta dalam ukuran besar (Marsudi, 2016).

        33. Metode Pembelajaran Probing Prompting (PrPr)

        Metode Probing-Promting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan pengetahuan setiap siswa dan pengalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari (Mutmainnah, 2013).

        34. Metode Pembelajaran Problem Solving (PS)

        Metode Problem Solving adalah suatu metode cara penyajian bahan pelajaran dengan menjadikan suatu masalah sebagai titik tolak pembahasan untuk dianalisis dan disintesis dalam usaha mencari pemecahan atau jawabannya oleh siswa (Sudirman, 1987). Metode Problem Solving adalah belajar memecahkan masalah. Pada tingkat ini para anak didik belajar merumuskan memecahkan masalah, memberikan respon terhadap rangsangan yang menggambarkan atau membangkitkan situasi problemik, yang mempergunakan berbagai kaidah yang telah dikuasainya (Yaqin, 2013).

        Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berfikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan (Yaqin, 2013).

        35. Metode Pembelajaran Role Playing (RP)

        Role playing adalah bermain peran, yang berpusat pada peserta didik, Role playing menekankan sifat sosial pembelajaran, dan melihat perilaku kerjasama siswa untuk merangsang baik secara sosial maupun intelektual. Role playing sebagai strategi pengajaran menawarkan beberapa keuntungan untuk guru dan siswa (Pratiwi,2015).

        36. Metode Pembelajaran Snowball Throwing (ST)

        Pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing merupakan pembelajaran yang dapat digunakan untuk memberikan konsep pemahaman materi yang sulit kepada siswa serta dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan kemampuan siswa dalam materi tersebut.

        Pada model pembelajaran Snowball Throwing siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok yang diwakili ketua kelompok unuk mendapat tugas dari guru, kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh.

        37. Metode Pembelajaran Survey Question Read Recite Review (SQ3R)

        Metode pembelajaran SQ3R adalah model membaca yang dapat mengembangkan metakognitif murid, yaitu dengan menugaskan murid untuk membaca bahan belajar secara cermat dan seksama. SQ3R adalah suatu strategi membaca untuk menemukan ide-ide pokok dan pendukungnya serta membantu mengingat agar lebihtahan lama melalui 5 langkah kegiatan, yaitu survey, question, read, recite, dan review (Yuliani,2013 ).

        38. Metode Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD)

        Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya, jenis kelamin dan suku. Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya seluruh siswa dikenai kuis tentang materi itu dengan catatan, saat kuis mereka tidak boleh saling membantu.

        39. Metode Pembelajaran Take and Give (TG)

        Metode pembelajaran menerima dan memberi (Take and Give) merupakan metode pembelajaran yang menuntut siswa mampu memahami materi pelajaran yang diberikan guru dan teman sebayanya. Model Take and Give (memberi dan menerima) diterapkan untuk melatih siswa menjadi narasumber dan mitra belajar bagi teman-teman yang lain, dengan saling bertukar pengetahuan yang dimiliki. Oleh karena itu, setiap siswa dituntut untuk menguasai materi yang menjadi topik bahasannya dan mempunyai kemampuan berkomunikasi, sehingga ia dapat menyampaikan materi tersebut kepada siswa lain. Sedangkan siswa yang menerima informasi dituntut pula untuk dapat menangkap materi yang disampaikan kepadanya dengan baik. Karena ia pun harus mampu mengembangkan sebuah contoh yang relevan dengan materi yang diterimanya (Dewi, 2014).

        40. Metode Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)

        Model pembelajaran TGT merupakan model pembelajaran kooperatif dengan membentuk kelompok-kelompok kecil dalam kelas yang terdiri atas 3-5 siswa yang heterogen, baik dalam hal akademik, jenis kelamin, ras, maupun etnis. Inti dari model ini adalah adanya game dan turnamen akademik. Sebelum memulai game dan turnamen akademik, guru terlebih dahulu menempatkan siswa dalam sebuah tim yang mewakili heterogenitas kelas ditinjau dari jenis kelamin, ras, maupun etnis.

        41. Metode Pembelajaran Time Token (TT)

        Pembelajaran Time Token merupakan salah satu pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Richard I. Arends. Time Token adalah teknik pembelajaran dengan menggunakan metode kooperatif yang di dalamnya melakukan sebuah aktivitas kerja sama dan saling membantu untuk memahami materi (fanani, 2013). Metode pembelajaran Time Token merupakan metode pembelajaran yang bertujuan agar masing-masing anggota kelompok diskusi mendapatkan kesempatan untuk memberikan konstribusi dalam menyampaikan pendapat mereka dan mendengarkan pandangan serta pemikiran anggota lain (Fanani, 2013).

        42. Metode Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS)

        Metode Pembelajaran Two Stay Two Stay merupakan bagian dari pembelajaran kooperatif yang memberi pengalaman kepada siswa untuk berbagi pengetahuan baik di dalam kelompok maupun dalam kelompok lainnya (Mariyam, 2012). Dalam metode pembelajaran Two Stay Two Stray (Dua Tinggal Dua Tamu), siswa dituntut untuk memiliki tanggungjawab dan aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) yaitu salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang memberikan kesempatan kepada kelompok membagikan hasil dan informasi kepada kelompok lain.

        43. Metode Pembelajaran Driil

        Pengertian metode drill menurut beberapa pendapat memiliki arti sebagai berikut:
        • Roestiyah N.K, Suatu teknik yang dapat diartikan sebagai suatu cara mengajar siswa melakukan kegiatan latihan, siswa memiliki ketangkasan dan keterampilan lebih tinggi dari apa yang dipelajari.
        • Zuhairini, Suatu metode dalam pendidikan dan pengajaran dengan jalan melatih siswa terhadap bahan pelajaran yang sudah diberikan.
        • Shalahuddin, Suatu kegiatan dalam melakukan hal yang sama secara berulang-ulang dan sungguh-sungguh dengan tujuan untuk menyempurnakan suatu keterampilan supaya menjadi permanen.

        44. Metode Pembelajaran Make A Match (MaM)

        Menurut Rusman (2011) Metode Make A Match (membuat pasangan) merupakan salah satu jenis dari metode dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini dikembangkan oleh Lorna Curran (1994). Salah satu cara keunggulan teknik ini adalah peserta didik mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik, dalam suasana yang menyenangkan.

        45. Metode Pembelajaran Inside Outside Circle (IOC)

        Metode Pembelajaran Lingkaran dalam dan Luar Inside Outside Circle (IOC) adalah model pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan, 1993), dimana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur. Dalam IOC dari jumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar, separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam, siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan, siswa yang berada di lingkran luar berputar kemudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya, dan seterusnya.

        Ke 45 Metode Pembelajaran dalam SCL (Student Centered  Learning) diatas hanya ditulis pengertiannya saja, untuk Efektivitas Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Pembelajaran, Kelebihan dan Kekurangan bisa didapatkan pada filenya dibawah ini :

        Download 45 Metode Pembelajaran dalam SCL (Student Centered  Learning)

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas 45 Metode Pembelajadan dalam SCL (Student Centered  Learning) dimulai dari Pengertian, Efektivitas Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Pembelajaran, Kelebihan dan Kekurangan ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

        Pratinjau 45 Metode Pembelajaran dalam SCL (Student Centered  Learning)


        Download File :
        45 Metode Pembelajaran dalam SCL (Student Centered  Learning)
        Demikianlah kiranya berbagi Informasi dan file mengenai 45 Metode Pembelajaran dalam SCL (Student Centered  Learning), semoga dengan ini bapak/Ibu Guru bisa menambah ilmu terutama dalam menggunakan berbagi metode pembelajaran supaya lebih menarik dan menyenangkan. Terima Kasih. 
        Selengkapnya